/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Dialog Interaktif Bertajuk Siaga Luapan Sungai Berpotensi Banjir

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech bersama Dr. Kuswaji Dwi Priyono Pengamat Lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta berkesempatan menjadi narasaumber dalam dialog interaktif bersama Radio Republik Indonesia Pro 1 Surakarta bertajuk Siaga Luapan Sungai Berpotensi Banjir, Kamis (05/11/2020).

Dalam kesempatan ini Dr.Ir. Agus Rudyanto M.Tech menyampaikan bahwa penyebab banjir dikarenakan luapan sungai dan karena system drainase kota,Di Surakarta terdapat pertemuan beberapa sungai yakni Kali Pepe, Kali Gajah Putih, Kali Anyar serta Kali Premulung dengan Sungai Bengawan Solo.

Sebagai pengamat lingkungan, Dr. Kuswaji Dwi Priyono menyampaikan dengan situasi geografis Surakarta yang merupakan kawasan yang menjadi tempat pertemuan beberapa sungai sehingga diperlukan kesadaran dan partispasi masyarakat dalam mengendalikan banjir yang diwujudkan dengan menjaga kebersihan dirumah dan disekitar sungai. Kegiatan seperti menanam pohon dan penghijaun juga bisa diupayakan.
Kemudian Dr.Ir. Agus Rudyanto M. Tech menyampaikan rencana pada tahun 2021 Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo akan melanjutkan pekerjaan pembangunan tanggul di Kelurahan Pucang Sawit, Kelurahan Semanggi dan Kelurahan Sangkrah serta pembangunan Pintu Air Demangan Baru.

Untuk masa mendatang diharapkan kita dapat mengendalikan kejadian banjir dan apabila terjadi banjir diperlukan Kerjasama yang baik antara Instansi Pemerintah, Komunitas dan Masyarakat di sekitarnya, (bbwsbs/sita).

Dialog Interaktif Menjaga Sungai Bengawan Solo dari Pencemaran

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech bersama Ketua Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Kampung Sewu Budi Utomo berkesempatan menjadi narasaumber dalam dialog interaktif bersama Radio Republik Indonesia Pro 1 Surakarta bertajuk Menjaga Sungai Bengawan Solo dari Pencemaran, Kamis (22/10/2020).

Dalam kesempatan ini Dr. Ir Agus Rudyanto, M.Tech menyampaikan bahwa setiap bulan BBWS Bengawan Solo selalu mengecek kualitas air di 30 titik lokasi di sepanjang Sungai Bengawan Solo namun hal tersebut belum dirasa maksimal dalam meminimalisir terjadinya pencermaran, sehingga perlu dilakukan Kerjasama antar stakeholders dan masyarakat dalam pengawasan agar pencemaran lingkungan di sungai bengawan solo dapat diminimalisir.

Sebagai masyarakat, Budi Utomo menyampaikan bahwa masyarakat melalui Komunitas Peduli Sungai turut aktif melakukan aksi bersih sungai demi meminimalisir pencemaran Sungai Bengawan Solo. Selain aksi bersih, kesadaran masyarakat juga ditingkatkan dengan sanksi-sanksi apabila membuang sampah sembarangan di sungai.

Selanjutnya Dr. Ir Agus Rudyanto, M.Tech memberikan pesan kepada masyarakat yakni upaya paling sederhana yang bisa dilakukan masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai adalah dengan tidak membuang sampah ke sungai.

Di harapkan kedepannya pencemaran Sungai Bengawan Solo dapat ditangkas dengan baik melalui Kerjasama antar stakeholders dan masyarakat sehingga dapat tercipta sungai yang tertata rapih dan bersih (bbwsbs/sita).