/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Koordinasi Pembangunan Jabung Ring Dyke dengan Kemenko Marves

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menghadiri kegiatan Diskusi Penyelesaian Rawa Jabung Ring Dyke yang berada di Provinsi Jawa Timur yang diadakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia di Solo, Jawa Tengah, Rabu (14/04/2021). Koordinasi ini juga di hadiri oleh Biro Administrasi Pembanguan Provinsi Jawa Timur. Kegiatan tersebut tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Koordinasi ini, membahas percepatan pembangunan Jabung Ring Dyke yang berada di Kecamatan Widang, Tuban, Jawa Timur dengan luas waduk sebesar 1.400 Ha dengan panjang tanggul sekitar 24,4 Km.

Kepala SNVT PJSA Bengawan Solo, R. Panji Satrio, S.T., M.M., M.D.M., memaparkan Jabung Ring Dyke, memberikan manfaat sebagai penyediaan air baku sebesar 30,5 juta m3 yang dapat dimanfaatkan untuk area irigasi.

“Jabung Ring Dyke juga dapat menampung sementara debit banjir besar [Q50 tahunan] untuk mengurangi resiko dampak banjir terhadap pemukiman, jalan dan bangunan infrastruktur,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)

Audit Teknis Neraca Air Wilayah Sungai Bengawan Solo Cegah Krisis Air di Masa Depan

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo bersama Direktorat Kepatuhan Internal, Direktorat Air Tanah Air Baku, Direktorat Bina Teknik SDA dan Balai Hidrologi dan Lingkungan Kerairan serta Perum Jasa Tirta I melakukan Audit Teknis Neraca Air di Wilayah Sungai Bengawan Solo, Kamis-Jumat (8-9/04/2021).

Neraca air atau Water balance merupakan bagian dari keilmuan hidrometorologi yang menggambarkan hubungan antara inflow (aliran masuk) dengan outflow (aliran keluar) pada suatu wilayah selama periode tertentu. Dengan adanya Audit Teknis Neraca Air dapat diketahui apakah jumlah air pada suatu wilayah mengalami kelebihan (surplus) atau kekurangan (defisit) sehingga neraca air dapat diatur sebaik-baiknya.

Mochamad Mazid, ST, Sp.1 selaku Direktur Kepatuhan Intern menyampaikan bahwa Audit Teknis Neraca Air dapat mengetahui kondisi penggunaan air atau kebutuhan air dibandingkan dengan jumlah air yang tersedia yang hasilnya dapat digunakan untuk informasi sumber daya air bagi masyarakat atau berbagi instansi.

Kegiatan Audit Teknis Neraca Air dilakukan selama 2 hari yang diawali dengan Opening Meeting di Gedung Graha Tirta I, Sukoharjo, Jawa Tengah dan dilakukan  kunjungan lapangan di Bendung Gerak Sembayat yang berlokasi di di Desa Sidokmuti, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur yang terletak di sekitar 30 Km di Hulu Muara Sungai Bengawan Solo.

Dalam peninjauan Di Bendung Gerak Sembayat meninjau kondisi Intake Bendung Gerak Sembayat, mengamati Oxbow yang merupakan bagian dari aliran sungai Bengawan Solo serta meninjau Intake dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Tirta Kabupaten Gresik.

Disampaikan oleh Ir. Wursito Adi Baskoro, MT Kepala Subdirektorat Wilayah II Direktorat Air Tanah Air Baku agar dilakukan penertiban perihal Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengambil Air Liar di Bendung Gerak Sembayat agar semua dapat terdata dengan jelas sehingga terdapat pemerataan.

BBWS Bengawan Solo akan selalu berupaya memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat berdasarkan keadilan di sepanjang Sungai Bengawan Solo sesuai dengan peraturan yang berlaku (bbwsbs/sita).

Bergegas Hadapi Ragam Cuaca, Tingkatkan Keterampilan Petugas Hidrologi di Wilayah Hilir

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melalui Unit Hidrologi menyelenggarakan Capacity Building Petugas Pos Hidrologi Wilayah Hilir, di Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (06/04/2021).

Capacity Building ini diikuti oleh 27 Petugas yang terdiri dari Petugas Pos Curah Hujan, Petugas Pos Duga Air dan Petugas Klimatologi dengan menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 guna mengevaluasi kinerja Petugas Hidrologi.

