/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Monitoring Proyek Pekerjaan Revitalisasi Rawa Jombor

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan fisik proyek revitalisasi di kawasan Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Rabu (03/11/2021). Kegiatan monitoring tersebut tetap dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Klaten, Sri Mulyani didampingi oleh Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Danau, Situ dan Embung (DSE), Yoga Darmawan Diparindra, S.T., M.T, beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo.

Lingkup proyek revitalisasi di kawasan Rawa Jombor yang dikerjakan meliputi pekerjaan perbaikan longsoran, pekerjaan pintu dan rumah pintu, rehabilitasi rumah jaga, pedestrian, pembersihan keramba dan warung apung, pemancingan, pekerjaan portal, dan pengerukan (± 10.000 m3)

Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T mengatakan salah satu kegiatan revitalisasi yakni pengerukan sedimentasi. Sesuai rencana, kawasan Rawa Jombor bakal ditata dan direvitalisasi untuk mengembalikan fungsi utama rawa tersebut sebagai daerah tangkapan air sekaligus sumber irigasi.

“Tahap pertama revitalisasi Rawa Jombor dimulai dengan pengangkatan karamba. Di Rawa Jombor terdapat kurang lebih 1.000 karamba milik warga. Tujuannya agar tanggul waduk kebanggaan masyarakat Klaten ini tidak longsor. Melalui revitalisasi ini akan membuat pedestrian jogging track di sekeliling Rawa Jombor, membuat pengamanan pembendung, serta mengatasi sedimentasi. Prioritas lain adalah penataan rumah apung dan karambanya juga akan ditertibkan dan ditata,” ujarnya.

Para wisatawan/pengunjung masih bisa menikmati wisata air dengan menumpang perahu atau speedboat berkeliling Rawa Jombor. “Para pelaku usaha warung apung sudah disiapkan tempat pengganti yakni di Plasa Kuliner berlokasi di sisi timur waduk tersebut,” ujarnya.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, berharap Rawa Jombor dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan semoga revitalisasi ini dapat berjalan lancar sesuai target, sehingga lahan di kawasan setempat yang tadinya hanya mengharap air hujan, kedepannya dapat diairi dan menjadi lebih produktif

“Intinya masyarakat mendukung apa yang menjadi program pemerintah. Nanti dari kami apa yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, kami menyiapkan tempat untuk menampung PKL yang selama ini tumbuh subur di bibir Rawa Jombor,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)

Peningkatan Kapasitas SDM untuk OP Bendungan, Embung BPA dan Embung Air Baku

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM untuk OP Bendungan, Embung BPA dan embung Air Baku pada Senin (13/09/2021) hingga Kamis (23/09/2021) secara bergantian di Kantor Bendungan Pondok, Kantor Bendungan Gonggang, Kantor Bendungan Gondang, Kantor Bendungan Pacal, Kantor Bendungan Krisak, Kantor Bendungan Cengklik, dan Kantor Bendungan Botok. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada 7 lokasi berbeda tersebut sebelumnya telah mengikuti protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM untuk OP Bendungan, Embung BPA, dan embung Air Baku di Wilayah Sungai Bengawan Solo ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan bagi petugas OP dalam melaksanakan kegiatan OPP (Operasi, Pemeliharaan, dan Pemantauan) bendungan dan embung. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan bagi petugas OP di lapangan agar lebih terampil dan berkompeten serta memahami tugas pokok dan fungsi dalam penyelenggaraan OPP Bendungan secara baik dan benar.

Peserta yang hadir dalam kegiatan Kapasitas SDM untuk OP Bendungan, Embung BPA, dan embung Air Baku di Wilayah Sungai Bengawan Solo ini terdiri dari Petugas Operasi Bendungan, Petugas Pemantauan Bendungan, Petugas OP Embung BPA dan Petugas OP Embung Air Baku dengan total undangan sebanyak 124 orang.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir Agus Rudyanto M.Tech dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada narasumber yang telah hadir membagikan ilmunya. Tak hanya itu, ia menghimbau seluruh peserta untuk selalu menjaga kesehatan, kedisiplinan, dan konsistensi dalam bekerja. Agus Rudyanto juga berharap agar kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi semua yang mengikutinya.

