/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Menteri Basuki Tinjau Proyek Pembangunan Infrastruktur SDA Di Wilayah Sungai Bengawan Solo

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), M. Basuki Hadimuljono, melaksanakan kunjungan kerja (kunker) bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo beserta jajarannya dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di wilayah Solo, Jawa Tengah, Sabtu (12/6/2021). Kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Pada kunjungan pertama, Menteri PUPR melakukan peninjauan proyek pembangunan Pintu Air Demangan di hilir pertemuan sungai Pepe dengan Sungai Bengawan Solo. Menteri PUPR, M. Basuki Hadimuljono disela kegiatan mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang menyelesaikan Pintu Air Demangan Baru berlokasi di Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres,Jawa Tengah. “Saya ke sini untuk melihat progres pekerjaan terutama pengendalian banjir. Pintu air ini dirancang untuk mengendalikan banjir yang kerap terjadi di Kali Pepe maupun Sungai Bengawan Solo,” katanya.

Basuki menambahkan banjir yang terjadi di Kali Pepe pada 2020 disebabkan oleh umur Pintu Air Demangan. Pasalnya, infrastruktur tersebut telah dibangun sejak zaman penjajahan Belanda atau pada 1918. “Lokasi pembangunannya [Pintu Air Demangan Baru] pun lebih dekat ke tepi Sungai Bengawan Solo. Sehingga jika terjadi backwater bisa cepat diatasi dan tidak mengakibatkan banjir di hilir Kali Pepe tersebut. Kalau nanti air Bengawan Solo ini tinggi, pintu ini ditutup, air yang dari Kali Pepe dipompa, itu untuk pengendalian banjir. Debit pompa pintu air ini mencapai 70 m3/detik yang dilayani oleh 6 pompa dengan 5 pompa operasional dan 1 pompa cadangan,” katanya.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menambahkan sejauh ini, perkembangan konstruksi Pintu Air Demangan Baru telah mencapai 68 persen. Pekerjaan Pembangunan Pintu Air Demangan Baru dikerjakan dalam 2 tahap. Pada proyek tahap satu pembangunan konstruksi sipil. Tahap dua membangun hidromekanikal dan elektrikal. “Ada tiga bangunan yaitu rumah pompa, rumah jaga, dan rumah ganset. Kami menyediakan enam unit pompa banjir. Kapasitas setiap pompa 2,5 meter kubik per detik,” katanya.

Menurut Agus, Pintu Air Demangan yang dibangun memiliki tiga buah pintu masing-masing berukuran 2,5 meter x 5 meter. Pintu air dilengkapi dengan trashrack untuk mengangkat sampah secara otomatis. “Cara kerjanya mekanikal. Sampah sungai yang tertahan [di pintu air] akan dipindahkan secara otomatis ke atas dengan sistem rotary (berputar]. Sampah ditampung pada dump truk [armada sampah atau kebersihan],” katanya.

Agus menjelaskan, trashrack merupakan sistem yang dibangun pertama di wilayah kerja BBWSBS. Pembangunan tahap dua tersebut berlangsung hingga Akhir 2021. “Tujuan kami membangun pintu air yang baru di hilir untuk menambah kapasitas tampungan air [long storage] 300.000 meter kubik dan menambah area layanan perlindungan genangan banjir seluas 24 hektare. Saat ini progres pekerjaannya telah mencapai 68,6 persen dan ditargetkan akan selesai sesuai kontrak pada November 2021,” ujarnya.

Menteri Basuki juga berkesempatan mengunjungi Pekerjaan Pembangunan Embung Kandang Menjangan di kompleks Mako Grup 2 Kopassus, di Kartasura, Sukoharjo. Kawasan Embung Kandang Menjangan nantinya dapat juga digunakan untuk latihan prajurit Kopassus maupun kegiatan rekreasional dan wisata. Embung Kandang Menjangan memiliki Luas Genangan 4,27 Ha dan Luas Area Embung 5,9 Ha. (BBWSBS/Tamara).