Dalam arahannya Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur (KPI) Sumber Daya Air (SDA) BBWS Bengawan Solo Ali Rahmat, ST, MT menyampaikan bahwa Data Hidrologi adalah data yang penting dalam pengelolaan sumber daya air oleh karena itu pencatatan hidrologi harus tepat dan akurat sehingga diharapkan setelah mengikuti Pelatihan ini dapat lebih baik dari hari sebelumnya.

Petugas Hidrologi diberikan materi perihal Evaluasi Kinerja Petugas dan Pos Hidrologi di Wilayah Sungai Bengawan Solo yang disampaikan oleh Adiel Putra Wijaya ST, M.Eng selaku Sub Koordinator Perencanaan Umum BBWS Bengawan Solo dan Motivasi serta Arahan yang disampaikan oleh Akhmad Ramdhon S.Sos MA Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS).

Petugas Hidrologi berkesempatan melakukan praktik langsung terkait Standar Operasional Prosedur (SOP), Manajemen Pemeliharaan Alat, serta Tata Cara Pengisian Blangko Quality Control untuk Peralatan Pos Curah Hujan dan Klimatologi.

Sebagai apreasiasi atas kinerja yang baik, Kepala Bidang KPI SDA BBWS Bengawan Solo Ali Rahmat, ST, MT memberikan Penghargaan kepada Petugas Pos Curah Hujan dan Klimatologi Terbaik yaitu Bapak Sudarim selaku Petugas Pos Curah Hujan Doplang dan Penghargaan kepada Petugas Pos Duga Air Terbaik yaitu Ibu Sumartiningsih selaku Petugas Pos Duga Air Babat.

Semoga setelah mengikuti Pelatihan hari ini seluruh Petugas Hidrologi di Wilayah Hilir semakin trampil di lapangan sehingga dapat menghasilkan data hidrologi yang terintegrasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Seluruh data hidrologi di Wilayah Sungai Bengawan Solo dapat diakses melalui http://hidrologi.bbws-bsolo.net/ (sita).

Penandatanganan Kontrak Paket Pekerjaan di Wilayah Hilir Sungai Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (SPK) pada PPK Sungai II Bengawan Solo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Gedung Graha Tirta, Senin (29/03/2021).

Penandatanganan Kontrak dilakukan oleh PPK Sungai dan Pantai II Gadhang Swastyastu, ST, M.Eng. Paket Pekerjaan tersebut yaitu Paket Supervisi Peningkatan Kapasitas Sudetan Floodway (Plangwot Sedayu Lawas) Kabupaten Lamongan senilai Rp 2.1 M oleh PT Brahma Seta Indonesia, Paket Supervisi Pengendalian Banjir Kali Lamong senilai Rp 3.5 M oleh PT hilmy Anugerah KSO PT Indra Karya (Persero) Divisi Engginering II dan Paket Pengendalian Banjir Sungai Bengawan Solo Hilir Kabupaten Tuban senilai Rp 96 M oleh Tirta Multi Teknik KSO.

Penandatanganan paket pekerjaan ini disaksikan oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., Kepala SNVT PJSA Bengawan Solo, R. Panji Satrio, ST, MT, MDM, SubKor Pelaksana Tugas Pengendalian Pelaksanaan Sungai dan Pantai Sugeng Wiratna, ST, MT dan Subkor Pelaksana Tugas Pengendalian Pelaksanaan Bendungan dan DanauKhoirul Murod, ST, MT.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech menyampaikan agar semua bisa bekerja keras untuk melaksanakan pekerjaan di wilayh Hilir ini dengan penuh tanggungjawab, kualitas pekerjaan bagus, tepat waktu serta berkah untuk semua (bbwsbs/sita).

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan

Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Tukul Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti, Minggu (14/02/2021).

Hadir dalam acara peresmian tersebut diantaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Pacitan Indartato.

Jokowi mengatakan bahwa bendungan ini sekali lagi memiliki peran yang sangat penting untuk pengendalian banjir, untuk mengairi sawah, air irigasi, dan juga penyediaan air baku kurang lebih 300 liter per detik, dan tentu saja ini adalah untuk warga Pacitan dengan kapasitas tampung 8,68 juta meter kubik.

