/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Hadirkan Beragam Manfaat, Pembangunan Bendungan Jlantah Dikebut

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menerima kunjungan kerja spesifik (kunfik) Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), di area proyek pekerjaan pembangunan Bendungan Jlantah, di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (15/09/2022).

Kunfik tersebut juga turut dihadiri oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA), Ir. Jarot Widyoko, Sp-1, dan Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (SAMPU) Bidang Hubungan Antar Lembaga, Ir. Asep Arofah Permana, M.M., M.T., dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Anggota Komisi V DPR RI, Drs. Hamid Noor Yasin, M.M., menyampaikan turut menyambut gembira atas dilaksanakannya Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Jlantah di Karanganyar. “Kami dari Komisi V DPR RI datang untuk memberikan apresiasi, saran, serta masukan, dengan harapan secara pemanfatannya dapat dirasakan untuk masyarakat sekitar. Kami juga selalu bersinergi dengan bupati, provinsi, dan pusat sehingga proses pembangunan bendungan ini dapat lancar tanpa terkendala,” ujarnya.

Ir. Jarot Widyoko, Sp-1, juga memohon dukungan dan doa dari semua pihak, agar tercipta sinergitas yang solid. “Kami akan bekerja keras serta mendorong dan memonitor secara ketat untuk pelaksanaannya, sehingga dapat tercapai target pembangunannya,” sambungnya.

“Kami yakin dengan dibangunnya Bendungan Jlantah akan mendatangkan manfaat yang besar utamanya kepentingan irigasi di areal persawahan guna meningkatkan ketahanan pangan. Sawah-sawah yang sebelumnya mengandalkan tadah hujan, nantinya dapat dijangkau saluran irigasi bendungan sehingga dapat panen tiga kali setahun, serta tidak bergantung pada musim,” terang Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, M.M.

Progres fisik pembangunan bendungan yang terletak di Desa Tlobo dan Desa Karangsari, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar tersebut saat ini telah mencapai 44,87%. Untuk manfaat yang dihasilkan antara lain irigasi seluas 1.494 Ha (D.I. Tlobo dan D.I. Bondukuh), menghasilkan air baku 150,00 lt/dt (Kec. Jatiyoso, Kec. Jatipuro, dan Kec. Jumapolo), menghasilkan energi listrik sebesar 625 KWh serta mereduksi banjir 70,34 m3/dt (51,26% Q50). (BBWSBS/Ferri)

Bersama Kelola Bendungan untuk Indonesia Maju

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), menghadiri acara Rapat Evaluasi Semester I DOISP Phase II Tahun 2022 dan Bimbingan Teknis Unit Pengelola Bendungan (UPB) dan Pelaksanaan Operasi Pemeliharaan (OP) Bendungan di Alila Hotel Solo, Rabu (20/07/2022). Acara tersebut berjalan dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

Pembangunan bendungan baru saat ini dibangun dengan berbagai fasilitas umum yang lengkap seperti gardu pandang, kantor pengelola, masjid, rumah pengelola dan lain lain. Untuk itu, tantangan bagaimana meng-OP-kan bendungan baru mapun lama, harus siap dihadapi.

Direktur Bina OP, Adenan Rasyid, S.T., M.T., dalam sambutannya yang disampaikan secara daring berpesan semoga dengan kegiatan ini kita dapat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam pembangunan dan pengelolaan bendungan yang ada diseluruh Indonesia. Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kita semua sebagai bekal dalam perencanaan/pengelolaan bendungan ke depannya.

Kepala BBWSBS, Maryadi Utama, S.T., M.Si., juga menyampaikan bahwa maanfaat bendungan juga dipergunakan salah satunya untuk wisata. Dimana saat ini banyak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) daerah melirik untuk mengelola pemanfaatan wisatanya.

“Saat ini kita belum mempunyai aturan baku terkait perjanjian kerja sama antara kita Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk pengelolaan wisatanya. Ini merupakan tantangan kita semua untuk bersama mencari bentuk perjanjian kerjasama pengelolaan wisata yang baku,” paparnya.

