/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

PKM Ke II Studi Pengendalian Sedimen Waduk Tukul

Setelah dilakukan Pertemuan Kosnultasi Masyarakat pada Bulan Mei lalu, Balai besar Wilayah Sungai Bengawan Solo kembali melaksanakan PKM tentang Studi Pengendalian Sedimen Waduk Tukul (Kamis 18/10/2018).

“Saya yakin Waduk Tukul dibangun dengan perencanaan yang baik. Baik secara social ekonomis, geografis, teknis sehingga kami mendukung semuanya” Kata Camat Arjosari dalam sambutannya.

Dalam rangka menjaga dan meminimalisir terjadinya sedimentasi serta merumuskan upaya pengendaliannya dan meminimalisir sedimen yang masuk ke Waduk Tukul  sehingga direncanakan desain pengendali sedimen di hulu waduk.

“Kami akan melakukan evaluasi atas setiap kejadian, termasuk banjir dan longsor yang berkaitan dengan Waduk ini” Kata Gadhang Swastyastu, ST, M.Eng selaku Kepala Seksi Perencanaan Umum BBWS Bengawan Solo.

Waduk yang dapat menyuplai air irigasi untuk sawah seluas 600 hektar, air baku sebesar 300 liter per detik, dan listrik mikrohidro sebesar 2 x 132 kW ini keberadaanya begitu berarti bagi masyarakat Pacitan khususnya di Kecamatan Nawangan dan Arjosari.

“Kita semua berharap agar semua pekerjaan itu tetap memperhatikan analisis dampak lingkungan dan akses jalan tetap bisa dipakai” Pesan salah satu peserta yang merupakan perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup.

Warga masyarakat berharap dapat turut serta dalam kegiatan operasi dan pemeliharaan yang ada (BBWSBS/sita).

Kunjungan Bendungan Bendo

Masih dalam rangka kunjungan kerja di Kabupaten Ponorogo, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal Akdian Manu, M.Si didampingi oleh PPK Bendungan I R. Panji Satrio S.T., M.T., MDM, PPK Pendayagunaan Air Tanah Hariyo Priambodo S.T, MM dan PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA III Wahyana S.T, M.T melaksanakan kunjungan ke  Bendungan Bendo di Sungai Kali Keyang atau dikenal dengan Kali Ngindeng di Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Bojonegoro (Kamis 11/10/2018).

“Semua harus kerja cepat karena 2 bulan lagi (musim hujan), cuaca juga bisa berubah kapan saja jadi harus selalu siap” Pesan Charisal.

Saat ini progress fisik Bendungan Bendo telah mencapai 68,2% dari rencana 67,41. Charisal melakukan rapat internal untuk rencana percepatan Bendungan yang nantinya akan mengairi irigasi seluas 7.800 ha, penyedia air baku sebesar 370 lt/detik dan pengendali Banjir kota Ponorogo ini (BBWSBS/sita)

PKM D.I. Kewenangan Provinsi (IPDMIP)

Kabupaten Lamongan khususnya Desa Sekaran Kecamatan Sekaran selalu terjadi kekeringan pada saat musim kemarau sehingga petani kesulitan dalam mencari air untuk irigasi pertanian. Hal tersebut yang melatarbelakangi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dalam melakukan pengembalian fungsi D.I. Rawa Sekaran.

Pada hari Selasa (09/10/2018) BBWS Bengawan Solo melalui  Heri Budianto, ST, M.Eng. selaku Pelaksana Teknis PPK Perencanaan Program bersama konsultan dari PT. Kencana Layana Konsultan dan PT. Parama Krida Pratama (KSO) melakukan Pertemuan Konsultasi Masyarakat yang pertama di Kantor Desa Sekaran, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan. Pertemuan ini dihadiri oleh Bappeda Kabupaten Lamongan, Kepala Kecamatan Sekaran, Koramil Kecamatan Sekaran, UPT PSDA Bojonegoro, UPT SDA Karanggeneng, Dinas TPHP Kecamatan Serkaran, Kepala Desa Sekaran, dan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) setempat.

Tujuan dari PKM yang pertama ini  adalah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai pekerjaan SID-DI Kewengangan Provinsi (IPDMIP) yang akan dilaksanakan, menjaring informasi dari stakeholder berkaitan dengan potensi dan permasalahan sumber daya air di Daerah Irigasi Rawa Sekaran baik secara teknis, sosial ekonomi, dan lingkungan, serta musyawarah dengan masyarakat untuk mendapatkan penyelesaian yang terbaik(DATINBBWSBS/charis).

