/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Sidang Pleno IV TKPSDA Tahun 2022 Wilayah Sungai Bengawan Solo

Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Bengawan Solo menggelar acara Sidang Pleno IV TKPSDA WS Bengawan Solo di The Alana Hotel & Convention Center, di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (24/11/2022). Acara yang dilaksanakan secara tatap muka tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo yang selanjutnya disebut TKPSDA WS Bengawan Solo merupakan wadah koordinasi yang dibentuk melalui Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 303/KPTS/M/2019 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo. TKPSDA WS Bengawan Solo mempunyai tugas dan fungsi membantu Menteri PUPR dalam koordinasi pengelolaan sumber daya air, khususnya WS Bengawan Solo. Susunan keanggotaan TKPSDA WS Bengawan Solo periode 2019 – 2024 berjumlah 74 (tujuh puluh empat) anggota dengan komposisi 37 (tiga puluh tujuh) anggota dari unsur Pemerintah dan 37 (tiga puluh tujuh) anggota dari unsur Non Pemerintah.

Maksud dan tujuan sidang pleno IV TKPSDA ini adalah untuk membahas sinkronisasi program dan kegiatan pengelolaan SDA yang dilaksanakan oleh BBWS Bengawan Solo bersama instansi terkait di lingkungan WS Bengawan Solo dan monitoring evaluasi penyusunan Review Pola PSDA dan Rencana PSDA WS Bengawan Solo yang saat ini sedang dilaksanakan oleh BBWS Bengawan Solo. Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur SDA BBWS Bengawan Solo turut menyampaikan materi tentang hasil pemantauan pelaksanaan RPSDA di WS Bengawan Solo dan Progres Penyusunan Review Pola Pengelolaan SDA WS Bengawan Solo. Bappeda Provinsi Jawa Tengah menyampaikan materi tentang program dan kegiatan tahun 2022 dan 2023 di Provinsi Jawa Tengah serta Bappeda Provinsi Jawa Timur menyampaikan materi tentang program dan kegiatan tahun 2022 dan 2023 di Provinsi Jawa Timur.

Dalam Sidang Pleno IV kali ini, disampaikan juga berita acara hasil Sidang Komisi sebagai usulan rekomendasi oleh masing-masing Ketua Komisi. Komisi 1 (Konservasi SDA dan Pemberdayaan Masyarakat) menyampaikan usulan rekomendasi terkait dengan monitoring dan evaluasi pelaksanaan penambangan minerba dan reklamasi pasca tambang Kali Woro dan upaya rehabilitasi sub-DAS Keduang DAS Bengawan Solo. Komisi 2 (Pendayagunaan SDA) menyampaikan usulan rekomendasi terkait dengan Pedoman Operasi dan Pemeliharaan (O&P) Bendungan dan Waduk Tukul di Kabupaten Pacitan, Bendo di Kabupaten Ponorogo, Gongseng di Kabupaten Bojonegoro, dan Pidekso di Kabupaten Wonogiri serta Rencana Pengelolaan Bendungan Kedung Bendo di Kabupaten Ngawi dan Ketro di Kabupaten Sragen serta Pendayagunaan SDA di Telaga Pasir Kabupaten Magetan. Komisi 3 (Pengendalian Daya Rusak Air dan Pengelolaan SIH3) menyampaikan usulan rekomendasi terkait dengan Potensi Cuaca Ekstrim Hidrometeorologi pada Musim Hujan 2022/2023 di WS Bengawan Solo.

Kepala Sekretariat TKPSDA WS Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, dalam sambutannya menyampaikan beberapa poin bahwa sampai dengan saat ini, Sekretariat telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan TKPSDA WS Bengawan Solo Tahun 2022, yang meliputi: Sidang Pimpinan pada bulan Februari; Masa Sidang I, yang terdiri dari Sidang Komisi dan Sidang Pleno I pada bulan Maret yang dilanjutkan dengan penyampaian rekomendasi Masa Sidang I; Masa Sidang II, yang terdiri dari Sidang Komisi dan Sidang Pleno II pada bulan Mei yang dilanjutkan dengan penyampaian rekomendasi Masa Sidang II; Sidang Pansus PSIH3 WS Bengawan Solo pada bulan Juli; Sidang Pansus RAAT WS Bengawan Solo Tahun 2022-2023 pada bulan Juli; Masa Sidang III, yang terdiri dari Sidang Komisi dan Sidang Pleno III pada bulan Agustus yang dilanjutkan dengan penyampaian rekomendasi Masa Sidang III; dan Pemantauan tindak lanjut rekomendasi pada bulan April.

