/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Monitoring Progres Pekerjaan Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan Bendungan Pidekso di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri pada Selasa, (24/08/2021). Kegiatan monitoring tersebut sebelumnya telah memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech., beserta pejabat di lingkungan BBWSBS meninjau progres pekerjaan Bendungan Pidekso yang ditargetkan segera tuntas. Bendungan yang berada di hulu Sungai Bengawan Solo tersebut diketahui sebagai pengembangan infrastruktur penyediaan air irigasi yang dapat menyediakan air baku sebesar 300 liter/detik di wilayah Kabupaten Wonogiri. Selain irigasi, Bendungan Pidekso juga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Bendungan Pidekso yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang SDA
tersebut telah mencapai progres yakni 75,86 % pada 23 Agustus 2021 melebihi rencana 75,84% pada 23 Agustus 2021. Diketahui, Bendungan Pidekso merupakan bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta m3 yang direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas 1.500 ha. Air irigasi dari bendungan akan meningkatkan intensitas tanam dari 133 % ke 240% .

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., juga menjelaskan bahwa pekerjaan dalam pembangunan bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta m3 tersebut ditargetkan segera tuntas. Agus Rudyanto juga berpesan agar dalam pelaksanaan paket pekerjaan Bendungan
Pidekso bisa dikerjakan sesuai dengan targetnya pada Oktober 2021. “Semoga pelaksanaan paket pekerjaaan Bendungan Pidekso bisa terlaksana sesuai dengan target dan tepat waktu,” paparnya.(BBWSBS/Fira-MG Alfida).

Wujudkan Sinergitas Infrastruktur SDA di Wilayah Boyolali

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo berkoordinasi dengan Bupati Boyolali, M. Said Hidayat di Kantor Bupati Boyolali, Senin (23/08/2021). Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kunjungan kali ini bertujuan untuk berdiskusi tentang proyek infrastruktur sumber daya air (SDA) di wilayah Boyolali, salah satunya revitalisasi Waduk Cengklik, sehingga perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dalam penangananya. Selain itu, Kab. Boyolali juga termasuk lumbung pangan Nasional yang memerlukan sistem irigasi yang memadai guna menunjang produktivitas petani, yang diwujudkan melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI).

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menyampaikan bahwa lingkup kerja BBWS Bengawan Solo tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA. Selain itu, BBWS Bengawan Solo juga rutin melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi dari hulu hingga hilir Sungai Bengawan Solo. Oleh karena itu, perlu adanya kerjasama serta koordinasi dari berbagai pihak terkait dalam menjaga ekosistem sungai.

“Revitalisasi Waduk Cengklik akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam proses revitalisasi nantinya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga memerlukan dukungan penuh dan kolaborasi dari berbagai pihak terkait, termasuk elemen masyarakat, agar proses dalam proses pelaksanaannya berjalan lancar,” katanya.

Bupati Boyolali, M. Said Hidayat menyampaikan Waduk Cengklik berfungsi sebagai sarana irigasi lahan pertanian. Selain itu keberadaan kios – kios di sekitar Waduk Cengklik menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. “Waduk Cengklik menjadi salah satu magnet wisatawan saat liburan. Selain itu banyak masyarakat yang berkunjung ke waduk untuk memancing. Saya sangat mendukung dengan adanya revitalisasi ini,” ujarnya.

Sebagai tambahan informasi, Waduk Cengklik yang berlokasi di Kecamatan Ngemplak, Kab. Boyolali, dibangun oleh Pemerintah Hindia-Belanda sekitar tahun 1923-1931. Tubuh bendungan tersebut memiliki tipe urugan tanah homogen, dengan volume efektif sebesar 9,87 juta m3. Waduk Cengklik juga dilengkapi dengan tiga bangunan intake, yakni intake utama berupa menara dengan dua buah pintu tipe butterfly valve, serta pintu sorong pada bagian intake kiri dan kanan. (BBWSBS/Tamara/MG-Ali)