Penandatanganan Kontrak Penanganan Banjir Sungai di Pacitan

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar acara Penandatanganan Kontrak Penanganan Banjir Sungai Asem Gandok, Grindulu, dan Anak Sungainya di Pacitan di Kantor BBWSBS di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (03/03/2021). Acara penandatanganan tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Penandatanganan paket pekerjaan dengan nilai kontrak sebesar Rp9.520.000.113 tersebut dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai (Supan) I, Yuhanes Widi Nugroho, S.T., dengan perwakilan penyedia jasa dari PT. Cahaya Agung Perdana Karya, yang disaksikan oleh jajaran pejabat dan staf BBWSBS.
Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan bahwa selama pelaksanaan pekerjaan nantinya, diharapkan tetap mengutamakan keselamatan kerja. “Medan pengerjaan di Pacitan harus diwaspadai, apalagi saat musim penghujan, karena ketinggian airnya tidak bisa diprediksi. Kami berharap kepada PPK dan penyedia jasa selalu berkoordinasi dengan baik, sehingga dapat pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik dan sesuai dengan spesifikasinya,” pesannya.
“Semoga pelaksanaan pekerjaan yang utamanya perkuatan tebing sungai (revetment) ini, dapat memenuhi target yakni tepat mutu dan tepat waktu,” imbuh Kepala Bidang (Kabid) PJSA Bengawan Solo, Ir. Isgiyanto, M.T.
Penandatanganan kontrak paket pekerjaan bukanlah akhir dari suatu kemenangan untuk penyedia jasa, namun sebagai titik tolak awal dimulainya perjuangan yang lebih berat dan penuh tanggung jawab. Untuk itu, semua pihak terkait diharapkan dapat memahami dan mematuhi ketentuan-ketentuan dan dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai yang tertuang dalam kontrak. (BBWSBS/Ferri)

Dialog Interaktif Bertajuk Siaga Luapan Sungai Berpotensi Banjir

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech bersama Dr. Kuswaji Dwi Priyono Pengamat Lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta berkesempatan menjadi narasaumber dalam dialog interaktif bersama Radio Republik Indonesia Pro 1 Surakarta bertajuk Siaga Luapan Sungai Berpotensi Banjir, Kamis (05/11/2020).

Dalam kesempatan ini Dr.Ir. Agus Rudyanto M.Tech menyampaikan bahwa penyebab banjir dikarenakan luapan sungai dan karena system drainase kota,Di Surakarta terdapat pertemuan beberapa sungai yakni Kali Pepe, Kali Gajah Putih, Kali Anyar serta Kali Premulung dengan Sungai Bengawan Solo.

Sebagai pengamat lingkungan, Dr. Kuswaji Dwi Priyono menyampaikan dengan situasi geografis Surakarta yang merupakan kawasan yang menjadi tempat pertemuan beberapa sungai sehingga diperlukan kesadaran dan partispasi masyarakat dalam mengendalikan banjir yang diwujudkan dengan menjaga kebersihan dirumah dan disekitar sungai. Kegiatan seperti menanam pohon dan penghijaun juga bisa diupayakan.
Kemudian Dr.Ir. Agus Rudyanto M. Tech menyampaikan rencana pada tahun 2021 Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo akan melanjutkan pekerjaan pembangunan tanggul di Kelurahan Pucang Sawit, Kelurahan Semanggi dan Kelurahan Sangkrah serta pembangunan Pintu Air Demangan Baru.

Untuk masa mendatang diharapkan kita dapat mengendalikan kejadian banjir dan apabila terjadi banjir diperlukan Kerjasama yang baik antara Instansi Pemerintah, Komunitas dan Masyarakat di sekitarnya, (bbwsbs/sita).

Monitoring Proyek Penanganan Banjir di Kabupaten Madiun

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kunjungan kerja (kunker) di kawasan Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (27/10/2020). Rombongan yang dipimpin oleh Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. dan didampingi oleh pejabat dan staf tersebut meninjau beberapa pekerjaan terkait persiapan dan penanganan banjir.

Kabupaten Madiun sempat dilanda banjir terbesar selama 33 tahun terakhir akibat meluapnya Kali Jeroan pada tahun 2019 lalu. Kali Jeroan merupakan anak Kali Madiun yang mengalir ke Sungai Bengawan Solo.

Luapan kali yang memiliki panjang 35 kilometer tersebut juga mengakibatkan longsornya tanggul di beberapa titik serta putusnya parapet. Banjir tersebut juga menggenangi wilayah seluas 253 ha di enam desa termasuk ruas tol Solo-Kertosono.

Pada kesempatan ini, rombongan meninjau ke area Proyek Penanganan Banjir Kali Jeroan (Lanjutan) di Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Konstruksi kontrak paket multi years tersebut dikerjakan oleh PT Bangun Makmur Utama – PT Selo Manunggal Sejati KSO dengan nilai kontrak sebesar Rp70,68 miliar.

Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., disela kegiatan monitoring menjelaskan bahwa pada tahun 2019 telah dimulai pekerjaan penanganan banjir Kali Jeroan dengan membangun tanggul/perapet beton sepanjang 370 meter. Dan pada tahun 2020 hingga 2021 mendatang BBWSBS menargetkan upaya penanganan banjir Kali Jeroan dengan pembangunan tanggul/parapet beton dan perkuatan tebing (revetment beton) sepanjang lebih dari 1,5 km.

