/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Sidang Pleno IV TKPSDA Tahun 2022 Wilayah Sungai Bengawan Solo

Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Bengawan Solo menggelar acara Sidang Pleno IV TKPSDA WS Bengawan Solo di The Alana Hotel & Convention Center, di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (24/11/2022). Acara yang dilaksanakan secara tatap muka tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo yang selanjutnya disebut TKPSDA WS Bengawan Solo merupakan wadah koordinasi yang dibentuk melalui Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 303/KPTS/M/2019 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo. TKPSDA WS Bengawan Solo mempunyai tugas dan fungsi membantu Menteri PUPR dalam koordinasi pengelolaan sumber daya air, khususnya WS Bengawan Solo. Susunan keanggotaan TKPSDA WS Bengawan Solo periode 2019 – 2024 berjumlah 74 (tujuh puluh empat) anggota dengan komposisi 37 (tiga puluh tujuh) anggota dari unsur Pemerintah dan 37 (tiga puluh tujuh) anggota dari unsur Non Pemerintah.

Maksud dan tujuan sidang pleno IV TKPSDA ini adalah untuk membahas sinkronisasi program dan kegiatan pengelolaan SDA yang dilaksanakan oleh BBWS Bengawan Solo bersama instansi terkait di lingkungan WS Bengawan Solo dan monitoring evaluasi penyusunan Review Pola PSDA dan Rencana PSDA WS Bengawan Solo yang saat ini sedang dilaksanakan oleh BBWS Bengawan Solo. Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur SDA BBWS Bengawan Solo turut menyampaikan materi tentang hasil pemantauan pelaksanaan RPSDA di WS Bengawan Solo dan Progres Penyusunan Review Pola Pengelolaan SDA WS Bengawan Solo. Bappeda Provinsi Jawa Tengah menyampaikan materi tentang program dan kegiatan tahun 2022 dan 2023 di Provinsi Jawa Tengah serta Bappeda Provinsi Jawa Timur menyampaikan materi tentang program dan kegiatan tahun 2022 dan 2023 di Provinsi Jawa Timur.

Dalam Sidang Pleno IV kali ini, disampaikan juga berita acara hasil Sidang Komisi sebagai usulan rekomendasi oleh masing-masing Ketua Komisi. Komisi 1 (Konservasi SDA dan Pemberdayaan Masyarakat) menyampaikan usulan rekomendasi terkait dengan monitoring dan evaluasi pelaksanaan penambangan minerba dan reklamasi pasca tambang Kali Woro dan upaya rehabilitasi sub-DAS Keduang DAS Bengawan Solo. Komisi 2 (Pendayagunaan SDA) menyampaikan usulan rekomendasi terkait dengan Pedoman Operasi dan Pemeliharaan (O&P) Bendungan dan Waduk Tukul di Kabupaten Pacitan, Bendo di Kabupaten Ponorogo, Gongseng di Kabupaten Bojonegoro, dan Pidekso di Kabupaten Wonogiri serta Rencana Pengelolaan Bendungan Kedung Bendo di Kabupaten Ngawi dan Ketro di Kabupaten Sragen serta Pendayagunaan SDA di Telaga Pasir Kabupaten Magetan. Komisi 3 (Pengendalian Daya Rusak Air dan Pengelolaan SIH3) menyampaikan usulan rekomendasi terkait dengan Potensi Cuaca Ekstrim Hidrometeorologi pada Musim Hujan 2022/2023 di WS Bengawan Solo.

