/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Audit Teknis Neraca Air Wilayah Sungai Bengawan Solo Cegah Krisis Air di Masa Depan

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo bersama Direktorat Kepatuhan Internal, Direktorat Air Tanah Air Baku, Direktorat Bina Teknik SDA dan Balai Hidrologi dan Lingkungan Kerairan serta Perum Jasa Tirta I melakukan Audit Teknis Neraca Air di Wilayah Sungai Bengawan Solo, Kamis-Jumat (8-9/04/2021).

Neraca air atau Water balance merupakan bagian dari keilmuan hidrometorologi yang menggambarkan hubungan antara inflow (aliran masuk) dengan outflow (aliran keluar) pada suatu wilayah selama periode tertentu. Dengan adanya Audit Teknis Neraca Air dapat diketahui apakah jumlah air pada suatu wilayah mengalami kelebihan (surplus) atau kekurangan (defisit) sehingga neraca air dapat diatur sebaik-baiknya.

Mochamad Mazid, ST, Sp.1 selaku Direktur Kepatuhan Intern menyampaikan bahwa Audit Teknis Neraca Air dapat mengetahui kondisi penggunaan air atau kebutuhan air dibandingkan dengan jumlah air yang tersedia yang hasilnya dapat digunakan untuk informasi sumber daya air bagi masyarakat atau berbagi instansi.

Kegiatan Audit Teknis Neraca Air dilakukan selama 2 hari yang diawali dengan Opening Meeting di Gedung Graha Tirta I, Sukoharjo, Jawa Tengah dan dilakukan  kunjungan lapangan di Bendung Gerak Sembayat yang berlokasi di di Desa Sidokmuti, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur yang terletak di sekitar 30 Km di Hulu Muara Sungai Bengawan Solo.

Dalam peninjauan Di Bendung Gerak Sembayat meninjau kondisi Intake Bendung Gerak Sembayat, mengamati Oxbow yang merupakan bagian dari aliran sungai Bengawan Solo serta meninjau Intake dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Tirta Kabupaten Gresik.

Disampaikan oleh Ir. Wursito Adi Baskoro, MT Kepala Subdirektorat Wilayah II Direktorat Air Tanah Air Baku agar dilakukan penertiban perihal Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengambil Air Liar di Bendung Gerak Sembayat agar semua dapat terdata dengan jelas sehingga terdapat pemerataan.

BBWS Bengawan Solo akan selalu berupaya memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat berdasarkan keadilan di sepanjang Sungai Bengawan Solo sesuai dengan peraturan yang berlaku (bbwsbs/sita).

Jaga Mutu dan Kualitas Infrastruktur SDA untuk Indonesia Maju

Dalam merancang konstruksi sebuah bangunan, tentu saja harus mengetahui bahan bangunan apa yang diperlukan. Hal ini dilakukan supaya proses pembangunan pun berjalan lancar dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) berkunjung ke wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dalam rangka factory visit dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, Kamis (28/01/2021).

Proses pembangunan dengan bahan-bahan yang berkualitas akan memberikan berbagai macam kelebihan. Bahan bangunan berkualitas pun biasanya dibuat dengan mengikuti standar dan regulasi konstruksi yang mengedepankan keselamatan, penghematan bahan baku sehingga tidak menciptakan limbah yang berlebih, mengurangi jejak karbon dan yang cukup penting adalah memiliki usia jangka panjang.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., disela kegiatan juga menyampaikan bahwa Salah satu tahapan penting dalam proses pembangunan adalah memilih material bangunannya. “Material bangunan yang dipilih akan mempengaruhi kualitas keseluruhan infrastruktur. Dan sesuai rencana, kami melakukan factory visit di produsen pipa, terkait paket pekerjaan penyediaan air baku di Bendungan Gondang. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan apakah speknya sudah sesuai, ketersediaan dan kapasitas produksi di pabrik, sekaligus uji kualitas produknya. Tujuannya agar tepat waktu pengerjaannya sehingga dapat berjalan sesuai target,” terangnya.

“Setalah melakukan kunjungan ke produsen, dan kualitas produk dinilai sesuai dengan spesifikasi, tentu hanya tinggal menunggu distribusi dan siap untuk pelaksanaannya. Semoga akhir Agustus 2021 mendatang paket pekerjaan penyediaan air baku di Bendungan Gondang dapat selesai,” jelas Wahyana, S.T., M.T., selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penyediaan Air Baku (PAB).

