/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Sinergitas dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Pembangunan bendungan merupakan upaya pengelolaan sumber daya air (SDA) dalam rangka mendukung produksi pertanian berkelanjutan. Infrastruktur bendungan juga sangat penting bagi sumber air irigasi. Tidak hanya di bidang pertanian, bendungan juga menjadi sumber air baku, pengendalian banjir sekaligus pembangkit sumber energi (PLTA). Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., bersama Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Mu’awanah meninjau kawasan Bendungan Pacal, di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (28/07/2020).

Bendungan yang terletak di Kecamatan Temayang dan memiliki tipe urugan batu dengan membran beton di udik tersebut menjadi sumber air bagi daerah irigasi (DI) Pacal dengan luasan baku sawah 16.688 Ha. Kunjungan kerja (kunker) di infrastruktur yang dibangun pada masa kolonial di bawah pemerintahan Belanda tersebut untuk melihat area rencana pengerjaan paket revitalisasi.

Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., disela kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) tersebut untuk persiapan memasuki musim kemarau terkait ketahanan pangan. “Bendungan Pacal ini dapat mensuplai irigasi pertanian hingga 16.688 Ha. Rencana ke depan, kami dari BBWS Bengawan Solo akan menyelesaikan pembangunan Bendungan Gongseng serta Bendung Gerak Karangnongko, sehingga nantinya wilayah Kabupaten Bojonegoro sisi utara mendapatkan surplus air.”

Rombongan juga melanjutkan kegiatan monev ke area proyek pembangunan Bendungan Gongseng di Kabupaten Bojonegoro. Bendungan tersebut nantinya memiliki kapasitas tampungan total sebesar 22,43 juta m3 dengan manfaat suplesi irigasi seluas 6.191 Ha. Selain itu juga menghasilkan air baku sebesar 300 liter/detik, energi listrik sebesar 0,70 MW, dan dapat mereduksi banjir hingga 133,27 m3/detik. Untuk progres fisik pembangunan secara keseluruhan telah mencapai 81,30%.

Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Mu’awanah, menyampaikan bahwa Kabupaten Bojonegoro selain sebagai sumber penghasil minyak dan gas, juga memerlukan suplai air. “Kami menjalin sinergitas dengan beberapa pihak terkait agar manajemen SDA di wilayah ini tercukupi dan terkendali, hal tersebut bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan Nasional melalui bidang pertanian.”

Dalam kesempatan ini hadir pula Ketua DPP PDIP Nusyirwan Soedjono yang juga menambahkan, bahwa bulan kemarau pada tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, dampak dari pandemi Covid-19. “Kita harus menjaga ketahanan pangan kita sendiri. Sehingga kami bersama tim ingin melihat langsung kesiapan khususnya untuk suplai air baku terkait pengairan bagi pertanian di Jawa Timur. Salah satunya di Bendungan Pacal. Kami juga berharap saat memasuki musim tanam kedua suplai air dapat tercukupi. Sebab Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu lumbung pangan Nasional.” (BBWSBS/Ferri)

Focus Group Discussion Optimalisasi Papan Kawruh Tirta

Warna-warni kaca menjadi daya tarik utama Papan Kawruh Tirta (PKT) yang terletak di area Bendung Karet Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah. Bangunan yang diresmikan pada November 2019 lalu tersebut turut menyumbang ilmu pengetahuan mengenai sungai dan air, serta sejarah drainase di Kota Solo.

Pemerintah Kota Solo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang menggelar acara focus group discussion (FGD) dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yang juga dihadiri oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, akademisi, serta komunitas pemerhati sungai di PKT, pada Jumat (24/07/2020). Diskusi kelompok kecil yang bertajuk Memayu Hayuning Tirta pada Papan Kawruh Tirta tersebut bertujuan untuk membangun sinergi dari berbagai pihak terkait melalui informasi, edukasi, sekaligus kolaborasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Solo, Ir. Endah Sitaresmi Suryandari, menyampaikan bahwa PKT dapat dimanfaatkan sebagai pusat edukasi dan informasi mengenai sumber daya air (SDA), serta untuk pusat pemantauan bencana banjir di Kota Solo. “Kami berharap PKT ini dapat menjadi milik bersama untuk menggelar beragam kegiatan yang dapat meliterasi masyarakat serta menumbuhkan kesadaran agar turut serta dalam menjaga kelestarian sungai di Kota Solo.”