Kepala Sekretariat TKPSDA WS Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, dalam sambutannya menyampaikan beberapa poin bahwa sampai dengan saat ini, Sekretariat telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan TKPSDA WS Bengawan Solo Tahun 2022, yang meliputi: Sidang Pimpinan pada bulan Februari; Masa Sidang I, yang terdiri dari Sidang Komisi dan Sidang Pleno I pada bulan Maret yang dilanjutkan dengan penyampaian rekomendasi Masa Sidang I; Masa Sidang II, yang terdiri dari Sidang Komisi dan Sidang Pleno II pada bulan Mei yang dilanjutkan dengan penyampaian rekomendasi Masa Sidang II; Sidang Pansus PSIH3 WS Bengawan Solo pada bulan Juli; Sidang Pansus RAAT WS Bengawan Solo Tahun 2022-2023 pada bulan Juli; Masa Sidang III, yang terdiri dari Sidang Komisi dan Sidang Pleno III pada bulan Agustus yang dilanjutkan dengan penyampaian rekomendasi Masa Sidang III; dan Pemantauan tindak lanjut rekomendasi pada bulan April.

“Saat ini, kita melaksanakan serangkaian Masa Sidang ke IV TKPSDA WS Bengawan Solo yang didahului dengan kunjungan lapangan ke DAS Keduang untuk Komisi 1 dan ke Telaga Pasir/ Sarangan untuk Komisi 2 dan 3, pada hari Selasa, 22 November dan Sidang Komisi pada hari Rabu, 23 November dengan serangkaian agenda pembahasan termasuk hasil tinjauan lapangan. Pada hari ini kita melaksanakan Sidang Pleno sebagai sidang terakhir di tahun 2022,” pungkasnya. (BWBSBS/Humas).

PKM Tahap II dalam rangka Studi Penyusunan Review RPSDA WS Bengawan Solo

Pemanfaatan sumber daya air (SDA) untuk berbagai keperluan terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini sebagai dampak laju pertumbuhan penduduk dan pengembangan aktivitasnya. Untuk itu, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan acara Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) Tahap II dalam rangka Studi Penyusunan Review Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air (RPSDA) Wilayah Sungai Bengawan Solo, di Alana Hotel & Convention Centre, di Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (10/10/2022) dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Ketersediaan SDA semakin terbatas, bahkan cenderung semakin langka, terutama akibat penurunan kualitas lingkungan dan penurunan kualitas air akibat pencemaran. Apabila tidak diantisipasi, hal ini dapat menimbulkan ketegangan bahkan konflik akibat terjadinya benturan kepentingan manakala permintaan tidak lagi seimbang dengan ketersediaan SDA untuk pemenuhannya.

Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya secara proporsional dan seimbang antara pengembangan, pelestarian, dan  pemanfaatan sumber daya air baik dilihat dari aspek teknis maupun dari aspek legal. Untuk memenuhi kebutuhan air yang terus meningkat diperlukan suatu perencanaan terpadu yang berbasis wilayah sungai guna menentukan langkah dan tindakan yang harus dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan mengoptimalkan potensi pengembangan SDA, melindungi/melestarikan serta meningkatkan nilai SDA dan lahan.

Pada tahun 2015, BBWSBS telah memiliki dokumen RPSDA yang telah ditetapkan oleh Menteri PUPR, namun dengan adanya perubahan kondisi lingkungan, perubahan kebijakan dan perubahan skenario dan alternatif strategi pada Pola Pengelolaan SDA maka sesuai dengan Permen PUPR Nomor 10/PRT/M/2015 tentang Rencana dan Rencana Teknis Tata Pengaturan Air dan Tata Pengairan diperlukan review dokumen RPSDA.

Kepala BBWSBS, Maryadi Utama, melalui Plt. Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha, Ali Rahmat, menyampaikan bahwa PKM Tahap II ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan PKM Tahap I yang telah dilaksanakan pada bulan Juni yang lalu, yang bertujuan untuk memperoleh masukan, tanggapan, koreksi, klarifikasi dari stakeholder terhadap konsep matriks upaya fisik dan upaya nonfisik dari hasil PKM Tahap I dan temuan tim di lapangan. Selanjutnya akan disusun dalam suatu kesepakatan bersama yang akan digunakan sebagai masukan dalam menyusun Rancangan RPSDA yang akan dipublikasikan kepada masyarakat.