“Kami berharap melalui proyek penanganan banjir Kali Jeroan ini dapat mengantisipasi luapan sungai akibat meningkatnya debit air saat curah hujan tinggi, sehingga masyarakat dapat merasa aman,” tuturnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan monitoring infrastruktur gorong-gorong di area tol Solo-Kertosono tepatnya KM +603 yang digunakan untuk mengalirkan genangan air apabila terjadi luapan Kali Jeroan di sebelah selatan ruas tol. Safari lapangan di Kabupaten Madiun pun diakhiri dengan peninjauan aset dan kesiapan staf di Stasiun Pompa Banjir di Desa Glonggong. (BBWSBS/Ferri)

Apel Kesiapsiagaan Bencana 2019-2020

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Apel Kesiapsiagaan Bencana 2019 2020 di Lingkungan Kantor BBWS Bengawan Solo, Rabu (13/11/2019).

Apel dihadiri oleh Kepala Balai PUSDATARU Bengawan Solo, BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Klaten, Karanganyar, Sragen, Boyolali, Wonogiri, dan Kota Surakarta, Balai Litbang Sungai, Perum Jasa Tirta I, Kapolresta Surakarta, Korem 074 Warastratama Surakart, Polres Sukoharjo,Polsek Katasura, Kodim 0726 Sukoharjo, Danramil 06, Relawan, Petugas OP wilayah Bengawan Solo dan Karyawan BBWS Bengawan Solo.

Maksud dan tujuan Apel ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat serta tanggap dalam menghadapi bencana banjir. Dengan tema “Sigap dan Peka terhadap Bencana” diharapkan kita semua dapat bersiap diri untuk menghadapi bencana yang akan terjadi, serta meningkatkan kesadaran kita akan sikap tanggap dalam menghadapi bencana banjir, tanah longsor, dan kekeringan.

Pelaksana Harian Kepala BBBWS Bengawan Solo Ir. Isgiyanto, MT selaku komandan Apel mengajak seluruh hadirin untuk bekerjasama dan peduli terhadap bencana di tahun 2020. Apel Kesiapsiagaan Bencana 2019-2020 ditandai dengan pemukulan kentongan bersama yang memiliki makna siap siaga bencana.

Setelah Apel dilanjutkan dengan pengoperasian kembali posko Banjir yang ditandai dengan pemotongan pita oleh Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si selaku Ketua Harian Satgas Bencana.

Saat ini di Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo sudah membentuk Satgas Bencana yang terbagi atas Koordinator Jawa Timur dan Jawa Tengah. Satgas ini akan bertugas untuk melakukan koordinasi dan melakukan tanggap darurat (BBWSBS/sita)

Kali Jeroan Anak Sungai Kali Madiun

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A Manu, M.Si didampingi pejabat kesatkeran mengunjungi proyek pekerjaan Penanganan Banjir Kali Jeroan di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (26/09/2019).

Kali Jeroan merupakan anak Kali Madiun yang terletak di Kabupaten Madiun. Pada perencanaan awal tanggul Kali Jeroan didesain dengan Q5th karena hanya sebagai tanggul yang dipergunakan untuk penampungan Back Water Kali Madiun. Pada setiap tahun pada musim penghujan terjadi banjir yang menggenangi pemukiman dan lahan pertanian akibat beberapa tanggul dan parapet yang telah dibangun rusak. Bahkan pada tahun 2019 terjadi banjir hingga menggenangi jalan tol transjawa.

Oleh karena itu, BBWS Bengawan Solo melakukan pekerjaan penanganan banjir Kali Jeroan dengan tujuan meningkatkan fungsi tanggul untuk dapat mencegah terjadinya banjir.

Setelah mengunjungi kali jeroan, Charisal memberikan arahan kepada karyawan di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo di Jiwan, dalam arahnya Charisal mengajak untuk tetap sama-sama bersemangat dalam melaksanakan pekerjaan demi meningkatkan kesejahteraan dan keamanan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air (datin bbwsbs/sita,maw).

Pemerikasaan Bersama Stasiun Pompa Banjir di Kabupaten Madiun

Kepala Bidang Perencanaan Umum dan program Dwi Agus Kuncoro ST, MM bersama PPK O&P SDA III Aditya Sidik Waskito, ST, M.Si, M.Sc mengunjungi Stasiun Pomba Banjir Pancasila dan Stasiun Pompa Banjir Patihan di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu, (11/09/2019).

Pompa Banjir tersebut berfungsi untuk mengatasi kelebihan air banjir dari drainase Kota Madiun ke Kali Madiun. Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang meminta modifikasi pompa banjir agar elevasi minimal dapat diturunkan, hal tersebut menjadi landasan BBWS Bengawan Solo melakukan identifikasi terkait jalur drainase.

