/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Menteri Basuki Tinjau Proyek Pembangunan Infrastruktur SDA Di Wilayah Sungai Bengawan Solo

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), M. Basuki Hadimuljono, melaksanakan kunjungan kerja (kunker) bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo beserta jajarannya dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di wilayah Solo, Jawa Tengah, Sabtu (12/6/2021). Kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Pada kunjungan pertama, Menteri PUPR melakukan peninjauan proyek pembangunan Pintu Air Demangan di hilir pertemuan sungai Pepe dengan Sungai Bengawan Solo. Menteri PUPR, M. Basuki Hadimuljono disela kegiatan mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang menyelesaikan Pintu Air Demangan Baru berlokasi di Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres,Jawa Tengah. “Saya ke sini untuk melihat progres pekerjaan terutama pengendalian banjir. Pintu air ini dirancang untuk mengendalikan banjir yang kerap terjadi di Kali Pepe maupun Sungai Bengawan Solo,” katanya.

Basuki menambahkan banjir yang terjadi di Kali Pepe pada 2020 disebabkan oleh umur Pintu Air Demangan. Pasalnya, infrastruktur tersebut telah dibangun sejak zaman penjajahan Belanda atau pada 1918. “Lokasi pembangunannya [Pintu Air Demangan Baru] pun lebih dekat ke tepi Sungai Bengawan Solo. Sehingga jika terjadi backwater bisa cepat diatasi dan tidak mengakibatkan banjir di hilir Kali Pepe tersebut. Kalau nanti air Bengawan Solo ini tinggi, pintu ini ditutup, air yang dari Kali Pepe dipompa, itu untuk pengendalian banjir. Debit pompa pintu air ini mencapai 70 m3/detik yang dilayani oleh 6 pompa dengan 5 pompa operasional dan 1 pompa cadangan,” katanya.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menambahkan sejauh ini, perkembangan konstruksi Pintu Air Demangan Baru telah mencapai 68 persen. Pekerjaan Pembangunan Pintu Air Demangan Baru dikerjakan dalam 2 tahap. Pada proyek tahap satu pembangunan konstruksi sipil. Tahap dua membangun hidromekanikal dan elektrikal. “Ada tiga bangunan yaitu rumah pompa, rumah jaga, dan rumah ganset. Kami menyediakan enam unit pompa banjir. Kapasitas setiap pompa 2,5 meter kubik per detik,” katanya.

Menurut Agus, Pintu Air Demangan yang dibangun memiliki tiga buah pintu masing-masing berukuran 2,5 meter x 5 meter. Pintu air dilengkapi dengan trashrack untuk mengangkat sampah secara otomatis. “Cara kerjanya mekanikal. Sampah sungai yang tertahan [di pintu air] akan dipindahkan secara otomatis ke atas dengan sistem rotary (berputar]. Sampah ditampung pada dump truk [armada sampah atau kebersihan],” katanya.

Agus menjelaskan, trashrack merupakan sistem yang dibangun pertama di wilayah kerja BBWSBS. Pembangunan tahap dua tersebut berlangsung hingga Akhir 2021. “Tujuan kami membangun pintu air yang baru di hilir untuk menambah kapasitas tampungan air [long storage] 300.000 meter kubik dan menambah area layanan perlindungan genangan banjir seluas 24 hektare. Saat ini progres pekerjaannya telah mencapai 68,6 persen dan ditargetkan akan selesai sesuai kontrak pada November 2021,” ujarnya.

Menteri Basuki juga berkesempatan mengunjungi Pekerjaan Pembangunan Embung Kandang Menjangan di kompleks Mako Grup 2 Kopassus, di Kartasura, Sukoharjo. Kawasan Embung Kandang Menjangan nantinya dapat juga digunakan untuk latihan prajurit Kopassus maupun kegiatan rekreasional dan wisata. Embung Kandang Menjangan memiliki Luas Genangan 4,27 Ha dan Luas Area Embung 5,9 Ha. (BBWSBS/Tamara).

