/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Koordinasi Penanganan Banjir Bersama Komisi V DPR RI

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Anggota Komisi V DPR RI di kantor BBWS Bengawan Solo, Selasa (14/12/2021).  Kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Kegiatan kunjungan yang dipimpin oleh Anggota Komisi V Dapil Jawa Timur VIII DPR RI, Drs. Soehartono beserta jajarannya tersebut untuk melakukan koordinasi terkait proyek penanganan banjir Kali Jeroan (lanjutan).

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menyampaikan dalam penanganan bencana perlu adanya kerjasama serta kolaborasi dari berbagai pihak terkait dalam menangani masalah penanganan banjir. Kolaborasi ini harus diperkuat dalam penanganan situasi bencana.

“Saya kerap melihat banyak masyarakat yang masih membuang sampah di sungai. Masyarakat harus bisa menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap sungai, agar tidak ada sampah yang mencemari sungai,” katanya.

Pada 14 April 2021 lalu, Kali Jeroan sempat dilanda banjir karena terjadi hujan intensitas tinggi. Wilayah Madiun Kota dan Kabupaten Madiun diguyur hujan selama 2 jam yang mengakibatkan air sungai Jeroan tidak mampu menampung banyaknya debit air, sehingga meluap ke jalan Desa Purworejo, Desa Buduran menggenangi Perumahan dan lahan pertanian. BBWS Bengawan Solo telah melakukan pekerjaan penanganan banjir Kali Jeroan pada tahun 2019, dengan membangun tanggul/perapet beton sepanjang 370 meter. Adapun progres konstruksi proyek penanganan banjir Kali Jeroan (lanjutan) T.A. 2020 – 2021, per 4 Desember 2021 telah mencapai 100 % sesuai dengan rencana.

“Kami berharap melalui proyek penanganan banjir Kali Jeroan, akan memberikan manfaat yang besar bagi warga setempat, mengurangi resiko genangan banjir di lahan pertanian seluas 253 ha, mengurangi resiko genangan banjir di Jalan Nasional Madiun – Surabaya dan Jalan Tol Ngawi – Kertosono di KM +603 – KM +604, mengurangi resiko genangan banjir pada permukiman seluas 12,5 Ha di Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun,” ujarnya.

Selain itu dalam kunker tersebut juga membahas tentang program P3-TGAI dengan sasaran 10.000 desa seluruh lndonesia. P3-TGAI merupakan program perbaikan, rehabilitasi atau peningkatan jaringan irigasi dengan berbasis peran serta masyarakat petani yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air, Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air atau lnduk Perkumpulan.

Anggota Komisi V Dapil Jawa Timur VIII DPR RI, Drs. Soehartono mengungkapkan terima kasih kepada BBWS Bengawan Solo yang telah membantu dalam penanganan banjir Kali Jeroan.

“Saya berterima kasih kepada Kepala Balai BBWSBS yang telah membantu dalam dalam penanganan banjir Kali Jeroan. Mudah-mudahan dengan adanya proyek penanganan banjir Kali Jeroan tersebut bisa mengatasi banjir karena kami khawatir akan datangnya hujan yang terus menerus di kawasan Madiun,” paparnya. (BBWSBS/Tamara)

Wujudkan Sinergitas Infrastruktur SDA di Wilayah Sukoharjo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) berkoordinasi dengan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, SE., MM di Kantor Bupati Sukoharjo, Kamis (09/12/2021). Rapat koordinasi (Rakor) ini turut dihadiri oleh Kepala BBWSBS Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech dan pejabat di lingkungan BBWSBS. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Rakor tersebut membahas mengenai pengendalian banjir yang menjadi permasalahan di Kabupaten Sukoharjo. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menyampaikan perlu adanya kerjasama serta kolaborasi dari berbagai pihak terkait dalam menangani masalah pengendalian banjir yang ada di Kabupaten Sukoharjo.

“BBWS Bengawan Solo telah melakukan kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Sungai secara rutin dan berkala. Untuk pengendalian banjir tahun 2022 akan dilakukan penyusunan Detail Engineering Design [DED] pengendalian banjir di Kabupaten Sukoharjo serta kajian AMDAL dan LARAPnya,” katanya.

Selain itu dalam rakor tersebut juga membahas tentang terpilihnya Kabupaten Sukoharjo menjadi pilot project pengembangan lahan padi dengan intensitas tanam IP400. Untuk mendukung penerapan konsep IP400 ini memerlukan sistem irigasi yang memadai guna menunjang produktivitas petani, yang dapat dibantu melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI).

