/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Serah Terima Jabatan Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) di lingkungan BBWSBS, di Kantor BBWSBS, di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis, (31/03/2022). Acara yang diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Sebelum dilantik sebagai Kabid PJPA Bengawan Solo, Indra Kurniawan, ST., M.Sc yang sebelumnya bertugas menjadi Kepala Satuan Kerja (Satker) Operasi dan Pemeliharaan BWS Maluku Utara. Sementara itu, Heriantono Waluyadi, ST, MT yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo, kini menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Pemantauan, Evaluasi, dan Pengadaan Tanah di Direktorat Sistem dan Strategi Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA).

Dalam sambutannya, Indra Kurniawan, ST., M.Sc mengungkapkan, sertijab merupakan upaya peningkatan kinerja yang strategis karena terkait dengan dinamika proses kesinambungan pembinaan secara utuh dan menyeluruh baik pembinaan organisasi, pembinaan personel, maupun regenerasi di lingkungan BBWSBS.

“Pergantian pejabat seperti ini, tidak hanya dimaknai sebagai pergantian personel semata, namun merupakan proses kesinambungan pembinaan yang mendorong semangat pembaruan dan penyegaran bagi peningkatan peran suatu organisasi. Semoga saya bisa segera beradaptasi di lingkungan BBWS Bengawan Solo,” katanya.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Dr. Ir Agus Rudyanto, MTech, berpesan bahwa rotasi dan promosi jabatan merupakan salah satu proses manajemen dalam organisasi untuk peningkatan kinerja di BBWS Bengawan Solo. Jabatan yang akan diemban nanti adalah untuk peningkatan kinerja.

“Kami berharap ada loyalitas dan dedikasi terhadap pekerjaan yang diemban. Keberhasilan itu juga tidak terlepas dari adanya kebersamaan dan kekompakan dari seluruh pejabat dan staf yang solid. Sertijab pejabat berdasarkan keahlian, kemampuan, dan integritas. Saya minta agar para pejabat baru cepat beradaptasi dan loyal dalam merumuskan kebijakan,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)

5.000 Benih Ikan Nila Disebar di Waduk Pondok

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyebar 5.000 benih Ikan Nila di Bendungan Pondok yang berlokasi di Desa Dero, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Senin (28/03/2022) siang. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T., Kabid Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si., dan beberapa pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo. Kegiatan tersebut sebelumnya telah memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech, menyampaikan kampaye air ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Air Dunia ke-30 tahun 2022. Kampanye Air ini untuk meningkatkan pemahaman publik akan pentingnya air bagi kehidupan untuk selanjutnya bersama-sama melindungi pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. “Masyarakat perlu diberikan pemahaman dan kesadaran bahwa mereka tidak hanya memiliki hak sebagai pengguna air, tetapi juga bertanggung jawab serta wajib memberikan konstribusi dalam memelihara alam dan lingkungan yang menjadi sumber air,” katanya.

Agus mengatakan menyampaikan sebanyak 5.000 benih Ikan Nila ditebar di Bendungan Pondok. Kegiatan seperti ini juga merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan ketahanan pangan di tengah masyarakat.

“Mudah-mudahan benih ikan yang hari ini saya tebarkan bisa berkembang dan dinikmati masyarakat. Harapan saya, nanti benih ikan ini dapat berkembang biak sehingga manfaatnya dapat dinikmati oleh semua kalangan,” ujarnya.

Agus membolehkan masyarakat untuk memancing ikan yang ada di sekitar Bendungan Pondok. Tapi para pemancing harus bersabar beberapa waktu untuk menunggu benih ikan yang disebarkan bertambah besar dan layak untuk dikonsumsi.

“Kawasan ini bisa menghasilkan wisata air seperti untuk pemancingan. Tapi pesan saya mari bersama-sama kita rawat dan kita jaga tempat ini,” ujar Agus.

Wisata Bendungan Pondok diresmikan pada 1 Januari 2020 dan hingga sekarang masih menjadi obyek wisata yang menyuguhkan panorama air yang indah.

