/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Kolaborasi JIIPE Terkait Penertiban Izin Rekomtek

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo berkunjung ke kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (10/05/2022). Kegiatan tersebut tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Tata Usaha (TU) BBWS Bengawan Solo, Bambang, S.E., S.T., M.T., Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T., Kabid Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si..

Dalam kunjungan kali ini, BBWS Bengawan Solo melihat langsung kawasan JIIPE untuk keperluan penerbitan izin Rekomendasi Teknis (Rekomtek). Rekomtek merupakan persyaratan teknis yang harus dipenuhi dalam pemberian izin, sehingga merupakan komitmen bersama yang harus dimengerti oleh masyarakat, oleh karena itu semua yang berkepentingan dalam menggunakan air dapat mengelola sumber daya air dengan baik dan benar

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menjelaskan bahwa penyiapan air baku dan drainase bagi kawasan industri harus dijamin. Sehingga perlu dilakukan peninjauan di lapangan.

“Dengan adanya Rekomtek yang akurat bagi pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha, dalam rangka perizinan pengusahaan dan penggunaan SDA tentunya akan menjamin kelangsungan dari sebuah proyek kawasan industri kedepannya,” ujarnya.

Sebagai informasi, JIIPE adalah kawasan terintegrasi pertama di Indonesia, dengan total area 3.000 hektar, yang terdiri dari kawasan industri, pelabuhan umum multifungsi,dan hunian berkonsep kota mandiri. JIIPE menjadi kawasan percontohan bagi pengembangan industri di Indonesia.

Kawasan industri tersebut juga dilengkapi dengan empat dermaga multifungsi dengan area sandar sepanjang 6.200 meter, yang diharapkan bisa melayani kapal-kapal besar dengan muatan lebih dari 100.000 DWT. Akses internasional dan domestik diakomodir dengan konektivitas laut, tol dan kereta. (BBWSBS/Tamara)

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama P3TGAI Tahap I Provinsi Jawa Tengah

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyelenggarakan acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di The Alana Hotel and Convention Center, Jawa Tengah, Senin (25/04/2022). Kegiatan tersebut tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Program P3TGAI selain untuk mendukung program ketahanan pangan Nasional, juga sebagai upaya peningkatan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat khususnya petani. Selain itu, memperkuat dan meningkatkan kemandirian masyarakat petani dalam kegiatan pengelolaan jaringan irigasi.

P3TGAI juga menyasar pada pemberdayaan Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) maupun Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dalam kegiatan teknis perbaikan dan peningkatan jaringan irigasi air.

Tujuannya untuk mengembalikan kondisi dan fungsi saluran dan bangunan irigasi seperti semula secara parsial. Selain itu, juga bermanfaat untuk meningkatkan fungsi dan kondisi jaringan yang sudah ada melalui kegiatan rehabilitasi atau menambah luas area pelayanan pada jaringan irigasi yang sudah ada dengan mempertimbangkan perubahan kondisi lingkungannya.

Total penerima manfaat kegiatan P3TGAI TA 2022 di Wilayah PPK OP SDA II ada sebanyak 289 (dua ratus delapan puluh sembilan) desa untuk Provinsi Jawa Tengah. Penerima manfaat kegiatan P3TGAI tahap I ada sebanyak 203 desa yang berlokasi di 6 (enam) kabupaten yaitu 28 desa di Kab. Wonogiri, 37 desa di Kab. Sukoharjo, 25 desa di Kab. Karanganyar, 35 desa di Kab. Sragen, 37 desa di Kab. Boyolali, dan 41 desa di Kab. Klaten.

Kabid Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si., mengatakan kegiatan hari ini dilaksanakan bersama penandatanganan perjanjian kerja sama untuk 203 desa penerima pada tahap 1 pelaksanaan program P3-TGAI tahun 2022. Penandatanganan ini menjadi sebuah bentuk komitmen bersama dan bukti bahwa kita bersama siap mengemban tugas dan amanah menyelesaikan program P3-TGAI.

“Saya berharap melalui kegiataan P3TGAI dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya bagi masyarakat desa penerima. Selain itu kegiatan P3-TGAI ini menjadi program yang mampu membangun kebersamaan petani dalam memafaatkan air untuk irigasi melalui saluran yang telah dibangun. Hingga pada akhirnya tercipta kedaulatan pangan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah pedesaan,” katanya. (BBWSBS/Tamara)

Sosialisasi Tingkat Balai dan Pendampingan Kegiatan Swakelola P3TGAI

Dalam rangka Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun 2022, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menggelar kegiatan Sosialisasi Tingkat Balai P3TGAI dan Pendampingan Kegiatan Swakelola P3TGAI T.A 2022 di The Sunan Hotel Solo Jl. A. Yani No. 40, Kerten, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah Senin – Selasa (11– 12/04/2022).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., Kepala Seksi OP SDA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kab Sragen, Dyah Patmasari, S.T., M.T., Kepala Seksi Pengamanan Pembangunan Strategis Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Yusuf Hadiyanto, SH.,MH., Pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), serta Kepala Desa (Kades) Kabupaten Sragen.