“Harapan kami setiap pemikiran konstruktif yang disampaikan para peserta akan menjadi masukan berharga demi kesempurnaan Studi Penyusunan Review RPSDA Wilayah Sungai (WS) Bengawan Solo, sehingga terjaganya kelestarian SDA untuk mendukung pembangunan di WS Bengawan Solo,” sambung Ali. (BBWSBS/Ferri)

Perkuat Integrasi, untuk Kemajuan SDA di Wilayah Hilir

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kantor Bupati Gresik yang dipimpin oleh Kepala BBWSBS, Maryadi Utama, S.T. M.Si., didampingi oleh pejabat dan staf dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, Jawa Timur, Senin (08/08/2022).

Kunjungan kerja tersebut disambut hangat oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, S.E., dalam rangka koordinasi terkait Program Kegiatan BBWSBS TA 2022 di Kab. Gresik, yang meliputi, Pengendalian Banjir, Lahar, Pengelolaan Drainase Utama Perkotaan, dan Pengaman Pantai, Pengembangan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Permukaan, Rawa dan Non-Padi, serta Penyediaan dan Pengelolaan Air Tanah dan Air Baku.

Untuk kegiatan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) tahap II di Kabupaten Gresik akan dilaksanakan di tiga kecamatan, untuk tujuh desa, yakni Kecamatan Kedamean meliputi Desa Banyu Urip, Kecamatan Menganti meliputi Desa Kepatihan, dan Kecamatan Driyorejo yang tersebar di Desa Kesamben Wetan, Petiken, Tanjungan, Tenaru, dan Gadung.

Dalam pertemuan tersebut turut dibahas pula terkait sempadan sungai, yang pemanfaatannya dilakukan berdasarkan izin dari menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya dalam pengelolaan sumber daya air (SDA) dengan mempertimbangkan rekomendasi teknis dari pengelola sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan.

“Kami tentunya berharap agar dalam pertemuan ini, semua pihak dapat bekerjasama untuk memacu pembangunan serta pengelolaan infrastruktur bidang SDA di Kabupaten Gresik ini agar terbangun sinergitas yang lebih solid untuk kemajuan SDA ke depannya.” terang Maryadi.

Maryadi juga menyampaikan jika diskusi dan koordinasi kali ini sekaligus silaturahmi dengan Bupati Gresik beserta jajarannya sekaligus menampung segala aspirasi guna menyelesaikan permasalahan dan penanganan pembangunan infrastruktur bidang SDA di Kabupaten Gresik. (BBWSBS/Ferri)

Tim Pengadaan Tanah Kebut Sosialisasi Persiapan Pembangunan Irigasi Pidekso

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) bersama Tim Persiapan Pengadaan Tanah Pembangunan Jaringan Irigasi Pidekso Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, melakukan sosialisasi kepada warga terdampak pembangunan di Balai Desa Bumiharjo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Selasa (02/08/2022). Kegiatan sosialisasi tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Infrastruktur bendungan akan jadi bangunan monumental apabila tidak ada irigasi.  Keberadaan irigasi juga menjadi hal yang penting, guna meningkatkan produktivitas pertanian di tengah kekeringan yang mengancam. Untuk itu, dukungan dari masyarakat juga dibutuhkan terkait pentingnya jaringan irigasi bagi pertanian rakyat.

Sebagai pengembangan infrastruktur penyediaan air irigasi, nantinya Jaringan Irigasi Bendungan Pidekso dapat menyediakan air baku sebesar 300 liter/detik di wilayah Kabupaten Wonogiri. Hal tersebut tentunya semakin menguatkan infrastuktur Bendungan Pidekso yang akan mendukung ketahanan pangan dan kemakmuran masyarakat khususnya di Kecamatan Baturetno dan Kecamatan Giriwoyo.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah, Anisa Hayu Widwiasih, S.E., M.Ak., mengatakan, rencana pembangunan jaringan irigasi ini merupakan proyek lanjutan dari pembangunan Bendungan Pidekso.

