/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Tingkatkan Kapasitas SDM Petugas O & P Bendungan dan Embung BBWSBS

Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan pengetahuan teknis terkait Operasi dan Pemeliharaan (O & P) Bendungan dan Embung, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk Petugas O & P Bendungan dan Embung BBWSBS Tahun 2022 bertempat di Megaland Hotel Solo, pada Senin- Selasa (21-22/11/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang O & P Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, PPK O & P SDA I, Ni Nyoman Indah, PPK O & P SDA II, Depy Riawan, PPK O & P SDA III, Abdul Hamid Muchlis,, Kepala Unit Pengelola Bendungan, dan Petugas O & P SDA dengan tetap menerapkan prokes pencegahan Covid-19.

Memberikan arahannya,, Sri Wahyu Kusumastuti menyampaikan BBWSBS mengelola 31 bendungan eksisting dan 90 embung yang membutuhkan pengelolaan yang maksimal. Kinerja bendungan dan embung saat ini perlu diawasi lebih maksimal karena beberapa usianya yang sudah tidak muda lagi, maka dari itu diperlukan peningkatan kinerja bagi para Petugas O & P yang menjadi garda terdepan dalam kegiatan O & P bendungan dan embung.

“UPB BBWSBS telah mendapat nominasi terbaik dalam pengelolaan bendungan pada tahun 2015, 2017, 2018 dan 2022, prestasi- prestasi yang kita capai ini diharapkan bisa membuat motivasi untuk lebih baik kedepannya. Semoga acara ini dapat menjadi bahan evaluasi perbaikan kinerja petugas dan transfer ilmu bersama,” harapnya.

Memberikan arahannya, Subkoordinator Pelaksanaan Teknis dan Pemanfaatan SDA I, Lolo Wahyu Resdiatmoko menyampaikan terkait upaya meningkatkan tata kelola UPB yang salah satunya terkait upaya untuk  mendukung Rencana Pengelolaan Bendungan berbasis OPOR ( Optimalisasi, Pemeliharaan, Operasi, Rehabilitasi), sehingga dibentuklah UPB untuk memastikan pengelolaan bendungan beserta waduknya yang menjamin kelestarian, fungsi dan manfaat, efektif dan efisien dalam pemanfaatan air dan keamanan bendungan.

“Semoga apa yang disampaikan pada Bimbingan Teknis kali Ini bisa bermanfaat dan membawa kita menuju pengelolaan bendungan dan embung yang terbaik. Apabila ada keluhan yang ingin disampaikan kami terbuka untuk menerimanya,” paparnya.

Adapun narasumber Depy Riawan menyampaikan materi Evaluasi Kegiatan O & P Bendungan dan Embung, kemudian materi Tugas dan Fungsi Kegiatan Operasi, Pemeliharaan, dan Pemantauan Embung disampaikan oleh Abdul Hamid Muchlis.

Diharapkan kegiatan Bimbingan Teknis ini nantinya dapat meningkatkan pemahaman terkait kegiatan O & P bendungan dan embung. Kegiatan ini ditutup dengan pemberian penghargaan kepada petugas O & P terbaik pada petugas O & P tingkat nasional, petugas O & P bendungan terbaik hulu, madiun, dan hilir, dan petugas O & P embung terbaik hulu, madiun, dan hilir. (HUMAS/Fira)

Jumat Bersih Wujudkan Keindahan Bendung Tirtonadi

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melaksanakan kegiatan Jumat Bersih dan Senam Sehat di lingkungan BBWSBS dipimpin oleh Kepala BBWSBS, Maryadi Utama didampingi pejabat dan staf bertempat di Bendung Tirtonadi, Kota Surakarta pada Jumat, (27/10/2022).

Kegiatan yang turut diikuti oleh Kepala Dinas Pekeriaan Umum dan Penataan Ruang Kota Surakarta, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Kepala Dinas Koperasi UKMPERIN Kota Surakarta dan komunitas ini dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan senam pagi bersama, kegiatan Jumat Bersih, dan kegiatan silaturahmi. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mewujudkan pola hidup sehat dan bersih untuk mendukung produktivitas kerja yang berkualitas.

Semua peserta kegiatan turut melakukan bersih – bersih di lingkungan area sekitar Bendung Tirtonadi agar tertata rapi dan bersih dari sampah. Masing-masing melakukan kegiatan Jumat Bersih bersama dengan menggunakan alat kebersihan seperti sapu, cangkul, sabit, dan gerobak sampah.