P3TGAI merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat petani dalam rehabilitasi, peningkatan atau pembangunan jaringan irigasi secara partisipatif, terencana dan sistematis untuk meningkatkan kinerja pengelolaan jaringan irigasi. Total penerima manfaat kegiatan P3TGAI TA 2022 PPK OP SDA II ada sebanyak 289 (dua ratus delapan puluh sembilan) desa di Provinsi Jawa Tengah. Pada tahap I ini akan kita laksanakan Bersama program P3TGAI di 203 desa yang berlokasi di 6 (enam) Kabupaten yaitu 28 desa di Kab. Wonogiri, 37 desa di Kab. Sukoharjo, 25 desa di Kab. Karanganyar, 35 desa di Kab. Sragen, 37 desa di Kab. Boyolali, dan 41 desa di Kab. Klaten.

Adapun materi yang disampaikan dalam Sosialisasi Tingkat Balai P3TGAI dan Pendampingan Kegiatan Swakelola P3TGAI T.A 2022 yaitu mengenai Pengamanan Pembangunan Strategis Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah terkait P3TGAI Tahun 2022 dan tentang Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019 yang disampaikan oleh Kepala Seksi Pengamanan Pembangunan Strategis Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Yusuf Hadiyanto, SH.,MH,.

Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. berharap dengan adanya kegiatan ini dapat tercipta landasan kerja yang kuat sehingga akan tercipta sinergi yang baik antara Desa, P3A, dan Tenaga Pendamping Masyarakat. Diharapkan juga program tersebut dapat terlaksana dengan sukses dan sesuai dengan target kinerja yang telah ditetapkan.

“Harapan kami, melalui acara ini dapat tercipta landasan kinerja yang kuat. Sehingga tercipta sinergi yang baik antara Desa, P3A, dan Tenaga Pendamping Masyarakat agar pelaksanaan P3TGAI dapat berjalan sesuai taget kinerja. Diperlukan komunikasi aktif, kerjasama yang solid, dan pemahaman petunjuk teknis yang baik. Tantangan maupun hambatan dalam pelaksanaan pekerjaan nantinya pasti ada, namun saya harapkan semua pihak selalu termotivasi untuk sukses dalam melaksanakan program ini sesuai target kinerja yang telah ditetapkan,” katanya.

Agus menambahkan, bahwa desa-desa yang masuk dalam daftar penerima P3TGAI merupakan desa yang memiliki P3A yang sudah legal secara hukum dengan memiliki Akta Notaris dan NPWP. Adapun pelaksanaan kegiatan P3TGAI ini harus berpijak pada Pedoman Umum dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan P3TGAI TA 2022.(BBWSBS/Tamara – Mayta)

Tangani Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik BBWS Bengawan Solo Gandeng TNI AD

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan penandatanganan kontrak pekerjaan pembersihan eceng gondok Bendungan Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik dengan Pola Kerjasama TNI, Rabu (30/03/2022) di Makorem 074 Warastratama.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech,., Kabid Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si., Kasatker O&P SDA Bengawan Solo, Surendro Andi Wibowo, ST., MPSDA dan PPK O&P SDA II, Ika Yulianti, ST., MT. Kegiatan tersebut sebelumnya telah memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Dalam kesempatan ini, BBWSBS menandatangani pelaksanaan penandatanganan kontrak pekerjaan pembersihan Eceng Gondok Bendungan Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik dengan Pola Kerjasama TNI.

Program Revitalisasi Bendungan Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik merupakan salah satu program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dengan maksud mewujudkan kepedulian dan sinergitas dalam mempertahankan keberlanjutan Bendungan Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik agar terjaga fungsi dan kualitasnya sehingga memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat dan program ini bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2022.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan bahwa lingkup kerja BBWSBS tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA di Rawa Jombor dan Bendungan Cengklik.

“Tahapan pelaksanaan program Revitalisasi Bendungan Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik salah satunya diwujudkan dengan pelaksanaan pekerjaan swakelola Pembersihan Eceng Gondok Bendungan Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik dengan Pola Kerjasama TNI,” ujarnya.