Selain itu, sambung Jokowi, Bendungan ini bisa memberikan manfaat yang sangat besar, yaitu mengairi 600 hektare sawah, sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman, dari biasanya satu kali tanam padi dan satu kali tanam palawija menjadi dua kali tanam padi dan satu kali tanam palawija. InsyaAllah ini nanti sudah bisa dilihat dan dilakukan.

“Saya harapkan dengan berfungsinya Bendungan Tukul di Pacitan ini akan menjadi infrastruktur yang penting, memperkuat ketahanan pangan, dan memperkuat ketahanan air,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam laporannya kepada Presiden menjelaskan bahwa kehadiran Bendungan Tukul tersebut sangat penting artinya bagi peningkatan lebih lanjut sektor pertanian Jawa Timur. Berdasarkan angka sementara dari BPS, produksi padi di Jawa Timur pada 2020 lalu tertinggi dari seluruh provinsi di Indonesia dengan tingkat kontribusi nasional sebesar 18,17 persen dengan 5,76 juta ton beras.

“Semoga Bendungan Tukul ini menjadi infrastruktur untuk penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Pacitan, karena bisa menyuplai irigasi 600 hektare, air baku 300 liter per detik, dan potensi energi listrik untuk wisata dan konservasi,” katanya.

Untuk diketahui Bendungan Tukul dibangun di lahan seluas 44,81 ha, tepatnya di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, tak hanya sebagai irigasi dan menjadi sumber air baku sebesar 300 liter/detik, Bendungan Tukul dibangun dengan tipe urugan random dan Zonal Inti Tegak, yang memiliki kapasitas tampungan total sebesar 8,68 juta meter kunik dan dapat menjadi penggerak PLTA Mikrohidro sebesar 2 x 132 KW. Selain itu juga dapat mereduksi banjir hingga 44,86 meter kubik/detik(bbwsbs/charis).

Uji Model Test Bendung Gerak Karangnongko dan Bendung Klepek

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) bekerja sama dengan Laboratorium Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya (UB) melaksanakan Model Tes Bendung Gerak Karangnongko dan Bendung Klepek, Kamis (21/01/2020).

“Penelitian Model Tes dilakukan untuk mengetahui kondisi morfologi sungai dan mengetahui secara pasti aliran hidrolika. Running Bendung Gerak untuk mengetahui pola bukaan pintu yang berhubungan dengan Tinggi Muka Air (TMA)” jelas Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech.

Ir. Suwanto Marsudi, MS selaku Kepala Laboraturium Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya menyampaikan bahwa hari ini dilakukan Running Bendung Gerak Karangnongko dengan Q2 th dengan debit 1564 m3 per detik, Q20 th dengan debit 2260 m3 per detik, Q50 th debit 3992 m3 per detik, Q100 th dengan debit 4324 m3 per detik dan Q1000 th dengan debit 5584 m3 per detik.

Nantinya, Bendung Gerak Karangnongko akan dibangun di Sungai Bengawan Solo tepatnya diperbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur. Sisi Kiri berada di Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora dan sisi Kanan berada di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro dengan tipe concrete gravity, dengan daerah tangkapan seluas 10,03 Km2 serta berdaya tampung efektif sebesar 59,1 juta m3. Bendung Gerak Karangnongko diharapkan mampu memberikan pasokan Daerah Irigasi (DI) Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 5.203 Ha dan D.I. Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha. Kebutuhan air baku Kabupaten Bojonegoro 280 lt/dt, Kabupaten Blora 100 lt/dt, Kabupaten Tuban 275 lt/dt dan Kabupaten Ngawi 500 lt/dt.

Hari ini juga dilaksanakan Tes Model Bendung Klepek yang direncanakan akan dibangun di Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dengan model bangunan yang memiliki dua intake yakni intake kiri yang mengairi sawah seluas 2.500 ha dan intake kanan yang mengairi lahan sawah seluas 14.188 ha.

Kedua infrastruktur tersebut sangat dinantikan oleh warga masyarakat disekitar. Semoga segala pembangunan yang direncanakan dapat berjalan dengan baik (bbwsbs/sita).