Maryadi Utama menyampaikan kegiatan Jumat Bersih ini dilaksanakan dengan maksud menjaga kebersihan dan keindahan di area sekitar Bendung Tirtonadi serta kemanfaatannya kedepan.

“Jumat Bersih yang kita lakukan ini akan dapat menjadi kegiatan yang dilaksanakan secara rutin. Mari kita lakukan kegiatan ini dengan serius sehingga menjadi rutinitas untuk mencapai tujuan, misalnya dimulai dengan mulai memilih dan memilah sampah dengan konsep bank sampah untuk kemanfaatan bersama. Kedepannya kami berharap agar Bendung Titonadi bisa menjadi ruang publik untuk rekreasi dan berolahraga,” ujarnya. (HUMAS/Fira)

Pelatihan Penguatan Kelembagaan Kelompok Masyarakat Bendungan Cengklik

Dalam rangka Pelatihan Penguatan Kelembagaan Kelompok Masyarakat di Bendungan Cengklik, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melalui Bidang Operasi dan Pemeliharaan (O & P) SDA Bengawan Solo melaksanakan Kegiatan Mitigasi Sedimentasi dan Pengamanan Waduk Berbasis Peran Serta Masyarakat bertempat di Megaland Hotel, Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada Senin-Selasa (24-25/10/2022).

Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharan (O & P) Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti didampingi pejabat di lingkungan BBBWSB, Forum Komunitas Daerah Tangkapan Air Kali Mili, Forum Komunitas Waduk Kartika Jaya, Kelompok Masyarakat Kali Jogo Jatisari, Banyu Mili Canden, Panggon Sinau Senting, Sudiro Joyo Ngargorejo, dan Ngudi Tirto Lestari Sobokerto dilaksanakan dengan tetap menerapkan prokes pencegahan Covid-19.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran kepedulian, dan kemampuan masyarakat secara bersama mencegah terjadinya hal-hal yang berpotensi menyebabkan penurunan kinerja operasi dan keamanan Bendungan Cengklik.

Sri Wahyu Kusumastuti dalam sambutannya menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan pelatihan ini agar masyarakat memiliki kesadaran, kepedulian dan kemampuan secara bersama mencegah terjadinya hal- hal yang berpotensi menyebabkan penurunan kinerja operasi dan pemeliharaan dan keamanan bendungan secara mandiri dan berkelanjutan serta dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA).

Disampaikan juga oleh Sri Wahyu Kusumastuti jika dalam menjaga keberlangsungan Sumber Daya Air diperlukan juga peran dan partisipasi masyarakat sebagai pemanfaat air untuk menjaga dan mengelola sumber daya air demi keberlangsungan hidup.

“Kami berharap agar dapat terbentuk pemahaman pada masyarakat bahwa tidak hanya mereka memiliki hak sebagai pengguna air, tetapi juga memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk memberikan kontribusi dalam mengelola sumber air, serta meningkatkan kelestarian lingkungan. Sehingga permasalahan terkait air dapat dipecahkan bersama melalui solusi yang efektif dan tepat sasaran,” katanya.

Selanjutnya pada hari kedua kegiatan diadakan pelatihan yang difokuskan dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat, yaitu melalui kegiatan pengelolaan sampah dengan konsep bank sampah dan pembuatan pupuk organik dari enceng gondok. Praktek pelatihan tersebut dilaksanakan di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

Evaluasi Kegiatan TPOP Tahun 2022 di Wilayah Kerja BBWSBS

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggakan Rapat Evaluasi Pelaksanaan TPOP Triwulan III TA. 2022 dan Evaluasi Kondisi Daerah Irigasi Kewenangan Pusat yang di-TPOP-kan di Wilayah Kerja BBWSBS di Aston Hotel Bojonegoro, Jawa Timur, pada Selasa (25/10/2022).

Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (O & P) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti dan pejabat di lingkungan BBWSBS, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, Kepala Bidang Irigasi Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, dan Kepala  Satker SKPD TPOP Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air Provinsi Jawa  Timur dengan tetap menerapkan prokes pencegahan Covid-19.

