/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Sinergitas Perencanaan dan Pelaksanaan Pengendalian Banjir Kali Lamong

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo hadir dan memfasilitasi Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Badan Koordinasi Wilayah (BAKORWIL) Pemerintahan dan Pembangunan Kabupaten Bojonegoro, Dinas Perumahan Umum (PU) SDA Provinsi Jawa Timur, dan Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda (OTODA) Provinsi Jawa Timur di Kantor BBWSB Bengawan Solo, di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa, (23/11/2021). Kegiatan dalam rangka Koordinasi Pengendalian Banjir Kali Lamong dan Anak Sungainya yang turut dihadiri oleh Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dan pejabat di lingkungan BBWSBS tersebut diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Rakor yang dihadiri oleh 50 peserta perwakilan forkopimda Provinsi Jawa Timur tersebut membahas Finalisasi Draft Nota Kesepakatan serta tindak lanjut pengendalian banjir Kali Lamong dan anak sungainya. Pembahasan tersebut juga merupakan pembahasan rencana kerja yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.

Perlu diketahui, Kali Lamong termasuk dalam kategori sungai intermitten dengan penampang yang relatif datar. Sungai tersebut juga memiliki 34 anak sungai dengan kapasitas maksimal sungai utama ±250 M3/detik sedangkan debit saat musim penghujan dapat mencapai >700 M3/detik. Oleh karenanya, BBWS Bengawan Solo melakukan koordinasi dengan BAKORWIL Kabupaten Bojonegoro, Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur, serta Biro Administrasi Pemerintahan dan OTODA Provinsi Jawa Timur terkait langkah-langkah yang akan dilakukan dalam pengendalian banjir Kali Lamong dan anak sungainya.

Agus Rudyanto berharap agar kegiatan ini nantinya dapat memecahkan permasalahan yang ada di Kali Lamong serta sebagai upaya pengendalian banjir Kali Lamong. “Perlu diketahui jika penyebab banjir Kali Lamong ada dari berbagai penjuru yang harus diperhatikan sehingga kami sangat menyambut hangat kegiatan ini. Mudah-mudahan apa yang dikoordinasikan hari ini bisa menghasilkan kesepakatan yang bisa disampaikan kepada Menteri PUPR untuk mendukung kegiatan Pengendalian Banjir Kali Lamong yang nantinya juga dapat digunakan sebagai payung hukum,” paparnya.

Turut memberikan sambutannya, Kepala BAKORWIL Bojonegoro, Agung Subagyo, S.STP, M.Si mengucapkan terima kasih kepada BBWS Bengawan Solo yang telah memfasilitasi kegiatan koordinasi Pengendalian Banjir Kali Lamong. Agung Subagyo juga berharap agar kegiatan koordinasi tersebut dapat mencapai kesepakatan dalam upaya Pengendalian Banjir Kali Lamong (BBWSBS/Fira).

Direktur Irwa Monitoring Proyek Rehabilitasi DI SIM

Direktur Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Suparji.,SST., MT , Kepala Subdirektorat Perencanaan Teknis Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Rahmat Suria Lubis, ST, MT didampingi Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air (KPISDA) Bengawan Solo, Ali Rahmat, ST, MT, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo, Heriantono Waluyadi, ST.,MT beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo meninjau langsung proyek rehabilitasi daerah irigasi (DI) SIM paket pekerjaan rehap saluran primer section 1 ( Bendung Jati – BM 2), section 3 ( Sumber Batang – Ulo) dan rumah fasilitasi jaga OP di Madiun, Jawa Timur, Jumat (19/11/2021).

Lingkup Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM paket pekerjaan rehap saluran primer di Kabupaten Madiun yang akan dikerjakan meliputi pemasangan mini pile, kopper, capping precast dan linning precast.
Direktur Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Suparji.,SST., MT berpesan agar dalam pelaksanaan paket pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi dapat sesuai dengan spesifikasi serta terpenuhi baik aspek kualitas dan kuantitasnya.