Audiensi Rencana Revitalisasi Kawasan Waduk Cengklik

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mengikuti kegiatan audiensi bersama Komunitas Peduli Waduk (KPW) Tirta Kartika di kawasan Waduk Cengklik, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (04/06/2021) malam. Audiensi terkait rencana revitalisasi Waduk Cengklik tersebut digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Waduk Cengklik tentunya memiliki banyak manfaat selain untuk obyek wisata. Namun, dilihat dari segi teknis, kondisi Waduk Cengklik cukup membahayakan. Kerena banyak warung-warung yang berdiri di area tubuh bendung. Kondisi kawasan waduk tersebut juga terdapat sekitar sekitar 700 keramba, 71 warung di badan tanggul serta aktivitas pertanian pasang surut di genangan waduk. Hal-hal tersebut menjadi faktor penyebab waduk tidak sehat.

Seperti yang kita ketahui, Waduk Cengklik merupakan suatu potensi luar biasa, yang bisa mendatangkan manfaat bagi warga disekitarnya. Kendati demikian, bila tidak ada kepedulian dari seluruh warga, maka keberadaan Waduk Cengklik tidak akan berarti. Melalui sinergitas yang dibangun oleh semua stakeholders, baik pemerintah juga masyarakat, tentunya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menyampaikan bahwa dengan kegiatan sosialisasi yang baik tentunya permasalahan terkait air dapat dipecahkan bersama melalui solusi yang efektif dan tepat sasaran.

“Melalui pertemuan ini kami juga berharap terbentuk pemahaman pada masyarakat bahwa tidak hanya mereka memiliki hak sebagai pengguna air, tetapi juga memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk memberikan kontribusi dalam memelihara sumber air dan lingkungan. Karena dalam proses revitalisasi nantinya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga memerlukan dukungan penuh dan kolaborasi dari berbagai pihak terkait, termasuk elemen masyarakat, agar proses dalam proses pelaksanaannya berjalan lancar,” pesannya.

Sebagai tambahan informasi, Waduk Cengklik yang berlokasi di Kecamatan Ngemplak, Boyolali, dibangun oleh Pemerintah Hindia-Belanda sekitar tahun 1923-1931. Tubuh bendungan tersebut memiliki tipe urugan tanah homogen, dengan volume efektif sebesar 9,87 juta m3. Waduk cengklik juga dilengkapi dengan tiga bangunan intake, yakni intake utama berupa menara dengan dua buah pintu tipe butterfly valve, serta pintu sorong pada bagian intake kiri dan kanan. (BBWSBS/Ferri)

Dorong Sinergitas Percepatan Pembangunan di Kabupaten Blora

Bupati Kabupaten Blora, Arief Rohman, beserta Wakil Bupati Kabupaten Blora, Tri Yuli Setyowati berkunjung ke Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, di Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (02/06/2021)
Kunjungan kerja (kunker) kali ini bertujuan untuk berdiskusi mengenai proyek infrastruktur sumber daya air (SDA) strategis di wilayah Blora, salah satunya pembangunan Bendung Gerak Karangnongko, sehingga perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dalam penangannya.

Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan Solo sebagai kesatuan dengan tiga bendung gerak yang sudah ada yaitu Bendung Gerak Babat, Bendung Gerak Bojonegoro dan Bendung Gerak Sembayat. Bendung Gerak Karangnongko akan berfungsi untuk pasokan air irigasi dan air baku di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo sebelah hilir yang cukup luas. Bendung Gerak Karangnongko bermanfaat untuk daerah irigasi Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha dan daerah irigasi Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 158.000 Ha. Selain itu, nantinya juga bermanfaat untuk air baku sebesar 1.155 liter/detik untuk 4 (empat) kabupaten yaitu Kab. Bojonegoro, Blora, Tuban, dan Ngawi.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan lingkup kerja BBWSBS tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA. “Berdasarkan hasil pembahasan desain Bendungan Karangnongko dengan Balai Teknik Bendungan pada 20 Mei 2021, diputuskan untuk lokasi as bendung dipindahkan dari instream ke offstream. Hal ini dilakukan atas pertimbangan pemilihan as bendung gerak di offstream yakni pertama tidak membutuhkan saluran pengelak sungai, kedua efisiensi waktu pelaksanaan dan yang terakhir tidak membutuhkan jembatan penghubung antar desa,” katanya.