Kegiatan evaluasi ini diselenggarakan dalam rangka monitoring program dan kegiatan, implementasi dan progress pelaksanaan, serta permasalahan dan tindak lanjut TPOP TA 2022. Sehingga dapat diketahui apakah pelaksanaan kegiatan sesuai atau tidak sesuai dengan rencana sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikan atau preventif jika diperlukan, serta sebagai evaluasi agar dapat diketahui taraf pencapaian tujuan dari kegiatan sehingga dapat diambil suatu keputusan atau kebijakan lebih lanjut mengenai program tersebut.

Dalam sambutannya, Sri Wahyu Kusumastuti menyampaikan BBWSBS setiap akhir triwulan rutin mengadakan Rapat Evaluasi Pelaksanaan TPOP sebagai wadah bagi pelaksana TPOP untuk menyampaikan hasil pelaksanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan pada 10 Daerah Irigasi yang di-TPOPkan serta menyampaikan permasalahan dalam pelaksanaannya, dan bagi BBWSBS sebagai wadah untuk menyampaikan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan TPOP.

Diharapkan Satker SKPD TPOP Provinsi Jawa Timur untuk selalu berkoordinasi dengan BBWSBS dalam  pelaksanaan kegiatan operasi dan pemeliharaanjaringan irigasi, selalu pro aktif melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan dan memberikan layanan yangoptimal pada tiap Daerah Irigasi sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum  dan Perumahan Rakyat Nomor 12/PRT/M/2015 tentang Eksploitasi danPemeliharaan Jaringan Irigasi.

Satker SKPD TPOP Provinsi Jawa Timur Provinsi Jawa Timur bersama dengan BBWSBS diharapkan selalu siap siaga menghadapi musim penghujan di tahun 2022. Satker SKPD TPOP Provinsi Jawa Timur juga diminta untuk segera melaporkan dampak yang mengakibatkan kerusakan terhadap saluran maupun infrastruktur irigasi, genangan/banjir yang merendam sawah serta gagal panen yang ditimbulkan akibat banjir kemudian bersama-sama yang merupakan tindaklanjut kerusakan jaringan akibat bencana.

“Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kita guna meningkatkan kinerja Daerah Irigasi sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanam dan program ketahanan panganterpenuhi, serta menyelesaikan permasalah pada tiap Daerah Irigasi,” katanya.

Dalam kegiatan ini disampaikan paparan kegiatan TPOP Wilayah Kerja Madiun (D.I. SIM, D.I. Asin Bawah, D.I. Jejeruk, D.I. Waduk Pondok, dan D.I. Sungkur), kegiatan TPOP Wialayah Kerja Bojonegoro (D.I. Pacal, D.I. Bengawan Jero, D.I. Gondang, D.I. Beron, dan D.I. Prijetan), dan kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Kewenangan Pemerintah TA. 2022 di Wilayah Sungai Bengawan Solo. BBWSBS mengapresiasi SKPD TPOP Provinsi Jawa Timur telah mencapaiprogress keuangan dan fisik lebih dari 75% padaakhir Triwulan III TA. 2022. (HUMAS/Arif)

Tingkatkan Kapasitas SDM untuk Pelaksanaan dan Pengelolaan Irigasi TPOP BBWSBS

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melalui Bidang Operasi & Pemeliharaan (O & P) SDA Bengawan Solo melaksanakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk Pelaksanaan dan Pengelolaan Irigasi TPOP BBWSBS di Aston Hotel City Bojonegoro, Jawa Timur, pada Selasa-Jumat (25-28/10/2022).

Kegiatan yang di hadiri oleh Kepala Bidang O & P SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti dan pejabat di lingkungan BBWSBS, Kepala Satuan Kerja SKPD TP-OP Dinas PU SDA Prov. Jawa Timur, Kepala UPT PSDA WS Bengawan Solo di Bojonegoro, serta peserta yang terdiri dari Daerah Irigasi (D.I.) Madiun, Bendung Madiun, dan D.I. Bojonegoro tersebut dilaksanakan dengan menerapkan prokes pencegahan Covid-19.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan Kapasitas SDM pada O & P Infrastruktur SDA khususnya Petugas O & P Irigasi TPOP di Wilayah Sungai (WS) Bengawan Solo. Sehingga Petugas O & P SDA Irigasi dapat memahami dan melaksanakan tugas fungsi yang sesuai untuk menunjang keberlangsungan serta kelancaran kegiatan O & P yang berkatian tentang irigasi di WS Bengawan Solo.