“Saat ini, kita melaksanakan serangkaian Masa Sidang ke IV TKPSDA WS Bengawan Solo yang didahului dengan kunjungan lapangan ke DAS Keduang untuk Komisi 1 dan ke Telaga Pasir/ Sarangan untuk Komisi 2 dan 3, pada hari Selasa, 22 November dan Sidang Komisi pada hari Rabu, 23 November dengan serangkaian agenda pembahasan termasuk hasil tinjauan lapangan. Pada hari ini kita melaksanakan Sidang Pleno sebagai sidang terakhir di tahun 2022,” pungkasnya. (BWBSBS/Humas).

BBWSBS Libatkan Masyarakat Klaten dalam Aksi Bersih Sungai

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar kegiatan aksi bersih sungai di bantaran Sungai Dengkeng di Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (19/11/2022). Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala BBWSBS, Maryadi Utama, beserta Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai III, Isnaeni Murdi Hartanto, dan PPK Operasi dan Pemeliharaan (O&P) II, Depy Riawan, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Sebelumnya, Sungai Dengkeng meluap dan menyebabkan kejadian banjir yang merendam di tiga desa, yakni Desa Talang di Kecamatan Bayat, Desa Planggu di Kecamatan Trucuk, serta Desa Balak dan Desa Cawas di Kecamatan Cawas pada 14-15 November 2022. Dalam kerja bakti tersebut, dilakukan pembersihan tumpukan sampah dan batang pohon bambu tumbang yang mengganggu kelancaran arus sungai sehingga menyebabkan terjadinya luapan air.

Maryadi Utama, disela tinjauan lapangan menyampaikan bahwa aksi bersih Sungai Dengkeng turut melibatkan komunitas peduli sungai di wilayah Klaten. “Kami telah berkoordinasi dengan Pemkab Klaten serta melibatkan elemen masyarakat melalui komunitas peduli sungai. Karena sungai ini milik kita bersama, jadi perlu gotong royong dari berbagai pihak,” katanya.

Lebih lanjut, Maryadi juga berpesan agar masyarakat mau bersinergi dalam menjaga kebersihan sungai, sehingga tidak ada lagi sampah yang menyumbat, untuk menghindari potensi banjir. Sebagai informasi tambahan, BBWSBS juga telah memberikan bantuan sembako melalui PUPR Peduli bagi warga terdampak banjir serta mengirimkan bahan banjiran berupa sandbag sebanyak 2.500 buah untuk penanggulangan tanggul jebol Sungai Dengkeng yang terbagi 1.500 buah di wilayah Desa Talang, Kecamatan Bayat dan 1000 buah sandbag yang berada di wilayah Desa Balak, Kecamatan Cawas. (BBWSBS/Humas)

Tingkatkan Kapasitas SDM Petugas O & P Bendungan dan Embung BBWSBS

Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan pengetahuan teknis terkait Operasi dan Pemeliharaan (O & P) Bendungan dan Embung, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk Petugas O & P Bendungan dan Embung BBWSBS Tahun 2022 bertempat di Megaland Hotel Solo, pada Senin- Selasa (21-22/11/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang O & P Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, PPK O & P SDA I, Ni Nyoman Indah, PPK O & P SDA II, Depy Riawan, PPK O & P SDA III, Abdul Hamid Muchlis,, Kepala Unit Pengelola Bendungan, dan Petugas O & P SDA dengan tetap menerapkan prokes pencegahan Covid-19.

Memberikan arahannya,, Sri Wahyu Kusumastuti menyampaikan BBWSBS mengelola 31 bendungan eksisting dan 90 embung yang membutuhkan pengelolaan yang maksimal. Kinerja bendungan dan embung saat ini perlu diawasi lebih maksimal karena beberapa usianya yang sudah tidak muda lagi, maka dari itu diperlukan peningkatan kinerja bagi para Petugas O & P yang menjadi garda terdepan dalam kegiatan O & P bendungan dan embung.

“UPB BBWSBS telah mendapat nominasi terbaik dalam pengelolaan bendungan pada tahun 2015, 2017, 2018 dan 2022, prestasi- prestasi yang kita capai ini diharapkan bisa membuat motivasi untuk lebih baik kedepannya. Semoga acara ini dapat menjadi bahan evaluasi perbaikan kinerja petugas dan transfer ilmu bersama,” harapnya.