Agus berharap setelah pembangunan Bendung Gerak Karangnongko selesai , nantinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Semoga setelah pembangunan ini setelah dapat berjalan lancar sesuai target,” katanya.
Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastrutur SDA Bengawan Solo, Ali Rahmat, ST, MT mengatakan nantinya rencana pembangunan Bendung Gerak Karangnongko akan diintegrasikan dengan Solo Valley Werken. Solo Valley Werken merupakan program pembangunan pengendalian banjir dan pembuatan jaringan irigasi peninggalan Pemerintah Hindia Belanda zaman dulu.
“Manfaat desain Solo Valley Werken yang pertama dapat menjadi longstorage untuk pengendali banjir yang secara berulang terjadi, serta tampungan air untuk irigasi dan air baku di Kabupaten Bojonegoro, Lamongan dan Gresik, kedua dapat diintegrasikan dengan sarana transportasi darat apabila dibangun jalan tol di sisi kiri dan kanan saluran, dan yang terakhir dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena menghubungkan Wilayah Pengembangan Strategis [WPS] Gerbang Kertasusila dengan kawasan perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah,” ujarnya.

Bupati Kabupaten Blora, Arief Rohman mengatakan Pemerintah terus mendorong sinergitas percepatan pembangunan dibidang infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan. “Melalui sinergitas yang dibangun dari pihak-pihak yang berkepentingan dapat memberikan percepatan pembangunan,” katanya. (BBWSBS/Tamara)

Sinergitas Wujudkan Keterpaduan SDA di Klaten

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) berkoordinasi dengan Bupati Klaten, Sri Mulyani dan Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah (Jateng), Sinung N. Rachmadi di Kantor Bupati Klaten, Rabu (19/05/2021).

Rapat koordinasi (Rakor) kali ini bertujuan untuk berdiskusi tentang proyek infrastruktur sumber daya air (SDA) strategis di wilayah Klaten, yang dilaksanakan dengan tetap menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Koordinasi ini membahas mengenai permasalahan di bidang SDA yang ada di Klaten, salah satunya revitalisasi Rowo Jombor, sehingga perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dalam penangannya. Selain itu, Klaten juga termasuk lumbung pangan Nasional yang memerlukan sistem irigasi yang memadai guna menunjang produktivitas petani, yang diwujudkan melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI).

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan bahwa lingkup kerja BBWSBS tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA.

“Proyek revitalisasi Rawa Jombor seluas sekitar 198 hektare itu akan dilakukan secara menyeluruh. Beberapa pekerjaan dalam proyek revitalisasi itu meliputi pengerukan sedimentasi, menghilangkan populasi enceng gondok, penataan bangunan fisik, penataan warung apung, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Agus berharap setelah dilakukan revitalisasi Rawa Jombor akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Semoga revitalisasi ini dapat berjalan lancar sesuai target. Sehingga lahan di kawasan setempat yang tadinya hanya mengharap air hujan, kedepannya dapat diairi dan menjadi lebih produktif,” katanya.

Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan Rawa Jombor selain berfungsi sebagai sarana irigasi lahan pertanian di tiga kecamatan, keberadaan Rawa Jombor juga menunjang pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Keberadaan warung-warung apung di kompleks Rawa Jombor menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. “Kawasan Rawa Jombor di Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, menjadi salah satu magnet wisatawan saat liburan. Selain warung apung, perahu wisata menjadi salah satu daya tarik baru di Rawa Jombor setahun terakhir,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)

Halalbihalal Secara Virtual Tidak Memutus Tali Silaturahmi

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyelenggarakan halalbihalal secara virtual, Senin (17/05/2021). Meski terhalang jarak serta ruang namun silaturahmi masih tetap terjalin. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh keluarga besar BBWS Bengawan Solo baik yang berada di wilayah Jawa Tengah (Jateng) maupun Jawa Timur (Jatim).

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir.Agus Rudyanto, M.Tech menyampaikan bagi seluruh keluarga besar BBWS Bengawan Solo diberikan kesempatan halalbihalal lewat dunia maya atau media sosial Internet. “Sekarang kan ada teknologi. Bisa lewat zoom meeting. Kita memanfaatkan teknologi yang ada,” kata Agus.

Agus menambahkan Idulfitri 1442 Hijriah yang dirayakan bersamaan dengan peringatan Kenaikan Isa Almasih adalah momen langka serta berkah bagi Indonesia.