Tujuan irigasi adalah mengalirkan air secara teratur sesuai kebutuhan tanaman pada saat persediaan kelembaban tanah tidak mencukupi untuk mendukung pertumbuhan tanaman, sehingga tanaman bisa tumbuh secara normal. Pemberian air irigasi yang efisien selain dipengaruhi oleh tatacara aplikasi, juga ditentukan oleh kebutuhan air guna mencapai kondisi air tersedia yang dibutuhkan tanaman.

Wilayah kerja Daerah Irigasi (D.I.)BBWSBS memiliki luas sebesar 100.148 Ha. D.I. BBWSBS terbagi menjadi 12 D.I. yang terdiri 2 D.I. yang dikelola sendiri oleh BBWSBS yaitu; D.I. Colo, D.I. Semen Krinjo, serta 10 D.I. yang di TPOP-kan yang terdiri dari D.I. Jejeruk, D.I. Asin Bawah, D.I. SIM, D.I. Pacal, D.I. Gondang, D.I. Bengawan Jero, D.I. Waduk Prijetan, D.I. Waduk Pondok, D.I. Waduk Sungkur, dan D.I. Beron.

Dalam sambutannya, Sri Wahyu Kusumastuti menyampaikan jika untuk menunjang keberlangsungan kegiatan O & P Irigasi maka diperlukan dukungan SDM.

“Dengan adanya Peningkatan Kapasitas SDM ini diharapkan Petugas TPOP di wilayah kerja BBWSBS dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik guna menunjang keberlangsungan serta kelancaran kegiatan O & P Irigasi yang ada,” ujarnya.

Kegiatan berlanjut dengan pemaparan materi terkait wilayah kerja D.I. TPOP, tugas dan fungsi Petugas Irigasi TPOP dalam O & P Irigasi dan pelatihan Sitem Manajemen O & P Irigasi (SMOPI) yang diikuti oleh seluruh peserta. (HUMAS/Fira)

Tingkatkan Kapasitas SDM Petugas O & P SDA Irigasi

Dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) pada bidang Operasi dan Pemeliharaan (O & P), bangunan Infrastruktur SDA di lingkungan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) khususnya petugas O & P Irigasi, BBWSBS melaksanakan kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Petugas O & P SDA Irigasi pada Rabu (19/10/2022) di Megaland Hotel Solo, Jawa Tengah.

Kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Petugas O & P SDA Irigasi yang dihadiri oleh Kepala Bidang O & P SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti didampingi pejabat di lingkungan BBWSBS tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapakan prokes pencegahan Covid-19.

Kegiatan Pelatihan Petugas O & P SDA Irigasi tersebut dalam rangka memelihara sumber air dan menjaga kelestarian fungsi Sungai Bengawan Solo sehingga perlu adanya kegiatan 0 & P Infrastruktur SDA.

Daerah Irigasi (D.I.) BBWSBS terbagi menjadi 12 D.I. yang terdiri 2 D.I. yang dikelola oleh BBWSBS yaitu D.I. Colo, D.I. Semen Krinjo. Serta 10 D.I. yang di TPOP- kan yang terdiri dari D.I. Jejeruk, D.I. Asin Bawah, D.I. SIM, D.I. Pacal, D.I. Gondang, D.I. Bengawan Jero, D.I. Waduk Prijetan, D.I. Waduk Pondok, D.I. Waduk Sungkur, dan D.I. Beron.

Sri Wahyu Kusumastuti dalam sambutannya berharap melalui kegiatan ini Petugas O & P dapat melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing untuk menunjang keberlangsungan serta kelancaran kegiatan O & P SDA Irigasi di BBWSBS.

“Melalui kegiatan ini kami berupaya melakukan Bimbingan Teknis kepada Petugas O & P SDA Irigasi dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM. Dengan adanya Peningkatan Kapasitas SDM ini diharapkan Petugas O & P SDA Irigasi dapat melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing untuk menunjang keberlangsungan serta kelancaran kegiatan O & P Irigasi,” ujarnya. (Humas/Safira)

Wujudkan Keterpaduan SDA di Kabupaten Ponorogo

epala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) Maryadi Utama didampingi oleh pejabat di lingkungan BBWSBS melakukan koordinasi dengan Bupati Kabupaten Ponorogo, Sugiri Sancoko, Kepala BAPPEDA LITBANG Kabupaten Ponorogo, Agus Sugiarto, beserta jajarannya di kantor Bupati Ponorogo, Jawa Timur pada Kamis, (13/10/2022) dengan tetap menerapkan prokes pencegahan Covid-19.

