/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Koordinasi BBWS Bengawan Solo Terkait Pengembangan Infrastruktur SDA di Bojonegoro

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., didampingi Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo, Ali Rahmat, ST, MT dan Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Ir. Isgiyanto, MT melakukan koordinasi dengan Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (08/06/2020). Kegiatan koordinasi tersebut sebelumnya telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dalam kunjungan kali ini, Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Mu’awanah dan Kepala BBWS Bengawan Solo turut membahas progress pengembangan infrastruktur SDA di kawasan hilir. Beberapa progress kegiatan tersebut terkait rencana impounding dan peresmian Bendungan Gongseng. Sebagai informasi, Bendungan Gongseng berada di Desa Kedungsari Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro yang dibangun pada tahun 2014. Tipe bendungan tersebut berupa urugan dengan inti batu .

Pembangunan Bendungan Gongseng sangat diperlukan dalam rangka pengembangan insfrastruktur irigasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan penyediaan air baku di wilayah Kabupaten Bojonegoro dalam rangka pengelolaan SDA berkelanjutan dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, koordinasi BBWS Bengawan Solo dengan Bupati Bojonegoro juga terkait dengan rencana pembangunan Bendungan Pejok dan Bendung Gerak Karangnongko. Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan Solo sebagai kesatuan dengan tiga bendung gerak yang sudah ada yaitu Bendung Gerak Babat, Bendung Gerak Bojonegoro dan Bendung Gerak Sembayat. Bendung Gerak Karangnongko akan berfungsi untuk pasokan air irigasi dan air baku di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo sebelah hilir yang cukup luas.

Agus Rudyanto menyebut jika pengembangan SDA oleh BBWS Bengawan Solo di Bojonegoro telah mendapat dukungan penuh oleh Pemerintah setempat. “Prinsipnya Pemkab mendukung upaya percepatan untuk semua kegiatan strategis BBWS Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro“ paparnya. (BBWSBS/Fira)

Bendung Gerak Karangnongko Didorong Menjadi PSN

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menghadiri Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Pengusulan Bendung Gerak Karangnongko sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN)di Kantor Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (09/04/2021). Acara rapat koordinasi tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Rakor ini dibahas latar belakang pelaksanaan Pengusulan Bendung Gerak Karangnongko sebagai Proyek Strategis Nasional menurut Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 79 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan, terutama terkait penyediaan air baku dan irigasi, serta pengendalian banjir.

Bupati Bojonegoro DR. Hj. Anna Mu’awanah menyampaikan kami berterima kasih bahwa Bendung Karangnongko bagian dari PSN, kami sudah melakukan komunikasi dengan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP). Dan tentunya KPPIP akan melakukan kunjungan kelapangan, melihat data peta terhadap potensi Bendung Gerak Karangnongko.

“Di Kabupaten Bojonegoro ini masuk wilayah hilir sehingga kalau ada air banyak dari atas hilir yang terdampak luapan, sedangkan kalau air kurang kita juga kekurangan. Kami berharap KPPIP mendorong untuk Bendung Gerak Karangnongko ini menjadi bagian dari Program Strategis Nasional,” tambahnya.

H. Adi Rusman, ST, MT selaku Kasubdit Wilayah II Direktorat Bendungan dan Danau, Ditjen Sumber Daya Air menyampaikan bahwa awal mula Bendung Gerak Karangnongko masuk dalam Direktorat Irigasi dan Rawa, tetapi karena volume tampungan dan manfaatnya juga besar memenuhi ktiteria bendungan dan masuk dalam Direktorat Bendungan dan Danau. Saat ini sedang berproses untuk sertifikasi keamanan bendungannya.