Agus berharap BBWS Bengawan Solo mampu berkontribusi dalam peningakatan intensitas tanam IP400 di Kabupaten Sukoharjo. Kunci keberhasilan penerapan konsep IP400 adalah ketersediaan pasokan air. Saya meminta Pemerintah Kabupaten [Pemkab] Sukoharjo dapat berkolaborasi baik dalam pemenuhan kebutuhan air yang diperlukan dan akan dimasukkan dalam Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT) di Wilayah Sungai Bengawan Solo. Hal ini dilakukan agar pembagian air dapat dilakukan secara adil dan merata sesuai dengan UU No. 17 Tahun 2019 tentang SDA mengenai prioritas pemanfaat air.

Bupati Sukoharjo, Hj. Etik Suryani, SE., MM mengungkapkan terima kasih kepada BBWS Bengawan Solo dengan adanya dukungan dan sinergitas sumber daya air di Kabupaten Sukoharjo. “Melalui sinergitas ini saya harap Kabupaten Sukoharjo mampu melaksanakan penerapan intensitas tanam IP400 di lahan pertanian,” katanya. (BBWSBS/Tamara)

Direktur Irwa Monitoring Proyek Rehabilitasi DI SIM

Direktur Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Suparji.,SST., MT , Kepala Subdirektorat Perencanaan Teknis Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Rahmat Suria Lubis, ST, MT didampingi Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air (KPISDA) Bengawan Solo, Ali Rahmat, ST, MT, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo, Heriantono Waluyadi, ST.,MT beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo meninjau langsung proyek rehabilitasi daerah irigasi (DI) SIM paket pekerjaan rehap saluran primer section 1 ( Bendung Jati – BM 2), section 3 ( Sumber Batang – Ulo) dan rumah fasilitasi jaga OP di Madiun, Jawa Timur, Jumat (19/11/2021).

Lingkup Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM paket pekerjaan rehap saluran primer di Kabupaten Madiun yang akan dikerjakan meliputi pemasangan mini pile, kopper, capping precast dan linning precast.
Direktur Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Suparji.,SST., MT berpesan agar dalam pelaksanaan paket pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi dapat sesuai dengan spesifikasi serta terpenuhi baik aspek kualitas dan kuantitasnya.

“Kami berharap untuk semua pihak terkait, dapat mengemban tanggung jawab dengan baik terhadap pelaksanaan paket pekerjaan, agar nantinya terlaksana sesuai target dan tepat waktu,”pesannya.
Sebagai informasi, sumber air irigasi pada D.I SIM berasal dari sungai Madiun yang dibendung di Bendung Jati. Bendung Jati dibangun pada tahun 1911 dengan debit maksimal 4.000 lt/d dan didukung oleh 8 bendung suplesi dengan total kebutuhan air D.I SIM sebesar 14.529 lt/dt.

Dari kegiatan tersebut diketahui progres pengerjaan D.I SIM di Kabupaten Madiun sudah mencapai 86,669% pada November 2021. Sedangkan rencana pekerjaan memiliki target sebesar 86,649 pada November 2021. (BBWSBS/Tamara)

Antisipasi Banjir, BBWS Bengawan Solo Lakukan Pengecekan Rumah Pompa

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo (BS) telah menyiapkan beragam langkah untuk menanggulangi banjir di wilayah Jawa Timur, salah satunya memastikan rumah pompa banjir di setiap daerah aktif, Kamis (18/11/2021). Kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan Covid 19.

Kunjungan kerja dipimpin oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, Kepala Satuan Kerja (Satker) OP SDA, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA., beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan rumah pompa sebagai sarana antisipasi banjir yang berfungsi menyedot air jika terjadi bencana banjir. Langkah itu sebagai bagian dari upaya mengantisipasi kemungkinan terjadi bencana banjir. Di Kabupaten Bojonegoro memiliki tiga rumah pompa yang siap menyedot air hujan wilayah kota dan sekitarnya.

“Tiga pompa tersebut berada di Ledok Kulon dengan kapasitas menyedot 1.000 liter/detik. Sedang pompa di Karangpacar memiliki kapasitas 750 liter/detik, dan di Banjarejo ada pompa yang punya kekuatan menyedot air 1.000 liter/detik.