Percepat Langkah Pengelolaan Sumber Daya Air di Provinsi Jawa Timur

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech bersama Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc. serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik Ir. Gunawan Setijadi, MM dan jajaran pemerintah Kabupaten Gresik melaksanakan Koordinasi yang membahas tentang Pengelolaan Sumber Daya Air di Provinsi Jawa Timur diantaranya Penanganan Banjir Kali Lamong, Penanganan Banjir di Kawasan Bengawan Jero, Revitalisasi Kawasan Waduk Bunder dan Pembuatan Jabung Ring Dike di Ruang Rapat Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik, Rabu (20/01/2021).

Kepala BBWS Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech dalam paparannya menyampaikan bahwa salah satu kendala dalam Penanganan Banjir Kali Lamong adalah terkait Pembebasan lahan di Kabupaten Gresik, untuk tahun 2021 dan kedepannya kami mohon Kerjasama bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik.

“Harapan masyarakat Jawa Timur agar tidak terjadi banjir di sekitar Kali Lamong dan Bengawan Jero semoga dapat segera terealisasi, Dari diskusi pada hari ini semoga semua dapat dikerucutkan sehingga dapat dijalankan dengan baik untuk tahun 2021 sehingga pengelolaan Sumber Daya Air di Jawa Timur dapat dilaksanakan secara maksimaL” terang Wagub Jawa Timur Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc.

Rombongan juga turut berkesempatan untuk meninjau langsng Waduk Bunder (Waduk Banjaanyar) di Desa Cerme, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Gresik. Infrastruktur yang memiliki luas 92 ha ini berlokasi strategis dan memiliki potensi yang besar.

“Studi Revitalisasi Waduk Bunder telah selesai dilaksanakan pada tahun 2020 dan direncanakan Waduk Bunder akan dapat bermanfaat untuk tempat penampungan air dan resapan, manfaat pertanian bagi masyarakat disekitarnya juga sebagai wisata baru di Kabupaten Gresik” ungkap Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWS Bengawan Solo Ir. Isgiyanto MT.

Rombongan turut meninjau kawasan rawan banjr seperti di daerah Tambak Jono dan juga meninjau Bendung Karet Lamongan I. Menutup kunjungan lapangan hari ini Kepala BBWS Bengawan Solo Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech bersama Wagub Jatim Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc. serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik Ir. Gunawan Setijadi, MM menyampaikan optimisme dengan mengakselerasi pengelolaan sumber daya air di Wilayah Jawa Timur sehingga masyarakat tidak khawatir lagi terhadap bencana-bencana yang disebabkan oleh air. (bbwsbs/sita).

Tangkas Bersama Banjir di Kabupaten Lamongan

Kabupaten Lamongan merupakan sebuah Kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang dilewati oleh 3 Sungai Besar yaitu Sungai Bengawan Solo sepanjang ±68 Km, Kali Blawi sepanjang ±27 Km dan Kali Lamong sepanjang ±65 Km. Kondisi tersebut mengakibatkan Kabupaten Lamongan memiliki air yang berlimpah pada saat musim penghujan dan mengalami kekurangan air saat musim kemarau. Kondisi ini menggambarkan bahwa Kabupaten Lamongan memerlukan pengelolaan sumber daya air secara maksimal.

Seperti hari ini Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech didampingi pejabat dan staff berkoordinasi bersama Bupati Lamongan H. Fadeli, SH, MM melaksanakan koordinasi terkait Penanganan Banjir di Kabupaten Lamongan di Kantor Sekertariat Daerah Kabupaten Lamongan, Rabu (20/01/2020).

Dalam pertemuan ini dilakukan pembahasan terkait proyek pengendalian banjir Kali Lamong bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan terkait hal-hal apa saja yang menjadi urgensi dalam jangka pendek dan jangka panjang.

“Kami telah mengirimkan 4 pompa banjir di daerah yang terjadi genangan kritis sehingga diharapkan dapat membantu mengurangi banjir” Pesan Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech.

Mengawali tahun 2021, BBWS Bengawan Solo turut memaparkan rancangan kegiatan tahun 2021 di Kabupaten Lamongan seperti Pengembangan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Permukaan dan Rawa, Pengendalian Banjir , Lahar, Pengelolaan Drainase Utama, Pengelolaan Bendungan, Danau dan Bangunan Penampung Air, Penyediaan dan Pengelolaan Air Tanah dan Air Baku serta Operasi dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sumber Daya Air (bbwsbs/sita).

Sambut Baik Kesuksesan P3TGAI Tahun 2020 di Kabupaten Magetan

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyelenggarakan Evaluasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun 2020 Di Wilayah Magetan, Kamis (10/12/2020).