“Adanya Jaringan Irigasi Pidekso yang akan mengairi area irigasi seluas 1.500 Ha diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam dari 133% ke 240%. Pengadaan tanah yang direncanakan di tahun 2021-2022 ini nantinya akan berlanjut pada pembangunan fisik jaringan irigasi di tahun 2023 hingga tahun 2024,” sambungnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Perwakilan Tim Pengadaan Tanah Pembangunan Jaringan Irigasi Pidekso, Endro Hudiyono, mengatakan pembangunan jaringan irigasi tersebut merupakan hal penting untuk memaksimalkan fungsi Bendungan Pidekso. “Alhamdulillah pada sosialisasi ini masyarakat mendukung pembangunan irigasi,” pungkasnya. (BBWSBS/Ferri)

Bersama Kelola Bendungan untuk Indonesia Maju

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), menghadiri acara Rapat Evaluasi Semester I DOISP Phase II Tahun 2022 dan Bimbingan Teknis Unit Pengelola Bendungan (UPB) dan Pelaksanaan Operasi Pemeliharaan (OP) Bendungan di Alila Hotel Solo, Rabu (20/07/2022). Acara tersebut berjalan dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

Pembangunan bendungan baru saat ini dibangun dengan berbagai fasilitas umum yang lengkap seperti gardu pandang, kantor pengelola, masjid, rumah pengelola dan lain lain. Untuk itu, tantangan bagaimana meng-OP-kan bendungan baru mapun lama, harus siap dihadapi.

Direktur Bina OP, Adenan Rasyid, S.T., M.T., dalam sambutannya yang disampaikan secara daring berpesan semoga dengan kegiatan ini kita dapat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam pembangunan dan pengelolaan bendungan yang ada diseluruh Indonesia. Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kita semua sebagai bekal dalam perencanaan/pengelolaan bendungan ke depannya.

Kepala BBWSBS, Maryadi Utama, S.T., M.Si., juga menyampaikan bahwa maanfaat bendungan juga dipergunakan salah satunya untuk wisata. Dimana saat ini banyak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) daerah melirik untuk mengelola pemanfaatan wisatanya.

“Saat ini kita belum mempunyai aturan baku terkait perjanjian kerja sama antara kita Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk pengelolaan wisatanya. Ini merupakan tantangan kita semua untuk bersama mencari bentuk perjanjian kerjasama pengelolaan wisata yang baku,” paparnya.

Sebagai informasi, UPB BBWSBS telah mengalami perkembangan dari awal pembentukan pada tahun 2012 s/d saat ini tahun 2022. Perkembangan ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja bendungan baik dalam pelayanan manfaat dan meningkatkan keamanan bendungan melalui data yang diperoleh dari lapangan.

Beberapa aspek yang dikembangkan oleh UPB BBWSBS adalah aspek data dan aspek sumber daya manusia (SDM). Aspek data meliputi produksi data oleh petugas, pengiriman dan pencatatan data, serta evaluasi data oleh petugas olah data di kantor UPB. Sedangkan aspek SDM meliputi peningkatan kapasitas SDM petugas OP bendungan dan evaluasi petugas OP bendungan. (BBWSBS/Ferri)

Dorong Sinergitas, Pacu Pembangunan Infrastruktur SDA di Karanganyar

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kantor Bupati Karanganyar yang dipimpin oleh Kepala BBWSBS, Maryadi Utama, S.T. M.Si., didampingi oleh pejabat dan staf dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, Jawa Tengah, Rabu (06/07/2022).

Kunjungan kerja tersebut disambut hangat oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, dalam rangka koordinasi terkait Program Kegiatan BBWSBS TA 2022 di Kab. Karanganyar, yang meliputi, pengembangan dan rehabilitasi jaringan irigasi permukaan, rawa dan non-padi, pembangunan bendungan, danau, dan bangunan penampung air lainnya, serta operasi dan pemeliharaan sarana prasarana sumber daya air (SDA) serta penanggulangan darurat akibat bencana, dan juga termasuk kegiatan yang sedang berjalan seperti Peningkatan Jaringan Irigasi D.I. Gondang di Kab. Karanganyar dan Sragen serta Proyek Pembangunan Bendungan Jlantah.