Sebagai informasi, UPB BBWSBS telah mengalami perkembangan dari awal pembentukan pada tahun 2012 s/d saat ini tahun 2022. Perkembangan ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja bendungan baik dalam pelayanan manfaat dan meningkatkan keamanan bendungan melalui data yang diperoleh dari lapangan.

Beberapa aspek yang dikembangkan oleh UPB BBWSBS adalah aspek data dan aspek sumber daya manusia (SDM). Aspek data meliputi produksi data oleh petugas, pengiriman dan pencatatan data, serta evaluasi data oleh petugas olah data di kantor UPB. Sedangkan aspek SDM meliputi peningkatan kapasitas SDM petugas OP bendungan dan evaluasi petugas OP bendungan. (BBWSBS/Ferri)

Monitoring Paket Pekerjaan Di Bojonegoro

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Lokasi pertama yang di kunjungi yakni pekerjaan Rehabilitasi Bendung Klepek D.I. Pacal di Kabupaten Bojonegoro (Tahap II) di Desa Klepek, Kecamatan Suko Sewu, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, Jumat (24/06/2022). Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kunjungan kerja dipimpin oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Kepala BBWS Bengawan Solo, Maryadi Utama, ST. M.Si., Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA), Indra Kurniawan, ST., M.Sc., Kepala SNVT PJPA Bengawan Solo, Yudhi Triana Dewi, S.T., M.Eng., PPK Irigasi dan Rawa II, Ery Suryo Kusumo, S.Pd., MT dan pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Maryadi Utama, ST. M.Si., mengatakan bahwa lingkup pekerjaan Rehabilitasi Bendung Klepek D.I. Pacal meliputi Normalisasi Hilir Bendung. Perbaikan Saluran Penguras Kiri Panjang Bangunan dan Pekerjaan Revetment Hilir Bendung.

“Progres pekerjaan pada hari ini mencapai 28%. Saya minta agar dalam pelaksanaan paket pekerjaan Rehabilitasi Bendung Klepek D.I. Pacal dapat dilaksanakan sesuai dengan targetnya,” katanya.

Ia menjelaskan ada beberapa penyebab yang dapat menghambat pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Faktor cuaca yang tak bersahabat dan kondisi muka air yang masih lumayan dalam menjadi kendala dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Menurutnya, dua permasalahan ini sangat menghambat pekerjaan.

“Saya meminta agar dalam pelaksanaan pekerjaan ini agar selalu memantau kondisi muka air selain itu dapat melakukan kerja sama dengan aparatur beserta warga setempat untuk lebih memahami medan di lapangan sehingga bisa melaksanakan sistem Kistdam dan Dewatering dengan optimal,” ujarnya.

Sebagai informasi, Bendung Klepek memiliki dua intake yakni intake kiri yang mengairi sawah seluas 2.500 ha dan intake kanan yang mengairi lahan sawah seluas 14.188 ha.

Monitoring dilanjutkan berkunjung ke Bendungan Gongseng merupakan bendungan yang terletak di Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Bendungan ini dirancang memiliki kapasitas 22,43 juta meter kubik dan memiliki lima potensi manfaat yakni untuk irigasi seluas 6.191 hektare, penyediaan air baku 300 liter/detik, konservasi pariwisata, reduksi banjir hingga 133,27 meter kubik/detik serta sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,7 mega watt. (BBWSBS/Tamara/Ferri)

Tim World Bank Berkunjung ke Bendungan Pacal

Ketua Tim World Bank, Ijsbrand Harko de Jong didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Maryadi Utama, ST. M.Si., beserta sejumlah pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo meninjau proyek Rehabilitasi Bendungan Pacal yang berada di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (24/06/2022). Kunjungan tersebut, tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19

Kunjungannya ke proyek Rehabilitasi Bendungan Pacal, dalam rangka site visit oleh Tim World Bank guna melakukan monitoring pelaksanaan pekerjaan yang termasuk dalam program dalam pelaksanaan program Dam Operational and Safety Project (DOISP) Phase II.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Maryadi Utama, ST. M.Si mengatakan Kegiatan site visit ini dilakukan di tiga lokasi, lokasi pertama yang dikunjungi adalah Bendungan Cengklik, Waduk Kedungwuling dan yang terakhir Bendungan Pacal.