“Kami berharap untuk semua pihak terkait, dapat mengemban tanggung jawab dengan baik terhadap pelaksanaan paket pekerjaan, agar nantinya terlaksana sesuai target dan tepat waktu,”pesannya.
Sebagai informasi, sumber air irigasi pada D.I SIM berasal dari sungai Madiun yang dibendung di Bendung Jati. Bendung Jati dibangun pada tahun 1911 dengan debit maksimal 4.000 lt/d dan didukung oleh 8 bendung suplesi dengan total kebutuhan air D.I SIM sebesar 14.529 lt/dt.

Dari kegiatan tersebut diketahui progres pengerjaan D.I SIM di Kabupaten Madiun sudah mencapai 86,669% pada November 2021. Sedangkan rencana pekerjaan memiliki target sebesar 86,649 pada November 2021. (BBWSBS/Tamara)

Direktur Irwa Tinjau Proyek Tanggap Darurat Bendung Kedungbanteng

Direktur Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Suparji.,SST., MT , Kepala Subdirektorat Perencanaan Teknis Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Rahmat Suria Lubis, ST, MT didampingi Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air (KPISDA) Bengawan Solo, Ali Rahmat, ST, MT, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo, Heriantono Waluyadi, ST.,MT beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo dan Perwakilan DPU Kabupaten Madiun meninjau langsung proyek tanggap darurat Bendung Kedungbanteng yang jebol akibat curah hujan yang tinggi di wilayah hulu Bendung Kedungbanteng, Madiun, Jawa Timur, Jumat (19/11/2021). Kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan Covid 19.

Bendung Kedungbanteng berada di Desa Kedung Banteng, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur Bedung Kedungbanteng yang dibangun pada tahun 1970. Bendung Kedungbanteng pernah dilakukan rehabilitasi pada tahun 1985/1986.

Direktur Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Suparji.,SST., MT mengatakan hasil tinjauan ini sebagai dasar merumuskan desain perbaikan Bendung. “Nanti dibuatkan desain perbaikannya. Yang namanya musibah kan tidak bisa diprediksi. Tapi bila terjadi hal yang tidak kita inginkan, itu sudah ada prosedur penanganannya,” katanya.

Suparji mengatakan, pihaknya berusaha meningkatkan monitoring evaluasi waduk untuk mengantisipasi banjir. “Kami sebisa mungkin mengantisipasi banjir dan selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan penanganan sesuai prosedur yang ada. Diperlukan koordinasi yang baik, secara internal maupun eksternal. Saya mengingatkan seluruh satuan kerja untuk memperhatikan pekerjaan yang ditanganinya. Jangan sampai salah dalam mengambil keputusan. Perlu adanya kesiapsiagaan apabila terjadi bencana,” katanya.

Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air (KPISDA) Bengawan Solo, Ali Rahmat, ST, MT, mengatakan Kerusakan Bendung Kedungbanteng berada pada dinding penahan, sayap hulu dan hilir, serta erosi lahan penduduk akibat curah hujan tinggi di wilayah hulu Bendung Kedungbanteng pada 14 November 2021 lalu. “Sambil menunggu perbaikan, diperlukan langkah penanganan darurat supaya tidak terjadi kerusakan yang makin parah. BBWS Bengawan Solo sudah melakukan penanganan darurat dengan bronjong dan timbunan secara bertahap sejak bulan Mei 2021. Untuk penangan BBWS Bengawan Solo sudah koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Madiun,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)

Sinergitas BBWS Bengawan Solo dan Bupati Klaten Wujudkan Bendungan Jombor Bersih

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan Bupati Klaten, Sri Mulyani melaksanakan kegiatan Revitalisasi Pengurangan Risiko Bencana melalui Gotong Royong Serentak dengan aksi pembersihan Kawasan Bendungan Jombor yang biasa dikenal masyarakat dengan Rawa Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Jumat (19/11/2021). Kegiatan yang dipimpin Bupati Klaten dan turut dihadiri Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo tersebut telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Perlu diingat kembali bahwa keberlanjutan Sumber Daya Air (SDA) bergantung pada ekosistem alami. Alamlah yang menyaring polutan, menangkal banjir dan badai, serta mengelola ketersediaan air. Menjaga air dari sisi kualitas dan kuantitas menjadi kunci untuk keberlangsungan kehidupan.