Sebelumnya, rombongan BBWSBS yang dipimpin oleh Maryadi Utama melakukan pengecekan lokasi banjir dan pekerjaan BBWSBS di Bendungan Bendo, Kabupaten Ponorogo.

Dalam kunjungannya di kantor Bupati Ponorogo, Maryadi Utama menyampaikan hasil monitoring kondisi banjir di lapangan yang sekaligus memberikan bantuan 20 sembako kepada masyarakat sekitar yang terdampak bencana banjir di Desa Mlarak, Kecamatan Jedes, Kabupaten Ponorogo. Maryadi juga turut menyampaikan adanya pekerjaan pembangunan pipa air baku untuk irigasi dan penambahan wisata berupa pembangunan dermaga yang sudah pada tahap pengukuran di Bendungan Bendo, Kabupaten Ponorogo.

Kepala BBWSBS tersebut menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk dapat memberikan bantuan dan dukungannya, sehingga BBWSBS dapat terus mengupayakan penanganan dalam pengelolaan SDA lebih lanjut dengan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. 

“BBWSBS memohon bantuan dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo karena kami berencana membuat wisata baru di Bendungan Bendo, Kabupaten Ponorogo yakni dengan pembangunan dermaga yang akan ditargetkan selesai tahun ini. Kami juga akan melakukan pengelolaan greenbelt untuk konservasi lahan berkelanjutan di Bendungan Bendo, Kabupaten Ponorogo,” paparnya. (HUMAS/Fira)

Tingkatkan Pengelolaan SDA di Kabupaten Lamongan

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Maryadi Utama melaksanakan tinjauan lapangan pada lokasi rencana pekerjaan galian sedimen di Sungai Mengkuli dan Sungai Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (05/10/2022).

Sebelumnya, Maryadi Utama didampingi oleh Kepala Satker O & P SDA Bengawan Solo, Lalu Ardian Bagus Nugroho, Kepala SNVT ATAB, Nely Mulyaningsih, dan para pejabat di lingkungan BBWSBS melakukan koordinasi dengan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lamongan, Mohammad Nalikan, beserta jajarannya di kantor Bupati Lamongan, Jl. K.H. Ahmad Dahlan, Kab. Lamongan. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan tinjauan lapangan dengan tetap menerapkan pencegahan protokol kesehatan Covid-19.

Bengawan Jero adalah wilayah yang berbentuk mangkuk dengan dasar yang bergelombang dengan elevasi -0,70 m dan sebagian wilayah bahkan sampai – 1,20 m. Ditambah kapasitas sungai yang relatif kecil baik pada anak-anak sungai yang ada di wilayah Bengawan Jero serta dengan adanya alih fungsi tampungan pada rawa-rawa menjadi lahan pertanian sehinggga Bengawan Jero merupakan daerah yang sering tergenang dan banjir pada saat musim penghujan.

Dengan adanya hal tersebut, BBWSBS melalui Satker O & P SDA Bengawan Solo melakukan rencana pekerjaan galian sedimen pada Sungai Mengkuli dan Sungai Bengawan Jero untuk mempertahankan kelestarian bangunan sungai dan pembersihan semak-semak dipinggiran sungai guna melancarkan aliran air sungai. Pada Sungai Mengkuli dengan panjang sungai 23km dan lebar sungai 12m akan dilakukan rencana galian sedimen sebesar 25200 M3. Sedangkan pada Sungai Bengawan Jero dengan panjang sungai 27km dan lebar sungai 25m akan dilakukan rencana galian sedimen sebesar 54000 M3.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan Kepala BBWSBS beserta Sekda Lamongan juga turut mengunjungi Insfrastruktur Pintu Air Kuro di Kabupaten Lamongan.

Dalam arahannya, Maryadi menyampaikan harapannya agar rencana pengelolaan SDA di Kabupaten Lamongan bisa segera berproses sekaligus meminta dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Lamongan.