Di sisi lain, meski fasilitas edukasi tentang sungai telah direalisasikan, namun kelestarian sungai di Kota Solo masih terganjal beberapa masalah klasik, seperti pencemaran. Perwakilan Ngrekso Lepen Mangku Keprabon, Eko Setyo Winanto, juga menyampaikan bahwa penyelesaian masalah sungai tidak hanya perihal teknis, namun juga pemberdayaan individu. “Saya mewakili masyarakat pemerhati sungai, mengamati bahwa permasalahan di lingkungan sungai sejak dahulu hingga kini masih disebabkan oleh kurangnya kesadaran individu dalam merawat ekosistem, baik pembuangan sampah rumah tangga ataupun limbah industri ke aliran sungai.”

Hasil dari FGD tersebut yakni koordinasi lanjutan seperti pemanfaatan PKT sebagai sarana untuk mengedukasi masyarakat tentang informasi mengenai SDA dan beragam kegiatan yang akan dikaji lebih mendalam. Hal tersebut nantinya dapat dicapai melalui kolaborasi yang bersinergi dari berbagai pihak terkait.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., memberikan dukungan untuk pengelolaan dan pemanfaatan PKT. “BBWSBS telah melakukan upaya proaktif dengan melakukan pembinaan kepada beberapa komunitas pemerhati sungai dalam menjaga kelestarian SDA dan juga memberikan edukasi melalui inovasi Mobil Literasi Sungai. Harapan kami dengan adanya PKT dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap sungai dan turut berpartisipasi dalam merawat untuk memperindah kawasan sekaligus menjadi sumber kehidupan.” (BBWSBS/Ferri)

Penanganan Darurat Bencana Alam Banjir Pacitan

Bencana banjir dan longsor tentunya membuat masyarakat melek terhadap persoalan mitigasi bencana. Selain itu, juga turut menumbuhkan kesadaran untuk merawat lingkungan yang sudah menjadi gerakan bersama dari berbagai pihak. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, melalui Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo melakukan peninjauan di area proyek Penanganan Tanggap Bencana Alam Banjir di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Rabu (15/07/2020).

Kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang OP SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastutui, S.T., M.Si., serta didampingi Kepala Satker OP SDA Bengawan Solo, Surendro Andi Wibowo, S.T., M.P.SDA., dan PPK OP SDA III, Aditya Sidik Waskito, S.T., M.Si., M.Sc. Rombongan meninjau beberapa lokasi prioritas proyek tanggap bencana banjir di Kabupaten Pacitan yakni di Desa Semanten, Arjowinangun, Gunungsari, dan Borang.

Sri Wahyu Kusumastutui, S.T., M.Si., selaku Kepala Bidang OP SDA Bengawan Solo, turut menyampaikan bahwa paket proyek ini merupakan rangkaian dari tanggap darurat bencana banjir dan longsor yang terjadi pada tahun 2018. “Kami bersama satuan tugas (Satgas) bencana langsung menginventarisasi sekaligus memverifikasi untuk pelaksanaan tindakan tanggap darurat. Setelah dievaluasi pada tahun 2019, ada beberapa wilayah prioritas yang perlu diamankan, yakni area permukiman dan pertanian di daerah aliran sungai (DAS) Grindulu. Dan proyek penguatan tebing sungai yang dikerjakan sejak Mei 2020 lalu, telah berhasil direalisasikan.”