BBWS Bengawan Solo Rutin Adakan Swab Antigen

Balai Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo rutin melakukan tes Swab Antigen untuk pegawai yang melakukan Work From Office (WFO) di lingkungan BBWS Bengawan Solo pada Senin, (23/08/2021) di Kantor BBWSBS di Pabelan, Sukoharjo, Jawa Tengah. Kegiatan Swab Antigen berlangsung selama 4 hari berurutan di lingkungan BBWS Bengawan Solo dari kantor Pabelan, Palur hingga Madiun dan Bojonegoro.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan agenda swab antigen hari ini bukan kali pertama yang dilakukan BBWS Bengawan Solo. BBWS Bengawan Solo menjadwalkan swab antigen rutin setiap sepekan sekali. Upaya ini untuk mengantisipasi persebaran virus corona di lingkungan BBWS Bengawan Solo. Interaksi para karyawan dengan lingkungan luar kini juga dibatasi. “Meski demikian kami tetap mengimbau seluruh karyawan untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan di manapun,” kata Agus.

Agus menambahkan seluruh karyawan dihimbau untuk tetap menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) dalam setiap aktivitas. “Saya terus mewanti – wanti untuk seluruh karyawan untuk menjaga asupan makanan untuk menambah imun agar tak mudah tertular virus,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA), Heriantono Waluyadi, ST.,MT mengatakan melalui Swab Antigen ini dapat menjadi sarana untuk segera memutus rantai penyebaran Covid-19. “Semoga penyebaran Covid-19 di lingkungan BBWS Bengawan Solo dapat dicegah sedini mungkin. Dengan adanya Swab Antigen, diharapkan kondisi kesehatan para pegawai dapat senantiasa terpantau sehingga apabila terdeteksi pegawai yang terjangkit Covid-19 dapat segera diambil tindakan.” paparnya. (BBWSBS/Tamara/MG-Inki)

BBWS Bengawan Solo Bagikan 100 Paket Sembako

Dalam rangka penanganan pandemi Covid-19, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyalurkan bantuan dengan total 100 paket sembako. Sebelumnya, BBWS Bengawan Solo dengan Balai Teknik Sungai sudah menyalurkan total 60 paket sembako untuk tenaga kesehatan (nakes) dengan total 40 paket sembako dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Melanjutkan kegiatan penyaluran paket sembako tersebut, BBWS Bengawan Solo menyalurkan 10 paket bantuan sosial kepada sukarelawan pengemudi ambulans & penggali makam di wilayah Boyolali pada Rabu, (18/08/2021). Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Tiap-tiap paket sembako yang disalurkan tersebut berisi beras premium 5 kg, 2 liter minyak goreng, 10 bungkus mie instan, 50 buah masker, hand sanitizer 100ml, dan multivitamin. Penerima bantuan dari BBWS Bengawan Solo yang berjumlah total 100 orang memiliki rincian berupa tenaga kesehatan (nakes) 40 paket, pramubakti kantor BBWSBS sejumlah 40 paket, dan sukarelawan pengemudi ambulans dan penggali makam di wilayah Klaten dan Boyolali masing-masing 10 paket. (BBWSBS/Fira)

BBWS Bengawan Solo Tanda Tangani 4 Kontrak DOISP Phase II

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan penandatanganan empat kontrak yang didanai oleh World Bank melalui dana Dam Operational Improvement Safety Project (DOISP) Phase 2 di lingkungan satuan kerja (satker) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Senin (16/8/2021) di Kantor BBWSBS di Pabelan, Sukoharjo, Jawa Tengah. Acara penandatanganan tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang disaksikan oleh jajaran Kepala Bidang (Kabid) dan Satuan Kerja (Satker) di lingkungan BBWS Bengawan Solo.

Paket pekerjaan yang akan dilaksanakan antara lain Remedial Bendungan Notopuro senilai Rp21.600.065.165 dengan jangka waktu pelaksanaan 240 hari kalender penyedia jasa Aura Sinar Baru – Inti Jawa Tehnik, KSO dan Supervisi Remedial Bendungan Notopuro senilai Rp985.300.000 dengan jangka waktu pelaksanaan 240 hari kalender dengan penyedia jasa PT. Suwanda Karya Mandiri yang ditandatangani oleh PPK O&P SDA III, Pranata Setyo Kuntoro, S.T.