Untuk pompa di Kota Madiun ada dua pompa air yakni di Patihan dengan kapasitas air 1.000 liter/detik dan di Pancasila dengan kapasitas air 2.000 liter/detik. Penanganan banjir menjadi salah satu kegiatan prioritas yang harus dituntaskan seiring memasuki musim penghujan. Hari ini saya melakukan monitoring di sejumlah rumah pompa di Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Madiun. Seluruhnya, dalam kondisi baik dan siap menghadapi bencana banjir,” katanya.

Agus, sapaan akrabnya, meminta kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan rutin mengecek daerah sempadan sungai.

“Apabila ada pohon yang berpotensi longsor, segera sampaikan pada kami. Ini untuk mencegah pohon itu terbawa arus sungai, kemudian tersangkut di tiang jembatan. Hal ini akan memunculkan hambatan sehingga sungai bisa meluap. Tiang jembatan juga bisa tergerus dan putus apabila tidak kuat menahan sampah,” ujarnya.

Agus menyebut para operator atau petugas pompa air banjir wajib siaga 24 jam dan standby di lokasi yang tidak jauh dari rumah pompa. “Para operator sudah mendapatkan pelatihan operasional, termasuk materi pemeliharaan pintu air, pompa, dan bendung,” katanya. (BBWSBS/Tamara)

Bendungan Gongseng di Kabupaten Bojonegoro Siap Diresmikan

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo meninjau pembangunan fisik Bendungan Gongseng yang berada di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (18/11/2021). Kegiatan ini dilaksanakan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Pekerjaan Bendungan Gongseng dilaksanakan mulai tahun 2013 dan direncanakan selesai pada akhir tahun 2021 sementara progres fisik pembangunan Bendungan Gongseng saat ini sebesar 96,5 %.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan impounding atau pengisian awal sebagai syarat penyelesaian proyek waduk telah dilakukan pada 22 September 2021. Pengisian Bendungan Gongseng dilaksanakan secara bertahap agar dapat memantau perilaku bendungan secara intensif. Selama pelaksanaan yang membutuhkan waktu 63 hari, air tetap dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bagian hilir bendungan.

“Menurut data per 11 November 2021 progres pembangunan pembangunan Bendungan Gongseng sudah mencapai 96,5 %. Bendungan Gongseng ini diperkirakan akan di resmikan pada tanggal 30 November 2021 mendatang,” ujarnya.

Bendungan Gongseng merupakan salah satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan menambah kapasitas tampungan air sehingga keberlanjutan suplai air irigasi ke sawah terjaga. Kehadiran waduk ini juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal.

Bendungan Gongseng merupakan bendungan yang terletak di Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Bendungan ini dirancang memiliki kapasitas 22,43 juta meter kubik dan memiliki lima potensi manfaat yakni untuk irigasi seluas 6.191 hektare, penyediaan air baku 300 liter/detik, konservasi pariwisata, reduksi banjir hingga 133,27 meter kubik/detik serta sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,7 mega watt. (BBWSBS/Tamara)

BBWSBS Atasi Bencana Banjir Debris di Kabupaten Pacitan

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo meninjau lokasi terjadinya longsor material batu di Dusun Wonosari, Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari, Pacitan, Jumat (12/11/2021). Kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan Covid 19.

BBWS Bengawan Solo terus mengupayakan penanganan dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten dan dinas terkait untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan material batu-batu dari Bukit Parangan yang terbawa banjir menutup jalan penghubung Desa
Karangrejo dan Desa Karanggede, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.

“Jalan yang tertutup batu dan lumpur tersebut juga merupakan jalan menuju Waduk Tukul. Akibatnya, jalan penghubung antara Desa Karangrejo dengan Desa Karanggede di Kecamatan Arjosari tertutup total. Untuk jalan menuju Waduk Tukul pagi ini sudah dapat dilalui, namun tiba – tiba siang hari sekitar pukul 11.30 WIB kembali tertutup batu dan lumpur,” katanya.

Agus mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir untuk selalu waspada. Mengingat dalam beberapa hari terakhir hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Masyarakat jangan mendekati lokasi karena dikhawatirkan terjadi banjir susulan,” katanya.

Agus mengatakan pada tebing di sekitar lokasi bendungan Tukul yang rentan longsor. Oleh karenanya penanganan longsor yang sudah dilakukan akan ditambah dengan pembuatan sabo dam untuk menahan pasir dan batu dari hulu sungai.