“Untuk mendukung kegiatan rehabilitasi bendungan Pacal, telah dilakukan pekerjaan investigasi yang meliputi penyelidikan geoteknik, analisis kestabilan lereng tubuh bendungan, Analisa hidrolika, hidrologi, hidromekanikal serta membuat desain perbaikan pada tahun 2018. Pekerjaan ini menggunakan dana DOISP Phase-II,” ujarnya.

Sebagai informasi, Bendungan Pacal yang terletak di Kecamatan Temayang tersebut memiliki tipe urugan batu dengan membran beton. Tinggi maksimal bendungan yakni 35 meter dan lebar puncak 7 meter. Bendungan Pacal menjadi sumber air bagi daerah irigasi (DI) Pacal dengan luasan baku sawah 16.688 Ha. Lingkup pekerjaan Rehabilitasi Bendungan Pacal antara lain pekerjaan rehabilitasi bangunan pelimpah, pekerjaan perbaikan tubuh bendungan dan pengamanan abutmen jembatan. (BBWSBS/Tamara)

Kunjungan Lapangan Kepala BBWS Bengawan Solo di Jawa Timur

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) yang dipimpin oleh Kepala BBWSBS, Maryadi Utama, S.T. M.Si., melaksanakan kunjungan lapangan di wilayah hilir Sungai Bengawan Solo di Jawa Timur, Senin (13/06/2022).

Dalam kunjungan tersebut, Kepala BBWSBS didampingi oleh Kepala SNVT PJSA Bengawan Solo, R. Panji Satrio, S.T., M.T., MDM., Subkoordinator Pengendalian Pelaksanaan Sungai dan Pantai, Sugeng Wiratna, S.T., M.T., PPK Sungai Pantai I, Yuhanes Widi Widodo, S.T., M.Eng., dan PPK Sungai Pantai II, Gadhang Swatyastu, S.T., M.Eng. dengan tetap memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Lokasi pertama, yakni Kantor Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) Provinsi Jawa Timur (Jatim). Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahmi sekaligus perkenalan Kepala BBWSBS yang baru. Dalam pertemuan tersebut pula turut dibahas koordinasi terkait pengelolaan SDA terpadu di Jatim bersama Kepala Dinas PU SDA Prov. Jatim, Dr. Muhammad Isa Anshori, ATD., MT.
Dalam diskusi juga dilakukan pembahasan terkait proyek pengendalian Kali Lamong, penyelesaian pembangunan Jabung Ring Dike, penuntasan saluran primer daerah irigasi (DI) Bengawan Jero (lanjutan saluran primer intake Babat Barrage), peningkatan kapasitas tampungan floodway di Kabupaten Lamongan, serta pembangunan Bendung Gerak Karangnongko.

Selanjutnya Tim BBWSBS juga mengunjungi proyek pekerjaan pembangunan breakwater di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Adapun progres pekerjaan pembangunan breakwater di PPN Brondong pada hari ini mencapai 38,40 %. Pembangunan breakwater ini dibangun untuk menjaga tinggi gelombang yang berada di dalam kolam pelabuhan tetap tenang, sehingga kapal nelayan dan aktifitas bongkar muat dapat berjalan dengan lancar. Lingkup pekerjaan antara lain pekerjaan persiapan, penyelenggaraan SMK3 dan pekerjaan breakwater.

Kepala BBWSBS, Maryadi Utama, S.T. M.Si mengatakan manfaat dari pembangunan breakwater ini yakni melindungi kolam pelabuhan seluas 17,2 Ha, dan penerima manfaat adalah masyarakat nelayan di Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan khususnya dan nelayan pada umumnya.

“PPN Brondong menjadi tempat bongkar muat dan fasilitas penunjang perdagangan perikanan bagi nelayan dan industri perikanan setempat. Kabupaten Lamongan sendiri memiliki potensi perikanan yang cukup besar,” katanya.