Secara teknis infrastruktur Bendungan Gondang yang membendung Daerah Aliran Sungai (DAS) Garuda tersebut memiliki kapasitas tampung 9,15 juta m3 dan luas genangan 43,86 Ha. Bendungan ini dapat menyuplai air daerah irigasi seluas 4.680 Ha sekaligus menjadi sumber air baku sebesar 100 liter/detik di Karanganyar dan Sragen. Selain itu, juga mereduksi debit banjir sebesar 8% dari semula 503 m3/detik turun menjadi 462 m3/detik, konservasi air (ground water recharge), serta destinasi wisata. (BBWSBS/Ferri)

Koordinasi Bencana Banjir Kali Lamong

Bencana banjir yang diakibatkan oleh meluapnya Kali Lamong pada Minggu (13/12/2020), menggenangi sejumlah kawasan di Kabupaten Gresik yang meliputi Kecamatan Balongpanggang seluas 1,54 Km2, Kecamatan Benjeng seluas 5,52 Km2, Kecamatan Menganti seluas 3,06 Km2 dan Kecamatan Cerme seluas 34,32 Km2. Hal ini dapat dibuktikan dengan pengamatan melalui citra satelit.

Menindaklanjuti hal tersebut Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melalui Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) meninjau lokasi banjir yang disebabkan oleh luapan Kali Lamong di Desa Pandu, Desa Jono, dan Desa Iker-iker Geger, di Kecamatan Cerme, Gresik, Jawa Timur, Rabu (16/12/2020).

Sebagai upaya penanganan banjir tahunan di Kali Lamong, BBWSBS telah melakukan koordinasi secara internal dengan Satgas Bencana Banjir BBWSBS di Wilayah Hulu, menjaga komunikasi dengan petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) di lapangan, serta dengan pihak eksternal seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum (PU) Gresik, maupun instansi di lingkungan Pemkab Gresik lainnya, serta menyiapkan bahan banjiran berupa alat berat seperti eskavator, truk, sandbag, dan lain sebagainya.

Berdasarkan hasil laporan pandangan mata tim BBWSBS di lapangan, terpantau aktivitas warga di Desa Jono dan Pandu masih berjalan meski sebagian akses jalan terputus akibat banjir yang mengelilingi daerah setempat. Sedangkan untuk wilayah Iker-iker Geger bantuan logistik baik pangan maupun non pangan dari komunitas masyarakat terus digulirkan dengan distribusi menggunakan perahu karet bantuan dari BPBD Gresik.

Kepala Bidang PJSA, Ir. Isgiyanto, M.T., turut menyampaikan bahwa normalisasi Kali Lamong akan terus dilaksanakan secara bertahap. “Normalisasi yang dilakukan dalam artian melebarkan bukan memperdalam, sebab untuk normalisasi juga ada batasan maksimalnya. Kami terus berusaha semaksimal mungkin untuk tetap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam mengatasi perihal bencana banjir di daerah Gresik, tentunya sesuai dengan situasi di lapangan,” terangnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU dan Tata Ruang Gresik, Sri Subaidahi, S.T., M.T., turut mengucapakan terimakasih atas kerjasama dari BBWSBS dalam upaya normalisasi Kali Lamong serta bantuan darurat bencana yang telah diberikan.

Kepala Desa Iker-iker Geger, Kristono, S.T., mengharapkan bantuan dari pemerintah, terutama terkait proyek normalisasi Kali Lamong. “Selama 14 tahun terakhir kejadian banjir di wilayah kami tidak pernah terlewatkan. Bahkan dalam satu tahun tidak hanya sekali, bahkan bisa lima kali. Terlebih saat ini baru memasuki awal musim penghujan. Oleh karena itu, kami mewakili warga Desa Iker-iker Geger, memohon bantuan dari pemerintah untuk penanganan banjir Kali Lamong,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh warga Desa Jono, Gatot Sudarwanto, berharap agar daerah yang berada di bantaran Kali Lamong di wilayah Gresik segera dibangun tanggul yang memadai seperti wilayah Surabaya. “Menurut pengamatan kami, setiap tahun tinggi debit air semakin meningkat, dengan adanya tanggul yang memadai, nantinya masyarakat Desa Jono bisa lebih tenang saat menghadapi musim hujan,” pesannya.