“Antisipasi longsor diatasi dengan membuat Sabo Dam seperti di Merapi. Airnya lewat tapi batu-batu dan pasirnya ditahan sehingga tidak mendangkalkan sungainya. Penambahan sabo dam menjadi solusi dari bencana alam. Sekarang baru ada 1 dam, karena memang anggarannya kena refoccusing itu sampai sekarang anggarannya masih tertunda,” pungkasnya. (BBWSBS/Tamara).

Danrem 074 Warastratama Tinjau Proyek Revitalisasi Jombor

Komandan Korem (Danrem) 074 Warastratama, Kolonel Inf. Rudy Saladin, M.A, Dandim 0723 Klaten Letkol Inf. Joni Eko, didampingi oleh Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Danau, Situ dan Embung (DSE), Yoga Darmawan Diparindra, S.T., M.T, beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo melakukan melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan fisik Proyek Revitalisasi di Kawasan Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Selasa (09/11/2021). Kegiatan ini tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Kabid Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T, menjelaskan bahwa alokasi anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk program revitalisasi Rawa Jombor senilai Rp22,5 miliar. Alokasi anggaran itu digunakan untuk pekerjaan perbaikan longsoran, pekerjaan pintu dan rumah pintu, rehabilitasi rumah jaga, pedestrian, pembersihan keramba dan warung apung, pemancingan, pekerjaan portal, dan pengerukan (± 10.000 m3).

“Rumah Jaga OP tinggal sedikit dan sebentar lagi selesai, Desember 2021 sudah selesai. Ada pembersihan karamba serta warung apung kerja sama dengan TNI. Juga ada pembangunan jalur pedestrian,” kata Naryo.

Soal pembangunan jalur pedestrian, Naryo menjelaskan tahun ini proyek pembangunan pedestrian belum bisa dilakukan hingga rampung mengelilingi Rawa Jombor. Dari total keliling waduk sekitar 5,2 km, proyek tahun ini baru bisa membangun jalur pedestrian sepanjang 2,8 km. Proyek jalur pedestrian itu direncanakan dilanjutkan pada 2022.

“Tahun depan kami menganggarkan Rp. 4 Miliar dari bidang OP untuk melanjutkan pekerjaan pedestrian melanjutkan kegiatan tahun ini,” kata dia.

Kawasan Rawa Jombor bakal ditata dan direvitalisasi untuk mengembalikan fungsi utama rawa tersebut sebagai daerah tangkapan air sekaligus sumber irigasi.

“Tahun ini kegiatan difokuskan pada kegiatan pembersihan. Ada kegiatan pengerukan sedimentasi hanya pada daerah yang dialokasikan untuk kegiatan budidaya ikan menggunakan karamba dan pemancingan. Perairan Rawa Jombor yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi warga, 5 persen atau 8,4 ha dari total luasan Rawa Jombor bisa dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya ikan menggunakan karamba dan pemancingan. Rencana lokasi yang bisa dimanfaatkan untuk dua kegiatan tersebut sudah disiapkan di kawasan yang berdekatan dengan spillway atau bangunan pelimpah,” ujarnya.

Komando Resor Militer (Danrem) 074 Warastratama, Kolonel Inf. Rudy Saladin, M.A, mengatakan bahwa Revitalisasi Rawa Jombor merupakan program kegiatan dari BBWSBS. Dalam pelaksanaannya, ada kerja sama dengan Kodam IV/Diponegoro pada bidang penertiban serta sosialisasi revitalisasi.

“Saat ini sudah ada kegiatan pembangunan fisik di sisi timur rawa yakni pembangunan jogging track serta rumah operasi dan pemeliharaan rawa. Untuk pelaksanaan pembersihan atau pengaturan karamba masih dalam proses penataan,” kata Danrem. (BBWSBS/Tamara)

Koordinasi Penanganan Banjir Bersama Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi D (Pembangunan) DPRD Provinsi Jawa Timur di Ruang Sidang Bengawan Solo, Jumat (22/10/2021).

Kegiatan kunjungan yang dipimpin oleh Anggota Komisi D DPRD Jatim, Martin Hamonangan beserta jajarannya. Koordinasi kali ini bertujuan untuk berdiskusi mengenai pengelolaan dan penanganan banjir dalam menghadapi musim penghujan. Kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Dalam sambutanya, Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Tata Usaha (TU) BBWSBS, Bambang, S.E., S.T., M.T., menyampaikan bahwa BBWS Bengawan Solo telah menyiapkan beragam langkah untuk menanggulangi banjir di Wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Wilayah Sungai Bengawan Solo memiliki 96 DAS dengan luas 19.551 km² yang terbagi 2 provinsi yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur, terdiri dari 10 kabupaten dan 3 kota serta dibagi menjadi 3 wilayah kerja yaitu hulu, madiun dan hilir.