“Idulfitri tahun ini berdampingan dengan peringatan Kenaikan Isa Almasih. Tahun ini dua hari besar keagamaan dirayakan dengan hari yang sama. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia bisa berdampingan dalam beribadah, dan dapat mengimplementasikan toleransi dan kebhinekaan. Hal itu menunjukkan kepada kita semua, rasa-rasanya di antara kita harus saling menghormati, saling menghargai,” kata dia.

Walaupun diadakan secara virtual, tapi komunikasi antar staff masih terjaga. Kepala BBWS Bengawan Solo selalu mewanti – wanti seluruh staff untuk tetap menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19 agar tak ada gelombang lonjakan. Ajuran tidak berkerumun dibuat demi kebaikan di masa pandemi Covid-19.

Saat halalbihalal berlangsung, seluruh staff BBWS Bengawan Solo mewakili ditiap bidang untuk mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri kepada sesama staff BBWS Bengawan Solo.(BBWSBS/Tamara)

Sambut Lebaran secara Virtual sebagai Wujud Kemenangan Sejati

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan pertemuan secara teleconference menjelang Hari Raya Idul Fitri yang diikuti oleh seluruh keluarga besar BBWSBS, di Kantor BBWSBS, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (11/05/2021). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka penyampaian arahan dari Kepala BBWSBS sekaligus mempererat tali silaturahmi melalui Halal Bihalal virtual dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Momentum lebaran tahun ini, untuk kedua kalinya masyarakat diimbau untuk tidak melaksanakan tradisi budaya yang erat kaitannya dengan dari perayaan Idul Fitri di Indonesia, yakni mudik. Meski terasa berbeda, namun yang terpenting keinginan untuk bersilaturahmi tetap terjalin meskipun secara fisik tidak bertemu.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menyampaikan rasa syukur karena rangkaian ibadah puasa di Bulan Suci Ramadan tetap berjalan dengan baik meski situasi seperti tahun sebelumnya, yakni di tengah pandemi Covid-19. Dalam acara tersebut juga dimanfaatkan untuk saling bermaaf-maafan melalui perwakilan Kepala Balai, Kepala Bidang dan Kepala SNVT di lingkungan BWBSBS.

“Sesuai arahan dari pusat, saya kembali mengingatkan agar rekan-rekan semua tidak mudik pada tahun 2021 ini, supaya situasi tetap kondusif, terjaga, dan aman. Momentum bertemu dengan rekan-rekan seperti ini juga tentunya sangat langka, karena kita harus gigih bekerja untuk mengelola Sungai Bengawan Solo di lapangan. Oleh karena itu, selamat berlebaran bersama keluarga di rumah, dan atas nama keluarga besar BBWSBS, kami mengucapkan selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin,” sambungnya. (BBWSBS/Ferri)

BBWS Bengawan Solo Menindaklanjuti Kunjungan Presiden Untuk Revitalisasi PPN Brondong

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong Kabupaten Lamongan, Jumat (07/05/2021). Kegiatan BBWSBS tersebut sehubungan dengan menindaklanjuti kunjungan presiden untuk revitalisasi PPN Brondong yang dalam perjalanannya telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja bersama rombongan terbatas, Kamis (06/05/2021) ke PPN Brondong untuk meninjau sarana dan prasarana fasilitas perikanan . Kemudian perintah Presiden Jokowi kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat kunjungan tersebut langsung ditindak lanjuti oleh Balai Bengawan Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Kunjungan BBWS Bengawan Solo yang dipimpin Kepala BBWSBS, Dr. Ir.Agus Rudyanto, M.Tech didampingi Kepala Bidang (PJSA) Bengawan Solo, Ir. Isgiyanto, MT, Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur (KPI) SDA, Ali Rahmat, ST, MT, dan Kepala SNVT PJSA Bengawan Solo, R. Panji Satrio, ST, MT, MDM ke PPN Brondong sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA yang didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lamongan, dan Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Kabupaten Lamongan.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Agus Rudyanto menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti permohonan Pemkab Lamongan sebagaimana perintah Menteri PUPR. “Maksud kegiatan ini untuk mensingkronkan apa saja yang akan BBWSBS kerjakan, selanjutnya BBWSBS melakukan kunjungan ke lapangan untuk kemudian dilakukan desain dan penghitungan RAB,” paparnya.