“Kunjungan BBWSBS kali ini dalam rangka silaturahmi sekaligus membangun koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan. Kami berharap semua pihak dapat bekerjasama untuk pengelolaan infrastruktur SDA di Kabupaten Lamongan. Adapun aspirasi yang telah disampaikan, akan kami tampung sebagai masukan dan saran kedepannya,” ujarnya.

Menanggapinya, Pemerintah Kabupaten Lamongan menyatakan akan mendukung penuh pengelolaan SDA oleh BBWSBS dan berharap kedepannya upaya mewujudkan pengelolaan SDA di Kabupaten Lamongan dapat berjalan lancar dan menjadi komitmen bersama. (BBWSBS/Safira)

Hadapi Musim Hujan Tahun 2022/2023, BBWSBS Adakan Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanggulangan Bencana

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas Penanggulangan Bencana di Lingkungan BBWSBS bertempat di Kantor BBWSBS, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (03/10/2022). Acara yang dipimpin oleh Kepala BBWSBS, Maryadi Utama ini dihadiri oleh para pejabat beserta pegawai di lingkungan BBWSB. Pelaksanaan rakor dilaksanakan secara hybird meeting dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.  

Kegiatan Rakor ini dilaksanakan dengan maksud sebagai upaya mitigasi dalam meningkatkan kesiapsiagaan masing-masing Satuan Tugas (Satgas) di masing-masing wilayah, sehingga diharapkan dapat mengurangi risiko bencana di Wilayah Sungai (WS) Bengawan Solo.

Maryadi Utama dalam sambutannya menyampaikan bahwa dampak peristiwa bencana yang terjadi mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, serta korban jiwa. Bencana banjir hampir setiap musim penghujan melanda Indonesia, dalam kurun waktu tahun 2022 sudah tercatat 80 kejadian bencana baik bencana banjir dan bencana tanah longsor terjadi di WS Bengawan Solo,tersebar di wilayah hulu, Madiun dan hilir.

“Berdasarkan prediksi cuaca BMKG, pada bulan Oktober 2022 telah memasuki musim penghujan, sehingga saya harap melalui Rakor ini Satgas Penanggulangan Bencana di Lingkungan BBWSBS dapat mempersiapkan langkah-langkah mitigasi kesiapsiagaan dalam upaya mengurangi risiko bencana di WS Bengawan Solo,” pesannya.

Selanjutnya dalam kesempatan ini, Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA Bengawan Solo, Lalu Ardian Bagus menyampaikan paparan tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan Tahun 2022/2023. Hal-hal yang disampaikan meliputi prakiraan awal musim hujan tahun 2022/2023, daerah rawan banjir, kejadian bencana, persiapan dan kesiapsiagaan antara lain pada saat pra bencana (sistem peringatan dini, pembentukan Satgas, kesiapan posko piket banjir, alat berat, bahan banjiran, pompa banjir), saat bencana dan pasca bencana. (BBWSBS/Yanuar)

Tanda Tangan Kontrak Paket Pekerjaan  di Lingkungan PPK Irwa II Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan Penandatanganan Kontrak Paket Pekerjaan di lingkungan BBWSBS di Kantor BBWSBS, Pabelan, Sukoharjo, Jumat (23/09/2022).  

Acara penandatanganan tersebut dihadiri oleh Kepala BBWSBS, Maryadi Utama, Kepala Bidang KPI SDA Bengawan Solo, Ali Rahmat, Kepala SNVT PJSA Bengawan Solo, serta pejabat di lingkungan BBWSBS, dan Kepala Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Wilayah Jawa Tengah, Yanuar Munlait, S.T. M.Tech., dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. 

Dalam kesempatan ini, PPK Irigasi dan Rawa II Bengawan Solo menandatangani paket pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. SIM di Kabupaten Madiun (Tahap III) dengan penyedia jasa PT. Bangun Konstruksi Persada senilai Rp. 14.676.635.800,00 dengan jangka waktu pelaksanaan 240 hari kalender.   

Dalam arahannya, Maryadi Utama, menyampaikan bahwa setelah tanda tangan kontrak berarti ada tanggung jawab yang harus diimplementasikan, sehingga diharapkan semua dapat berproses dan terselesaikan dengan harapan memberikan manfaat bagi masyarakat.  

“Kami harap penyedia jasa dan PPK bisa saling bekerja dengan pekerjaan yang sebaik-baiknya dengan memperhatikan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya. Selamat bekerja!,” kata Maryadi.  (BBWSBS/Safira)