Dengan luas sekitar 2.596 ha, waduk ini mampu menampung air sampai dengan 29 juta m3 sehingga terlihat seperti hamparan air yang menyerupai danau dengan latar belakang hutan dan daerah perbukitan. (BBWSBS/Tamara)

Webinar Pengelolaan Air Tanah Wilayah Sungai Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar webinar bertema Pengelolaan Air Tanah di Wilayah Sungai Bengawan Solo, selasa (15/3/2022). Kegiatan ini diadakan secara online via zoom dan ditayangkan secara live via youtube channel BBWS Bengawan Solo.

Narasumber yang hadir sebagai pembicara untuk memberikan materi dalam webinar tersebut yakni, Kasubdit Wilayah II, Direktorat Air Tanah dan Air Baku, Ir. Wursito Adi Baskoro, M.T menyampaikan materi mengenai Kebijakan Pengelolaan Air Tanah di Indonesia, Kepala SNVT ATAB BBWS Bengawan Solo, Nely Mulyaningsih S.P., M.PSDA menyampaikan materi mengenai Pengelolaan Air Tanah di Wilayah Sungai Bengawan Solo, Koordinator Pengusahaan Dan Konservasi Air Tanah, Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Hermawan, S.T menyampaikan materi mengenai Kondisi Air Tanah di Wilayah Sungai Bengawan Solo, Kepala Balai Air Tanah, Dr. Ahmad Taufiq, S.T., M.T., Phd menyampaikan materi mengenai Perencanaan Pengelolaan Air Tanah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, Dr. Muhammad Isa Anshori, ATD., MT, menyampaikan materi mengenai Kegiatan Pemanfaatan dan Pengelolaan Air Tanah di Jawa Timur, dan Akademisi Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS menyampaikan materi mengenai Perkembangan Teknologi Pengelolaan Air Tanah di Daerah Perkotaan. Selaku moderator pada webinar adalah Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur (KPI) Sumber Daya Air (SDA), Ali Rahmat, S.T., M.T..

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunci kelestarian air tanah untuk pemenuhan kebutuhan adalah pengelolaan air tanah secara baik dan berkelanjutan yang kemudian menjadi tanggung jawab bersama.

“Dalam pemanfaatan air tanah bayak hal yang perlu dianalisa lebih lanjut, karena eksploitasi air tanah berlebih tanpa pengisian ulang akan mengakibatkan penurunan kualitas air tanah” ujarnya.
Melalui pemaparan materinya, Ir. Wursito Adi Baskoro, M.T menyampaikan mengenai regulasi dan kebijakan pengelolaan air tanah di Indonesia.

Nely Mulyaningsih, SP,. MPSDA. turut menjelaskan program kegiatan pengelolaan air tanah yang telah dilakukan di Wilayah Bengawan Solo yakni melalui program rehabilitasi rumah pompa dan redrilling (pengeboran ulang) sumur produksi tanah.

“Balai Besar Wilayah Sungai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai yang meliputi perencanaan, pelaksanaan konstruksi, operasi dan pemeliharaan dalam rangka konservasi dan pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air pada sungai, pantai, bendungan, danau, situ, embung, dan tampungan air lainnya, irigasi, rawa, tambak, air tanah, dan air baku serta pengelolaan drainase utama perkotaan,” paparnya.

Selanjutnya, Hermawan, S.T menambahkan upaya yang dapat dilakukan dalam menjaga kesetimbangan Cekungan Air Tanah (CAT) adalah dengan melarang pengusaha air tanah pada zona imbuhan dan sekitar mata air.

“Upaya dalam menjaga Kesetimbangan Cekungan Air Tanah pada Wilayah Sungai Bengawan Solo yang pertama ada proses perizinan, kewajiban membangun sumur resapan bagi pemegang izin sumur bor, lalu yang ketiga wajib membangun sumur pantau untuk sumur dan melaporkan hasil pemantauan ke Dinas ESDM, melarang pengusahaan air tanah pada zona imbuhan dan sekitar mata air. Dan yang ke lima penindakan terhadap penggunaan air tanah yang melebihi debit yang diizinkan,” katanya.

Dr. Ahmad Taufiq, ST,. MT., Ph.D menjelaskan bagaimana langkah-langkah dalam perencanaan pengelolaan air tanah. Dimulai dengan melakukan survey air tanah, geolistrik, jenis data air tanah, pengujian air tanah, pengujian kualitas air tanah, kemudian dilanjutkan dengan pemodelan air tanah.