Sebagai informasi Kali Lamong dengan panjang ±130 Km tersebut memiliki luas Daerah Aliran Sungai (DAS) ±720 Km2) yang wilayah admisnistrasinya meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Mojokerto. Kali Lamong termasuk dalam kategori sungai intermitten dengan penampang yang relatif datar. Sungai tersebut juga memiliki 34 anak sungai dengan kapasitas maksimal sungai utama ±250 M3/detik sedangkan debit saat musim penghujan dapat mencapai >700 M3/detik (BBWSBS/Sita/Ferri).

Koordinasi Penataan Waduk Bunder di Kabupaten Gresik

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kunjungan kerja (kunker) di wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (17/11/2020). Kunker tersebut dalam rangka rapat koordinasi terkait penataan Waduk Bunder dan peninjauan aset Bendung Karet Kali Lamong, yang dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Infrastruktur Waduk Bunder yang memiliki luas 92 Ha dengan kapasitas awal 2,465 juta M3 tersebut memiliki potensi yang besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Selain digunakan untuk manfaat pertanian, waduk tersebut juga bermanfaat sebagai tempat penampungan dan resapan air. Selain itu, juga dapat mereduksi potensi banjir khususnya di wilayah Kebomas, Cerme, dan Gresik Kota.

Kepala Bidang PJSA Bengawan Solo, Ir. Isgiyanto, M.T., disela kegiatan monitoring menyampaikan bahwa BBWSBS melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR dan Bappeda Kabupaten Gresik untuk memberikan masukan, terkait dengan air yang masuk dan potensi yang bisa dimanfaatkan dari Waduk Bunder. “Detail Desain Penataan Waduk Bunder ditargetkan selesai pada akhir tahun 2020. Sehingga program yang disusun dari bawah bersama-sama dengan instansi terkait di Kabupaten Gresik ini akan diajukan ke pusat. Kami juga berharap agar program Penataan Waduk Bunder ini nantinya dapat segera terealisasi dan pelaksanaannya berjalan lancar,” pesannya.

Hal ini juga sejalan dengan salah satu misi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yaitu menyelenggarakan pengelolaan sumber daya air (SDA) secara efektif dan optimal, guna meningkatkan kelestarian fungsi dari keberlanjutan pemanfaatan SDA sekaligus mengurangi resiko daya rusak air.

Dengan adanya revitalisasi Waduk Bunder, nantinya akan memberikan manfaat antara lain, sebagai tampungan banjir sampai dengan Q50 tahun. Selain itu sebagai sumber air irigasi untuk area seluas 749 Ha, atau dapat menambah area tanam per tahun dari 20% menjadi 80%. Waduk tersebut nantinya juga dapat meningkatkan potensi di sektor kepariwisataan. (BBWSBS/Ferri)

Serah Terima Hasil Pelaksanaan P3TGAI Tahap II TA 2020 di Kabupaten Gresik dan Lamongan

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan acara Serah Terima Hasil Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahap II Tahun Anggaran 2020 di Wilayah Hilir Sungai Bengawan Solo, di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (27/10/2020). Acara yang diselenggarakan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Selain untuk mendukung program ketahanan pangan Nasional, melalui P3TGAI dapat meningkatkan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat khususnya petani. Program tersebut juga bermanfaat untuk memperkuat sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat petani dalam kegiatan pengelolaan jaringan irigasi.

P3TGAI menyasar pada pemberdayaan Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) maupun Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dalam kegiatan teknis perbaikan dan peningkatan jaringan irigasi air. Tujuannya untuk mengembalikan kondisi dan fungsi saluran dan bangunan irigasi seperti semula secara parsial.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada tahun 2020 BBWSBS diberi alokasi P3TGAI sebanyak 509 desa dengan rincian 146 desa di wilayah hulu, 224 desa di wilayah tengah, dan 139 desa di wilayah hilir Sungai Bengawan Solo.

“Harapan kami melalui kegiatan ini dapat menjawab tantangan penyediaan dan kelancaran air irigasi desa, serta dengan dana swakelola yang ada dapat membangkitkan roda perekonomian masyarakat sekitar,” pesannya.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA., turut menjelaskan bahwa sebelumnya acara serah terima pekerjaan selesai 100% telah dilaksanakan untuk enam desa di Kabupaten Bojonegoro pada 23 Oktober 2020. Dan pada kesempatan ini dilaksanakan untuk 16 desa yang terbagi di Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan. (BBWSBS/Ferri)

Bersama Memenuhi Kebutuhan Air di Kabupaten Gresik

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo bersama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Tirta Kabupaten Gresik dan Perum Jasa Tirta I melaksanakan kunjungan ke Bendung Gerak Sembayat di Desa Sidokmuti, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis (08/10/2020).