“Semoga dengan diselenggarakan kegiatan Kapasitas SDM untuk OP Bendungan, Embung BPA, dan embung Air Baku di Wilayah Sungai Bengawan Solo ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Jangan lupa untuk jaga selalu kesehatan, kedisiplinan, dan konsistensi dalam bekerja,” paparnya. (BBWSBS/Safira Dita)

Dorong Sinergitas Percepatan Pembangunan di Kabupaten Blora

Bupati Kabupaten Blora, Arief Rohman, beserta Wakil Bupati Kabupaten Blora, Tri Yuli Setyowati berkunjung ke Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, di Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (02/06/2021)
Kunjungan kerja (kunker) kali ini bertujuan untuk berdiskusi mengenai proyek infrastruktur sumber daya air (SDA) strategis di wilayah Blora, salah satunya pembangunan Bendung Gerak Karangnongko, sehingga perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dalam penangannya.

Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan Solo sebagai kesatuan dengan tiga bendung gerak yang sudah ada yaitu Bendung Gerak Babat, Bendung Gerak Bojonegoro dan Bendung Gerak Sembayat. Bendung Gerak Karangnongko akan berfungsi untuk pasokan air irigasi dan air baku di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo sebelah hilir yang cukup luas. Bendung Gerak Karangnongko bermanfaat untuk daerah irigasi Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha dan daerah irigasi Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 158.000 Ha. Selain itu, nantinya juga bermanfaat untuk air baku sebesar 1.155 liter/detik untuk 4 (empat) kabupaten yaitu Kab. Bojonegoro, Blora, Tuban, dan Ngawi.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan lingkup kerja BBWSBS tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA. “Berdasarkan hasil pembahasan desain Bendungan Karangnongko dengan Balai Teknik Bendungan pada 20 Mei 2021, diputuskan untuk lokasi as bendung dipindahkan dari instream ke offstream. Hal ini dilakukan atas pertimbangan pemilihan as bendung gerak di offstream yakni pertama tidak membutuhkan saluran pengelak sungai, kedua efisiensi waktu pelaksanaan dan yang terakhir tidak membutuhkan jembatan penghubung antar desa,” katanya.

Agus berharap setelah pembangunan Bendung Gerak Karangnongko selesai , nantinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Semoga setelah pembangunan ini setelah dapat berjalan lancar sesuai target,” katanya.
Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastrutur SDA Bengawan Solo, Ali Rahmat, ST, MT mengatakan nantinya rencana pembangunan Bendung Gerak Karangnongko akan diintegrasikan dengan Solo Valley Werken. Solo Valley Werken merupakan program pembangunan pengendalian banjir dan pembuatan jaringan irigasi peninggalan Pemerintah Hindia Belanda zaman dulu.
“Manfaat desain Solo Valley Werken yang pertama dapat menjadi longstorage untuk pengendali banjir yang secara berulang terjadi, serta tampungan air untuk irigasi dan air baku di Kabupaten Bojonegoro, Lamongan dan Gresik, kedua dapat diintegrasikan dengan sarana transportasi darat apabila dibangun jalan tol di sisi kiri dan kanan saluran, dan yang terakhir dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena menghubungkan Wilayah Pengembangan Strategis [WPS] Gerbang Kertasusila dengan kawasan perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah,” ujarnya.