Dr. Muhammad Isa Ansori, ATD., MT juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menaruh perhatian terhadap groundwater.

“Groundwater merupakan isu yang harus diperhatikan di tingkat internasional, kondisi air tanah yang menurun mengharuskan adanya perbaikan pengelolaan air tanah” ujarnya.

Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS. IPU turut memberikan gambaran mengenai teknologi sumur injeksi sebagai imbuhan air tanah buatan pada akuifer bebas di wilayah perkotaan. Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa prinsip dalam pengelolaan air tanah adalah keseimbangan, yaitu keseimbangan antara permintaan (demand) dan penyediaan (supply). (BBWSBS/Tamara- Meyta)

Pelantikan Penjabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Penjabat Administrator di lingkungan Kementerian PUPR

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melantik Penjabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Penjabat Administrator di lingkungan Kementerian PUPR. Pelantikan ini dilaksanakan secara jarak jauh (teleconference) di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (04/03/2022). Kegiatan ini berlangsung tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan, adanya pelantikan pejabat di lingkungan Kementerian PUPR merupakan sebuah hal yang biasa dalam birokrasi. Dirinya berharap seluruh pegawai di Kementerian PUPR siap melaksanakan tugas yang diamanahkan dengan sebaik-baiknya.

“Rotasi dan promosi jabatan merupakan salah satu proses manajemen dalam organisasi untuk peningkatan kinerja di Kementerian PUPR. Jabatan yang akan diemban nanti adalah untuk peningkatan kinerja organisasi Kementerian PUPR,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutannya.

Menteri Basuki berpesan kepada seluruh pejabat yang baru dilantik agar dapat menjalankan tugas dan amanah dengan sebaik-baiknya. “Hari ini secara resmi saya melantik saudara sekalian dalam jabatan yang baru di lingkungan Kementerian PUPR. Saya percaya bahwa saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Menjadi insan PUPR harus memiliki kredibilitas yang tinggi” katanya.

Adapun pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan BBWS Bengawan Solo yang dilantik adalah Heriantono Waluyadi, ST,. MT. yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo, kini menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Pemantauan, Evaluasi, dan Pengadaan Tanah di Direktorat Sistem dan Strategi Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA).

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., berharap kedepannya pejabat yang menempati jabatan baru dapat menjalankan tugas semaksimal mungkin, bekerja dengan baik, ikhlas dan sesuai dengan prosedur yang ada di lapangan, serta melayani masyarakat baik dalam arti umum maupun spesifik. Hal tersebut tentunya bertujuan untuk melakukan percepatan pelaksanaan pekerjaan dan kegiatan di lingkungan SDA yang tersebar Indonesia. (BBWSBS/Tamara).

Pelepasan Pegawai OJT di Lingkungan BBWS Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo mengadakan pelepasan pegawai On The Job training (OJT) yang mulai bertugas di wilayah baru berdasarkan surat keputusan Direktur Jendral Sumber Daya Air (SDA) nomor 15/KPTS/D/2022 tentang penempatan pegawai negeri sipil formasi tahun 2019 dan 2020 di Direktorat Jenderal SDA Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kantor BBWS Bengawan Solo, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (18/02/2022).

Kegiatan pelepasan ini dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting dan diikuti oleh pejabat dan pegawai baik yang sedang melaksanakan Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH).

Adapun pegawai yang berpindah tugas adalah Sri Wahyuni, A.Md ditempatkan di BBWS Cimanuk Cisanggarung, Pugar Dwi Riswanto S.AP ditempatkan di Sesditjen SDA, Freska Kristiana, A.Md.Ak ditempatkan di Direktorat SSPSDA, Desy Yustika Rini S.T ditempatkan di BBWS Citanduy, Yuliarini Amdan S.T dan Arfan Yosannurahman S.T ditempatkan di BBWS Kalimantan IV Samarinda, dan Ardelia Arlimasita S.T tetap bertugas di BBWS Bengawan Solo.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir.Agus Rudyanto, M.Tech menyampaikan kurang lebih satu tahun para pegawai OJT bekerja di lingkungan BBWS Bengawan Solo. Untuk para pegawai OJT dimanapun bertugas tetap harus senantiasa menjadi insan PUPR SDA yang bermanfaat.