“Kami harapakan dengan adanya perencanaan dari awal dan kerjasama serta dukungan Pemerintah Daerah serta masyarakat dapat memperlancar pembangunan Bendung Gerak Karangnongko,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastrutur SDA Bengawan Solo Ali Rahmat, ST, MT menjelaskan bahwa Bendung Gerak Karangnongko ini merupakan Program Prioritas Nasional yang sebenarnya sudah setingkat PSN dan ini sudah masuk dalam Pola dan RPSDA Bengawan solo. Pada tahun 2009 sudah dilakukan basic desain, tahun 2011 memperoleh ijin AMDAL dan direview kembali tahun 2014, tahun 2015 telah dilakukan uji LARAP dan tahun 2020 dilakukan review terhadap studi tersebut.

“Tubuh bendung ini nantinya berada di kawasan hutan, jadi butuh ijin pinjam pakai, dan kami sudah persiapkan domumen perencanaanya. Semoga diawal tahun 2022 sudah bisa kontruksi dengan rencana penyelesaian pada tahun 2024,” jelasnya.

Nantinya Bendung Gerak Karangnongko akan dibangun di Sungai Bengawan Solo yang juga menjadi perbatasan Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dan Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah dengan tipe concrete gravity, dengan daerah tangkapan seluas 10,03 Km2 serta berdaya tampung efektif sebesar 59,1 juta m3. Bendung Gerak Karangnongko diharapkan mampu memberikan pasokan Daerah Irigasi (DI) Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 5.203 Ha dan D.I. Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha(BBWSBS/kharis).

Uji Model Fisik Hidraulika Bendung Gerak Karangnongko

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) bersama Balai Teknik Bendungan melaksanakan Diskusi Teknis Pembahasan Uji Model Fisik Hidraulik Bendung Gerak Karangnongko secara virtual, Selasa (09/03/2020.

“Model Test Saluran Pengelak Bendung Gerak Karangnongko telah melalui berbagai tahapan pengujian yaitu Running Test, Original Design dan Development Test” Jelas Ali Rahmat ST, MT selaku Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur (KPI) Sumber Daya Air (SDA).

Pada kesempatan kali ini Ir. Suwanto Marsudi, MS selaku Kepala Laboraturium Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya berkesempatan melakukan presentasi Uji Model Test Pola Operasi Pintu Bendung Gerak Karangnongko secara virtual yang terdiri dari Operasi Pintu dengan Q20, Q50, Q1000 dan QPMF. Dari hasil pengujian laboraturium pada Q20 tidak direkomendasikan pintu dioperasikan secara seri bersama untuk 3 buah pintu, sebagai contoh untuk pintu 4,5,6. Karena secara hidrolik dari hasil pengujian model test terjadi sirkulasi aliran melingkar di peredam energi ke arah kiri dan kanan membentur dinding sayap peredam energi.

Rencananya, Bendung Gerak Karangnongko akan dibangun di Sungai Bengawan Solo yang juga menjadi perbatasan Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dan Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah dengan tipe concrete gravity, dengan daerah tangkapan seluas 10,03 Km2 serta berdaya tampung efektif sebesar 59,1 juta m3. Bendung Gerak Karangnongko diharapkan mampu memberikan pasokan Daerah Irigasi (DI) Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 5.203 Ha dan D.I. Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha (bbwsbs/sita).

Pemantapan Penataan Kawasan Bendung Gerak Karangnongko

Pembangunan infrsatruktur di suatu wilayah dapat meningkatkan dan menggerakan sektor lain sebagai upaya pembangunan dan perkembangan di wilayah tersebut, seperti Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko yang direncanakan akan di bangun di Sungai Bengawan Solo tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur yakni sisi kiri berada di Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah dan sisi kanan berada di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Sebagai upaya percepatan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Ir. Isgiyanto, MT berkoordinasi bersama Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, ST MM, dan Tim Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Gadjah Mada (UGM) serta Jajaran Pemerintah Kabupaten Blora membahas terkait Progres Pekerjaan Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jum’at (04/03/2020).

“Dalam proses pembangunan Bendung Gerak Karangnongko BBWS Bengawan Solo telah melaksanakan beberapa kegiatan yaitu Review Detail Desain Bendung Gerak Karangnongko, Larap dari Area Genangan, dan Larap Irigasi. ” Pesan Ir. Isgiyanto, MT dalam paparannya.