Audiensi Pembangunan Bendungan Jlantah Di Kabupaten Karanganyar

Bupati Karanganyar Julyatmono didampingi jajaran pemerintah Kabupaten Karangnyar dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Karanganyar menerima Audiensi dari Balai Wilayah Sungai Bengawan Solo yang dipimpin langsung Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Charisal A. Manu terkait Rencana Pembangunan Bendungan Jlantah.

“Kami selaku pelaksana meminta bantuan kepada jajaran pemerintah daerah Kabupaten Karanganyar selaku tuan rumah untuk mengkomunikasikan pembangunan ini. Seperti pembangunan Bendungan Gondang kala itu, kami harap kali ini dapat berjalan dengan lancar” Ucap pria yang akrab disapa Roga.

Pembangunan Bendungan Jlantah berlokasi di Desa Tlobo dan Desa Karangsari, Kecamatan Jatiyoso, kurang lebih 30 menit perjalanan dari pusat kota Karanganyar. Nantinya Bendungan Jlantah ini memiliki manfaat berupa tampungan air baku sebesar 150 liter/detik, serta dapat mengairi lahan persawaha seluas 1.493 ha.

Melalui audiensi hari ini terjalin hubungan dan komunikasi antar instansi agar pembangunan bendungan jlantah dapat berjalan lancar dan meminimalkan hambatan sosial. Rencananya akan dilaksanakan pertemuan dengan warga masyarakat untuk mengkomunikasikan lebih detail tentang pembangunan Bendungan Jlantah ini. Mengingat restu masyarakat sangat penting dan pembangunan tidak akan terlaksana jika lahan tidak siap (DATINBBWSBS/sita).

Peningkatan Kapasitas SDM Untuk Jaringan Irigasi Air Tanah

Sehubungan dengan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia untuk Jaringan Irigasi Air Tanah, BBWS Bengawan Solo melalui Bidang Operasi dan Pemeliharaan SDA Bengawan Solo mengadakan Pelatihan Peningkatan dan Pengetahuan Teknis Petugas Operasi dan Pemeliharaan (Surakarta 14/8/2018).

“Mari rekan-rekan sekalian manfaatkanlah secara maksimal materi  yang didapat di ruang kelas dan kemudian diimplementasikan di lapangan. Dengan demikian kita akan lebih yakin dan mempunyai kemampuan untuk melaksankan tugas dan tanggunjawab dengan baik dan benar kedepannya,” Nasihat Charisal A. Manu dalam sambutannya sekaligus pembukaan acara ini.

Jumlah peserta yang mengikuti dalam pelatihan ini sebanyak 38 orang yang terdiri dari petugas Operasi dan Pemeliharaan dari Kabupaten Karanganyar, Klaten, Sragen, Surakarta, Ngawi, Magetan, Tuban, Ponorogo, Madiun, dan Gresik.

Acara ini akan berlangsung sampai hari Kamis, dalam susunan acara diagendakan materi yang akan disampaikan meliputi Tata Cara Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Air Tanah, Tata Cara Perhitungan AKNOP JIAT, Tata Cara Pelaporan serta Pengisian Blangko Operasi dan Pemeliharaan dan Praktek Lapangan di Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan petugas yang menangani kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Air Tanah di Wilayah Sungai Bengawan Solo. (BBWSBS/rizal-charis)

Jelajah Ponorogo

Seiring berjalannya waktu, kondisi dan fungsi sarana prasarana infrastruktur bidang irigasi dapat mengalami penurunan. Pembangunan infrastruktur bidang irigasi tidak akan bertahan lama tanpa adanya kegiataan pemeliharaan yang berkesinambungan. Hal ini terjadi pula pada Daerah Irigasi Sungkur di Kabupaten Ponorogo.

Balai Besar Wilayah Bengawan Solo melalui Kepala Bidang Pelaksanaan Pemanfaatan Sumber Air (PJPA) Bengawan Solo Isgiyanto, PPK Irigasi dan Rawa II Ni Nyoman Indah Pramadewi dan PPK Pendayagunaan Air Tanah Hariyo Priyambodo bersama tim konsultan melakukan survey lapangan di Daerah Irigasi Sungkur di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (20/07/2018). Survey lapangan kali ini bertujuan untuk mengetahui kondisi di lapangan sekaligus membuat rencana pemeliharaan.

“Pekerjaan yang sudah selesai diantaranya adalah Clearing Lokasi, Penggalian dan Pembuatan akses. Rencananya selesai akhir November, karena yang mau ditambah lebar bendungan jadi kita fokus ke hulu dan hilirnya” Terang Indah.