“Saya harap pengalaman kerja di BBWS Bengawan Solo menjadi bekal untuk mulai bekerja di kantor baru. Pesan saya tetap menjaga integritas, selalu menjaga teamwork dengan rekan kerja di kantor baru dan tetap menjaga tali silahturahmi dengan pegawai di BBWS Bengawan Solo,” katanya.

Walaupun kegiatan ini diadakan secara virtual, namun komunikasi antar pegawai masih terjaga. Kepala BBWS Bengawan Solo selalu mewanti – wanti seluruh pegawai OJT untuk tetap menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19. (BBWSBS/Tamara)

Pengendalian dan Pengaturan Anak Sungai Kali Kebo

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan kegiatan monitoring anak sungai Kali Kebo tepatnya di Tempat Pembuangan Akhir Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Surakarta, Senin (31/01/2022).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T., Kabid Operasi dan Pemeliharan (O&P) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si., Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur (KPI) Sumber Daya Air (SDA), Ali Rahmat, S.T., M.T., dan beberapa pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo. Kegiatan monitoring tersebut sebelumnya telah memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Kali Kebo merupakan sungai orde 3 dari Sungai Bengawan Solo yang memerlukan pengendalian dan pengaturan dalam rangka menambah volume tampungan debit banjir dan mengendalikan pencemaran air pada ruas sungai yang masuk di daerah pembuangan sampah.

Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengalihkan aliran Kali Kebo mengitari gunungan sampah pada TPA Putri Cempo, yang dalam perencanaannya diperlukan kajian secara detail sebagaimana disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T.

“Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya dampak negatif dari pengalihan alur sungai, maka perlu dilakukan kajian pengaruh pengalihan sungai terhadap tren perubahan hidrolik, morfologi, dan banjir di hulu dan hilir ruas pengalihan sungai,” katanya.

Naryo menjelaskan bahwa BBWS Bengawan Solo melakukan pengendalian dan pengaturan anak sungai Kali Kebo dengan melakukan pengalihan alur sungai melalui tepi area Blok C kearah sungai eksisting yang salahsatu tujuannya adalah dalam rangka mendukung operasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional sesuai tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2019. (BBWSBS/Tamara)

Dukungan Pemda Jadi Kunci Kelanjutan Pembangunan Bendungan Gerak Karangnongko

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech bersama pejabat di lingkungan  Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menghadiri kegiatan rapat koordinasi (rakor) Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko yang diadakan oleh Kementerian  Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (27/1). Koordinasi ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Blora. Kegiatan tersebut tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Koordinasi ini, membahas mengenai percepatan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko sekaligus peran yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Pemerintah Kabupaten Blora dalam pelaksanaan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko, sehingga perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dalam penangannya.

Bendung Gerak Karangnongko berada di Sebelah kanan Desa Ngelo Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro dan Sebelah kiri Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora. Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan Solo sebagai kesatuan dengan tiga bendung gerak yang sudah ada yaitu Bendung Gerak Babat, Bendung Gerak Bojonegoro dan Bendung Gerak Sembayat.

Nantinya, Bendung Gerak Karangnongko berfungsi untuk pasokan air irigasi dan air baku di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo sebelah hilir yang cukup luas. Bendung Gerak Karangnongko bermanfaat untuk daerah irigasi Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha dan daerah irigasi Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 158.000 Ha. Selain itu, nantinya juga bermanfaat untuk air baku sebesar 1.155 liter/detik untuk 4 (empat) kabupaten yaitu Kabupaten Bojonegoro, Blora, Tuban, dan Ngawi.