Bendung Gerak Karangnongko direncanakan dibangun dengan tipe concrete gravity, dengan daerah tangkapan seluas 10,03 Km2 serta berdaya tampung efektif sebesar 59,1 juta m3. Di masa mendatang diharapkan mampu memberikan pasokan Daerah Irigasi (DI) Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 5.203 Ha dan D.I. Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha. Kebutuhan air baku Kabupaten Bojonegoro 280 lt/dt, Kabupaten Blora 100 lt/dt, Kabupaten Tuban 275 lt/dt dan Kabupaten Ngawi 500 lt/dt serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

Tri Yuli Setyowato, ST MM dalam kesempatan itu menyampaikan ajakan agar bersama bergerak membentuk Satgas bersama Lintas Instansi agar pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berjalan dengan lancar sehingga dapat menjadi kawasan ekonomi kreatif bagi masyarakat Blora dan sekitarnya.

“Kami berharap agar proses pembangunan Bendung Gerak Karangnongko dapat melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan kawasan hutan, sehingga kawasan Hutan di sekitar Bendung Gerak Karangnongko tetap terjaga kelestariannya” Ungkap Dr. Wahyu Wardhana, S.Hut, M.Sc selaku Koordinator Perencanaan KHDTK.

Pertemuan kali ini membahas terkait beberapa mekanisme dalam proses pembangunan Bendung Gerak Karangnongko seperti pembebasan lahan, relokasi masyarakat, pembahasan teknis sekaligus opsi solusi yang akan dilakukan yang menyesuaikan budaya masyarakat yang ada disekitarnya. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo akan senantiasa bekerjasama dengan berbagai Instansi dalam pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. (bbwsbs/sita).

Uji Model Test Bendung Gerak Karangnongko dan Bendung Klepek

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) bekerja sama dengan Laboratorium Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya (UB) melaksanakan Model Tes Bendung Gerak Karangnongko dan Bendung Klepek, Kamis (21/01/2020).

“Penelitian Model Tes dilakukan untuk mengetahui kondisi morfologi sungai dan mengetahui secara pasti aliran hidrolika. Running Bendung Gerak untuk mengetahui pola bukaan pintu yang berhubungan dengan Tinggi Muka Air (TMA)” jelas Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech.

Ir. Suwanto Marsudi, MS selaku Kepala Laboraturium Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya menyampaikan bahwa hari ini dilakukan Running Bendung Gerak Karangnongko dengan Q2 th dengan debit 1564 m3 per detik, Q20 th dengan debit 2260 m3 per detik, Q50 th debit 3992 m3 per detik, Q100 th dengan debit 4324 m3 per detik dan Q1000 th dengan debit 5584 m3 per detik.

Nantinya, Bendung Gerak Karangnongko akan dibangun di Sungai Bengawan Solo tepatnya diperbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur. Sisi Kiri berada di Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora dan sisi Kanan berada di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro dengan tipe concrete gravity, dengan daerah tangkapan seluas 10,03 Km2 serta berdaya tampung efektif sebesar 59,1 juta m3. Bendung Gerak Karangnongko diharapkan mampu memberikan pasokan Daerah Irigasi (DI) Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 5.203 Ha dan D.I. Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha. Kebutuhan air baku Kabupaten Bojonegoro 280 lt/dt, Kabupaten Blora 100 lt/dt, Kabupaten Tuban 275 lt/dt dan Kabupaten Ngawi 500 lt/dt.

Hari ini juga dilaksanakan Tes Model Bendung Klepek yang direncanakan akan dibangun di Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dengan model bangunan yang memiliki dua intake yakni intake kiri yang mengairi sawah seluas 2.500 ha dan intake kanan yang mengairi lahan sawah seluas 14.188 ha.

Kedua infrastruktur tersebut sangat dinantikan oleh warga masyarakat disekitar. Semoga segala pembangunan yang direncanakan dapat berjalan dengan baik (bbwsbs/sita).