Dr. Ir. Agus Rudyanto M.Tech dalam sambutannya menyampaikan bahwa P3TGAI di Kabupaten Magetan pada tahun 2020 telah berhasil dilaksanakan di 23 Desa yang diharapkan mampu menyejahterakan petani dan masyarakat di sekitarnya.

Evaluasi P3TGAI Wilayah Magetan hari ini dihadiri oleh oleh Tim Pelaksana Balai dari Dinas, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Kepala Desa Penerima P3TGAI.

Turut hadir Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Magetan Muktar Wakid S, ST, MT yang dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah melaksanakan kegiatan P3TGAI di wilayah Magetan dengan baik, kami berharap agar program ini dapat terus berjalan dan lebih baik dikemudian hari.

P3TGAI di Wilayah Kabupaten Magetan juga mendapat sambutan hangat dari Dr. H Gatot Sudjito M.Si selaku Komisi V DPR RI yang hari ini hadir di acara Evaluasi P3TGAI Wilayah Magetan, Beliau menyampaikan bahwa P3TGAI adalah perjalanan, dengan selesainya program ini pada tahun 2020 semoga dapat menjadi pelajaran baru untuk menjaga agar semua yang telah dibangun dapat berjalan secara optimal.

Keberhasilan P3TGAI telah banyak mendapat apresiasi yang positif dari masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang. Program yang bertajuk Padat Karya Tunai ini tak hanya memakmurkan secara ekonomis tetapi juga melibatkan hubungan social yang baik dan tentunya meningkatkan kesejahteraan petani. Semoga P3TGAI terus sukses diberbagai wilayah! (bbwsbs/sita).

Koordinasi Proyek Penanganan Banjir Kali Jeroan (Lanjutan) di Kabupaten Madiun

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., didampingi pejabat dan staf, berkunjung ke Kantor Bupati Madiun, di Jawa Timur, Selasa (08/12/2020). Acara tersebut sebagai rangkaian kegiatan kunjungan kerja (kunker) BBWSBS di wilayah Madiun sekaligus ajang silaturahmi. Pertemuan yang dilakukan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dalam kunjungan kali ini, Bupati Madiun, Ahmad Dawami, mengucapkan terimakasih dan menyambut hangat kunjungan dari BBWSBS. Kunker tersebut turut membahas proyek penanganan banjir Kali Jeroan (lanjutan) sekaligus melakukan peninjauan.

Bupati Madiun, berpesan kepada masyarakat untuk menumbuhkan rasa kepelimikan terhadap sungai, agar tidak ada sampah yang mencemari sehingga menghambat aliran sungai dan berpotensi menyebabkan banjir. “Saya masih menemukan banyak sampah di sungai, terutama popok bayi, sebab masih banyak warga yang membuang ke sungai terkait mitos yang tumbuh di lingkungan kami. Untuk itu, kami bersinergi dengan seluruh jajaran yang terkait untuk beroperasi dan menertibkan kebiasaan tersebut,” pesannya.

Pada tahun 2019, Kabupaten Madiun sempat dilanda banjir terbesar selama 33 tahun terakhir akibat meluapnya Kali Jeroan yang merupakan anak Kali Madiun yang mengalir ke Sungai Bengawan Solo. Luapan kali yang memiliki panjang 35 kilometer tersebut juga mengakibatkan longsornya tanggul di beberapa titik serta putusnya parapet. Banjir tersebut juga menggenangi wilayah seluas 253 ha di enam desa termasuk ruas tol Solo-Kertosono.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., disela kegiatan peninjuan lapangan menjelaskan bahwa pada tahun 2019 telah dimulai pekerjaan penanganan banjir Kali Jeroan, dengan membangun tanggul/perapet beton sepanjang 370 meter. Adapun progres konstruksi proyek penanganan banjir Kali Jeroan (lanjutan) T.A. 2020, per 3 Desember 2020 telah mencapai 99,960% sesuai dengan rencana. “Kami berharap melalui proyek penanganan banjir Kali Jeroan, akan memberikan manfaat yang besar bagi warga setempat, khususnya untuk mengantisipasi bencana banjir akibat luapan sungai dampak dari meningkatnya debit air saat curah hujan tinggi,” terangnya. (BBWSBS/Ferri)