Kunjungan ini bertujuan mengecek kondisi Intake Bendung Gerak Sembayat sekaligus berdikusi tentang alokasi besarnya debit air yang akan dikelola oleh PDAM Giri Tirta Kabupaten Gresik dari Bendung Gerak Sembayat. Direktur Utama PDAM Giri Tirta Kabupaten Gresik Siti Aminatus Zariyah, SE menyampaikan bahwa kerjasama antara BBWS Bengawan Solo dan Perum Jasa Tirta 1 mutlak dilakukan untuk mendapatkan strategi memenuhi kebutuhan air baku di Kabupaten Gresik.

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo akan selalu berupaya memenuhi kebutuhan air berdasarkan keadilan di sepanjang aliran sungai bengawan solo sesuai dengan peraturan yang berlaku (bbwsbs/sita).

Safari Lapangan Monitoring SDA di Kabupaten Gresik

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan safari lapangan ke wilayah hilir Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (25/08/2020). Selain menghadiri acara groundbreaking penanganan banjir Kali Lamong, tim BBWS Bengawan Solo juga berkunjung ke Bendung Gerak Sembayat dan Waduk Banjaranyar atau yang lebih dikenal dengan nama Waduk Bunder.

Bendung Gerak Sembayat yang memiliki tujuh pintu tersebut memiliki daya tampung sebesar 10 juta M3 untuk memenuhi keperluan air baku di Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan. Bendung gerak tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk irigasi seluas 800 Ha dan mencegah intrusi air laut.

Hal ini juga sejalan dengan salah satu misi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yaitu menyelenggarakan pengelolaan sumber daya air (SDA) secara efektif dan optimal. Untuk meningkatkan kelestarian fungsi dari keberlanjutan pemanfaatan SDA serta mengurangi resiko daya rusak air. Dengan adanya bendung gerak ini diharapkan mampu menjadi long storage guna mengatasi kesulitan air baku terutama pada musim kemarau dan mampu meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Beranjak ke area Waduk Bunder, infrastruktur seluas 92 Ha dengan kapasitas awal 2,465 juta M3 tersebut memiliki potensi yang besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Selain digunakan untuk manfaat pertanian, waduk tersebut juga bermanfaat sebagai tempat penampungan dan resapan air. Selain itu, juga dapat mereduksi potensi banjir khususnya di wilayah Kebomas, Cerme, dan Gresik Kota.

Kepala Bidang PJSA Bengawan Solo, Ir. Isgiyanto, M.T., disela kegiatan monitoring menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan studi revitalisasi Waduk Bunder juga dibantu oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. “Bila dimanfaatkan secara optimal waduk ini tidak hanya memenuhi kebutuhan sumber daya air (SDA) bagi lahan pertanian namun juga memiliki potensi peningkatan pada sektor pariwisata, yang berdampak positif bagi Pemkab Gresik, dan secara tidak langsung juga akan mendorong perekonomian masyarakat sekitar,” pungkasnya. (BBWSBS/Ferri)

Groundbreaking Pengendalian Banjir Kali Lamong di Kabupaten Gresik

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menghadiri acara Groundbreaking Pengendalian Banjir Kali Lamong di wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (25/08/2020). Tanggul Kali Lamong di Desa Jono, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mulai dibangun untuk mencegah banjir akibat luapan Kali Lamong.

Kepala Bidang PJSA Bengawan Solo, Ir. Isgiyanto, M.T., yang dalam hal ini mewakili Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik atas kerjasamanya seperti pembangunan Lumbung Air Sukodono, di Kecamatan Panceng. “Beberapa pembangunan juga dibantu Pemkab Gresik, seperti pembangunan Bendung Gerak Sembayat (BGS) dan studi revitalisasi Bendungan Bunder. Kami berharap, masyarakat dapat bekerjasama dalam membantu kami dengan merelakan tanahnya untuk diganti rugi yang sewajarnya. Tentu saja, semuanya untuk kepentingan bersama,” pesannya.