Memberikan arahannya, Subkoordinator Pelaksanaan Teknis dan Pemanfaatan SDA I, Lolo Wahyu Resdiatmoko menyampaikan terkait upaya meningkatkan tata kelola UPB yang salah satunya terkait upaya untuk  mendukung Rencana Pengelolaan Bendungan berbasis OPOR ( Optimalisasi, Pemeliharaan, Operasi, Rehabilitasi), sehingga dibentuklah UPB untuk memastikan pengelolaan bendungan beserta waduknya yang menjamin kelestarian, fungsi dan manfaat, efektif dan efisien dalam pemanfaatan air dan keamanan bendungan.

“Semoga apa yang disampaikan pada Bimbingan Teknis kali Ini bisa bermanfaat dan membawa kita menuju pengelolaan bendungan dan embung yang terbaik. Apabila ada keluhan yang ingin disampaikan kami terbuka untuk menerimanya,” paparnya.

Adapun narasumber Depy Riawan menyampaikan materi Evaluasi Kegiatan O & P Bendungan dan Embung, kemudian materi Tugas dan Fungsi Kegiatan Operasi, Pemeliharaan, dan Pemantauan Embung disampaikan oleh Abdul Hamid Muchlis.

Diharapkan kegiatan Bimbingan Teknis ini nantinya dapat meningkatkan pemahaman terkait kegiatan O & P bendungan dan embung. Kegiatan ini ditutup dengan pemberian penghargaan kepada petugas O & P terbaik pada petugas O & P tingkat nasional, petugas O & P bendungan terbaik hulu, madiun, dan hilir, dan petugas O & P embung terbaik hulu, madiun, dan hilir. (HUMAS/Fira)

Serah Terima Hasil Pekerjaan P3TGAI Tahap II Wilayah Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air IV Tahun 2022

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melalui Satuan Kerja (Satker) Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (O & P SDA) Bengawan Solo menyelenggarakan kegiatan Serah Terima Hasil Pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahap II Tahun Anggaran 2022 di Hotel Wyndham, Surabaya, Jawa Timur pada Rabu (09/11/2022).

Kegiatan yang turut dihadiri oleh Kepala BBWSBS, Kepala Satker O & P SDA Bengawan Solo, Lalu Ardian Bagus Nugroho, PPK O & P SDA IV, Yosi Mahendra, dan pejabat di lingkungan BBWSBS, Tim Pelaksana Balai (TPB) Kab. Blora, TPB Kab. Bojonegoro, TPB Kab. Tuban, TPB Kabupaten Lamongan, TPB Kabupaten Gresik, dan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan prokes pencegahan Covid-19.

Kegiatan pelaksanaan Program P3-TGAI merupakan program padat karya tunai untuk membangun saluran irigasi tersier yang merupakan pengelolaannya oleh P3A/HIPPA dengan luas areal tidak lebih dari 150 Ha, kegiatan ini dilaksanakan secara swakelola dimana mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan dilakukan oleh masyarakat petani melalui lembagaga P3A/HIPPA selaku penerima Program P3TGAI.

Indikator capaiannya adalah terbangunnya saluran irigasi tersier yang sesuai dengan ketetapan teknis dan rata-rata panjang saluran yang terbangun antara 200 m – 300 m di setiap lokasi desa penerima program P3TGAI dengan dana anggaran biaya sebesar Rp 195 Juta.

Dalam sambutannya, Lalu Ardian Bagus menyampaikan bahwasannya Program P3-TGAI Tahap II Tahun Anggaran 2022 telah selesai dilaksanakan. Kepala Satker O & P SDA tersebut juga menyampaikan setelah selesainya kegiatan pekerjaan P3-TGAI yang dilaksanakan di 5 wilayah kabupaten pada 58 desa oleh P3A dengan sistem padat karya, bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Menteri PUPR sudah terwujud dengan terbangunnya saluran irigasi di 58 desa dengan saluran irigasi tersier sepanjang 5.831 m, dalam waktu 110 hari dengan menyerap tenaga kerja sebanyak : 37.657 HOK.

Lalu Ardian berharap agar kedepannya hasil pelaksanaan kegiatan P3-TGAI dapat bermanfaat guna peningkatan kinerja jaringan irigasi, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat petani.