Selanjutnya, rombongan BBWS Bengawan Solo melakukan kunjungan ke lapangan untuk melihat apa yang menjadi masalah di lokasi PPN Brondong. Ali Rahmat menuturkan rencana kegiatan yang akan dilakukan nantinya selepas kunjungan ke PPN Brondong. Untuk kemudian dicari tahu pengembangan ke depan terkait apa saja yang akan dikerjakan BBWSBS. “Nantinya akan dilakukan kegiatan pengerukan, pembuatan break water, kemudian normalisasi kali asinan yang akan dikerjakan di tahun ini,” paparnya.

Sebagai informasi, Pusat Pemasaran dan Distribusi Ikan (PPDI) Brondong yang berlokasi di PPN Brondong menjadi tempat bongkar muat dan fasilitas penunjang perdagangan perikanan bagi nelayan dan industri perikanan setempat.

Kabupaten Lamongan sendiri memiliki potensi perikanan yang cukup besar. Pada tahun 2020 lalu misalnya, sektor perikanan budidaya setempat mampu menghasilkan sebesar 59.728,16 ton. Sementara dari sektor perikanan tangkap, pada tahun 2020 lalu kabupaten tersebut mencatatkan produksi sebesar 76.692,96 ton.(BBWSBS/Safira Dita)

Sosialisasi Pekerjaan Pembangunan Embung Kandang Menjangan di Sukoharjo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BWBSBS) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pekerjaan Pembangunan Embung Kandang Menjangan di kompleks Mako Grup 2 Kopassus, di Kartasura, Sukoharjo, pada Jumat (07/05/2021). Kegiatan tersebut tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kegiatan sosialisasi memegang peranan cukup penting dalam kelancaran pekerjaan, untuk itu sosialisasi perlu dilaksanakan secara menerus mengikuti tahapan, mulai dari tahap pra konstruksi yang dilaksanakan oleh pimpinan proyek dibantu konsultan dengan kegiatan antara lain berupa penjelasan dan diskusi dengan instansi-instansi yang terkait, tokoh-tokoh maupun masyarakat langsung.

Sampai dengan sosialisasi pada tahap konstruksi, yakni kegiatan yang dilaksanakan bersama oleh konsultan kontraktor dan tim proyek. Pada tahapan ini lebih terfokus pada kelancaran, meliputi pelaksanaan di lapangan, serta koordinasi dengan instansi yang terkait langsung di lapangan, koordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat sehubungan dengan jadwal dan juga metode pelaksanaan.

Kepala SNVT Pembangunan Bendungan Bengawan Solo, Dony Faturichman S., S.T., M.T., menyampaikan bahwa kawasan Embung Kandang Menjangan nantinya dapat juga digunakan untuk latihan prajurit Kopassus maupun kegiatan rekreasional dan wisata.

“Kami juga menerima masukan-masukan sepanjang masih masuk dengan kuantitas yang ada, agar selaras nantinya. Selain itu fasilitas-fasilitas penunjang yang ada dapat disesuaikan. Kami juga berpesan kepada pihak penyedia jasa konstruksi agar dalam pengerjaan nantinya dapat berjalan dengan baik, dan tetap menjaga kondusifitas, keamanan, maupun kenyamanan lingkungan sekitar, utamanya wilayah Kandang Menjangan ini,” pesannya.

Kegiatan sosialisasi tersebut juga akan dilakukan pada setiap tahapan-tahapan pekerjaan, baik tahapan pengukuran ke lokasi, pengadaan stock yard yang memungkinkan akan memakai lahan warga sebagai tempat penampungan material sementara selama berlangsungnya pekerjaan konstruksi, serta akses mobilitas sekaligus penggunaan alat-alat berat ke lokasi pekerjaan.