Maryadi juga menyampaikan jika diskusi dan koordinasi kali ini sekaligus silaturahmi dengan Bupati Karanganyar beserta jajarannya sekaligus menampung segala aspirasi guna menyelesaikan permasalahan dan penanganan pembangunan infrastruktur bidang SDA di Kabupaten Karanganyar.

“Kami tentunya berharap agar dalam pertemuan ini, semua pihak dapat bekerjasama untuk memacu pembangunan serta pengelolaan infrastruktur bidang SDA di Kab Karanganyar ini. Adapun aspirasi yang telah disampaikan, akan kami tampung untuk menjadi bahan guna dikaji ulang, sebagai masukan dan saran yang membangun bagi kinerja kami kedepannya,” paparnya. (BBWSBS/Ferri)

BBWSBS Lakukan Rapat Koordinasi Membahas Progres Pekerjaan TA 2022

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang diselenggarakan di Kantor BBWS Bengawan Solo, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (07/06/2022). Acara yang diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Rakor dipimpin oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Maryadi Utama, S.T., M.Si., yang diikuti oleh seluruh kabid, kasatker dan PPK.
Rakor diawali dengan presentasi masing-masing bidang yang meliputi capaian progres pekerjaan fisik yang dikerjakan, progres keuangan dan progres tender di tahun anggaran 2022, serta membahas mengenai kendala yang dihadapi dan solusi yang bisa dilakukan.

Maryadi, mengatakan bahwa tujuan dari diadakannya pertemuan ini adalah sebagai evaluasi rencana dan realisasi program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang seluruh pekerjaan di BBWS Bengawan Solo. “Semoga pelaksanaan pekerjaan fisik yang sedang digarap dapat terlaksana sesuai dengan target dan tepat waktu,” (BBWSBS/Tamara)

Tingkatkan Kapasitas Sumber Daya Manusia melalui Pelatihan Petugas Pos Hidrologi

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melalui Unit Hidrologi menyelenggarakan Pelatihan Petugas Pos Hidrologi, di Puri Asri Hotel & Resort, Magelang, Jawa Tengah, Kamis – Jumat (02-03/06/2022).

Kegiatan ini diikuti oleh 100 Petugas yang terdiri dari Petugas Pos Curah Hujan, Petugas Pos Duga Air dan Petugas Klimatologi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dalam kegiatan Pelatihan Petugas Hidrologi, para peserta diberikan materi perihal Evaluasi Kinerja Petugas Pos Hidrologi di Wilayah Sungai Bengawan Solo yang disampaikan oleh Adiel Putra Wijaya ST, M.Eng selaku Sub Koordinator Perencanaan Umum BBWS Bengawan Solo dan materi mengenai SOP Pembacaan Data Hidrologi di Lapangan disampaikan oleh Drs. Petrus Syariman, MT.

Kepala Bidang KPI SDA BBWS Bengawan Solo Ali Rahmat, ST, MT, dalam hal ini mewakili Kepala BBWSBS menyampaikan Petugas pos hidrologi adalah kepanjangan tangan BBWS Bengawan Solo di dalam melaksanakan pencatatan dan pelaporan data hidrologi di lapangan serta di dalam pelaksanaan operasi dan pemeliharaan pos hidrologi. Petugas pos hidrologi ini harus memiliki kemampuan yang handal dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya, sehingga data yang dihasilkan akan tepat dan akurat.

“Data hidrologi mempunyai peran dan manfaat yang sangat penting di dalam pengelolaan sumber daya air, misalnya untuk keperluan alokasi air di saat musim kemarau dan untuk mendukung Sistem Peringatan Dini Bencana di saat musim hujan. Oleh karena itu, pencatatan data hidrologi harus kita lakukan secara tepat dan akurat,” ujarnya.