“Kami berpesan kepada masyarakat petani yang tergabung dalam lembaga P3A/ HIPPA, bahwa bangunan saluran irigasi yang sudah susah payah kita bangun ini, mohon dijaga dan dipelihara dengan baik agar umur fungsi bangunan ini dapat bertahan lama dan berkelanjutan dengan tahun – tahun berikutnya,” pesannya.

Turut memberikan laporannya, Yosi Mahendra menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan Serah Terima Program P3-TGAI Tahap II Tahun Anggaran 2022 di lingkungan wilayah BBWSBS serta rincian kegiatan serah terima hasil pekerjaan P3-TGAI.

“P3-TGAI Tahap II yang dilaksanakan oleh BBWSBS Hilir di 5 wilayah kabupaten pada 58 desa telah mencapai 100%, dengan rincian kegiatan serah terima hasil pekerjaan P3-TGAI Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah sebanyak 5 desa, dan di Provinsi Jawa Timur meliputi Kabupaten Bojonegoro sebanyak 12 desa, Kabupaten Tuban sebanyak 8 desa, Kabupaten Lamongan sebanyak 26 desa, dan Kabupaten Gresik sebanyak 7 desa,” paparnya. (HUMAS/Fira)

Sosialisasi Tata Cara Monev RP2I BBWSBS Tahun Anggaran 2022

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar acara Sosialisasi Tata Cara Monitoring dan Evaluasi Rencana Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi (RP2I) BBWSBS Tahun Anggaran 2022 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di The Sunan Hotel Solo, di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (09/11/2022). Gelaran acara tersebut terkait dengan selesainya penyusunan Dokumen RP2I Daerah Irigasi (DI) Kewenangan Pusat, Provinsi, dan Kabupaten.

RP2I merupakan instrumen perencanaan yang diperlukan oleh BBWS, atau pihak lain seperti provinsi atau kabupaten untuk melaksanakan kebijakan dan strategi pembangunan daerah di bidang pertanian, serta pengelolaan irigasi secara partisipatif dengan tujuan untuk mewujudkan keberlanjutan sistem irigasi selama 5 (lima) tahun kedepan. Pelaksanaan RP2I di wilayah sungai (WS) Bengawan Solo terdiri dari 1 provinsi dan 5 kabupaten yaitu Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Madiun, Kabupaten Tuban, Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Lamongan.

Dalam kegiatan penyusunan RP2I ini, setiap pemerintah daerah bertanggung jawab dalam menyusun dokumen RP2I sesuai dengan kewenangannya masing-masing, yang mana nantinya setiap dokumen dari masing-masing kewenangan akan dikompilasikan untuk dijadikan dokumen RP2I berbasis kabupaten.

Kepala BBWSBS, Maryadi, melalui Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (O & P SDA) Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, menyampaikan bahwa untuk menunjang keberlangsungan pelaksanaan RP2I di masing-masing kabupaten perlu adanya keterlibatan dari semua pihak baik pemerintah, stakeholder, maupun HIPPA/GHIPPA/IHIPAA. “Besar harapan saya semua pihak dapat ikut berpatisipasi dalam pelaksanaan, pemantauan, monitoring dan evaluasi RP2I di WS Bengawan Solo. (Humas/Ferri)

Partisipasi BBWSBS untuk Sukseskan Gelaran PIT HATHI ke-39 di NTB

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) turut berpartisipasi dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) ke-39 pada Jumat-Sabtu (28-29/10/2022) di Universitas Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan tersebut terselenggara dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Acara HATHI ke-39 tersebut dibuka oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono, didampingi oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) sekaligus Ketua Umum HATHI, Jarot Widyoko, bersama Gubernur NTB serta Rektor Universitas Mataram.

Pertemuan ilmiah yang mengusung tema Pemanfaatan Teknologi Cerdas dalam rangka Pengurangan Resiko Bencana terkait Air di Era Pasca Pendemi Covid-19 kali ini dihadiri oleh pimpinan perwakilan dari 57 perguruan tinggi di Indonesia yang juga melakukan kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan HATHI untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang SDA.

Menteri Basuki juga mengajak kepada tamu, khusunya untuk kalangan mahasiswa yang hadir agar memanfaatkan PIT ini untuk bisa mengenali dan nantinya dapat berkecimpung dalam organisasi profesi bidang SDA.