Asisten Deputi Perencanaan Pengembangan Kawasan Strategis Ekonomi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Tulus Hutagalung mengatakan keberadaan Bendung Gerak Karangnongko ini nanti akan memberikan manfaat juga bagi 4 (empat) kabupaten yaitu Kabupaten Bojonegoro, Blora, Tuban, dan Ngawi. Di masa mendatang diharapkan mampu memberikan pasokan Daerah Irigasi (DI) Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 5.203 Ha dan D.I. Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.746 Ha. Kebutuhan air baku Kabupaten Bojonegoro 280 lt/dt, Kabupaten Blora 100 lt/dt, Kabupaten Tuban 275 lt/dt dan Kabupaten Ngawi 500 lt/dt serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

“Nantinya, Bendung Gerak Karangnongko dapat bermanfaat cukup luas bagi masyarakat. DI Karangnongko ini merupakan salah satu manfaat yang nantinya akan didapat masyarakat setelah pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. Semoga proses menuju konstruksi nantinya dapat berjalan lancar dan tidak terkendala,” ujarnya.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan perlu adanya koordinasi mengenai progres pembangunan infrastruktur sumber daya air (SDA) di Kabupaten Blora dan Kabupaten Bojonegoro. Hal ini dilakukan untuk mengetahui mekanisme/tahapan dalam proses pembangunan Bendung Gerak Karangnongko seperti pembebasan lahan, relokasi masyarakat, pembahasan teknis sekaligus opsi solusi yang akan dilakukan kedepannya.

“Dengan adanya rakor ini terjalin kerjasama serta dukungan Pemerintah Daerah untuk memperlancar pembangunan Bendung Gerak Karangnongko,” katanya. (BBWSBS/Tamara)

Wujudkan Keterpaduan SDA Melalui Embung Kresek di Madiun

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, beserta pejabat di lingkungan BBWSBS dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun, Tontro Pahlawanto melakukan kunjungan lapangan di Embung Kresek yang terletak di Kali Plupuh, Desa Bolo, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur, Rabu (12/1/2022).

Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo telah menyelesaikan pembangunan Embung Kresek

Embung kresek ini mempunyai kapasitas tampungan sebesar 61 ribu m3, luas genangan 3,21 ha dan luas daerah aliran sungai 8,90 km2 dengan manfaat sebagai layanan kebutuhan air irigasi daerah eksisting (intensifikasi pertanian) 100 ha.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan pembangunan embung dilakukan untuk membantu mencukupi kebutuhan air di beberapa wilayah di Kabupaten Madiun. Bukan hanya untuk kebutuhan air untuk pertanian, pembangunan embung juga bisa ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

“Dengan adanya Embung Kresek ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air irigasi lahan pertanian di tiga kecamatan yakni Kecamatan Geger, Dagangan, dan Wungu, selain itu sebagai resapan air, kawasan pariwisata, serta untuk konservasi Sumber Daya Air ,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Pidekso

Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Pidekso yang berada di Desa Pidekso, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti, Selasa (28/12/2021).

Hadir dalam acara peresmian tersebut diantaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahli Lahadalia. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Bupati Wonogiri, Joko Sutopo.

Bendungan Pidekso merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Pidekso yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya Desa Pidekso, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri.

Bendungan Pidekso nantinya akan memberikan manfaat untuk pemenuhan kebutuhan air untuk irigasi seluas 1.500 Ha, penyediaan air baku sebesar 300 lt/detik dan dapat mereduksi banjir sebesar 322,60 m3/detik, meningkatkan indeks pertanian di kabupaten wonogiri dari 133% ke 240%.

Pemenuhan kebutuhan air tersebut dapat dipenuhi dari tampungan Bendungan Pidekso sebesar 25 juta m3 yang berada di area genangan seluas 232 Ha. Selain irigasi, juga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Jokowi mengatakan pada hari ini dua bendungan telah diresmikan yakni Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara dan Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Nantinya dua bendungan ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

“Dengan mengucap bismillahirahmanirahim Bendungan Pidekso yang berada di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah pada siang hari ini saya nyatakan diresmikan,” ujar Presiden.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan, pembangunan Bendungan Pidekso telah diinisiasi sejak tahun 2014, dan berjalan hingga 2018 untuk pembebasan lahan. Dilanjutkan pada tahun 2018-2021 untuk konstruksi.

“Untuk konstruksinya ini lebih cepat dari rencana target sesuai kontrak yang harusnya selesai pada 2022 akhir,” katanya.

