/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Upacara Hari Lahir Pancasila

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menggelar upacara peringatan hari lahir Pancasila yang jatuh pada Jum’at 1 Juni 2018 di halaman BBWS Bengawan Solo. Upacara dipimpin oleh Kepala BBWS Bengawan Solo Ir. Charisal A. Manu, M.Si dan diiikuti oleh seluruh jajaran Staff Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Sambutan Presiden kali ini berisi tentang ajakan Presiden kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bahu membahu dalam mewujudkan cita-cita bangsa, belajar dari pengalama buruk negara lain dan bersama-sama menciptakan persatuan yang sesuai dengan Pancasila.

Meskipun sedang berpuasa para peserta upacara begitu khidmat dalam mengikuti upacara.

Kunjungan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menerima kunjungan Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta pada Selasa 15 Mei 2018 bertempat di Ruang Sidang BBWS Bengawan Solo. Kunjungan Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan dimaksudkan untuk membahas tindak lanjut terkait Memorandum Of Understanding antara BBWS Bengawan Solo dan Universitas Ahmad Dahlan.

Rapat dihadiri oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Kepala Bidang PJPA,  Kepala Bidang PJSA dan Kepala Bagian Tata Usaha  serta Jajaran Staff BBWS bengawan Solo dan Dosen Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Rapat Koordinasi BBWS Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo hari ini (8/2/18) melaksanakan Rapat Koordinasi bertempat di Ruang Sidang Bengawan Solo. Rapat Koordinasi ini di hadiri oleh seluruh pejabat baik struktural maupun kesatkeran, pada rakor kali ini dibahas mengenai progres pekerjaan tahun anggaran 2018.

Semangat Natal, Tingkatkan Etos Kerja

Himpunan Warga Kristiani Bengawan Solo yang berisikan pejabat dan karyawan/karyawati BBWS Bengawan Solo, Balai Sungai dan Perum Jasa Tirta I melaksanakan Kebaktian dan Perayaan Natal di Gedung Graha Tirta, (15 Desember 2018).

Dalam sambutannya, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Charisal A. Manu mengatakan dengan tema “Dengan Semangat Natal, Tingkatkan Etos Kerja” agar menjadi motivasi untuk dapat melaksanakan karya nyata dalam mewujudkan suatu infrastruktur yang handal dan bermanfaat yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing bangsa dalam menghadapi persaiangan global yang semakin kompetitif.

72 Tahun Bakti Kementerian PU Membangun Daya Saing Bangsa

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Balai Sungai dan Perum Jasa Tirta I melaksanakan upacara bendera dalam rangka Peringatan Hari Bakti PU Ke – 72, Senin (4/12). Kepala Bagian Tata Usaha Budi Sucahyono selaku inspektur upacara membacakan Sambutan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang menyatakan bahwa, pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara masif di berbagai daerah oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turut menopang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing nasional.

“Namun demikian, capaian di atas seyogyanya tidak membuat kita cepat berpuas diri. Dunia berubah sangat cepat, persaingan bukan lagi antara yang kuat dengan yang lemah, tetapi antara yang lebih cepat, lebih efisien, dan lebih berkualitas yang akan unggul,” dalam sambutannya. Memasuki akhir tahun 2017, percepatan penyelesaian pekerjaan terus dilakukan agar target penyerapan anggaran hingga 95% dapat tercapai dengan tetap mengedepankan keselamatan, kualitas, dan keamanan hasil pekerjaan.

Sosialisasi Tugas dan Fungsi BBWS Bengawan Solo

SOLO—Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Charisal Akdian Manu mengunjungi kantor harian Umum Solopos, Kamis (9/11). Charisal dan sejumlah kepala bidang mengenalkan secara lebih detail mengenai tugas dan fungsi BBWS Bengawan Solo. Salah satunya adalah pengembangan sistem peringatan dini bencana banjir berbasis masyarakat memakai aplikasi Android di wilayah Sungai Bengawan Solo. Kunjungan ini diterima langsung oleh Pemimpin Redaksi Harian Umum Solopos, Suwarmin.

Cegah Kanker Serviks Lewat Tes IVA

Seratusan karyawati dan anggota Dharma Wanita Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Balai Sungai dan Perum Jasa Tirta I mengikuti tes gratis IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) di Kompleks Kantor BBWSBS, Rabu (11/10). Kegiatan tersebut merupakan salah satu program Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK) untuk deteksi dini kanker serviks dan payudara. Ketua Dharma Wanita UP Sekjen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Yusdiana Caya Khalawi, menargetkan 3.000 karyawati Kementerian PUPR dan anggota Dharma Wanita PUPR mengikuti tes IVA.

Pelaksanaan tes gratis IVA diikuti talkshow dan sosialisasi bahaya kanker serviks dan payudara. Yusdiana mengatakan Solo menjadi satu dari 36 kota lain di Indonesia. “Oktober adalah bulan peduli kanker payudara lewat Think Pink. Kegiatan ini adalah upaya mendukung gerakan itu. Pelaksanaan tes gratis IVA dimulai di Jakarta awal Oktober lalu dan berakhir di Jambi akhir Oktober,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, tes IVA terbukti efektif mendeteksi gejala awal kanker serviks. Sehingga apabila perempuan terdeteksi positif mengalami gejala pra-kanker, dapat segera dilakukan pengobatan sebelum benar-benar menjadi kanker. Lewat kegiatan ini, pihaknya juga berharap karyawati dan anggota Dharma Wanita PUPR dapat menjadi agen gethok tular sosialisasi bahaya kanker serviks dan payudara di sekitarnya.

Yusdiana juga mengimbau mereka turut serta mengingatkan lingkungan terdekat untuk segera melakukan pencegahan dini agar terhindar dari risiko terkena kanker serviks ataupun terserang virus HPV. Mereka wajib menyebarkan informasi pencegahan HPV melalui vaksin kanker serviks dan penyakit lain yang disebabkan oleh HPV, serta mengajak lingkarannya untuk aktif mendukung kegiatan dalam menekan angka kasus kanker serviks di Indonesia.

Terpisah, Tim Pendamping Dinas Kesehatan Karanganyar, pelaksana tes IVA, Litha Saridewi mengatakan menurut data GLOBOCAN (Global Burden Cancer) yang dirilis oleh WHO/ICO Information Centre on HPV dan Cervical Cancer tahun 2012, tercatat 26 perempuan Indonesia setiap hari meninggal karena kanker serviks dan diprediksi terdapat 58 kasus baru setiap harinya.

Kondisi tersebut menempatkan Indonesia di posisi teratas dengan kasus kanker serviks paling banyak di Asia Tenggara. Atas dasar itulah, kaum perempuan yang telah menerima sosialisasi diminta ikut meningkatkan kesadaran publik mengenai kasus kanker serviks yang terus meningkat di Indonesia. “Tes IVA bisa dilakukan di puskesmas, berbeda dengan papsmear. Jadi setiap orang bisa mengaksesnya. Jika ditemukan gejala pra-kanker, segera obati dan jangan lari ke pengobatan alternatif,” kata dia.