Komisi D DPRD Kab Bojonegoro Koordinasi Dengan BBWS Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menerima Kunjungan Kerja Komisi D (Pembangunan) DPRD Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur di Ruang Sidang Bengawan Solo, Kamis (19/12/2019).

Rapat di hadiri oleh Ketua, Anggota, dan sekretariat Komisi D (Pembangunan) DPRD Kabupaten Bojonegoro, serta Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.
Kunjungan Kerja Komisi D (Pembangunan) DPRD Kabupaten Bojonegoro dalam rangka mencari masukan dan menambah referensi dalam pengambilan kebijakan terkait dengan pembangunan di Kabupaten Bojonegoro.

“Serta kami ingin mengetahui kegiatan fisik yang akan dilakukan BBWS Bengawan Solo pada tahun 2020 yang masuk Kabupaten Bojonegoro,” Jelas Abdulloh Umar selaku Ketua Komisi D (Pembangunan) DPRD Kabupaten Bojonegoro.

Kepala Bagian Tata Usaha BBWS Bengawan Solo Bambang, SE, ST menjelaskan tentang skema pengelolaan Sungai Bengawan Solo, skema pengendalian banjir Solo Valley Werken, serta rencana pembangunan Bendung Gerak Karangnongko di Kabupaten Bojonegoro.

Dalam pertemuan ini juga dibahas tentang rencana normalisasi Bendungan Pacal, Progres pekerjaan Bendungan Gongseng, dan Groundsill Bojonegoro.
Abudulloh Umar berharap program-program yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 untuk Kabupaten Bojonegoro dapat menjadi prioritas (bbwsbs/charis).

Bendung Gerak Karangnongko Dari Sisi Blora

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo bersama Pejabat Esselon melakukan diskusi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Blora, Senin (03/07/2019).

Diskusi kali ini membahas tentang Rencana Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko yang terletak di 15 km hilir pertemuan Sungai Bengawan Solo dengan Sungai Madiun. Bendung Gerak Karangnongko berada di Sebelah kanan Desa Ngelo Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro dan Sebelah kiri Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora.

Sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai instansi seperti kelurahan, kecamatan, kabupaten, dinas pertanian dan masyarakat umum yang nantinya akan memanfaatkan Bendung Gerak Karangnongko.

Dalam diskusi kali ini dibahas tentang pembebasan lahan, sosialisasi dengan masyaraakat, alih fungsi lahan dan lain-lain. Bendung Gerak Karangnongko bermanfaat untuk PDAM Blora 2,15 juta m3 (BBWSBS/sita).

Bendung Gerak Karangnongko Mulai Bergeliat

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo bersama Pejabat Esselon melakukan koordinasi dan diskusi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Senin (01/07/2019).

Diskusi kali ini membahas tentang Rencana Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko yang terletak di 15 km hilir pertemuan Sungai Bengawan Solo dengan Sungai Madiun. Bendung Gerak Karangnongko berada di Sebelah kanan Desa Ngelo Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro dan Sebelah kiri Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora.

Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir sungai bengawan solo sebagai kesatuan dengan tiga bendung gerak yang sudah ada yaitu bendung gerak babat, bendung gerak bojonegoro dan bendung gerak sembayat. Disamping itu, bendung gerak karangnongko juga berfungsi untuk pasokan air irigasi dan air baku di DAS Bengawan Solo sebelah hilir yang cukup luas.

Di masa mendatang Bendung Gerak Karangnongko bermanfaat untuk daerah irigasi Karangnongko kiri seluas 1.747 ha yaitu 2,85 m3/det dan daerah irigasi Karangnongko kanan seluas 5.203 ha yaitu 7,91 m3/det. Bendung Gerak Karangnongko juga bermanfaat untuk PDAM Bojonegoro 8,835 juta m3 atau 280 l/det, PDAM Blora 2,15 juta m3 atau 68 l/det, PDAM Tuban 8,68 juta m3 atau 275 l/det, Air baku untuk Ngawi 500 l/det dan Air baku untuk industry sebesar 1000 l/det selama 6 bulan musim hujan(BBWSBS/Sita)