Selain PPN Brondong di Kecamatan Brondong, Tim BBWSBS mengunjungi proyek Sudetan (Floodway) Plangwot-Sedayu Lawas di Kelurahan Plangwot, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Sebagai informasi, Floodway ini telah dibangun sejak tahun 1996 – 2004 dengan kapasitas desain sebesar 640 m3/detik. Dengan kondisi eksisting saat ini, masih ada daerah Bengawan Solo Hilir yang tergenang banjir antara lain di Kecamatan Turi dan Kecamatan Kali Tengah. (BBWSBS/Tamara-Feri)

Tingkatkan Kapasitas Sumber Daya Manusia melalui Pelatihan Petugas Pos Hidrologi

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melalui Unit Hidrologi menyelenggarakan Pelatihan Petugas Pos Hidrologi, di Puri Asri Hotel & Resort, Magelang, Jawa Tengah, Kamis – Jumat (02-03/06/2022).

Kegiatan ini diikuti oleh 100 Petugas yang terdiri dari Petugas Pos Curah Hujan, Petugas Pos Duga Air dan Petugas Klimatologi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dalam kegiatan Pelatihan Petugas Hidrologi, para peserta diberikan materi perihal Evaluasi Kinerja Petugas Pos Hidrologi di Wilayah Sungai Bengawan Solo yang disampaikan oleh Adiel Putra Wijaya ST, M.Eng selaku Sub Koordinator Perencanaan Umum BBWS Bengawan Solo dan materi mengenai SOP Pembacaan Data Hidrologi di Lapangan disampaikan oleh Drs. Petrus Syariman, MT.

Kepala Bidang KPI SDA BBWS Bengawan Solo Ali Rahmat, ST, MT, dalam hal ini mewakili Kepala BBWSBS menyampaikan Petugas pos hidrologi adalah kepanjangan tangan BBWS Bengawan Solo di dalam melaksanakan pencatatan dan pelaporan data hidrologi di lapangan serta di dalam pelaksanaan operasi dan pemeliharaan pos hidrologi. Petugas pos hidrologi ini harus memiliki kemampuan yang handal dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya, sehingga data yang dihasilkan akan tepat dan akurat.

“Data hidrologi mempunyai peran dan manfaat yang sangat penting di dalam pengelolaan sumber daya air, misalnya untuk keperluan alokasi air di saat musim kemarau dan untuk mendukung Sistem Peringatan Dini Bencana di saat musim hujan. Oleh karena itu, pencatatan data hidrologi harus kita lakukan secara tepat dan akurat,” ujarnya.

Ali Rahmat berharap melalui pelatihan ini, para petugas pos hidrologi dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik. Sehingga setelah pelatihan ini dapat melaksanakan tugas dengan tepat dan akurat.
Sebagai apresiasi atas kinerja yang baik, BBWS Bengawan Solo memberikan Penghargaan kepada Petugas Pos Curah Hujan dan Klimatologi Terbaik yaitu Ibu Sri Hartini selaku Petugas Pos Curah Hujan Jatisrono, Bapak Aris Sugiyarto selaku Petugas Pos Curah Hujan Bangunsari dan Ibu Patemi selaku Petugas Pos Curah Hujan Sembung.

Selain itu terdapat Penghargaan kepada Petugas Pos Duga Air Terbaik yaitu Bapak Sugiyanto selaku Petugas Pos Duga Air Serenan, Bapak Suwarno selaku Petugas Pos Duga Air Ketonggo dan Bapak Ekwan selaku Petugas Pos Duga Air Malo Bridge. (BBWSBS/Tamara)

Antisipasi Melalui Rencana Tindak Darurat

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyiapkan sejumlah langkah antisipasi melalui Rencana Tindak Darurat (RTD) Bendungan Songputri, Bendungan Nawangan dan Bendungan Parangjoho jika mengalami kegagalan konstruksi. Meskipun saat ini ketiga bendungan tersebut dalam kondisi normal, tetap harus dilakukan monitoring secara terus menerus.

Kegiatan Koordinasi Rencana Tindak Darurat ini dilakukan di Kantor Dinas Bupati Wonogiri, Jawa Tengah, Rabu (25/05/2022). Acara tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kegiatan koordinasi ini dihadiri oleh BBWS Bengawan Solo, Bupati Wonogiri, Setda Wonogiri, serta sejumlah Camat dan Kepala Desa.