Jarot mengatakan, fungsi utama Bendungan Pidekso untuk mengairi irigasi lahan pertanian seluas 1.500 ha, sehingga diharapkan akan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari sekali dalam setahun, bisa menjadi tiga kali setahun dengan pola tanam padi, padi, dan palawija.

“Bendungan multifungsi ini juga untuk memenuhi kebutuhan air baku warga Wonogiri dengan kapasitas 300 liter/detik. Ditargetkan untuk pembangunan fasilitas pengolahan air bakunya akan selesai 2023,” ujar Jarot.

Selanjutnya dikatakan Jarot, bendungan tersebut juga untuk mereduksi debit banjir, sekitar 11%. Menurutnya bendungan yang berada di hulu Sungai Bengawan Solo ini merupakan satu kesatuan pengelolaan sungai yang terhubung ke Waduk Serba Guna Kabupaten Wonogiri atau dikenal dengan sebutan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri dibangun dari tahun 1976 sampai dengan tahun 1981 tepat di bagian hilir.

“Bendungan ini juga memiliki potensi destinasi pariwisata baru, yang pengembangannya akan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Wonogiri sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” tutur Jarot.

Kepala BBWS Bengawan Solo Agus Rudyanto mengatakan dengan selesainya konstruksi bendungan yang merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) ini juga akan mendukung peningkatan irigasi premium yakni irigasi yang sumber airnya dari bendungan.

“Selanjutnya jaringan irigasi premiumnya akan dibangun tahun 2022 hingga 2023, dan segera difungsikan pada 2024 sepanjang 36 km,” ujar Agus.

Agus menyatakan, pembangunan bendungan yang dilaksanakan kontraktor PT. PP, dengan konsultan supervisi PT. Virama Karya dilaksanakan dengan mengadopsi kearifan lokal dalam desain fasilitas umumnya.

“Kita gunakan desain bentuk watu item/watu ireng yang kita aplikasikan di bangunan gedungnya, rumah dinas, dan gardu pandang,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)

Besok, Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Pidekso

Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir. Jarot Widyoko Sp-1 beserta jajarannya pada pada Senin (27/12/2021) meninjau proyek Bendungan Pidekso di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo untuk meresmikan Bendungan Pidekso tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Dirjen SDA didampingi Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech beserta sejumlah pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Ir. Jarot Widyoko Sp-1 mengatakan Bendungan Pidekso merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) berada di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah yang rencananya akan diresmikan pada Selasa (28/12). “Sebetulnya pada intinya kunjungan hari ini dalam rangka menyiapkan kunjungan Presiden Joko Widodo besok yang akan meresmikan Bendungan Pidekso,” ujarnya.

Ia mengatakan Bendungan Pidekso merupakan salah satu dari 61 bendungan atau waduk yang harus selesai pembangunannya maksimal 2024. Dari jumlah itu, sebanyak 13 bendungan ditargetkan selesai pada 2021. “Nah, Bendungan Pidekso masuk dalam prioritas 13 bendungan yang selesai pada 2021,” katanya.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan impounding atau pengisian awal sebagai syarat penyelesaian proyek waduk telah dilakukan pada 14 September 2021. Pengisian Bendungan Pidekso dilaksanakan secara bertahap agar dapat memantau perilaku bendungan secara intensif. Selama pelaksanaan yang membutuhkan waktu 60 hari, air tetap dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bagian hilir bendungan.

“Selama ini tidak ada masalah dalam pembanguan fisik waduk. Pekerjaan pembangunan yang berat sudah selesai. Penyelesaian pembangunan waduk ini harus terbangun solidaritas antar stakeholder di jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dan Badan Pertanahan Nasional,” kata dia.

Sebagai informasi, Bendungan Pidekso merupakan bendungan yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya Desa Pidekso, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri. Bendungan Pidekso nantinya akan memberikan manfaat untuk pemenuhan kebutuhan air untuk irigasi seluas 1.500 Ha, penyediaan air baku sebesar 300 lt/detik dan dapat mereduksi banjir sebesar 322,60 m3/detik.

Pemenuhan kebutuhan air tersebut dapat dipenuhi dari tampungan Bendungan Pidekso sebesar 25 juta m3 yang berada di area genangan seluas 232 Ha. Selain irigasi, juga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar (BBWSBS/Tamara).