Kepala Satker OP SDA Bengawan Solo, Surendro Andi Wibowo, S.T., M.P.SDA, menjelaskan bahwa beberapa lokasi yang tergerus aliran Sungai Grindulu pada bencana banjir tahun 2017 kembali terdampak di tahun 2018. Sehingga penangannya menjadi prioritas. “Penguatan tebing sungai kami lakukan dengan tipe bronjong dan diperkuat juga dengan cerucuk di bagian kakinya. Dengan adanya proteksi ini, kami berharap jika nanti terjadi aliran sungai yang deras lagi, kawasan permukiman yang terdampak menjadi lebih aman.

Meski bencana banjir dan longsor di Kabupaten Pacitan meninggalkan perasaan trauma bagi sebagian warganya, namun tidak menyurutkan semangat warga untuk bangkit. Arifin (41), warga Desa Borang, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, juga menyampaikan rasa terimakasih kepada BBWS Bengawan Solo yang telah berupaya menindaklanjuti kegiatan tanggap darurat bencana banjir di kawasan setempat. “Warga setempat juga berupaya menjaga ekosistem di bantaran Sungai Grindulu dengan tidak menangkap ikan menggunakan racun ataupun menyetrum listrik, serta mulai menanam pohon yang berbuah, sehingga saat panen kami tidak perlu menebangnya seperti pohon jati ataupun sengon. (BBWSBS/Ferri)

Pelantikan Pejabat Pengawas dan Pengukuhan Sub Koordinator di Lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air

Pembangunan infrastruktur merupakan cerminan pembangunan suatu bangsa ke depannya yang dikerjakan oleh sumber daya manusia berkompeten dan sesuai bidangnya. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) berusaha untuk mewujudkan amanat Nawacita yang dalam hal ini meliputi peningkatan ketahanan air, peningkatan kedaulatan pangan, peningkatan kedaulatan energi, melestarikan sumber daya alam, lingkungan hidup serta pengelolaan bencana.

Ditjen SDA melaksanakan Pelantikan Pejabat Pengawas dan Pengukuhan Sub Koordinator (Subkor) secara serentak melalui teleconferece pada masing-masing unit kerja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, Selasa (14/07/2020). Ir. Jarot Widyoko, Sp-1, selaku Direktur Jenderal (Dirjen) SDA, dalam pidatonya menyampaikan bahwa pelantikan pejabat adalah suatu hal biasa yang terus dilakukan dalam rangka penyegaran, kelengkapan dan regenerasi suatu organisasi.

Adapun jumlah pejabat di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo yang dilantik berjumlah 11 orang, yakni pada Bagian Tata Usaha, Sihmanto, S.E., sebagai Subkor Pelaksana Tugas Hukum dan Komunikasi Publik, Supriyanta, S.E., M.Si., sebagai Subkor Pelaksana Tugas Kepegawaian dan Umum, Anisa Hayu Widwiasih, S.E., sebagai Subkor Pelaksana Tugas Keuangan dan Pengelolaan Barang Milik Negara, selanjutnya pada Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur SDA, Gadhang Swatyastu, S.T., M.Eng., sebagai Subkor Pelaksana Tugas Perencanaan Umum, Rifki Maulana, S.T., sebagai Subkor Pelaksana Tugas Program, pada Bidang PJSA Sugeng Wiratna, S.T., M.T., sebagai Subkor Pelaksana Tugas Pengendalian Pelaksanaan Sungai dan Pantai, Khoirul Murod, S.T., M.T., Subkor Pelaksana Tugas Pengendalian Pelaksanaan Bendungan dan Danau, pada Bidang PJPA, Hariyo Priyambodo, S.T., M.M., sebagai Subkor Pelaksana Tugas Pengendalian Pelaksanaan Irigasi dan Rawa, M. Arwan Fattchul Aziz, S.T., M.Eng., sebagai Subkor Pelaksana Tugas Pengendalian Pelaksanaan Air Tanah dan Air Baku, pada Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP), Ambar Puspitosari, S.T., M.D.M., sebagai Subkor Pelaksana Tugas Perencanaan OP, dan Santosa, S.ST., M.T. sebagai Subkor Pelaksana Tugas Pelaksanaan OP.