Memang aksi yang dilakukan oleh peserta dari OPD, Camat, Kepala Desa, Mahasiswa, dan relawan dengan total peserta 200 orang tersebut belum bisa membersihkan semua sampah di Rowo Jombor yang sangat luas. Namun, setidaknya mereka peduli akan kebersihan lingkungan, dan diharapkan bisa menginspirasi masyarakat.

Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan jika kegiatan ini merupakan Gerakan Masyarakat Pengurangan Risiko Bencana sekaligus Peresmian Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Klaten. Sri Mulyani juga berharap agar kegiatan ini dapat menggugah semangat dalam menghadapi bencana Hidrometeorologi yang akan terjadi.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kesadaran kita semua dalam menghindari bencana dan nantinya semua akan siap siaga. Kami berharap setelah kegiatan ini masyarakat bisa membuang sampah pada tempatnya untuk mengindari bencana banjir hingga tanah longsor. Karena BMKG sudah mengingatkan musim penghujan yang harus diwaspadai, oleh karenanya kita harus selalu siap dan berkihtiar agar dihindarkan dari bahaya bencana,” paparnya.

Kepala BBWS Bengawan Solo menyampaikan bahwa aksi pembersihan Kawasan Rowo Jombor tersebut sebagai wujud kepedulian dan bertujuan untuk menginspirasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan sumber air.

Sebagai informasi, Kawasan Rowo Jombor saat ini sedang direvitalisasi untuk mengembalikan fungsi utama rawa tersebut sebagai daerah tangkapan air sekaligus sumber irigasi. (BBWSBS/Fira)

Antisipasi Banjir, BBWS Bengawan Solo Lakukan Pengecekan Rumah Pompa

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo (BS) telah menyiapkan beragam langkah untuk menanggulangi banjir di wilayah Jawa Timur, salah satunya memastikan rumah pompa banjir di setiap daerah aktif, Kamis (18/11/2021). Kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan Covid 19.

Kunjungan kerja dipimpin oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, Kepala Satuan Kerja (Satker) OP SDA, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA., beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan rumah pompa sebagai sarana antisipasi banjir yang berfungsi menyedot air jika terjadi bencana banjir. Langkah itu sebagai bagian dari upaya mengantisipasi kemungkinan terjadi bencana banjir. Di Kabupaten Bojonegoro memiliki tiga rumah pompa yang siap menyedot air hujan wilayah kota dan sekitarnya.

“Tiga pompa tersebut berada di Ledok Kulon dengan kapasitas menyedot 1.000 liter/detik. Sedang pompa di Karangpacar memiliki kapasitas 750 liter/detik, dan di Banjarejo ada pompa yang punya kekuatan menyedot air 1.000 liter/detik.

Untuk pompa di Kota Madiun ada dua pompa air yakni di Patihan dengan kapasitas air 1.000 liter/detik dan di Pancasila dengan kapasitas air 2.000 liter/detik. Penanganan banjir menjadi salah satu kegiatan prioritas yang harus dituntaskan seiring memasuki musim penghujan. Hari ini saya melakukan monitoring di sejumlah rumah pompa di Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Madiun. Seluruhnya, dalam kondisi baik dan siap menghadapi bencana banjir,” katanya.

Agus, sapaan akrabnya, meminta kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan rutin mengecek daerah sempadan sungai.