Kabid Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si., dalam hal ini mewakili Kepala BBWSBS menyampaikan sesuai Peraturan Menteri PUPR Nomor 27 Tahun 2015 Pasal 2 bahwa konsepsi keamanan bendungan harus memiliki 3 pilar yang salah satunya adalah kesiapsiagaan tindak darurat. Maka dari itu pengelola bendungan harus menyusun dokumen RTD.

“Dokumen RTD merupakan dokumen yang digunakan sebagai pedoman atau petunjuk yang didalamnya memuat Pengamanan Bendungan dan Penyelamatan Masyarakat serta Lingkungan, dimana dokumen ini disiapkan secara baik, cermat, dan lengkap, sehingga pada saat keadaan darurat bendungan, dapat dilakukan tindakan pencegahan secara cepat, tepat, dan efektif yang pada akhirnya dapat dicegah atau setidaknya dikurangi risiko terjadinya kegagalan bendungan,” ujarnya.

Sri Wahyu mengatakan bahwa BBWS Bengawan Solo telah menyusun RTD guna menjaga keamanan bendungan dari Bendungan Songputri, Nawangan dan Parangjoho itu sendiri.
“Dengan adanya acara ini, kami mengharapkan masukan dari pihak-pihak terkait guna kesempurnaan Dokumen RTD ini sehingga kegagalan bendungan dapat diminimalisir dan bendungan selalu bermanfaat banyak bagi masyarakat sekitar,” katanya. (BBWSBS/Tamara)

Tingkatkan Kapasitas SDM Melalui Kegiatan Pelatihan Petugas Pintu Air Demangan Baru

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo berupaya meningkatkan kemampuan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan Petugas Pintu Air Demangan Baru di di The Alana Hotel and Convention Center, Jawa Tengah, Selasa (24/05/2022). Kegiatan ini tetap menerapakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kegiatan Pelatihan Petugas Pintu Air ini dimaksudkan untuk menambah wawasan bagi petugas dalam melaksanakan kegiatan operasi, dan pemeliharaan pintu air.
Selain itu petugas yang di lapangan mampu lebih terampil dan berkompeten serta memahami tugas pokok dan fungsi dalam penyelenggaraan operasi dan pemeliharaan secara baik dan benar.

Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T dalam hal ini mewakili Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menyampaikan bahwa pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) sangatlah penting untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kemampuan dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan Pintu Air Demangan Baru.

“Pintu Air Demangan Baru yang terletak di Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta dikerjakan dalam dua tahapan. Tahap I TA 2019 dengan pekerjaan struktur pintu, revetment, dan pek. parapet. Tahap II TA 202 dengan pekerjaan pintu, mekanikal elektrikal pompa, genset, kabel power dan pemasangan terminasi, 3 trashrack, rumah pompa, rumah jaga, rumah genset dan revetment. Pekerjaan ini telah selesai pada bulan Desember 2021 dan sejak saat itu proses pengoperasian pintu air mulai dilakukan,” katanya.

Naryo berharap melalui pelatihan ini dapat menjadi ajang menambah wawasan. Selain itu para petugas dapat mengidentifikasi permasalahan dan pemantauan pintu air yang perlu dilakukan khususnya oleh Pengelola pintu air guna peningkatan pelaksanaan, mengantisipasi terjadinya kegagalan pengoperasian, dan pemeliharaan pintu air di masa yang akan datang.

Sebagai informasi, Pintu Air Demangan memiliki peran yang sangat penting dalam pengendalian banjir Kali Pepe dan Sungai Bengawan Solo di Kota Surakarta, baik dalam hal pengaturan ketinggian muka air maupun penampungan air sementara di saat banjir.