Bupati Kabupaten Blora, Arief Rohman mengatakan Pemerintah terus mendorong sinergitas percepatan pembangunan dibidang infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan. “Melalui sinergitas yang dibangun dari pihak-pihak yang berkepentingan dapat memberikan percepatan pembangunan,” katanya. (BBWSBS/Tamara)

BBWS Bengawan Solo Mempercepat Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo mendampingi Tim Survey Lapangan Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Daerah Irigasi (D.I.) Karangnongko dari Direktorat Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Sumber Daya Air, Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Selasa (04/05/2021). Kegiatan tersebut berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan Solo sebagai kesatuan dengan tiga bendung gerak yang sudah ada yaitu Bendung Gerak Babat, Bendung Gerak Bojonegoro dan Bendung Gerak Sembayat. Bendung Gerak Karangnongko akan berfungsi untuk pasokan air irigasi dan air baku di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo sebelah hilir yang cukup luas.

Bendung Gerak Karangnongko bermanfaat untuk daerah irigasi Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha dan daerah irigasi Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 158.000 Ha. Selain itu, nantinya juga bermanfaat untuk air baku sebesar 1.155 liter/detik untuk 4 (empat) kabupaten yaitu Kab. Bojonegoro, Blora, Tuban, dan Ngawi.

Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastrutur SDA Bengawan Solo, Ali Rahmat, ST, MT mengatakan nantinya rencana pembangunan Bendung Gerak Karangnongko akan diintegrasikan dengan Solo Valley Werken. Solo Valley Werken merupakan program pembangunan pengendalian banjir dan pembuatan jaringan irigasi peninggalan Pemerintah Hindia Belanda zaman dulu.

“Manfaat desain Solo Valley Werken yang pertama dapat menjadi longstorage untuk pengendali banjir yang secara berulang terjadi, serta tampungan air untuk irigasi dan air baku di Kabupaten Bojonegoro, Lamongan dan Gresik, kedua dapat diintegrasikan dengan sarana transportasi darat apabila dibangun jalan tol di sisi kiri dan kanan saluran, dan yang terakhir dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena menghubungkan Wilayah Pengembangan Strategis [WPS] Gerbang Kertasusila dengan kawasan perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)

BBWSBS Melakukan Uji Sampel Air Sungai Bengawan Solo di Sukoharjo

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, didampingi Forum Jogo Kali Bengawan (Jokalibe) dan Perum Jasa Tirta (PJT) menerjunkan tim untuk mengambil sampel air yang diduga tercemar limbah dari pipa milik PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo. Sampel air itu akan diuji untuk mengetahui polutan apa yang mencemari sehingga berbau. Kegiatan ini digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

BBWS Bengawan Solo memiliki tugas pokok untuk melaksanakan pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) di wilayah sungai yang meliputi perencanaan, pelaksanaan konstruksi, operasi dan pemeliharaan dalam rangka konservasi sekaligus pendayagunaan sumber daya air serta pengendalian daya rusak air pada sungai, pantai, bendungan, danau, situ, embung, irigasi, rawa, tambak, air tanah, air baku dan tampungan air lainnya serta pengelolaan drainase utama perkotaan. Sedangkan untuk masalah pengendalian pencemaran air menjadi wewenang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL).

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Wahyana ST, MT., mengatakan kegiatan ini dalam rangka memeriksa sekaligus mengambil beberapa sampel air. Sampel itu akan diuji laboratorium untuk mengetahui material polutan dan tingkat pencemarannya.

“Kami juga mengidentifikasi faktor cemaran lainnya yang ada di sekitar sungai Bengawan Solo,” kata dia Kamis, (29/4/2021) disela sela monitoring.

Ia belum bisa memastikan kapan hasil uji sampel air itu keluar. Ia dan tim masih memverifikasi dan menguji material cemaran di sekitar sungai warga yang terpapar limbah. Selain itu membandingkan sampel air dari tepi Sungai Bengawan Solo.

“Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup [DLH] Kabupaten Sukoharjo soal pemeriksaan air yang tercemar di Nguter, Sukoharjo. Kami dari BBWS Bengawan Solo, memiliki tugas untuk mengelola sumber daya air di Badan Sungai Bengawan Solo, untuk terkait pencemaran limbah ini merupakan wewenang dari DLH kabupaten setempat,” ujarnya.