Diharapkan kedepannya para pejabat yang dilantik dapat bekerja dengan baik, ikhlas dan sesuai dengan prosedur yang ada di lapangan. “Apapun jabatannya, tugas kita adalah bekerja semaksimal mungkin, serta melayani masyarakat baik dalam dalam arti umum maupun spesifik. Kita juga harus melakukan percepatan pelaksanaan pekerjaan dan kegiatan di lingkungan SDA yang tersebar Indonesia,” pesan Ir. Jarot Widyoko, Sp-1. (BBWSBS/Ferri)

Bersama Bengawan Solo, Bisa!

Kepala Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., memimpin rombongan pejabat eselon beserta kesatkeran untuk mengikuti rangkaian kegiatan kunjungan kerja di wilayah Jawa Timur, Rabu (08/07/2020). Selain meninjau ke beberapa area proyek pembangunan bendungan, rombongan juga berkunjung ke beberapa kantor  BBWS Bengawan Solo di Bojonegoro dan Madiun.

Suasana bahagia pejabat dan staf turut menyambut kedatangan Kepala BBWS Bengawan Solo saat tiba dalam acara ramah tamah di Kantor Bojonegoro. Beliau juga berkeliling area kantor sambil sesekali memantau kinerja sekaligus perkembangan proyek. Rombongan diajak berkeliling untuk melihat kesiapsiagaan staf yang bertugas, serta melihat beberapa aset kantor seperti alat berat.

Beranjak dari Kantor Bojonegoro, rombongan juga mendapatkan sambutan meriah dari Kantor Pendayagunaan Air Tanah (PAT) dan Irigasi Rawa (Irwa) II serta Kantor Jiwan di wilayah Madiun. Acara pun dilanjutkan dengan pemberian arahan dari Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., untuk pejabat dan staf di kantor setempat.

Dalam pidato sambutannya, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., berpesan kepada SDA muda untuk tetap berjuang dengan semangat dan belajar dari seniornya. “Kepada rekan-rekan SDA muda, kesuksesan tidak bisa diperoleh secara instan, semua dimulai dari nol dan perlu kerja keras untuk menggapainya. Jadi, dengan sinergi yang baik, bersama BBWS Bengawan Solo, kita pasti bisa!” pesan beliau yang diwarnai dengan riuh tepuk tangan dari pejabat dan staf. (BBWSBS/Ferri)

Bupati Bojonegoro Sambut Pengembangan SDA di Kawasan Hilir

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., didampingi pejabat eselon dan kesatkeran, berkunjung ke Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Bojonegoro, di Jawa Timur, Selasa (07/07/2020). Acara tersebut dalam rangka bersilaturahmi sekaligus sebagai rangkaian kegiatan kunjungan kerja di wilayah Bojonegoro dan Madiun.

Sesampainya tiba di Rumdin Bupati, rombongan pun langsung melakukan pengecekan suhu tubuh, sebagai salah satu protokol pencegahan Covid-19. Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Mu’awanah, turut menyambut kedatangan rombongan BBWS Bengawan Solo dengan hangat dan penuh keramah-tamahan.

Dalam kunjungan kali ini, Bupati dan Kepala BBBWS Bengawan Solo, turut membahas rencana pengembangan sumber daya air, seperti rencana pembangunan Bendung Gerak Karangnongko, serta rencana pelaksanaan Program Percepatan Tata Guna Air (P3TGAI) di kawasan hilir.

Dr. Hj. Anna Mu’awanah, selaku Bupati Bojonegoro juga memberikan respon positif terkait rencana tersebut, karena dinilai memberikan manfaat yang besar bagi warga, khususnya untuk mengairi lahan pertanian. Beliau juga berharap adanya sustainable development pada Proyek Strategis Nasional (PSN) lainnya, sehingga aset yang ada tetap terawat dan mampu memenuhi kebutuhan generasi di masa depan.