Manfaat dari Pekerjaan Pintu Air Demangan, antara lain menambah areal layanan dan meningkatkan fungsi pintu air dan pompa yang lama, bangunan pintu air demangan terintegrasi dengan penanganan banjir kota Surakarta yang sudah dilaksanakan, mempertahankan pengaman terhadap banjir, menambah areal layanan proteksi terhadap genangan banjir, pemindahan posisi pintu air ke muara Kali Pepe Hilir, menambah ruang publik di Kota Surakarta. (BBWSBS/Tamara)

River Closure Bendungan Jlantah

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan kegiatan monitoring progress pengalihan sungai / river closure di Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah, Kamis (21/04/2022).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Tata Usaha (TU) BBWS Bengawan Solo, Bambang, S.E., S.T., M.T., Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T., Kabid Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si., Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pembangunan Bendungan, Dony Faturochman, S.T., M.T., dan beberapa pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo. Kegiatan monitoring tersebut sebelumnya telah memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Bendungan Jlantah terletak di Desa Tlobo dan Karangsari, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Bendungan tersebut memiliki luas genangan 50,45 Ha dan kapasitas tampung 10,97 juta m3.

Pembangunan Bendungan Jlantah merupakan salah satu kegiatan prioritas pemerintah dan sudah masuk dalam RPJM 2010/2014, dan kini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan PERPRES No. 56 Tahun 2018 dan PERPRES No.109 Tahun 2020. Perencanaan Pembangunan Bendungan Jlantah telah dimulai dengan Studi Waduk/Bendungan Tahun 2012, DED Tahun 2013 (Studi Investigasi tambahan DD tahun 2017), Studi AMDAL Tahun 2017 dan LARAP Tahun 2015.

Bendungan Jlantah ini nantinya akan menghasilkan air baku sebesar 150 liter/detik, serta mampu mengairi lahan seluas 1.494 Ha di kawasan Kecamatan Jatiyoso, Jumapolo, dan Jatipuro. Bendungan yang dirancang dengan kapasitas tampungan total sebanyak 10,97 juta m3 tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,625 MW, pengendalian banjir, serta konservasi pariwisata di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., mengatakan pekerjaan Bendungan Jlantah dilaksanakan mulai tahun 2018 dan direncanakan selesai pada tahun 2023 dengan sumber dana APBN. Saat ini progres fisik pembangunan Bendungan Jlantah sebesar 39,03%.

“Pengelakan Sungai di Bendungan Jlantah ini dilaksanakan bertepatan dengan Bulan Suci Ramadan 1443 H. Sehingga, diharapkan dengan berlangsungnya acara pada sore hari ini membuat Pembangunan Bendungan Jlantah menjadi berkah bagi masyarakat Karanganyar dan sekitarnya,” katanya.

Agus menambahkan dengan dimulainya Pengalihan Sungai ke Terowongan Pengelak, diharapkan progress pekerjaan pembangunan Bendungan Jlantah dapat selesai sesuai dengan waktu yang di rencanakan. (BBWSBS/Tamara)

Tangani Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik BBWS Bengawan Solo Gandeng TNI AD

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan penandatanganan kontrak pekerjaan pembersihan eceng gondok Bendungan Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik dengan Pola Kerjasama TNI, Rabu (30/03/2022) di Makorem 074 Warastratama.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech,., Kabid Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si., Kasatker O&P SDA Bengawan Solo, Surendro Andi Wibowo, ST., MPSDA dan PPK O&P SDA II, Ika Yulianti, ST., MT. Kegiatan tersebut sebelumnya telah memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Dalam kesempatan ini, BBWSBS menandatangani pelaksanaan penandatanganan kontrak pekerjaan pembersihan Eceng Gondok Bendungan Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik dengan Pola Kerjasama TNI.

Program Revitalisasi Bendungan Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik merupakan salah satu program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dengan maksud mewujudkan kepedulian dan sinergitas dalam mempertahankan keberlanjutan Bendungan Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik agar terjaga fungsi dan kualitasnya sehingga memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat dan program ini bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2022.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan bahwa lingkup kerja BBWSBS tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA di Rawa Jombor dan Bendungan Cengklik.

“Tahapan pelaksanaan program Revitalisasi Bendungan Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik salah satunya diwujudkan dengan pelaksanaan pekerjaan swakelola Pembersihan Eceng Gondok Bendungan Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik dengan Pola Kerjasama TNI,” ujarnya.

Agus mengatakan ruang lingkup yang akan dikerjakan pada pekerjaan swakelola ini meliputi pembersihan eceng gondok pada Bendungan Rowo Jombor seluas ±10,5 Ha dan pada Bendungan Cengklik seluas ±23 Ha dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari. (BBWSBS/Tamara)