BBWS Bengawan Solo rutin melakukan pengecekan kualitas air di 30 titik lokasi di sepanjang Sungai Bengawan Solo untuk meminimalisir terjadinya pencermaran.

Sebelumnya BBWS Bengawan Solo menerima audensi dari perwakilan warga Sukoharjo. Mereka mengeluh selama ini, limbah kegiatan produksi di PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo mengalir ke sungai kecil menuju Sungai Bengawan Solo. (BBWSBS/Tamara)

Pembangunan Bendungan Pidekso Tahap I Melebihi Target

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA), terus berusaha meningkatkan jumlah tampungan air di Indonesia di berbagai wilayah di Indonesia yang bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan dan air. Salah satunya di Provinsi Jawa Tengah, yang diharapkan mampu menjadi provinsi lumbung pangan Nasional.

Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA, Airlangga Mardjono, S.T., M.T., didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., beserta para pejabat eselon dan kesatkeran mengadakan kunjungan lapangan guna meninjau progres pembangunan Bendungan Pidekso, di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (20/06/2020).

Bendungan Pidekso yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang SDA tersebut telah mencapai progres Tahap I yakni 94,07% melebihi rencana 73,62%. Bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta m3 ini direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas 1.500 ha. Air irigasi dari bendungan akan meningkatkan intensitas tanam dari 133 % ke 240% .

Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA, Airlangga Mardjono, S.T., M.T., turut menyampaikan, “Kunjungan kerja kali ini dalam rangka meninjau progres pengerjaan Bendungan Pidekso tahap I, dan semoga bendungan ini nantinya dapat mendorong perekonomian khususnya bidang pertanian, juga mewujudkan ketahanan air bagi masyarakat.”

Bendungan yang berada di hulu Sungai Bengawan Solo ini, sebagai pengembangan infrastruktur penyediaan air irigasi yang dapat menyediakan air baku sebesar 300 liter/detik di wilayah Kabupaten Wonogiri. Selain irigasi, juga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. (BBWSBS/Ferri)

Embung Sigit Untuk Mengatasi Kekeringan

Kondisi luar biasa wabah Covid-19 tidak mengurangi semangat kerja Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo. Dengan selalu mengutamakan protokol kesehatan, BBWS Bengawan Solo melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) melakukan penandatangan kontrak paket pekerjaan di Lingkungan PPK Penyediaan Air Baku, Senin (31/03/2020).

Paket Pekerjaan Pembangunan Embung Sigit di Kabupaten Sragen oleh CV Pilar Jaya Persada senilai Rp 5,3 M yang ditandatangani oleh PPK Penyediaan Air Baku Wahyana, ST, MT.

Penandatanganan kontrak disaksikan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A Manu, M.Si dan Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Ir. Isgiyanto, MT, Kepala Satker PJPA Tesar Hidayat Musouwir, ST, MBA, M.Sc, dan Kepala Seksi Pengendalian Pelaksanaan Air Baku & Air Tanah M. Arwan Fattchul Aziz, ST, M.Eng.

Ir. Charisal A Manu, M.Si selaku Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menjelaskan dengan ditandatanganinya kontrak ada kesepakatan untuk melaksanakan kewajiban sesuai dengan dokumen kontrak, serta harus bisa memahami situasi dan kondisi lapangan terlebih dalam situasi bencana Covid-19 seperti ini.

Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Ir. Isgiyanto, MT juga menjelaskan tentang Instruksi Menteri PUPR 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dalam Penyelenggaraan Jasa Kontruksi yang berisi tentang Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Covid-19, Identifikasi Potensi Bahaya Covid-19 di lapangan, Penyediaan fasilitas kesehatan di lapangan dan Pelaksanaan Pencegahan Covid-19 di lapangan.

Dengan pembangunan Embung Sigit di Kecamatan Tangen diharapkan dapat membantu mengatasi kekeringan air di Kabupaten Sragen (bbwbs/sita).