“Kegiatan seminar tahunan seperti ini merupakan kegiatan yang harus terus dilakukan untuk mengasah intelektualitas dan memperbarui keilmuan. Jadi saat wisuda kita juga sudah dipesankan jangan jauh dari kampus,” pesannya.

Jarot Widyoko dalam pidato sambutannya juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri PUPR untuk berkolaborasi dengan universitas terdekat khususnya semua kegiatan SDA di wilayah terdekat yang dapat dijadikan sarana untuk magang dan praktek lapangan.

Dalam sesi presentasi paralel, BBWSBS juga turut menghadirkan dua orang pemakalah secara daring, yakni Samuel Harjanto, dengan judul makalah Kajian Perubahan Geometri Sungai Terhadap Kondisi Hidraulik, Studi Kasus: Anak Sungai Kebo, dan Destiana Wahyu Pratiwi, dengan judul makalah Perbandingan Pola Distribusi Hujan Terukur dan Metode Empiris dalam Perhitungan Debit Banjir Rencana DAS Jurug. Adapun, makalah yang dipaparkan Destiana turut mendapat predikat dalam 10 predikat full paper (FP) terbaik.

Tujuan diskusi tersebut antara lain memberikan kesempatan bagi para ilmuwan, praktisi, dan profesional mendapatkan pemahaman yang lebih baik dalam memajukan manajemen SDA, menyediakan forum bagi para ahli untuk bertukar pengetahuan, pemikiran, dan pengalaman dalam mengelola SDA untuk mengatasi sebagai upaya menghadapi tantangan global. (Humas/Ferri)

Jumat Bersih Wujudkan Keindahan Bendung Tirtonadi

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melaksanakan kegiatan Jumat Bersih dan Senam Sehat di lingkungan BBWSBS dipimpin oleh Kepala BBWSBS, Maryadi Utama didampingi pejabat dan staf bertempat di Bendung Tirtonadi, Kota Surakarta pada Jumat, (27/10/2022).

Kegiatan yang turut diikuti oleh Kepala Dinas Pekeriaan Umum dan Penataan Ruang Kota Surakarta, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Kepala Dinas Koperasi UKMPERIN Kota Surakarta dan komunitas ini dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan senam pagi bersama, kegiatan Jumat Bersih, dan kegiatan silaturahmi. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mewujudkan pola hidup sehat dan bersih untuk mendukung produktivitas kerja yang berkualitas.

Semua peserta kegiatan turut melakukan bersih – bersih di lingkungan area sekitar Bendung Tirtonadi agar tertata rapi dan bersih dari sampah. Masing-masing melakukan kegiatan Jumat Bersih bersama dengan menggunakan alat kebersihan seperti sapu, cangkul, sabit, dan gerobak sampah.

Maryadi Utama menyampaikan kegiatan Jumat Bersih ini dilaksanakan dengan maksud menjaga kebersihan dan keindahan di area sekitar Bendung Tirtonadi serta kemanfaatannya kedepan.

“Jumat Bersih yang kita lakukan ini akan dapat menjadi kegiatan yang dilaksanakan secara rutin. Mari kita lakukan kegiatan ini dengan serius sehingga menjadi rutinitas untuk mencapai tujuan, misalnya dimulai dengan mulai memilih dan memilah sampah dengan konsep bank sampah untuk kemanfaatan bersama. Kedepannya kami berharap agar Bendung Titonadi bisa menjadi ruang publik untuk rekreasi dan berolahraga,” ujarnya. (HUMAS/Fira)

Pelatihan Penguatan Kelembagaan Kelompok Masyarakat Bendungan Cengklik

Dalam rangka Pelatihan Penguatan Kelembagaan Kelompok Masyarakat di Bendungan Cengklik, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melalui Bidang Operasi dan Pemeliharaan (O & P) SDA Bengawan Solo melaksanakan Kegiatan Mitigasi Sedimentasi dan Pengamanan Waduk Berbasis Peran Serta Masyarakat bertempat di Megaland Hotel, Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada Senin-Selasa (24-25/10/2022).

Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharan (O & P) Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti didampingi pejabat di lingkungan BBBWSB, Forum Komunitas Daerah Tangkapan Air Kali Mili, Forum Komunitas Waduk Kartika Jaya, Kelompok Masyarakat Kali Jogo Jatisari, Banyu Mili Canden, Panggon Sinau Senting, Sudiro Joyo Ngargorejo, dan Ngudi Tirto Lestari Sobokerto dilaksanakan dengan tetap menerapkan prokes pencegahan Covid-19.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran kepedulian, dan kemampuan masyarakat secara bersama mencegah terjadinya hal-hal yang berpotensi menyebabkan penurunan kinerja operasi dan keamanan Bendungan Cengklik.