Kemudian, untuk paket Penyiapan Dokumen Lingkungan untuk Remedial Bendungan di Provinsi Jawa Tengah senilai Rp6.348.400.000 dengan jangka waktu pelaksanaan 240 hari kalender dengan penyedia jasa PT. Kwarsa Hexagon dan Penyiapan Dokumen Lingkungan untuk Remedial Bendungan di Provinsi Jawa Timur senilai Rp 8.668.000.000 dengan jangka waktu pelaksanaan 240 hari kalender dengan penyedia jasa PT. Intimulya Multikencana KSO PT. Tuah Agung Anugrah. yang ditandatangani oleh PPK O&P SDA I, Ratih Nilam Sari, ST, MPSDA.

Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Tata Usaha (TU) BBWSBS, Bambang, S.E., S.T., M.T., yang dalam hal ini mewakili Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., berpesan bahwa dalam paket pekerjaan yang akan dilaksanakan nantinya dapat berjalan tepat waktu. “Dalam pelaksanaan pekerjaan nantinya, kami berharap agar tetap menjaga sekaligus memperhatikan kualitas dan kuantitas sesuai dengan yang telah ditentukan dalam spesifikasinya. Semoga semua pekerjaan dapat berjalan lancar serta sesuai target,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) OP SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, S.T. M.Si., menyampaikan untuk semua penyedia jasa untuk selalu menjaga integritas dalam bekerja. “Untuk para penyedia jasa dapat memanfaatkan sisa waktu seefektif mungkin. Dan jika ada masalah-masalah di lapangan untuk bisa dikonsultasikan. Semoga semua pekerjaan berjalan lancar tanpa ada gangguan atau hambatan,” pungkasnya. (BBWSBS/Tamara)

Vaksinasi Dosis II untuk Pegawai dan Kerabat di Lingkungan BBWS Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) kembali melanjutkan program pemerintah dengan menggelar vaksinasi Covid-19 tahap II yang difasilitasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukoharjo di Rumah Sakit Ortopedi dr. Soeharso, di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (13/08/2021). Kegiatan vaksinasi tersebut berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kementerian Pekerjaan Umum Pekerjaan Rakyat (PUPR) melakukan vaksinasi tidak hanya untuk pegawai PUPR, tetapi untuk keluarga dan saudara terdekatnya terutama yang berada dalam satu tempat tinggal. Keikutsertaan segenap jajaran Kementerian PUPR dalam vaksinasi COVID-19 sekaligus merupakan bentuk partisipasi dalam program Pemerintah untuk mempercepat penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi selama lebih dari setahun.

Vaksinasi di lingkungan BBWS Bengawan Solo tersebut diikuti oleh 222 peserta total dari pegawai dan keluarga pegawai BBWSBS. Dalam pelaksaannya setiap peserta vaksin diwajibkan memakai masker, menjaga jarak, dan cuci tangan pakai sabun. Pada tahap ini, pegawai yang akan divaksin dicek petugas terkait suhu dan tekanan darah. Jika sudah melewati keseluruhan tahapan itu, setiap peserta langsung disuntik vaksin Covid-19.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., disela kegiatan peninjauan menyampaikan bahwa peserta vaksinasi kali ini merupakan lanjutan pegawai dan anggota keluarga Kementerian PUPR salah satunya di lingkungan BBWSBS yang bekerjasama dengan RSO dr. Soeharso.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan vaksin pertama untuk keluarga besar BBWS Bengawan Solo beserta kerabatnya. Bagi yang belum vaksin, diharapkan segera divaksin karena hampir semua keluarga BBWS Bengawan Solo sudah divaksin dan yang belum merupakan yang terhambat karena Covid-19 ,” paparnya.

Agus Rudyanto juga berharap dengan diberikannya vaksin dosis kedua ini akan memperkuat imunitas bagi pegawai di lingkungan BBWS terlebih dengan angka penyebaran Covid-19 yang sudah menunjukkan penurunnannya.

“Harapan kedepannya setelah mendapat vaksinasi yang kedua, semoga pegawai maupun keluarga di BBWBSBS bisa mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) terhadap Covid-19 .Karena kita ketahui angka penyebaran Covid-19 sudah menurun, diharapkan dengan adanya vaksin kedua ini semua keluarga BBWS Bengawan Solo aman,” paparnya. (BBWSBS/Fira)

Monitoring Progres Penanganan Longsor Kali Gandong di Kabupaten Magetan Jawa Timur

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan Penanganan Longsor Kali Gandong di Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada Selasa, (10/08/2021). Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo melakukan kegiatan monitoring tersebut dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Sebagai informasi, Kali Gandong merupakan sungai yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Gandong yang bagian hulunya merupakan Gunung Lawu dan hilirnya terletak di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Luas DAS Kali Gandong adalah 158.05 km2. Pada tanggal 21 Januari 2021 telah terjadi banjir di Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur yang menyebabkan longsoran Tebing Sungai Gandong.

