/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Kepala BBWS Bengawan Solo Tinjau Bendungan Pidekso

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Maryadi Utama, ST. M.Si.., melakukan kunjungan lapangan di Bendungan Pidekso, Kabupaten Wonogiri, pada Jumat (03/06/2022).

Dalam kunjungan lapangan tersebut Kepala BBWS Bengawan Solo didampingi oleh PPK Bendungan III beserta rombongan di lingkungan BBWS Bengawan Solo dengan tetap menerapkan prokes pencegahan Covid-19.

Bendungan Pidekso yang berada di hulu Wilayah Sungai Bengawan Solo ini memiliki manfaat untuk penyediaan air baku sebesar 300 liter/detik di wilayah Kabupaten Wonogiri. Bendungan ini sangat diperlukan sebagai pengendali banjir dan sebagai lahan konservasi serta pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Bendungan dengan tipe urugan random inti tegak ini memiliki saluran pelimpah (spillway) di sandaran kiri bendungan. Bagian spillway dibagi menjadi 4 zone, yakni zone inlet, zona transisi, zona chuteway, dan zona saluran pembawa. Adapun tinggi bendungan utama dari bendungan ini 44 meter, lebar puncak 10 meter, dan panjang puncak total 383 meter.

Diketahui, proyek Bendungan Pidekso dilaksanakan mulai tahun 2014 dan diresmikan pada 28 Desember 2021 dengan biaya sebesar 794 M dengan sumber dana APBN. Saat ini, Bendungan tersebut telah mencapai progres keseluruhan yakni 95%.

Sementara itu, kunjungan Kepala BBWS Bengawan Solo ini sebagai langkah awal dalam melakukan koordinasi dan ingin mendengar laporan terkait Bendungan Pidekso.
“Saya ingin mendengar laporan langsung terkait proyek infrastruktur Bendungan Pidekso. Agar nantinya jika ada kendala di lapangan bisa segera dicarikan solusinya,” paparnya.(BBWSBS/Safira)

Wujudkan Wisata Air di Bendungan Pidekso

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo bersama dengan Solo Media Group mengadakan Focus Group Discussion (FGD) melalui Zoom Cloud Meetings pada Jumat, (19/02/2022).

Kegiatan FGD secara virtual yang bertajuk “Mewujudkan Ambisi Wisata Air di Waduk Pidekso”diselenggarakan dalam rangka mengembangkan Waduk atau yang biasa disebut Bendungan Pidekso sebagai destinasi wisata air unggulan di Kabupaten Wonogiri.

Berdasarkan tema “Mewujudkan Ambisi Wisata Air di Waduk Pidekso”, FGD tersebut bertujuan untuk menyampaikan usulan dan berbagi sudut pandang tentang bagaimana cara untuk mengelola wisata air di Bendungan Pidekso.

Narasumber lain yang turut hadir sebagai pembicara untuk memberikan materi dalam FGD virtual tersebut adalah Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Wonogiri, Heru Utomo, Vice President Tourism Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Solo, Mirza Ananda, dan Praktisi Pariwisata/Ketua Yayasan Pendidikan Widya Nusantara, Astrid Widayani, yang menyampaikan tentang tanggapan mereka terkait keberlangsungan wisata air di Bendungan Pidekso. Selaku moderator pada webinar adalah Pemimpin Redaksi Solopos Media Group, Rini Yustiningsih.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech dalam paparannya menyampaikan konsep desain pembangunan Bendungan Pidekso terkait detail bangunan yang meliputi Tugu Ireng, rumah ibadah dengan ciri khas rumah joglo, dan gapura yang membentuk keris dengan ornamen batik Wonogiri.

“Kesimpulannya BBWSBS berkewajiban mengamankan fungsi Sumber Daya Air (SDA) di Bendungan Pidekso. Nantinya untuk pemanfaatan wisata kami serahkan kepada Pemerintah Kabupaten Wonogiri dengan persyaratan-persyaratan hingga izin kepada Menteri,” paparnya.