Bersama Bangun Pacitan

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menerima kunjungan dari Pemerintah Kabupaten Pacitan dan Komisi Pembangunan DPRD Kabupaten Pacitan, Jumat (31/01/2020).
Rapat di hadiri oleh Gagarin S.Sos selaku Wakil Ketua DPRD, Pujo Setya Hadi, ST selaku Ketua Komisi IV DPRD dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pacitan serta Pejabat Esselon dan Kesatekran BBWS Bengawan Solo.

Kunjungan Kerja DPRD Kabupaten Pacitan ini dimaksudkan untuk melakukan konsultasi dan koordinasi terkait rencana pembangunan Bendungan Wadah yang terletak di Desa Klepu, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan (bagian kiri) dan Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayan, Kabupaten Ponorogo (bagian kanan).

Ir. Charisal A, Manu M.Si dalam sambutannya menjelaskan bahwa BBWS Bengawan Solo akan mensupport segala kebutuhan air yang ada di Kabupaten Pacitan melalui infrastruktur yang sedang di bangun atau akan direncanakan seperti Bendungan Wadah misalnya, diharapkan pertemuan ini dapat menjadi sarana untuk berkomunikasi dan berdiskusi.

Dwi Agus Kuncoro, ST, MT,MM menjelaskan bahwa BBWS Bengawan Solo telah melakukan Studi Kelayakan (Feasibility Studi) pada tahun 2013, Detail Desain pada tahun 2014 dan Investigasi Tambahan pada tahun 2018 serta manfaat Bendungan Wadah di masa mendatang seperti irigasi seluas 725 ha, air baku sebesar 500 liter/detik dan listrik sebesar 2×2,1 mega watt.

Diharapkan diskusi hari ini dapat memberikan masukan dalam pembangunan pacitan dimasa depan (bbwsbs/sita).

Bendung Gerak Karangnongko Dari Sisi Blora

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo bersama Pejabat Esselon melakukan diskusi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Blora, Senin (03/07/2019).

Diskusi kali ini membahas tentang Rencana Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko yang terletak di 15 km hilir pertemuan Sungai Bengawan Solo dengan Sungai Madiun. Bendung Gerak Karangnongko berada di Sebelah kanan Desa Ngelo Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro dan Sebelah kiri Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora.

Sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai instansi seperti kelurahan, kecamatan, kabupaten, dinas pertanian dan masyarakat umum yang nantinya akan memanfaatkan Bendung Gerak Karangnongko.

Dalam diskusi kali ini dibahas tentang pembebasan lahan, sosialisasi dengan masyaraakat, alih fungsi lahan dan lain-lain. Bendung Gerak Karangnongko bermanfaat untuk PDAM Blora 2,15 juta m3 (BBWSBS/sita).

Monitoring Pembangunan Bendungan Gongseng

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal Akdian Manu,M.Si didampingi pejabat Eselon dan Kesatkeran memantau secara langsung progres pembangunan Bendungan Gongseng dalam rangka monitoring dan evaluasi. Senin (17/06/2019).

Bendungan Gongseng berada di Sungai Soko, Desa Kedungsari dan Desa Papringan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Saat ini progress pembangunannya sudah mencapai 88%.

Bendungan Gongseng nantinya memiliki tampungan sebesar 22,43 juta m3 dengan manfaat suplesi irigasi seluas 6.191 ha, air baku 300 lt/dt, listrik 0,70 MW, dan reduksi banjir 133,27 m3/dt.

Dalam monitoring ini Ir. Charisal Akdian Manu,M.Si beserta Tim melihat beberapa lokasi di sekitar Bendungan Gongseng kemudian dilanjutkan ke lokasi Water Treatment Plan (WTP) dan rencana trace jaringan pipa transmisinya.

Ir. Charisal Akdian Manu,M.Si meminta untuk segera membuat schedule baru pembangunan Bendungan Gongseng, mengingat bahwa pembangunan akan rampung tahun ini.

Beliau juga meminta pembangunan dapat dipercepat agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat (BBWSBS).