“BBWS Bengawan Solo telah menyiapkan berbagai peralatan penanggulangan banjir, antara lain, excavator, truck crane, pompa air, dan perahu karet. Saya harap dengan adanya koordinasi ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana di Wilayah Sungai Bengawan Solo secara berkesinambungan.” katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T, mengatakan BBWS Bengawan Solo juga membentuk satgas yang terbagi di beberapa titik mulai dari hulu hingga hilir daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo, dengan memanfaatkan instrumen yang ada untuk ikut memantau cuaca, iklim, dan memprediksi terjadinya banjir.

“Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan, kami membentuk tiga Satgas Bencana yang terbagi atas koordinator satgas di Wilayah Hulu hingga Hilir pada daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kami sebisa mungkin mengantisipasi banjir dan selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan penanganan sesuai prosedur yang ada,” ujarnya.

Anggota Komisi D DPRD Jatim, Martin Hamonangan berharap dengan adanya kunjungan seperti ini merupakan sarana komunikasi yang baik antara BBWS Bengawan Solo dengan Komisi D DPRD Jatim. “Dengan adanya koordinasi ini, saya harap dapat bertukar informasi dan dapat terjalin kekompakan serta senantiasa bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)

Peningkatan Kapasitas SDM untuk Petugas OP Wilayah Sungai Bengawan Solo Hilir

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo berupaya meningkatkan kemampuan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pada operasi dan pemeliharaan (O&P) bangunan infrasruktur sungai di wilayah hilir. Kegiatan ini tetap menerapakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Hotel Aston, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis – Jumat (21-22/10/2021).

Kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM untuk OP Wilayah Sungai Bengawan Solo Wilayah Hilir ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan bagi petugas OP dalam melaksanakan kegiatan OPP (Operasi, Pemeliharaan, dan Pemantauan) Sungai dan Tanggul, Pintu Air dan Pantai. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan bagi petugas OP di lapangan agar lebih terampil dan berkompeten serta memahami tugas pokok dan fungsi dalam penyelenggaraan OPP secara baik dan benar.

Peserta yang hadir dalam kegiatan Kapasitas SDM untuk OP Sungai dan Tanggul, Pintu Air dan Pantai Wilayah Sungai Bengawan Solo hilir ini terdiri dari Petugas Sungai, Petugas Tanggul, Petugas Pantai dan Petugas Pintu dengan total undangan sebanyak 57 orang.

Kegiatan ini berlangsung dengan paparan materi tentang Tugas dan Fungsi Unit Pengelola Sungai dan Mitigasi Bencana yang disampaikan oleh Kepala Bidang Operasi dan Pemliharaan SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si. Sedangkan materi kedua dengan materi Tugas dan Fungsi Petugas OP Sungai dan Tanggul, Pintu Air dan Pantai dan materi Operasi Pemeliharaan Sungai dan Prasarana Sungai, Pantai dan Pintu air oleh PPK OP SDA IV, Antonius Suryono, SH, MMT.

Setelah mendapat materi secara general, para peserta dibagi menjadi dua kelas sesuai dengan tugasnya. Kelas pertama adalah Kelas untuk Petugas OP Sungai dan Tanggul yang diberikan materi tentang Review Pengenalan Dasar Sarana dan Prasarana Sungai, Survey Inventaris Kondisi dan Fungsi Sungai dan Prasarana Sungai dan Penilaian Kinerja Sungai dan Prasarana Sungai yang disampaikan oleh Lalu Maharyani Kesuma. Sedangkan materi mengenai Aplikasi Pembantu Penginputan Data Sungai dan Tanggul (AKISDA) disampaikan oleh Unit Pengelola Sungai.

Kelas kedua adalah kelas untuk Petugas Pintu Air dan Pantai dengan materi yang diberikan mengenai Aplikasi Pembantu Penginputan Data Pintu dan Pantai yang disampaikan oleh Unit Pengelola Sungai. Sedangkan materi mengenai Pengenalan Dasar Jenis Pintu dan Jenis Bangunan Pengaman Pantai, Operasi dan Pemeliharaan Pada Pintu dan Pengaman Pantai, selanjutnya materi mengenai Survey Inventarisasi Kondisi dan Fungsi Pantai dan Pintu yang disampaikan oleh Ir. Lalu Marhayani Kesuma, ST., M.Eng., IPM.