“Saya akan memberikan dukungan penuh program dari pemerintah dengan adanya pengelolaan dan pengembangan di sektor sumber daya air. Tentunya masyarakat di Bojonegoro akan mendapatkan manfaat, khususnya irigasi di lahan pertanian, sehingga petani tidak perlu khawatir lagi saat menghadapi musim kemarau,” pesan beliau. (BBWSBS/Ferri)

Pembangunan Bendungan Pidekso Tahap I Melebihi Target

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA), terus berusaha meningkatkan jumlah tampungan air di Indonesia di berbagai wilayah di Indonesia yang bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan dan air. Salah satunya di Provinsi Jawa Tengah, yang diharapkan mampu menjadi provinsi lumbung pangan Nasional.

Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA, Airlangga Mardjono, S.T., M.T., didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., beserta para pejabat eselon dan kesatkeran mengadakan kunjungan lapangan guna meninjau progres pembangunan Bendungan Pidekso, di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (20/06/2020).

Bendungan Pidekso yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang SDA tersebut telah mencapai progres Tahap I yakni 94,07% melebihi rencana 73,62%. Bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta m3 ini direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas 1.500 ha. Air irigasi dari bendungan akan meningkatkan intensitas tanam dari 133 % ke 240% .

Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA, Airlangga Mardjono, S.T., M.T., turut menyampaikan, “Kunjungan kerja kali ini dalam rangka meninjau progres pengerjaan Bendungan Pidekso tahap I, dan semoga bendungan ini nantinya dapat mendorong perekonomian khususnya bidang pertanian, juga mewujudkan ketahanan air bagi masyarakat.”

Bendungan yang berada di hulu Sungai Bengawan Solo ini, sebagai pengembangan infrastruktur penyediaan air irigasi yang dapat menyediakan air baku sebesar 300 liter/detik di wilayah Kabupaten Wonogiri. Selain irigasi, juga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. (BBWSBS/Ferri)

Program P3TGAI Tingkatkan Kualitas Irigasi Pedesaan

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat realisasi Program Padat Karya Tunai (PKT) 2020. Salah satunya adalah Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang menjangkau 6.000 lokasi dengan anggaran Rp1,35 triliun yang dilaksanakan oleh Balai Besar/Balai Wilayah Sungai Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) di seluruh Indonesia.

P3TGAI merupakan pekerjaan pembangunan saluran irigasi tersier yang dikerjakan oleh petani atau penduduk setempat dengan diberikan upah sehingga menambah penghasilan petani atau penduduk desa terutama di antara dua musim tanam dan panen.

Dalam rangka mendukung program kedaulatan pangan dan upaya peningkatan kemampuan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat petani dalam perbaikan, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi secara partisipatif di wilayah Jawa Tengah, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA II turut melaksanakan P3TGAI.

Direktur Bina OP Ditjen SDA, Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, M.A., didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam kunjungan kerja di wilayah Jaten, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (18/06/2020), menuturkan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya untuk membantu perekonomian masyarakat namun juga meningkatkan kinerja pada sektor irigasi. Dengan percepatan realisasi program PKT ini diharapkan dapat mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global akibat pandemi Covid-19 yang mewabah di Tanah Air.

“Harapan saya masyarakat yang menikmati manfaat bantuan secara langsung khususnya Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), turut serta dalam membantu pemerintah untuk melaksanakan kegiatan pengelolaan dan pemeliharaan jaringan irigasi, agar optimal serta meningkatkan produktivitas.” tutup beliau. (BBWSBS/Ferri)

402 Pegawai Kementerian PUPR Dilantik Menjadi Pejabat Fungsional

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melaksanakan pelantikan Pejabat Fungsional secara virtual serentak dengan melalui teleconference pada masing-masing unit kerja/balai dengan mematui protokol kesehatan yang berlaku, Selasa (16/06/2020).