“Apabila ada pohon yang berpotensi longsor, segera sampaikan pada kami. Ini untuk mencegah pohon itu terbawa arus sungai, kemudian tersangkut di tiang jembatan. Hal ini akan memunculkan hambatan sehingga sungai bisa meluap. Tiang jembatan juga bisa tergerus dan putus apabila tidak kuat menahan sampah,” ujarnya.

Agus menyebut para operator atau petugas pompa air banjir wajib siaga 24 jam dan standby di lokasi yang tidak jauh dari rumah pompa. “Para operator sudah mendapatkan pelatihan operasional, termasuk materi pemeliharaan pintu air, pompa, dan bendung,” katanya. (BBWSBS/Tamara)

Bendungan Gongseng di Kabupaten Bojonegoro Siap Diresmikan

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo meninjau pembangunan fisik Bendungan Gongseng yang berada di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (18/11/2021). Kegiatan ini dilaksanakan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Pekerjaan Bendungan Gongseng dilaksanakan mulai tahun 2013 dan direncanakan selesai pada akhir tahun 2021 sementara progres fisik pembangunan Bendungan Gongseng saat ini sebesar 96,5 %.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan impounding atau pengisian awal sebagai syarat penyelesaian proyek waduk telah dilakukan pada 22 September 2021. Pengisian Bendungan Gongseng dilaksanakan secara bertahap agar dapat memantau perilaku bendungan secara intensif. Selama pelaksanaan yang membutuhkan waktu 63 hari, air tetap dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bagian hilir bendungan.

“Menurut data per 11 November 2021 progres pembangunan pembangunan Bendungan Gongseng sudah mencapai 96,5 %. Bendungan Gongseng ini diperkirakan akan di resmikan pada tanggal 30 November 2021 mendatang,” ujarnya.

Bendungan Gongseng merupakan salah satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan menambah kapasitas tampungan air sehingga keberlanjutan suplai air irigasi ke sawah terjaga. Kehadiran waduk ini juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal.

Bendungan Gongseng merupakan bendungan yang terletak di Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Bendungan ini dirancang memiliki kapasitas 22,43 juta meter kubik dan memiliki lima potensi manfaat yakni untuk irigasi seluas 6.191 hektare, penyediaan air baku 300 liter/detik, konservasi pariwisata, reduksi banjir hingga 133,27 meter kubik/detik serta sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,7 mega watt. (BBWSBS/Tamara)

Monitoring Progres Pekerjaan Rehabilitasi Bendungan Pacal di Bojonegoro

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan Rehabilitasi Bendungan Pacal di Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (18/11/2021). Kegiatan monitoring tersebut sebelumnya telah memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Kunjungan kerja dipimpin oleh Kepala BBWS Bengawan Solo,, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, Kepala Satuan Kerja (Satker) OP SDA, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA., dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan SDA IV, Yosi Mahendra Pramudianto S.T beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo.

Kepala BBWS Bengawan Solo,, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan bahwa progres pekerjaan Bendungan Pacal pada 17 November 2021 mencapai 75%. Bendungan Pacal usianya sudah tua dan sudah dimanfaatkan sejak tahun 1933, sehingga sudah saatnya mendapatkan perhatian khusus.

“Lingkup Pekerjaan Rehabilitasi Bendungan Pacal yakni pembangunan spillway. Pekerjaan ini cukup lama karena dibangun spillway baru, untuk menggantikan spillway yang rusak sejak 2014” katanya.
Agus Rudyanto berpesan agar dalam pelaksanaan paket pekerjaan Rehabilitasi Bendungan Pacal dikerjakan sesuai dengan targetnya.