Total panjang Kali Lamong adalah 103 Km dengan melintasi wilayah Kabupaten Gresik sepanjang 58 Km, masing-masing Kecamatan Balongpanggang, Menganti, Kedamean, Benjeng, Cerme, dan Kebomas. Program normalisasi Kali Lamong untuk pencegahan banjir tersebut akan terus dilanjutkan. Pemkab Gresik saat ini telah menyelesaikan studi Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP) Tahap I. Untuk pelaksaaan pekerjaan tanggul di Desa Jono, menggunakan metode grouting guna memperkuat pondasi tanah dasarnya.

Bupati Gresik, Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto, S.T., M.Si., turut menyampaikan bahwa Desa Jono, Kecamatan Cerme, merupakan salah satu desa yang rawan banjir dan pada tahun 2019 menjadi desa yang paling parah akibat jebolnya tanggul. “Kami berterima kasih kepada BBWS Bengawan Solo, karena telah memberikan perhatian kepada warga Gresik dengan membangun tanggul. Kami juga berharap pembangunan tanggul dapat memberikan manfaat mengurangi bencana banjir,” tutupnya. (BBWSBS/Ferri)

Pembangunan Pengendalian Banjir Kali Lamong

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., didampingi pejabat serta staf melakukan kunjungan kerja (kunker) ke kawasan proyek pengendalian banjir Kali Lamong yang melintang sekaligus membagi wilayah Kabupaten Gresik dan Kota Surabaya, di Jawa Timur, Rabu (05/08/2020).

Kali Lamong yang memiliki luas Daerah Aliran Sungai (DAS) ±720 Km2 tersebut rawan diterjang banjir saat memasuki musim penghujan. Meski sebagian warga terdampak telah terbiasa dengan banjir yang datang setiap tahunnya, namun pengerjaan normalisasi tetap dikerjakan untuk upaya pengendalian banjir.

BBWS Solo melalui Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) melaksanakan paket pengendalian banjir Kali Lamong salah satunya dengan memperkuat bagian titik talut yang kritis dan rawan. Kali Lamong termasuk dalam kategori sungai intermitten dengan penampang yang relatif datar. Sungai tersebut juga memiliki 34 anak sungai dengan kapasitas maksimal sungai utama ±250 M3/detik sedangkan debit saat musim penghujan dapat mencapai >700 M3/detik. Adapun progres fisik normalisasi Kali Lamong telah mencapai sekitar 71%.

Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. disela kegiatan monitoring turut menyampaikan bahwa saat musim kemarau merupakan waktu yang tepat untuk memaksimalkan pengerjaan normalisasi sungai. “Semoga di musim kemarau ini paket pengendalian banjir Kali Lamong bisa dikerjakan semaksimal mungkin sehingga penanganan secara konstruksi berjalan lancar dan masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (BBWSBS/Ferri)

Menengok Kawasan Industri Terintegrasi di Kabupaten Gresik

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo berkunjung ke kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu (05/08/2020). JIIPE adalah kawasan terintegrasi pertama di Indonesia, dengan total area 3.000 hektar, yang terdiri dari kawasan industri, pelabuhan umum multifungsi,dan hunian berkonsep kota mandiri. JIIPE menjadi kawasan percontohan bagi pengembangan industri di Indonesia.

Kawasan industri tersebut juga dilengkapi dengan empat dermaga multifungsi dengan area sandar sepanjang 6.200 meter, yang diharapkan bisa melayani kapal-kapal besar dengan muatan lebih dari 100.000 DWT. Akses internasional dan domestik diakomodir dengan konektivitas laut, tol dan kereta.

Sumber daya air (SDA) adalah hal penting, terlebih bagi kawasan industri dan lingkungan sekitarnya. Oleh sebab itu, pengelolaan SDA untuk menyediakan layanan air baku yang berkualitas di dalam kawasan industri adalah hal yang utama.

Dalam kunjungan kali ini, BBWS Bengawan Solo melihat langsung kawasan JIIPE untuk keperluan penerbitan izin Rekomendasi Teknis (Rekomtek). Pelayanan Rekomtek yang terpadu tersebut dalam rangka menuju kemanfaatan SDA yang harmonis dan bekerlanjutan.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menjelaskan bahwa penyiapan air baku dan drainase bagi kawasan industri harus dijamin. Sehingga perlu dilakukan peninjauan di lapangan. “Dengan adanya Rekomtek yang akurat bagi pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha, dalam rangka perizinan pengusahaan dan penggunaan SDA, tentunya akan menjamin kelangsungan dari sebuah proyek kawasan industri kedepannya,” tutupnya. (BBWSBS/Ferri)