Agus mengatakan ruang lingkup yang akan dikerjakan pada pekerjaan swakelola ini meliputi pembersihan eceng gondok pada Bendungan Rowo Jombor seluas ±10,5 Ha dan pada Bendungan Cengklik seluas ±23 Ha dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari. (BBWSBS/Tamara)

Monitoring Progres Pekerjaan Pembangunan Breakwater di PPN Brondong

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan pembangunan breakwater di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jumat (11/02/2022). Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kunjungan kerja dipimpin oleh Kepala BBWS Bengawan Solo,, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (SNVT PJSA), Panji Satrio, ST, MT, MDM., dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai (Supan) I SNVT PJSA Bengawan Solo, Yuhanes Widi Widodo, ST., M.Eng.

Kepala BBWS Bengawan Solo,, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan bahwa progres pekerjaan pembangunan breakwater di PPN Brondong pada hari ini mencapai 11 %. Pembangunan breakwater ini dibangun untuk menjaga tinggi gelombang yang berada di dalam kolam pelabuhan tetap tenang, sehingga kapal nelayan dan aktifitas bongkar muat dapat berjalan dengan lancar.
Agus Rudyanto berpesan agar dalam pelaksanaan paket pekerjaan pembangunan breakwater di PPN Brondong dapat dilaksanakan sesuai dengan targetnya.

“Semoga hasil pekerjaan memenuhi kualitas, kuantitas, dan sesuai dengan spesifikasinya. Namun, yang paling penting adalah fungsi infrastruktur yang ada dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat sekitar, selain itu manfaatnya dapat melindungi kolam Pelabuhan seluas 17,2 Ha,” katanya.

Sebagai informasi, Pusat Pemasaran dan Distribusi Ikan (PPDI) Brondong yang berlokasi di PPN Brondong menjadi tempat bongkar muat dan fasilitas penunjang perdagangan perikanan bagi nelayan dan industri perikanan setempat. Kabupaten Lamongan sendiri memiliki potensi perikanan yang cukup besar. (BBWSBS/Tamara).

Wujudkan Keterpaduan SDA Melalui Embung Kresek di Madiun

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, beserta pejabat di lingkungan BBWSBS dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun, Tontro Pahlawanto melakukan kunjungan lapangan di Embung Kresek yang terletak di Kali Plupuh, Desa Bolo, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur, Rabu (12/1/2022).

Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo telah menyelesaikan pembangunan Embung Kresek

Embung kresek ini mempunyai kapasitas tampungan sebesar 61 ribu m3, luas genangan 3,21 ha dan luas daerah aliran sungai 8,90 km2 dengan manfaat sebagai layanan kebutuhan air irigasi daerah eksisting (intensifikasi pertanian) 100 ha.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan pembangunan embung dilakukan untuk membantu mencukupi kebutuhan air di beberapa wilayah di Kabupaten Madiun. Bukan hanya untuk kebutuhan air untuk pertanian, pembangunan embung juga bisa ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

“Dengan adanya Embung Kresek ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air irigasi lahan pertanian di tiga kecamatan yakni Kecamatan Geger, Dagangan, dan Wungu, selain itu sebagai resapan air, kawasan pariwisata, serta untuk konservasi Sumber Daya Air ,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)

Koordinasi Lintas Sektor Guna Mengantisipasi Banjir di Kabupaten Lamongan

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, beserta pejabat di lingkungan BBWSBS berkoordinasi dengan Bupati Lamongan, Dr. Yuhronur Efendi, M.B.A., perwakilan dari Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur, perwakilan dari Perum Jasa Tirta dan perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, Selasa (11/01/2021) di Kantor Dinas Bupati Lamongan, kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Kegiatan koordinasi ini dalam rangka diskusi terkait Penanganan Banjir di wilayah Bengawan Jero. Bengawan Jero merupakan wilayah yang berbentuk mangkuk dengan dasar yang bergelombang dengan elevasi -0,70 m di sebagian wilayah bahkan sampai -1,20 m.

Air dari perbukitan selatan dan area sebelah barat melalui sungai Moropelang, Gondang, Kruwul, Plalangan dan Dapur berkumpul di Bengawan Jero. Bengawan Jero merupakan daerah yang sering tergenang dan banjir pada saat musim penghujan.

Sistem drainase Bengawan Jero sangat tergantung dengan elevasi muka air di Bengawan Solo di bagian hilir. Sampai saat ini, pengaturan muka air Bengawan Solo di hilir Bendung Gerak Babat belum bisa dilaksanakan sesuai rencana terkait kendala penyelesaian Jabung Ring Dike.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan BBWS Bengawan Solo sudah memiliki langkah langkah yang paling optimal untuk mengantisipasi banjir di Bengawan Jero.