Dari 402 pegawai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang dilantik, sebanyak 16 Pegawai Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dilantik menjadi Pejabat Fungsional yaitu Bambang, SE, ST, MT; Sihmanto, SE, Supriyanta, SE, M.Si; Anisa Hayu Widwiasih, SE; Dwi Agus Kuncoro, ST, MM, MT; Gadhang Swastyastu, ST, M.Eng; Rifki Maulana, ST; Heriantono Waluyadi, ST, MT; Sugeng Wiratna, ST, MT; Khoirul Murod, ST, MT; Ir. Isgiyanto, MT; Hariyo Priyambodo, ST, MM; M. Arwan Fattchul Aziz, ST, M.Eng; Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si; Ambar Puspitosari, ST, MDM; Santosa, S.ST, MT.

Menteri Pekerjaan Umum Ir. Basuki Hadimuljono, M.Sc, Ph.D menjelaskan kita mengadakan pelantikan Pejabat Fungsional untuk melakukan reformasi birokrasi dan penyederhanaan organisasi sesuai arahan Presiden dengan tujuan untuk mempercepat dalam pengambilan keputusan.

“Yang saya hormati dan yang saya banggakan Keluarga Besar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dengan dilaksanakannya sumpah jabatan ini mari kita luruskan niat tersebut dan bukan hanya sebagai seremonial saja, saya berharap dengan jabatan fungsional ini dapat memberikan kesempatan untuk menunjukkan performanya,” Jelasnya(BBWSBS/charis).

Kepala Balai Tinjau Bendungan Tukul dan Bendungan Bendo di Jawa Timur

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., melaksanakan kunjungan lapangan di wilayah Jawa Timur, yakni Kabupaten Pacitan dan Ponorogo, pada Sabtu (13/06/2020). Pada kesempatan kali ini, Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, Bambang, S.E., S.T., M.T., PPK Bendungan I, Andi Arwik, S.T., M.Sc., PPK Bendungan II, R. Panji Satrio, S.T., M.T., MDM., PPK Bendungan III, Yoga Darmawan Diparindra, S.T., M.T., beserta rombongan meninjau beberapa lokasi pekerjaan.

Lokasi pertama, yakni proyek pengerjaan Bendungan Tukul di Pacitan. Bendungan yang dibangun di lahan seluas 44,81 ha, tepatnya di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan tersebut, sekaligus berfungsi sebagai konservasi lahan. Bendungan Tukul, nantinya akan mengairi sekitar 600 ha lahan persawahan serta menjadi sumber air baku yang ditargetkan selesai pembangunannya pada akhir tahun 2020 mendatang.

Monitoring dan evaluasi proyek, dilanjutkan ke Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Kepala BBWS Bengawan Solo beserta rombongan juga melakukan rapat internal di area proyek untuk rencana percepatan pengerjaan proyek Bendungan Bendo. Bendungan yang dibangun dengan tinggi 71 meter tersebut akan membendung Sungai Keyang, yakni anak Sungai Bengawan Madiun yang juga merupakan anak Sungai Bengawan Solo.

Bendungan Bendo juga dirancang mampu menampung air sebesar 43,11 juta m3, dan bermanfaat sebagai sumber air baku domestik serta industri berkapasitas 790 liter per detik dengan komposisi 418 liter per detik untuk Kabupaten Madiun dan 372 liter per detik bagi Kabupaten Ponorogo. Selain itu, bendungan ini akan mereduksi banjir di Ponorogo dari 1.300 m3 per detik menjadi 490 m3 per detik sekaligus menjadi pembangkit tenaga listrik sebesar 1,56 megawatt.

“Saya berharap proyek pembangunan Bendungan Bendo, dapat segera terselesaikan dan bisa segera dinikmati manfaatnya oleh warga, utamanya untuk keperluan irigasi, penyedia air baku, dan pengendali banjir di Kota Ponorogo,” pesan Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. (BBWSBS/ Ferri)