Rombongan juga berkesempatan berkunjung ke Taman Baca Rumah Pena Bangsa di Dusun Sidomulyu, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun (BBWSBS/sita).

Joint Workshop On Disaster Management

2019 Joint Workshop On Disaster Prevention & Management Industry berlangsung pada hari Selasa tanggal 16 Juli 2019 di Gedung UC Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Mengusung tema Disaster Prevention & Management Industry menghadirkan pembicara dari lintas negara.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A. Manu M.Si dan Kepala Bidang Perencanaan Umum & Program Dwi Agus Kuncoro ST, MM, MT memaparkan tentang Manajemen Penanggulangan bencana di wilayah sungai Bengawan Solo. Pembicara lain dari Indonesia adalah Dr.Ir Amron M.Sc dari HATHI yang memaparkan tentang Pengelolaan Terpadu Sumber Daya Air Di Indonesia.

Terdapat juga pembicara dari Taiwan yaitu Prof. Sheng-Jie You dari Universty of Taiwan, Dr. Ching-Ping Chu dari Deputy Director Sinotech Engineering Consultant of Taiwan, Prof. Guan- Yu Chen dari National Sun Yat-sen University Taiwan, Dr. Chin-Tung Cheng General Manager ThinkTron Ltd Taiwan dan Dr. Shin-Ping Lee Deputy Director DPRC, NKCU Taiwan.

Dengan kerjasama seperti ini dapat saling bertukar pikiran dan pengalaman dari berbagai negara dalam rangka penanggulangan bencana (BBWSBS/sita).

Pelatihan Pembuatan Alat Elektrolisa Air di Kampung Sewu Surakarta

Akhir-akhir ini kita dihantui oleh masalah krisis air bersih, banjir saat musim hujan, kekeringan saat musim kemarau dan berbagai permasalahan air yang belum ada solusi. Hal tersebut yang melatarbelakangi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui bidang Pengelolaan Sumber Daya Air menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Alat Elektrolisa Air di Kelurahan Kampung Sewu, Kecamatan Jebres, Surakarta, Rabu (18/06/2019).

“Dimulai dari sekarang kita bisa membangun budaya baru untuk peduli menampung dan mengelola air hujan di saat musim penghujan sehingga kita dapat punya tabungan air di saat musim kemarau dan berbagai keadaan” Pesan Sri Rahayu dalam sambutannya.

Pelatihan Pembuatan Alat Elektrolisa Air dihadiri oleh Komunitas Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Kelurahan Kampung Sewu, Paguyuban Sumur Dalam, Ibu-Ibu PPK, Remaja Masjid, Pelajar dan perwakilan warga masyarakan kampong sewu.

Henoch Sadono S.Sos selaku Lurah Kampung Sewu sangat mengapresiasi kegiatan ini, Ia berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian masyarakat Kampung Sewu dalam mengelola air.
Narasumber dalam pelatihan ini adalah Anton Sujarwo dari Komunitas Banyu Bening Yogyakarta. Anton menjelaskan tentang Cara Memanen Air Hujan dan Proses Elektrolisa Air. Dalam pelatihan para peserta diajarkan praktek langsung tentang cara membuat Alat Elektrolisa Air secara berkelompok.

Peserta yang hadir sangat antusias mengikuti pelatihan ini, kata Ibu Retno selaku salah satu peserta Ia menyampaikan kekagumannya bahwa ternyata air hujan banyak sekali manfaatnya.
BBWS Bengawan Solo juga memberikan alat Elektrolisa Air kepada Kelurahan Kampung Sewu yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari (BBWSBS/sita).

Sinergi Penanganan Kali Lamong

Banjir akibat luapan Kali Lamong kembali menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Gresik, oleh karena itu diperlukan perbaikan sungai secara menyeluruh. Hal tersebut yang melatarbelakangi Komisi DPRD Kabupaten Gresik mengadakan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo terkait permasalahan banjir akibat luapan Kali Lamong yang melintasi Kabupaten Gresik, Senin (25/03/2019)

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Charisal A. manu dalam presentasinya menerangkan bahwa Kali Lamong yang memiliki panjang ±130 km termasuk dalam kategori sungai intermitten dengan penampang sungai relative datar. Sungai lamong memiliki 34 anak sungai dengan kapasitas maksimal sungai utama ±250 m3/dt sedangkan debit pada musim hujan dapat mencapai >700 m3/dt.

Pertemuan kali ini membahas tentang pembebasan lahan dimana lahan yang diperlukan untuk menangani permasalahan di sungai lamong masih perlu didiskusikan. Setelah pembebasan lahan selesai niscaya penanganan secara konstruksi akan lebih baik lagi (BBWSBS/sita).