Dipaparkan pula kondisi terkini di Bendungan Pidekso dimana sore hari banyak berdatangan warga yang ingin menikmati matahari tenggelam di Bendungan Pidekso dengan latar belakang Pegunungan Sewu.

Kepala BBWS Bengawan Solo turut menyebut rencana ke depan dalam membuat zona yang bagus di lingkungan Bendungan Pidekso agar nantinya masyarakat bisa menikmati fasilitas Bendungan Pidekso. (BBWSBS/Fira).

Dirjen SDA Tinjau Bendungan Pidekso yang Siap Diresmikan

Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir. Jarot Widyoko Sp-1 beserta Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan, Endra S. Atmawidjaja, ST, MSc, DEA meninjau proyek pembangunan Bendungan Pidekso di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri pada Kamis, (23/12/2021).

Dalam kunjungan tersebut, Dirjen SDA bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech beserta sejumlah pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Kunjungannya ke Bendungan Pidekso, dalam rangka mengecek kesiapan untuk peresmian Bendungan Pidekso yang direncanakan pada akhir Desember 2021.

Ir. Jarot Widyoko Sp-1 mengatakan jika Bendungan Pidekso yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang SDA yang saat ini telah mencapai progres yakni 92.99% melebihi rencana 82.93% pada Desember 2021. Dirjen SDA berharap agar proyek pembangunan Bendungan Pidekso bisa selesai dengan tepat waktu.

“Progres Bendungan Pidekso saat ini telah mencapai 92.99%. Diharapkan pembangunan Bendungan Pidekso bisa terlaksana sesuai dengan target dan tepat waktu pada akhir Desember 2021 dengan tetap berdasarkan manfaatnya sebagai pengendali banjir dengan memperhitungkan keamanan dan keselamatan di sekitar bendungan,” paparnya.

Sementara itu, pembangunan Bendungan Pidekso diketahui sebagai pengembangan infrastruktur penyediaan air irigasi yang dapat menyediakan air baku sebesar 300 liter/detik di wilayah Kabupaten Wonogiri. Selain irigasi, Bendungan Pidekso juga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Bendungan Pidekso merupakan bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta m3 yang direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas 1.500 ha. Air irigasi dari bendungan akan meningkatkan intensitas tanam dari 133 % ke 240% .

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., juga menjelaskan bahwa pekerjaan dalam pembangunan bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta m3 tersebut ditargetkan segera tuntas. Agus Rudyanto juga berpesan agar dalam pelaksanaan paket pekerjaan Bendungan Pidekso bisa dikerjakan sesuai dengan targetnya pada Desember 2021.

“Semoga pelaksanaan paket pekerjaaan Bendungan Pidekso bisa terlaksana sesuai dengan target dan tepat waktu,” paparnya. (BBWSBS/Safira)

Monitoring Progres Pekerjaan Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan Bendungan Pidekso di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri pada Selasa, (24/08/2021). Kegiatan monitoring tersebut sebelumnya telah memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech., beserta pejabat di lingkungan BBWSBS meninjau progres pekerjaan Bendungan Pidekso yang ditargetkan segera tuntas. Bendungan yang berada di hulu Sungai Bengawan Solo tersebut diketahui sebagai pengembangan infrastruktur penyediaan air irigasi yang dapat menyediakan air baku sebesar 300 liter/detik di wilayah Kabupaten Wonogiri. Selain irigasi, Bendungan Pidekso juga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Bendungan Pidekso yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang SDA
tersebut telah mencapai progres yakni 75,86 % pada 23 Agustus 2021 melebihi rencana 75,84% pada 23 Agustus 2021. Diketahui, Bendungan Pidekso merupakan bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta m3 yang direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas 1.500 ha. Air irigasi dari bendungan akan meningkatkan intensitas tanam dari 133 % ke 240% .