Sri Wahyu Kusumastuti dalam sambutannya menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan pelatihan ini agar masyarakat memiliki kesadaran, kepedulian dan kemampuan secara bersama mencegah terjadinya hal- hal yang berpotensi menyebabkan penurunan kinerja operasi dan pemeliharaan dan keamanan bendungan secara mandiri dan berkelanjutan serta dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA).

Disampaikan juga oleh Sri Wahyu Kusumastuti jika dalam menjaga keberlangsungan Sumber Daya Air diperlukan juga peran dan partisipasi masyarakat sebagai pemanfaat air untuk menjaga dan mengelola sumber daya air demi keberlangsungan hidup.

“Kami berharap agar dapat terbentuk pemahaman pada masyarakat bahwa tidak hanya mereka memiliki hak sebagai pengguna air, tetapi juga memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk memberikan kontribusi dalam mengelola sumber air, serta meningkatkan kelestarian lingkungan. Sehingga permasalahan terkait air dapat dipecahkan bersama melalui solusi yang efektif dan tepat sasaran,” katanya.

Selanjutnya pada hari kedua kegiatan diadakan pelatihan yang difokuskan dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat, yaitu melalui kegiatan pengelolaan sampah dengan konsep bank sampah dan pembuatan pupuk organik dari enceng gondok. Praktek pelatihan tersebut dilaksanakan di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

Evaluasi Kegiatan TPOP Tahun 2022 di Wilayah Kerja BBWSBS

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggakan Rapat Evaluasi Pelaksanaan TPOP Triwulan III TA. 2022 dan Evaluasi Kondisi Daerah Irigasi Kewenangan Pusat yang di-TPOP-kan di Wilayah Kerja BBWSBS di Aston Hotel Bojonegoro, Jawa Timur, pada Selasa (25/10/2022).

Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (O & P) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti dan pejabat di lingkungan BBWSBS, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, Kepala Bidang Irigasi Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, dan Kepala  Satker SKPD TPOP Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air Provinsi Jawa  Timur dengan tetap menerapkan prokes pencegahan Covid-19.

Kegiatan evaluasi ini diselenggarakan dalam rangka monitoring program dan kegiatan, implementasi dan progress pelaksanaan, serta permasalahan dan tindak lanjut TPOP TA 2022. Sehingga dapat diketahui apakah pelaksanaan kegiatan sesuai atau tidak sesuai dengan rencana sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikan atau preventif jika diperlukan, serta sebagai evaluasi agar dapat diketahui taraf pencapaian tujuan dari kegiatan sehingga dapat diambil suatu keputusan atau kebijakan lebih lanjut mengenai program tersebut.

Dalam sambutannya, Sri Wahyu Kusumastuti menyampaikan BBWSBS setiap akhir triwulan rutin mengadakan Rapat Evaluasi Pelaksanaan TPOP sebagai wadah bagi pelaksana TPOP untuk menyampaikan hasil pelaksanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan pada 10 Daerah Irigasi yang di-TPOPkan serta menyampaikan permasalahan dalam pelaksanaannya, dan bagi BBWSBS sebagai wadah untuk menyampaikan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan TPOP.

Diharapkan Satker SKPD TPOP Provinsi Jawa Timur untuk selalu berkoordinasi dengan BBWSBS dalam  pelaksanaan kegiatan operasi dan pemeliharaanjaringan irigasi, selalu pro aktif melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan dan memberikan layanan yangoptimal pada tiap Daerah Irigasi sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum  dan Perumahan Rakyat Nomor 12/PRT/M/2015 tentang Eksploitasi danPemeliharaan Jaringan Irigasi.

Satker SKPD TPOP Provinsi Jawa Timur Provinsi Jawa Timur bersama dengan BBWSBS diharapkan selalu siap siaga menghadapi musim penghujan di tahun 2022. Satker SKPD TPOP Provinsi Jawa Timur juga diminta untuk segera melaporkan dampak yang mengakibatkan kerusakan terhadap saluran maupun infrastruktur irigasi, genangan/banjir yang merendam sawah serta gagal panen yang ditimbulkan akibat banjir kemudian bersama-sama yang merupakan tindaklanjut kerusakan jaringan akibat bencana.

“Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kita guna meningkatkan kinerja Daerah Irigasi sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanam dan program ketahanan panganterpenuhi, serta menyelesaikan permasalah pada tiap Daerah Irigasi,” katanya.

Dalam kegiatan ini disampaikan paparan kegiatan TPOP Wilayah Kerja Madiun (D.I. SIM, D.I. Asin Bawah, D.I. Jejeruk, D.I. Waduk Pondok, dan D.I. Sungkur), kegiatan TPOP Wialayah Kerja Bojonegoro (D.I. Pacal, D.I. Bengawan Jero, D.I. Gondang, D.I. Beron, dan D.I. Prijetan), dan kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Kewenangan Pemerintah TA. 2022 di Wilayah Sungai Bengawan Solo. BBWSBS mengapresiasi SKPD TPOP Provinsi Jawa Timur telah mencapaiprogress keuangan dan fisik lebih dari 75% padaakhir Triwulan III TA. 2022. (HUMAS/Arif)

Tingkatkan Kapasitas SDM untuk Pelaksanaan dan Pengelolaan Irigasi TPOP BBWSBS

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melalui Bidang Operasi & Pemeliharaan (O & P) SDA Bengawan Solo melaksanakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk Pelaksanaan dan Pengelolaan Irigasi TPOP BBWSBS di Aston Hotel City Bojonegoro, Jawa Timur, pada Selasa-Jumat (25-28/10/2022).

Kegiatan yang di hadiri oleh Kepala Bidang O & P SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti dan pejabat di lingkungan BBWSBS, Kepala Satuan Kerja SKPD TP-OP Dinas PU SDA Prov. Jawa Timur, Kepala UPT PSDA WS Bengawan Solo di Bojonegoro, serta peserta yang terdiri dari Daerah Irigasi (D.I.) Madiun, Bendung Madiun, dan D.I. Bojonegoro tersebut dilaksanakan dengan menerapkan prokes pencegahan Covid-19.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan Kapasitas SDM pada O & P Infrastruktur SDA khususnya Petugas O & P Irigasi TPOP di Wilayah Sungai (WS) Bengawan Solo. Sehingga Petugas O & P SDA Irigasi dapat memahami dan melaksanakan tugas fungsi yang sesuai untuk menunjang keberlangsungan serta kelancaran kegiatan O & P yang berkatian tentang irigasi di WS Bengawan Solo.

Tujuan irigasi adalah mengalirkan air secara teratur sesuai kebutuhan tanaman pada saat persediaan kelembaban tanah tidak mencukupi untuk mendukung pertumbuhan tanaman, sehingga tanaman bisa tumbuh secara normal. Pemberian air irigasi yang efisien selain dipengaruhi oleh tatacara aplikasi, juga ditentukan oleh kebutuhan air guna mencapai kondisi air tersedia yang dibutuhkan tanaman.

Wilayah kerja Daerah Irigasi (D.I.)BBWSBS memiliki luas sebesar 100.148 Ha. D.I. BBWSBS terbagi menjadi 12 D.I. yang terdiri 2 D.I. yang dikelola sendiri oleh BBWSBS yaitu; D.I. Colo, D.I. Semen Krinjo, serta 10 D.I. yang di TPOP-kan yang terdiri dari D.I. Jejeruk, D.I. Asin Bawah, D.I. SIM, D.I. Pacal, D.I. Gondang, D.I. Bengawan Jero, D.I. Waduk Prijetan, D.I. Waduk Pondok, D.I. Waduk Sungkur, dan D.I. Beron.

Dalam sambutannya, Sri Wahyu Kusumastuti menyampaikan jika untuk menunjang keberlangsungan kegiatan O & P Irigasi maka diperlukan dukungan SDM.

“Dengan adanya Peningkatan Kapasitas SDM ini diharapkan Petugas TPOP di wilayah kerja BBWSBS dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik guna menunjang keberlangsungan serta kelancaran kegiatan O & P Irigasi yang ada,” ujarnya.

Kegiatan berlanjut dengan pemaparan materi terkait wilayah kerja D.I. TPOP, tugas dan fungsi Petugas Irigasi TPOP dalam O & P Irigasi dan pelatihan Sitem Manajemen O & P Irigasi (SMOPI) yang diikuti oleh seluruh peserta. (HUMAS/Fira)