Berkaitan dengan kejadian banjir tersebut, ditemukan 3 lokasi longsor yang memerlukan penanganan di sepanjang Kali Gandong di Kabupaten Magetan yakni di Jalan Thamrin, Belakang Masjid Agung Magetan dan di Makam Ki Mageti. BBWS Bengawan Solo melakukan penanganan di tiga titik longsor Kali Gandong tersebut.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech meminta agar penanganan longsor Kali Gandong segera dilakukan untuk meminimalisir efek yang terjadi di musim hujan. “Dimohon agar pekerjaan ini segera dikejar sebelum musim hujan datang. Hal tersebut untuk meminimalisir efek yang terjadi di musim hujan karena tebing Kali Gandong rawan longsor,” paparnya.

Diketahui progres pekerjaan Penanganan Longsor Kali Gandong Kabupaten Magetan sudah mencapai 53,05% pada 9 Agustus 2021. Sedangkan rencana pekerjaan memiliki target sebesar 55,96% pada 9 Agustus 2021. (BBWSBS/Fira)

Monitoring Progres Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM di Kabupaten Madiun

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM di Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Selasa, (10/08/2021). Kegiatan monitoring tersebut sebelumnya telah memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech., beserta pejabat di lingkungan BBWSBS meninjau progres pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM di kabupaten Madiun.

Lingkup Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM di Kabupaten Madiun yang akan dikerjakan meliputi pekerjaan rehab bendung, penggantian pintu intake, penggantian pintu penguras, pekerjaan rehab sypon, pekerjaan rehab saluran primer (lining saluran), dan pekerjaan normalisasi saluran sekunder.

Dalam arahannya, Agus Rudyanto berpesan agar dalam pelaksanaan paket pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi dikerjakan sesuai dengan targetnya. “Semoga pelaksanaan paket pekerjaaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM di Kabupaten Madiun bisa terlaksana sesuai dengan target dan tepat waktu,” paparnya.

Sebagai informasi, sumber air irigasi pada D.I SIM berasal dari sungai Madiun yang dibendung di Bendung Jati. Bendung Jati dibangun pada tahun 1911 dengan debit maksimal 4.000 lt/d dan didukung oleh 8 bendung suplesi dengan total kebutuhan air D.I SIM sebesar 14.529 lt/dt.

Dari kegiatan tersebut diketahui progres pengerjaan D.I SIM di Kabupaten Madiun sudah mencapai 53,97% pada Agustus 2021. Sedangkan rencana pekerjaan memiliki target sebesar 49,21% pada Agustus 2021.

Tak hanya melakukan monitoring progres pekerjaan, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., didampingi pejabat dan staf, melakukan kegiatan lanjutan dengan berkunjung ke Kantor Bupati Madiun, Jawa Timur.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami, menyambut kedatangan rombongan BBWSBS dan memberikan sambutannya serta mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah dikerjakan oleh BBWSBS untuk kabupaten Madiun. Acara tersebut sebagai rangkaian kegiatan 6 kerja BBWSBS di wilayah Madiun sekaligus ajang silaturahmi yang dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. (BBWSBS/Fira)

Direktorat Jenderal SDA Melantik Pejabat Fungsional di Lingkungan BBWS Bengawan Solo

Pembangunan infrastruktur merupakan cerminan pembangunan suatu bangsa kedepannya yang dikerjakan oleh sumber daya manusia berkompeten dan sesuai bidangnya. Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) melaksanakan Pelantikan Pejabat Fungsional secara serentak melalui media elektronik/teleconference dengan 242 peserta yang dilantik. Kegiatan pelantikan tersebut dilaksanakan pada masing-masing unit kerja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dalam sambutan pidatonya, Ir. Jarot Widyoko, Sp-1, selaku Direktur Jenderal (Dirjen) SDA menyampaikan harapannya kepada para pejabat yang dilantik untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan apa yang sudah dibebankan. “Semoga yang telah disumpah dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tugas yang telah dibebankan” paparnya.