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., juga menjelaskan bahwa pekerjaan dalam pembangunan bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta m3 tersebut ditargetkan segera tuntas. Agus Rudyanto juga berpesan agar dalam pelaksanaan paket pekerjaan Bendungan
Pidekso bisa dikerjakan sesuai dengan targetnya pada Oktober 2021. “Semoga pelaksanaan paket pekerjaaan Bendungan Pidekso bisa terlaksana sesuai dengan target dan tepat waktu,” paparnya.(BBWSBS/Fira-MG Alfida).

Inspeksi KKB Pelaksanaan Konstruksi Bendungan Gongseng, Bendungan Bendo, dan Bendungan Pidekso di Wilayah BBWS Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mendampingi Tim Komisi Keamanan Bendungan (KKB) melakukan inspeksi di Wilayah BBWS Bengawan Solo. Kegiatan tersebut diadakan sehubungan dengan rencana 13 bendungan yang akan selesai pelaksanaan konstruksinya pada tahun 2021. Kegiatan inspeksi dilaksanakan pada 25-28 April di lokasi pembangunan Bendungan Gongseng, Bendungan Bendo, dan Bendungan Pidekso yang berada di wilayah kerja BBWS Bengawan Solo.

Kegiatan berlanjut dengan diskusi hasil inspeksi yang turut dihadiri Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. Disebutkan oleh Agus Rudyanto bahwa kegiatan Balai Keamanan Bendungan dan Balai Teknik Bendungan tersebut dalam rangka pengecekan lapangan. “Sejak tanggal 25 April kemarin, Balai Teknik Bendungan melakukan pengecekan lapangan dalam rangka persiapan pengisian air (impounding) untuk peresmian yang nantinya ada 3 bendungan tercepat dari 13 bendungan di Indonesia. Untuk bengawan Solo ada Bendungan Gongseng yang sesuai dengan urutan tercepat di Bojonegoro. Kemudian yang kedua di Bendungan Bendo, Ponorogo dan yang ketiga di Bendungan Pidekso, Wonogiri,” paparnya.

Sebagai informasi, Bendungan Gongseng, yang berada di Desa Papringan Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro dibangun pada tahun 2014. Bendungan Gongseng diperkirakan bisa menampung 22 juta meter kubik air dengan tinggi 34 meter dan bisa mengairi keperluan irigasi seluas 6.200 hektar. Sedangkan untuk air baku 300 liter per detik dan untuk potensi listrik sebesar 0,7 mega watt.

Sedangkan Bendungan Bendo merupakan bendungan yang dibangun dengan tinggi 71 meter yang akan membendung Sungai Keyang, yakni anak Sungai Bengawan Madiun yang juga merupakan anak Sungai Bengawan Solo. Bendungan Bendo juga dirancang mampu menampung air sebesar 43,11 juta m3, dan bermanfaat sebagai sumber air baku domestik serta industri berkapasitas 790 liter per detik dengan komposisi 418 liter per detik untuk Kabupaten Madiun dan 372 liter per detik bagi Kabupaten Ponorogo. Selain itu, bendungan ini akan mereduksi banjir di Ponorogo dari 1.300 m3 per detik menjadi 490 m3 per detik sekaligus menjadi pembangkit tenaga listrik sebesar 1,56 megawatt.

Bendungan Pidekso merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang sumber daya air untuk mewujudkan ketahanan air dan pangan nasional. Bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta meter kubik ini direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas 1.500 hektar. Air irigasi dari bendungan akan meningkatkan Intensitas tanam dari 133 persen (2000 ha) ke 240 persen (3600 ha). Bendungan Pidekso yang berada di hulu Sungai Bengawan Solo ini juga memiliki manfaat untuk penyediaan air baku sebesar 300 liter per detik di wilayah Kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, Kota Solo dan sekitarnya. Kemudian memiliki potensi listrik tenaga hidro sebesar 0,5 MW.