Ali Rahmat berharap melalui pelatihan ini, para petugas pos hidrologi dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik. Sehingga setelah pelatihan ini dapat melaksanakan tugas dengan tepat dan akurat.
Sebagai apresiasi atas kinerja yang baik, BBWS Bengawan Solo memberikan Penghargaan kepada Petugas Pos Curah Hujan dan Klimatologi Terbaik yaitu Ibu Sri Hartini selaku Petugas Pos Curah Hujan Jatisrono, Bapak Aris Sugiyarto selaku Petugas Pos Curah Hujan Bangunsari dan Ibu Patemi selaku Petugas Pos Curah Hujan Sembung.

Selain itu terdapat Penghargaan kepada Petugas Pos Duga Air Terbaik yaitu Bapak Sugiyanto selaku Petugas Pos Duga Air Serenan, Bapak Suwarno selaku Petugas Pos Duga Air Ketonggo dan Bapak Ekwan selaku Petugas Pos Duga Air Malo Bridge. (BBWSBS/Tamara)

Kolaborasi JIIPE Terkait Penertiban Izin Rekomtek

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo berkunjung ke kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (10/05/2022). Kegiatan tersebut tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Tata Usaha (TU) BBWS Bengawan Solo, Bambang, S.E., S.T., M.T., Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T., Kabid Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si..

Dalam kunjungan kali ini, BBWS Bengawan Solo melihat langsung kawasan JIIPE untuk keperluan penerbitan izin Rekomendasi Teknis (Rekomtek). Rekomtek merupakan persyaratan teknis yang harus dipenuhi dalam pemberian izin, sehingga merupakan komitmen bersama yang harus dimengerti oleh masyarakat, oleh karena itu semua yang berkepentingan dalam menggunakan air dapat mengelola sumber daya air dengan baik dan benar

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menjelaskan bahwa penyiapan air baku dan drainase bagi kawasan industri harus dijamin. Sehingga perlu dilakukan peninjauan di lapangan.

“Dengan adanya Rekomtek yang akurat bagi pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha, dalam rangka perizinan pengusahaan dan penggunaan SDA tentunya akan menjamin kelangsungan dari sebuah proyek kawasan industri kedepannya,” ujarnya.

Sebagai informasi, JIIPE adalah kawasan terintegrasi pertama di Indonesia, dengan total area 3.000 hektar, yang terdiri dari kawasan industri, pelabuhan umum multifungsi,dan hunian berkonsep kota mandiri. JIIPE menjadi kawasan percontohan bagi pengembangan industri di Indonesia.

Kawasan industri tersebut juga dilengkapi dengan empat dermaga multifungsi dengan area sandar sepanjang 6.200 meter, yang diharapkan bisa melayani kapal-kapal besar dengan muatan lebih dari 100.000 DWT. Akses internasional dan domestik diakomodir dengan konektivitas laut, tol dan kereta. (BBWSBS/Tamara)

Webinar Pengelolaan Air Tanah Wilayah Sungai Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar webinar bertema Pengelolaan Air Tanah di Wilayah Sungai Bengawan Solo, selasa (15/3/2022). Kegiatan ini diadakan secara online via zoom dan ditayangkan secara live via youtube channel BBWS Bengawan Solo.