Kepala Bidang Operasi dan Pemliharaan SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si mengatakan bahwa dalam rangka melaksanakan pembangunan infrastruktur yang handal, dibutuhkan sumber daya manusia yang profesional.

“Sumber daya manusia yang profesional merupakan faktor utama dalam meningkatkan produktivitas. Saya berharap dengan acara ini bisa memberi manfaat untuk kita semua serta menambah wawasan kita bila terjadi masalah di lapangan,” ujarnya.

Sri Wahyu Kusumastuti menambahkan bahwa wilayah Sungai Bengawan Solo memiliki 96 DAS dengan luas 19.551 km² yang terbagi 2 provinsi yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur, terdiri dari 10 kabupaten dan 3 kota serta dibagi menjadi 3 wilayah kerja yaitu hulu, madiun dan hilir. Dalam rangka memelihara sumber air dan menjaga kelestarian fungsi sungai, mengoptimalkan pemanfaatan prasarana sungai secara efektif, efisien, dan berkelanjutan, maka dilaksanakanlah kegiatan operasi dan pemeliharaan sungai beserta prasarananya.

“Operasi dan pemeliharaan merupakan dua kegiatan yang saling berkaitan, sekalipun demikian garis besar tujuannya dapat dibedakan. Tanpa dilakukan pemeliharaan yang memadai, suatu obyek ataupun prasarana akan cepat mengalami degradasi baik fisik maupun fungsi. Tanpa adanya pemeliharaan sungai dan prasarananya, maka kelancaran operasi prasarana sungai juga akan terganggu dan tidak dapat berfungsi maksimal,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)

TKPSDA Jatim Kunjungi BBWS Bengawan Solo

Sekretariat Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Provinsi Jawa Timur, berkunjung ke Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, di Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (28/09/2021).

Kunjungan kali ini bertujuan untuk berkoordinasi mengenai pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) dengan Sektetariat TKPSDA Wilayah Sungai Bengawan Solo. Acara yang tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Sebagai informasi, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) memiliki lingkup kerja yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA.

TKPSDA Wilayah Sungai Bengawan Solo periode 3 (2019 – 2023) dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri PU PR Nomor 303/KPTS/M/2019 tentang Pembentukan TKPSDA WS Bengawan Solo. TKPSDA Wilayah Sungai Bengawan Solo pada periode ini beranggotakan 74 anggota yang terdiri dari 37 anggota dari unsur Pemerintah dan 37 anggota dari Lembaga/Organisasi unsur Non Pemerintah (ORNOP).

Untuk Jabatan Ketua TKPSDA WS Bengawan Solo dijabat oleh Kepala BAPPEDA Provinsi (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan Ketua Harian dijabat oleh Kepala Dinas PUSDATARU/PUSDA Provinsi (Jawa Tengah dan Jawa Timur) yang dijabat secara bergantian setiap tahunnya sesuai kesepakatan. Pada tahun ini, sebagai Ketua TKPSDA adalah Kepala BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah dan Ketua Harian adalah Kepala Dinas PUSDA Provinsi Jawa Timur.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo sekaligus Kepala Sekretariat TKPSDA WS Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST., M.Si., menyampaikan bahwa TKPSDA sebagai wadah koordinasi pengelolaan SDA diharapkan dapat memberikan pertimbangan/rekomendasi dalam aspek konservasi dan pendayagunaannya, serta pengendalian daya rusak air, baik pada saat perencanaan, pelaksanaan, maupun pemantauan juga pengawasan di lapangan. “Dengan adanya kegiatan ini, kami juga berharap bisa berbagi ilmu dan pengalaman agar terciptanya koordinasi yang baik serta saling melengkapi,”ujarnya.

Ir. Anton Dharma Pusaka, MT selaku perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU) SDA Jawa timur menyampaikan terima kasih karena telah diterima dengan baik di BBWS Bengawan Solo. “Dengan penuh semangat, dan tetap mematuhi protokol kesehatan, saya juga berharap dengan adanya kegiatan ini dapat bermanfaat sebagai peningkatan ilmu dan wawasan bagi setiap anggota TKPSDA Wilayah Sungai Provinsi Jawa Timur,” jelasnya. (BBWSBS/Tamara/MG-Alfida)