Lebih lanjut, Agus Rudyanto mengurai harapannya terkait kegiatan diskusi inspeksi yang telah dilaksanakan. Kepala BBWS Bengawan Solo itu menyebut jika kegiatan yang diselenggarakan berguna untuk mendeteksi dini dalam pengecekan masalah yang terjadi. “Hasil cek lapangan tidak ada masalah yang signifikan, mudah-mudahan sesuai dengan rencana pada Bulan yang sudah ditentukan yakni Juli, September, dan Oktober. Dengan melakukan pengecekan dari apa yang disampaikan nantinya kita akan kita lihat dan akan dimonitor semuanya. Jangan sampai setelah impounding tadi ada masalah. Jadi kalau ada masalah sebelum impounding bisa dilakukan deteksi dini dahulu,” paparnya. (BBWSBS/Fira)

TP4D Jateng Kawal Pelaksanaan Pekerjaan BBWS Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menerima kunjungan dari Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi Jawa tengah, Selasa-Rabu (12-13/11/2019).

Maksud dan tujuan dari kunjungan ini adalah memberikan penerangan hukum di lingkungan instansi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo. Terkait materi tentang perencanaan, pelelangan, pelaksanaan pekerjaan, pengawasan pelaksanaan pekerjaan.

Rombongan TP4D Jawa Tengah yang dipimpin oleh Lilik Setiyawan, SH, MH didampingi Pejabat Kesatkeran BBWS Bengawan Solo pada hari pertama melihat pekerjaan Pintu Air Demangan Baru Kota Surakarta, Bendung Temanten dan Bendungan Gondang di Kabupaten Karanganyar. Dilanjutkan pada hari kedua melihat pekerjaan Pengadaan Pipa Dredger dan Perlengkapan di Kabupaten Sukoharjo, Construction of Closure Dike and Overflow Dike (Package 2-1) IP-567, dan Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri.

“Tujuan kami datang kesini untuk mengawal pelaksanaan pekerjaan yang ada di BBWS Bengawan Solo , harapannya pekerjaan dapat selesai tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat mutu,” Jelas Lilik (BBWSBS/charis)

Pengelakan Sungai Pembangunan Bendungan Pidekso

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Dr. Ir. Hari Suprayogi, M.Eng secara simbolis melakukan Pengelakan Sungai Pembangunan Bendungan Pidekso di Desa Pidekso Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (11/07/2019). Setelah dielakan maka air sungai mengalir melalui saluran pengelak kemudian tubuh bendung dapat mulai dilaksanakan kegiatan konstruksinya di bekas aliran sungai yang lama.

Pembangunan Bendungan Pidekso sangat diperlukan dalam rangka pengembangan rangka pengembangan infrastruktur penyediaan air irigasi 1500 Ha untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan penyediaan air baku 300 liter/detik di wilayah Kabupaten Wonogiri, disamping memiliki beberapa manfaat lain yaitu menaikkan intensitas tanam dari 133% menjadi 240%, pengendalian banjir, konservasi, dan pariwisata dalam rangka pengelolaan SDA yang berkelanjutan dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hari Suprayogi menjelaskan untuk ketahanan air maka perlu dibangun tampungan-tampungan antara lain bendungan, yaitu untuk mendukung kedaulatan pangan. Bendungan Pidekso ini seutuhnya untuk Kabupaten Wonogiri, irigasi 1500 Ha, 300 liter/detik untuk air baku, dan fungsi lain untuk pariwisata dan tentunya untuk sektor perikanan.

“Bendungan Pidekso saat ini progres fisiknya baru mencapai 57%, dengan kita tutup sungai itu untuk menjamin bisa bekerja dimusim hujan mendatang, maka kita akan terus bekerja, dan harapanya diakhir tahun 2020 dapat terselesaikan,” Sambungnya.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan bendung pidekso adalah salah satu proyek strategis nasional. Capaian pembangunan bendungan pidekso ini tentu didalamnya ada energi dan peran dari banyak pihak, sudah terlihat tampilan infrastruktur yang sangat luar biasa, ini menunjukkan satu komitmen saat target awal selesai tahun 2021, pemerintah daerah berharap akhir tahun 2020 dapat selesai.