“Untuk mengatasi banjir BBWS Bengawan Solo mengupayakan untuk melakukan penyedotan dengan menggunakan pompa air dengan kapasitas penuh. Selain itu BBWS Bengawan Solo akan mengirimkan alat berat untuk melakukan pengerukan Enceng Gondok, harapannya dapat membantu mengurangi banjir,” paparnya.

Agus mengatakan BBWS Bengawan Solo sebisa mungkin mengantisipasi banjir dan selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan penanganan sesuai prosedur yang ada. “Diperlukan koordinasi yang baik, secara internal maupun eksternal,” katanya.

Bupati Lamongan, Dr. Yuhronur Efendi, M.B.A. menyampaikan bahwa melalui koordinasi ini kami membentuk Tim Penanggulangan Banjir Bengawan Jero dari BBWS Bengawan Solo, Perum Jasa Tirta, Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Lamongan.

“Melalui koordinasi ini kami akan melakukan penanganan jangka pendek dengan normalisasi Kali Dinoyo dan Kali Keputran sepanjang 3 Km dan pembersihan Enceng Gondok. Dari BBWS Bengawan Solo akan membantu alat berat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan akan membentuk tim dan melakukan kerja sama dengan TNI,” katanya. (BBWSBS/Tamara)

Besok, Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Pidekso

Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir. Jarot Widyoko Sp-1 beserta jajarannya pada pada Senin (27/12/2021) meninjau proyek Bendungan Pidekso di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo untuk meresmikan Bendungan Pidekso tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Dirjen SDA didampingi Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech beserta sejumlah pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Ir. Jarot Widyoko Sp-1 mengatakan Bendungan Pidekso merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) berada di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah yang rencananya akan diresmikan pada Selasa (28/12). “Sebetulnya pada intinya kunjungan hari ini dalam rangka menyiapkan kunjungan Presiden Joko Widodo besok yang akan meresmikan Bendungan Pidekso,” ujarnya.

Ia mengatakan Bendungan Pidekso merupakan salah satu dari 61 bendungan atau waduk yang harus selesai pembangunannya maksimal 2024. Dari jumlah itu, sebanyak 13 bendungan ditargetkan selesai pada 2021. “Nah, Bendungan Pidekso masuk dalam prioritas 13 bendungan yang selesai pada 2021,” katanya.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan impounding atau pengisian awal sebagai syarat penyelesaian proyek waduk telah dilakukan pada 14 September 2021. Pengisian Bendungan Pidekso dilaksanakan secara bertahap agar dapat memantau perilaku bendungan secara intensif. Selama pelaksanaan yang membutuhkan waktu 60 hari, air tetap dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bagian hilir bendungan.

“Selama ini tidak ada masalah dalam pembanguan fisik waduk. Pekerjaan pembangunan yang berat sudah selesai. Penyelesaian pembangunan waduk ini harus terbangun solidaritas antar stakeholder di jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dan Badan Pertanahan Nasional,” kata dia.

Sebagai informasi, Bendungan Pidekso merupakan bendungan yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya Desa Pidekso, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri. Bendungan Pidekso nantinya akan memberikan manfaat untuk pemenuhan kebutuhan air untuk irigasi seluas 1.500 Ha, penyediaan air baku sebesar 300 lt/detik dan dapat mereduksi banjir sebesar 322,60 m3/detik.

Pemenuhan kebutuhan air tersebut dapat dipenuhi dari tampungan Bendungan Pidekso sebesar 25 juta m3 yang berada di area genangan seluas 232 Ha. Selain irigasi, juga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar (BBWSBS/Tamara).

Wujudkan Sinergitas Infrastruktur SDA di Kabupaten Bojonegoro

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo berkoordinasi dengan Bupati Bojonegoro, Dr. Anna Mu’awanah di Kantor Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (21/12/2021). Rapat koordinasi (Rakor) ini turut dihadiri oleh Kepala BBWSBS Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech dan pejabat di lingkungan BBWSBS. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Dalam kunjungan kali ini, Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Mu’awanah dan Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech turut membahas progress pengembangan infrastruktur SDA di kawasan hilir. Beberapa progress kegiatan tersebut terkait rencana tindak lanjut pengusulan Bendung Gerak Karangnongko sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Sebagai informasi, rencana pembangunan Bendung Gerak Karangnongko terletak di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro. Nantinya Bendung Gerak Karangnongko bermanfaat untuk daerah irigasi Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha dan daerah irigasi Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 158.000 Ha. Selain itu, nantinya juga bermanfaat untuk air baku sebesar 1.155 liter/detik untuk 4 (empat) kabupaten yaitu Kabupaten. Bojonegoro, Blora, Tuban, dan Ngawi.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan nantinya pembangunan Bendung Gerak Karangnongko akan diintegrasikan dengan Solo Valley Werken. Solo Valley Werken merupakan program pembangunan pengendalian banjir dan pembuatan jaringan irigasi peninggalan Pemerintah Hindia Belanda zaman dulu.