Kunjungan kali ini dilanjutkan dengan kunjungan ke penyediaan air tanah untuk air baku di Desa Suren, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo. Proyek ini direncanakan selesai pada bulan November 2018.

“Debit 2.5 liter/det diharapkan dapat menyediakan air baku untuk 80 kartu keluargau di Desa Suren” Ungkap Hariyo.

Mengingat sebentar lagi akan masuk musim kemarau dan kebutuhan air bersih yang semakin meningkat maka pekerjaan ini diharapkan selesai tepat waktu (DATINBBWSBS/rizal-sita)

Tinjauan Lapangan Karangnongko

Kepala Subdirektorat Irigasi Wilayah Barat Ditjen SDA Jhon Sianipar bersama Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Isgiyanto serta beberapa pejabat eselon dan kesatkeran BBWS Bengawan Solo melaksanakan tinjauan lapangan rencana pembangunan Bendung Gerak Karangnongko di Kabupaten Bojonegoro, Rabu (04/07/18).

Lokasi Bendung Gerak Karangnongko ini direncanakan di Sungai Bengawan Solo (Lower Solo River Basin) sekitar 15 km di hilir pertemuan Sungai Bengawan Solo dengan Sungai Madiun, tepatnya di sebelah kanan di Desa Ngelo Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro dan di sebelah kiri di Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora.

Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko menjadi penting untuk dilaksanakan dalam rangka mewujudkan bendung gerak sebagai infrastruktur untuk pasokan air irigasi dan air baku bagi masyarakat di DAS Bengawan Solo sebelah hilir.

Jaringan irigasi baru akan dikembangkan pada kedua sisi dihilir sungai Bengawan Solo, yaitu jaringan irigasi kiri dan jaringan irigasi kanan. Untuk jaringan irigasi kanan, pada dasarnya mengikuti jaringan irigasi Solo Valley yang dibangun oleh pemerintah Belanda pada tahun 1890.

Saat ini hampir semua daerah irigasi di hilir Karangnongko memperoleh air dengan pompa dari air Sungai Bengawan Solo dan air tanah dengan intensitas tanam 160%. Setelah adanya Bendung Gerak Karangnongko diharapkan intensitas tanam di hilir bendung gerak dapat ditingkatkan dari 160% menjadi 250%.

Nantinya dengan adanya suplai air dari Bendung Gerak Karangnongko total luas daerah irigasi yang bisa dialiri seluas 6.950 ha dengan rincian luas jaringan irigasi kanan seluas 5.203 Ha dan jaringan irigasi kiri seluas 1.747 ha. (DATIN BBWSBS/maw)

PKM Detail Desain Rehabilitasi Jaringan D.I Semen Krinjo

Rembang  (9/5/2018) di Ruang Pertemuan Kantor Kecamatan Sale dilaksanakan Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) Detail Desain Rehabilitasi Jaringan D.I Semen Krinjo di Kabupaten Rembang dan Kabupaten Tuban. Pertemuan dihadiri oleh Bidang Perencanaan Umum dan Program  Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Camat Sale Kabupaten Rembang, Camat Jatirogo Kabupaten Tuban, serta beberapa perwakilan warga setempat.

Pertemuan ini bertujuan agar warga setempat dapat menyampaikan kritik, saran dan aspirasi terhadap Proyek tersebut. Pertemuan diawali dengan pemaparan dari pihak konsultan yaitu PT Cipta Rencana  Konsultan yang mendeskripsikan tentang rencana kegiatan dilapangan, dilanjutkan dengan inventaris bangunan dan diskusi.

“Kebocoran D.I menyebabkan air masuk ke Pekarangan warga dan ketika debit air naik mengakibatkan banjir. Kami berharap ada solusi dari masalah tersebut” Terang Yayuk selaku Kepala Desa Jatinganten.

Suparwi selaku Kepala Desa Pasean juga menjelaskan bahwa pernah terjadi kejadian seperti ada orang yang sengaja membuka pintu air dengan alasan untuk mengambil ikan. Terdapat pula yang meminta untuk dibuatkan akses jalan agar pertumbuhan pertanian di daerah sekitar tetap dapat berjalan dengan baik.

Pertemuan ini merupakan media diskusi dari warga yang hasilnya nanti akan sangat berguna bagi keberlanjutan Proyek Rehabilitasi Jarangan D.I Semen Krinjo. Diskusi ditutup dengan pesan dari salah satu peserta yang menghimbau kepada seluruh tamu undangan yang hadir agar saat proyek ini nanti jadi dapat dijaga sebagaimana mestinya. (Rizal/Sita)