Adapun pejabat di lingkungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo yang dilantik, yakni Dwi Tisnawati, A.Md dengan jabatan fungsional Pranata Keuangan APBN, Yosi Mahendra Pramudianto, ST dengan jabatan fungsional Teknik Pengairan, dan Putri Mayang Sari, S.Sos dengan jabatan fungsional Pranata Keuangan APBN.

Sebelum menutup pidatonya, Jarot Widyoko juga berpesan agar nantinya para pejabat yang dilantik dapat melaksanakan tugasnya dengan hati nurani dan menerapkan disiplin di lingkungan kerja. “Kami berharap saudara-saudara yang disumpah dapat melaksanakan tugas dengan hati nurani dan menerapkan disiplin di lingkungan kerja. Laksanakanlah apa yang telah menjadi amanah dan jangan sampai menyalahgunakannya,” harapnya.

Pejabat yang telah diberikan amanah diharapkan dapat menjalankan tugas semaksimal mungkin, bekerja dengan baik, ikhlas dan sesuai dengan prosedur yang ada di lapangan, serta melayani masyarakat baik dalam dalam arti umum maupun spesifik. Hal tersebut tentunya bertujuan untuk melakukan percepatan pelaksanaan pekerjaan dan kegiatan di lingkungan SDA yang tersebar Indonesia. (BBWSBS/Fira)

Swab Antigen Untuk Cegah Penyebaran Covid-19 di Lingkungan BBWS Bengawan Solo

Balai Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo (BS) kembali melakukan tes Swab Antigen untuk pegawai yang melakukan Work From Office (WFO) di lingkungan BBWS Bengawan Solo pada Senin, (02/08/2021) di Kantor BBWSBS di Pabelan, Sukoharjo, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan guna menjaga kesehatan dan keselamatan pegawai di tengah mobilitas aktifitas yang cukup tinggi dalam melaksanakan tugas.

Tes Swab Antigen yang sudah dijadwalkan rutin tersebut turut diikuti oleh Kepala BBWSBS Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo. Kegiatan Swab Antigen berlangsung selama 4 hari berurutan di lingkungan BBWSBS dari kantor Pabelan, Palur hingga Madiun dan Babat.

Agus Rudyanto menyatakan jika kegiatan yang rutin tersebut dilakukan sebagai langkah untuk memutus tali rantai penyebaran Covid-19 bagi pegawai BBWSBS di masa akhir Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Nantinya bagi pegawai yang hasil pemeriksaan swab terpapar positif Covid-19 harus melakukan isolasi mandiri (isoman), kemudian dilakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri dan berkala di seluruh ruang kerja serta memberlakukan sistem kerja Work From Home ( WFH ) pada pegawai.

“Swab Antigen dilakukan untuk mengantisipasi masa akhir PPKM dimana pegawai diberlakukan sistem kerja Work From Home (WFH) sehingga kegiatan ini dapat memastikan seluruh pegawai dalam keadaan aman. Kegiatan ini juga sebagai langkah untuk memutus tali rantai penyebaran Covid-19 dengan harapan akan terjadi penurunan angka penyebaran Covid-19,” paparnya.

Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Tata Usaha (TU) BBWSBS, Bambang, S.E., S.T., M.T., menyebut jika kegiatan tes Swab Antigen yang dilakukan diikuti oleh 465 peserta yang tersebar di Pabelan hingga Madiun. Bambang juga berharap bahwa melalui Swab Antigen ini dapat menjadi sarana untuk segera memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Semoga penyebaran Covid-19 di lingkungan BBWS Bengawan Solo dapat dicegah sedini mungkin. Dengan adanya Swab Antigen, diharapkan kondisi kesehatan para pegawai dapat senantiasa terpantau sehingga apabila terdeteksi pegawai yg terjangkit Covid-19 dapat segera diambil tindakan.” paparnya.

Terlepas dari adanya pemeriksaan ini, hal yg lebih utama untuk dilakukan semua pegawai adalah untuk tetap mematuhi kepada protokol kesehatan 5M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, Membatasi Mobilisasi dan Interaksi). (BBWSBS/Safira Dita)