“Manfaat desain Solo Valley Werken yang pertama dapat menjadi longstorage untuk pengendali banjir yang secara berulang terjadi, serta tampungan air untuk irigasi dan air baku di Kabupaten Bojonegoro, Lamongan dan Gresik, keduanya dapat diintegrasikan dengan sarana transportasi darat apabila dibangun jalan tol di sisi kiri dan kanan saluran, dan yang terakhir dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena menghubungkan Wilayah Pengembangan Strategis [WPS] Gerbang Kertasusila dengan kawasan perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah,” ujarnya.

Agus mengatakan pengembangan SDA oleh BBWS Bengawan Solo di Bojonegoro telah mendapat dukungan penuh oleh Pemerintah setempat.
“Prinsipnya Pemerintah Kabupaten [Pemkab] mendukung upaya percepatan untuk semua kegiatan strategis BBWS Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro,” ujar Agus. (BBWSBS/Tamara Geraldine)

Tingkatkan Kapasitas Petugas Bendungan Melalui Kegiatan Pelatihan Operasi dan Pemeliharaan

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo berupaya meningkatkan kemampuan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan operasi dan pemeliharaan (OP) Bendungan Tukul dan Bendungan Gondang di Kantor SNVT Pembangunan Bendungan BBWS Bengawan Solo, Rabu – Jumat (15-17/12/2021). Kegiatan ini tetap menerapakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kegiatan Pelatihan OP Bendungan ini dimaksudkan untuk menambah wawasan bagi petugas OP dalam melaksanakan kegiatan operasi, dan pemeliharaan bendungan. Selain itu petugas OP yang di lapangan mampu lebih terampil dan berkompeten serta memahami tugas pokok dan fungsi dalam penyelenggaraan OP secara baik dan benar.

Dalam kegiatan pelatihan ini disampaikan beberapa materi yaitu tentang Penjelasan secara Umum mengenai Bendungan oleh Ir. Hasan Bisri, M.T. Materi kedua mengenai Peralatan Hidromekanikal/Elektrikal Bendungan Gondang & Tukul yang disampaikan oleh Ir. Fachrudin Leddy, M. Tech. Selanjutnya materi mengenai Pengamatan / Pemantauan dan O & P Instrumentasi di Bendungan Gondang & Tukul disampaikan oleh Dani Sunandar, S.T. Dan untuk materi terakhir yang diberikan Penyiapan Pola Operasi Waduk & Hidrologi Harimukti Rosita, S.T., M.T.

Setelah mendapat materi secara general, para peserta mengunjungi bangunan intake dan outlet di Bendungan Gondang Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dan Bendungan Tukul, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan suatu bangunan dapat dimanfaatkan jika dilakukan pemeliharaan secara baik. Sehingga secara keberlanjutan manfaat itu dapat diperoleh sesuai dengan yang diharapkan.

“Ilmu yang disampaikan narasumber dapat diserap semua oleh teman – teman sekalian, supaya nanti kedepannya didalam pelaksanaan operasi dan pemeliharaan berjalan lancar,” pesannya.

Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T mengatakan dalam kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari 11 orang Petugas O&P Bendungan dan 19 orang dari SNVT Bendungan.

“ Semoga dengan acara ini rekan-rekan petugas O&P baik yang berasal dari SNVT Bendungan sendiri maupun dari Bidang O&P dapat bersinergi bersama untuk mencari ilmu dan mencari bekal yang lebih banyak sehingga nanti pada saat pelaksanaan dilapangan bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin,” katanya.

Kepala SNVT Pembangunan Bendungan Bengawan Solo Dony Faturochman, ST, MT berharap teman-teman O&P agar kedepannya ada yang bisa menjaga melaksanakan O&P di Bendungan Gondang dan Bendungan Tukul.

“Proses operasi dan pemeliharaan prinsipnya sebetulnya kita memelihara fungsi tujuan dari bendungan ini agar tetap berfungsi sesuai dengan tujuannya, yaitu untuk pengendali banjir, air baku, irigasi, dan listrik, bagaimana menjaga fungsi-fungsi bendungan ini tetap terjaga dengan operasi dan pemeliharaan ini,” jelasnya. (BBWSBS/Tamara)