“Artinya ada visi besar, harapan besar, ada keinginan besar infrastruktur ini nanti akan merubah area pertanahan yang tandus menjadi area pertanahan teknis dengan irigasinya 1500 Ha, maka saya meyakini ini adalah langkah awal untuk mengurai persoalan kemiskinan di Kabupaten Wonogiri,” Tambahnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Pusat Bendungan Dr. Ir. Ni Made Sumiarsih M.Eng, Ketua DPRD Wonogiri Styo Sukarno, Kepala BBWS Bengawan Solo Ir. Charisal Akdian Manu, M.Si, serta tamu undangan yang lain(BBWSBS/charis).

Menteri PUPR Kunjungi Wosusokas dan Bendungan Pidekso

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan kunjungan kerja ke Wonogiri bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dan pejabat Esselon, Rabu (03/04/2019).

Kunjungan pertama adalah ke pembangunan intake dan jaringan pipa transmisi Wonogiri, Sukoharjo, Solo dan Karanganyar (Wosusokas) di Kabupaten Wonogiri yang diharapkan dapat meningkatkan cakupan kebutuhan air bersih di masyarakat.

Air bersih secara khusus dibahas dalam poin ke enam Sustainable Development Goals. Peran vital air dalam kehidupan sehari-hari tak sebatas untuk pemenuhan kebutuhan dasar saja, seperti minum dan mandi. Termasuk di dalamnya kebutuhan irigasi area pertanian, mengingat hal tersebut juga mendukung ketahanan air dan pangan.

“Dengan 1500 liter per detik merupakan potensi yang besar. Indonesia membutuhkan 60 M botol per tahun sehingga kita bisa menyediakan air yang besar untuk minum. Sekarang sedang kita programkan, semoga mulai tahun ini sudah mulai dibikin pipanya”. Ungkap Basuki.

Menteri Basuki juga berkesempatan mengunjungi Bendungan Pidekso di Desa Pidekso, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Menteri Basuki menjelaskan bahwa Bendungan Pidekso ini sudah tanda tangan kontrak sejak tahun 2016 tetapi terjadi kendala pembebasan lahan, dari 1600 bidang yang harus dibebaskan saat ini sudah 1300 bidang yang dibebaskan dengan ganti rugi.

“Di masa mendatang Bendungan Pidekso akan menyediakan air irigasi untuk lahan seluas 1500 ha dan air baku 200 liter per detik, mudahan-mudahan tahun 2020 nanti selesai” Tambah Basuki (BBWSBS/sita).

Turun Langsung ke Lapangan, Kabali Ajak Para Insinyur Muda

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal Akdian Manu mengadakan kunjungan lapangan guna meninjau progres pembangunan Bendungan Pidekso dan Bendungan Tukul, Senin (14/01/2019).

Turut serta dalam kunjungan kerja ini Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Bengawan Solo Heriantono Waluyadi, ST., MT, PPK Bendungan III Yoga Darmawan Diparindra, ST Kepala SNVT Pembangunan Bendungan BBWS Bengawan Solo Duki Malindo, ST, MCM dan PPK Perencanaan Bendungan Andi Arwik, ST, M.Sc . Kabalai turut mengajak insyinyur muda dari tiap bidang yang diharapkan dapat menjadi sumber daya manusia yang kreatif, inovatif dan adaptif dalam menjalankan proyek pekerjaan.

Bendungan Tukul yang berada di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur telah mencapai progress fisik sebesar 87,89% yang nantinya bermanfaat untuk irigasi seluas 6000 ha, air baku sebesa 300 lt/dt, konservasi DAS (Ground Water Recharge), Pembangkit Listrik Mikrohido sebesar 640 KW dan perikanan air tawar.

Bendungan Pidekso yang terletak di Desa Tukulrejo & Desa Pidekso Kecamatan Giriwoyo dan Desa Sendangsari Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah telah mencapai progress fisik sebesar 42,98% yang nantinya bermanfaat untuk pengendali banjir, irigasi seluas 1500 ha, meningkatkan intensitas tanam dari 133% menjadi 240% dan menyediakan air baku sebesar 200 lt/dt (BBWSBS/sita).