“Semoga hasil pekerjaan memenuhi kualitas, kuantitas, dan sesuai dengan spesifikasinya. Namun, yang paling penting adalah fungsi infrastruktur yang ada dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat sekitar. Potensi air Bendungan Pacal nantinya akan mengairi Bendung Klepek, Bendung Makuris, Bendung Kerjo yang berada di Kabupaten Bojonegoro,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Agus juga mengingatkan para penyedia jasa untuk fokus bekerja sesuai kontrak. Diharapkan semua pekerjaan berjalan lancar tanpa ada gangguan atau hambatan. “Faktor cuaca dan kondisi alam juga harus dipertimbangkan. Selain itu, program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) juga harus diperhatikan” katanya.

Sebagai informasi, Bendungan Pacal yang terletak di Kecamatan Temayang tersebut memiliki tipe urugan batu dengan membran beton. Tinggi maksimal bendungan yakni 35 meter dan lebar puncak 7 meter. Bendungan Pacal menjadi sumber air bagi daerah irigasi (DI) Pacal dengan luasan baku sawah 16.688 Ha. (BBWSBS/Tamara)

BBWSBS Atasi Bencana Banjir Debris di Kabupaten Pacitan

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo meninjau lokasi terjadinya longsor material batu di Dusun Wonosari, Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari, Pacitan, Jumat (12/11/2021). Kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan Covid 19.

BBWS Bengawan Solo terus mengupayakan penanganan dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten dan dinas terkait untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan material batu-batu dari Bukit Parangan yang terbawa banjir menutup jalan penghubung Desa
Karangrejo dan Desa Karanggede, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.

“Jalan yang tertutup batu dan lumpur tersebut juga merupakan jalan menuju Waduk Tukul. Akibatnya, jalan penghubung antara Desa Karangrejo dengan Desa Karanggede di Kecamatan Arjosari tertutup total. Untuk jalan menuju Waduk Tukul pagi ini sudah dapat dilalui, namun tiba – tiba siang hari sekitar pukul 11.30 WIB kembali tertutup batu dan lumpur,” katanya.

Agus mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir untuk selalu waspada. Mengingat dalam beberapa hari terakhir hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Masyarakat jangan mendekati lokasi karena dikhawatirkan terjadi banjir susulan,” katanya.

Agus mengatakan pada tebing di sekitar lokasi bendungan Tukul yang rentan longsor. Oleh karenanya penanganan longsor yang sudah dilakukan akan ditambah dengan pembuatan sabo dam untuk menahan pasir dan batu dari hulu sungai.

“Antisipasi longsor diatasi dengan membuat Sabo Dam seperti di Merapi. Airnya lewat tapi batu-batu dan pasirnya ditahan sehingga tidak mendangkalkan sungainya. Penambahan sabo dam menjadi solusi dari bencana alam. Sekarang baru ada 1 dam, karena memang anggarannya kena refoccusing itu sampai sekarang anggarannya masih tertunda,” pungkasnya. (BBWSBS/Tamara).

Bimbingan Teknis OP Sungai Tahun Anggaran 2021

Dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM Petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) Bangunan Sungai pada seluruh Balai Besar/ Balai Wilayah Sungai di Indonesia sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 13 Tahun 2020 tentang tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian PUPR, Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan memiliki tugas salah satunya untuk melakukan bimbingan teknis di bidang operasi dan pemeliharaan sungai. Untuk itu, Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan melaksanakan Kegiatan Bimbingan Teknis Pelaksanaan OP Sungai secara daring via zoom meeting dan diikuti oleh Balai Besar/ Balai Wilayah Sungai terdekat untuk mengikuti secara luring.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo diberikan kepercayaan oleh Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Pelaksanaan OP Sungai tersebut di Gedung Perum Jasa Tirta I, Kamis (11/11/2021). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasubdit Wilayah 2 Direktorat Bina OP Kementerian PUPR, Gemala Suzanti, SP., M.M., M.T. Kepala BBWS Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dan Kepala Bidang O&P SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si. dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Memberikan sambutannya, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengucapkan terima kasih karena telah diberikan kepercayaan untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut. Agus Rudyanto juga menyebutkan harapannya untuk kegiatan Bimbingan Teknis OP Sungai dan mengingatkan untuk selalu menjaga protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

“Terima kasih karena kami telah dipercaya untuk menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis OP Sungai. Besar harapan kami dengan adanya acara ini dapat memberikan manfaat kedepannya bagi masyarakat pada umumnya. Kami juga mengingatkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dimanapun berada,” paparnya.