Sebagai informasi, proyek Pembangunan Embung Kandang Menjangan di Sukoharjo dilaksanakan oleh BBWSBS dengan penyedia jasa PT. Dwi Ponggo Seto dan konsultan supervisi PT. Retracindo Konsultan Indonesia KSO CV Monumental, dengan nilai kontrak Rp12.452.042.002. (BBWSBS/Ferri)

Monitoring Proyek Pembangunan Bendungan Gongseng di Bojonegoro

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan monitoring proyek pembangunan Bendungan di Bojonegoro, Rabu (05/05/2021). Monitoring tersebut dilakukan di lokasi pembangunan Bendungan Gongseng yang berada di wilayah kerja BBWS Bengawan Solo.

Kegiatan monitoring di Bendungan Gongseng dipimpin Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech Kepala Bidang Operasi (OP) dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA), Sri Wahyu Kusumastuti, ST. M.Si, Kepala Satuan Kerja (Satker) OP SDA, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA., dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan SDA IV, Antonius Suryono, SH, MMT.

Disebutkan oleh Agus Rudyanto bahwa kegiatan monitoring Bendungan Gongseng diadakan dalam rangka pengecekan lapangan. “Kegiatan lapangan kunjungan kerja di Wilayah Jawa Timur di Bendungan Gongseng dengan harapan pembangunan Bendungan Gongseng dapat berjalan efektif, tentunya dengan kerjasama dari berbagai pihak terkait.,” paparnya.

Dari kunjungan tersebut diketahui rincian laporan mingguan. Adapun progress proyek pembangunan Bendungan Gongseng terhadap keseluruhan mencapai 88,55%. Sebagai informasi, Bendungan Gongseng, berada di Desa Kedungsari Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro yang dibangun pada tahun 2014. Tipe Bendungan berupa urugan batu dengan inti.

Bendungan yang dibangun dengan tinggi total 34 meter tersebut akan menyediakan air baku sebesar 300 liter/detik. Selain itu, juga akan meningkatkan intensitas tanam sebesar 250%. Tidak hanya sebagai pengendali banjir, yang dapat mereduksi hingga 133,21 m3/ detik, bendungan tersebut dapat mendukung pengembangan di sektor pariwisata.

Pembangunan Bendungan Gongseng sangat diperlukan dalam rangka pengembangan insfrastruktur irigasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan penyediaan air baku di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Selain itu, Bendungan Gongseng memiliki beberapa manfaat lain dalam rangka pengelolaan SDA berkelanjutan dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (BBWS/Fira)

Monitoring Proyek Rehabilitasi Bendungan Pacal di Bojonegoro

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melaksanakan kegiatan monitoring di Bendungan Pacal di Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (05/05/2021).. Kegiatan monitoring Bendungan Pacal tersebut terkait dengan kegiatan safari lapangan di wilayah Bojonegoro.

Kunjungan kerja tersebut dipimpin oleh Kepala BBWSBS,, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech Kepala Bidang Operasi (OP) dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA), Sri Wahyu Kusumastuti, ST. M.Si, Kepala Satuan Kerja (Satker) OP SDA, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA., dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan SDA IV, Antonius Suryono, SH, MMT.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menyampaikan paparan kegiatan serta motivasi kepada pekerja terhadap rehabilitasi di Bendungan Pacal. “Bendungan Pacal usianya sudah tua dan sudah dimanfaatkan sejak tahun 1933, sehingga sudah saatnya mendapatkan perhatian khusus. Masalah geologi menjadi hal yang perlu diperhartikan dalam pekerjaan rehabilitasi Bendungan Pacal. Semoga hasil pekerjaan memenuhi kualitas, kuantitas, dan sesuai dengan spesifikasinya. Namun, yang paling penting adalah fungsi infrastruktur yang ada dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat sekitar,” paparnya.

Dari kunjungan tersebut diketahui rincian kegiatan realisasi pekerjaan Bendungan Pacal sampai dengan 30 April 2021 mencapai 6,50%. Sedangkan rencana pekerjaan hingga 30 Mei 2021 memiliki target sebesar 13,285%.

Sebagai informasi, Bendungan Pacal yang terletak di Kecamatan Temayang tersebut memiliki tipe urugan batu dengan membran beton di udik. Tinggi maksimal bendungan yakni 35 meter dan lebar puncak 7 meter. Bendungan Pacal menjadi sumber air bagi daerah irigasi (DI) Pacal dengan luasan baku sawah 16.688 Ha. (Fira/BBWSBS).