Narasumber yang hadir sebagai pembicara untuk memberikan materi dalam webinar tersebut yakni, Kasubdit Wilayah II, Direktorat Air Tanah dan Air Baku, Ir. Wursito Adi Baskoro, M.T menyampaikan materi mengenai Kebijakan Pengelolaan Air Tanah di Indonesia, Kepala SNVT ATAB BBWS Bengawan Solo, Nely Mulyaningsih S.P., M.PSDA menyampaikan materi mengenai Pengelolaan Air Tanah di Wilayah Sungai Bengawan Solo, Koordinator Pengusahaan Dan Konservasi Air Tanah, Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Hermawan, S.T menyampaikan materi mengenai Kondisi Air Tanah di Wilayah Sungai Bengawan Solo, Kepala Balai Air Tanah, Dr. Ahmad Taufiq, S.T., M.T., Phd menyampaikan materi mengenai Perencanaan Pengelolaan Air Tanah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, Dr. Muhammad Isa Anshori, ATD., MT, menyampaikan materi mengenai Kegiatan Pemanfaatan dan Pengelolaan Air Tanah di Jawa Timur, dan Akademisi Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS menyampaikan materi mengenai Perkembangan Teknologi Pengelolaan Air Tanah di Daerah Perkotaan. Selaku moderator pada webinar adalah Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur (KPI) Sumber Daya Air (SDA), Ali Rahmat, S.T., M.T..

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunci kelestarian air tanah untuk pemenuhan kebutuhan adalah pengelolaan air tanah secara baik dan berkelanjutan yang kemudian menjadi tanggung jawab bersama.

“Dalam pemanfaatan air tanah bayak hal yang perlu dianalisa lebih lanjut, karena eksploitasi air tanah berlebih tanpa pengisian ulang akan mengakibatkan penurunan kualitas air tanah” ujarnya.
Melalui pemaparan materinya, Ir. Wursito Adi Baskoro, M.T menyampaikan mengenai regulasi dan kebijakan pengelolaan air tanah di Indonesia.

Nely Mulyaningsih, SP,. MPSDA. turut menjelaskan program kegiatan pengelolaan air tanah yang telah dilakukan di Wilayah Bengawan Solo yakni melalui program rehabilitasi rumah pompa dan redrilling (pengeboran ulang) sumur produksi tanah.

“Balai Besar Wilayah Sungai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai yang meliputi perencanaan, pelaksanaan konstruksi, operasi dan pemeliharaan dalam rangka konservasi dan pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air pada sungai, pantai, bendungan, danau, situ, embung, dan tampungan air lainnya, irigasi, rawa, tambak, air tanah, dan air baku serta pengelolaan drainase utama perkotaan,” paparnya.

Selanjutnya, Hermawan, S.T menambahkan upaya yang dapat dilakukan dalam menjaga kesetimbangan Cekungan Air Tanah (CAT) adalah dengan melarang pengusaha air tanah pada zona imbuhan dan sekitar mata air.

“Upaya dalam menjaga Kesetimbangan Cekungan Air Tanah pada Wilayah Sungai Bengawan Solo yang pertama ada proses perizinan, kewajiban membangun sumur resapan bagi pemegang izin sumur bor, lalu yang ketiga wajib membangun sumur pantau untuk sumur dan melaporkan hasil pemantauan ke Dinas ESDM, melarang pengusahaan air tanah pada zona imbuhan dan sekitar mata air. Dan yang ke lima penindakan terhadap penggunaan air tanah yang melebihi debit yang diizinkan,” katanya.

Dr. Ahmad Taufiq, ST,. MT., Ph.D menjelaskan bagaimana langkah-langkah dalam perencanaan pengelolaan air tanah. Dimulai dengan melakukan survey air tanah, geolistrik, jenis data air tanah, pengujian air tanah, pengujian kualitas air tanah, kemudian dilanjutkan dengan pemodelan air tanah.

Dr. Muhammad Isa Ansori, ATD., MT juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menaruh perhatian terhadap groundwater.

“Groundwater merupakan isu yang harus diperhatikan di tingkat internasional, kondisi air tanah yang menurun mengharuskan adanya perbaikan pengelolaan air tanah” ujarnya.

Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS. IPU turut memberikan gambaran mengenai teknologi sumur injeksi sebagai imbuhan air tanah buatan pada akuifer bebas di wilayah perkotaan. Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa prinsip dalam pengelolaan air tanah adalah keseimbangan, yaitu keseimbangan antara permintaan (demand) dan penyediaan (supply). (BBWSBS/Tamara- Meyta)