Memberikan arahannya, Gemala Suzanti, SP., M.M., M.T berharap agar muncul kesadaran untuk lebih memperhatikan sungai demi mencapai sungai yang berkelanjutan. Gemala Suzanti juga turut menyebut manfaat dari kegiatan Bimbingan Teknis OP kedepannya.

“Kita harus memperhatikan sungai sebagai wadah air dan diperlukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait demi mencapai sungai yang berkelanjutan. Kegiatan Bimbingan Teknis OP ini nantinya diharapkann dapat membuat peserta lebih memahami tugas dan tanggung jawab bidang tugasnya masing-masing dalam pelaksanan kegiatan OP pada infastruktur sungai,” paparnya.

Adapun narasumber yang memberikan materi yakni Ir.Imam Anshori, MT menyampaikan pedoman OP sungai dan prasara sungai yang dilanjutkan dengan materi terkait AKNOP Prasarana Sungai. Kemudian Ir. Budi Santoso, Dipl. HE. sebagai narasumber terakhir menyampaikan materi pemeliharaan Ruang Sempadan Sungai dan dilanjutkan dengan materi Penilaian Kinerja Sungai.

Diharapkan kegiatan Bimbingan Teknis OP Sungai ini nantinya dapat meningkatkan pemahaman terkait kegiatan operasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana sungai. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM terkait perhitungan penilaian kinerja dan AKNOP sehingga kedepannya seluruh balai dapat melakukan perhitungan penilaian dan AKNOP tersebut secara swakelola. (BBWSBS/ Fira)

Upacara Hari Pahlawan di Lingkungan BBWS Bengawan Solo

Peristiwa heroik yang terjadi 10 November 1945 di Kota Surabaya menjadi bukti besarnya pengorbanan para pejuang, memberikan jiwa dan raganya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Untuk mengenang kembali jasa-jasa pahlawan yang telah gugur, hari bersejarah tersebut kemudian diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Pahlawan.

Dalam memperingati Hari Pahlawan tahun ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelenggarakan upacara peringatan Hari Pahlawan secara virtual pada Rabu (10/11/2021). Upacara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Peringatan Hari Pahlawan Nasional 2021 mengusung sebuah tema yang berbunyi, “Pahlawanku Inspirasiku”. Tema tersebut membawa makna jika para pahlawan dulu berjuang dengan mengangkat senjata, maka sekarang kita berjuang melawan berbagai permasalahan bangsa, seperti: kemiskinan, bencana alam, narkoba, paham-paham radikal dan termasuk berjuang melawan pandemi covid 19 yang saat ini melanda dunia.

Inspektur upacara menyampaikan amanat tertulis Menteri Sosial Republik Indonesia, Ir. Tri Rismaharini, M.T untuk mengajak masyarakat Indonesia bersama sama bahu membahu dan memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara sesuai dengan profesi masing masing dan menjadikan nilai-nilai kepahlawanan sebagai motivasi.

“Kita harus maju dari tahun sebelumnya dan kita harus buktikan kepada dunia bahwa kita bukan bangsa lemah. Mari dengan satu tekad gigih berjuang dan pantang menyerah dan tidak pernah peduli dengan keterbatasan yang ada. Marilah bersama sama bahu membahu dan memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara sesuai dengan profesi masing masing,” pesan Menteri Sosial Republik Indonesia.

Kegiatan upacara memperingati Hari Pahlawan Nasional 2021 ditutup dengan mengheningkan cipta selama 60 detik untuk mengenang dan mendoakan para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. (BBWSBS/Safira)