/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Penandatangan Surat Perjanjian Kerja Rehabilitasi Bendungan Pacal

Dalam rangka menciptakan pembangunan dan pengembangan infrastruktur yang memberikan manfaat di bidang sumber daya air (SDA) seluas-luasnya, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (SPK) di Kantor BBWS Bengawan Solo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (13/11/2020). Acara yang dilaksanakan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

SPK tersebut terkait pekerjaan Rehabilitasi Bendungan Pacal di Kabupaten Bojonegoro, yang ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) IV, Antonius Suryono, S.H., M.M.T., dengan General Manager PT Adhi Karya (Persero), Ir. Harimawan, M.M., dengan nilai kontrak Rp90.264.142.545 dan disaksikan oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., beserta pejabat lainnya.

Bendungan yang terletak di Kecamatan Temayang tersebut memiliki tipe urugan batu dengan membran beton di udik. Tinggi maksimal bendungan yakni 35 meter dan lebar puncak 7 meter. Bendungan Pacal menjadi sumber air bagi daerah irigasi (DI) Pacal dengan luasan baku sawah 16.688 Ha.

Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. dalam arahannya juga berpesan bahwa bendungan tersebut usianya sudah tua yang dimanfaatkan sejak tahun 1933, sehingga sudah saatnya mendapatkan perhatian khusus dari BBWSBS. “Masalah geologi menjadi hal yang perlu diperhartikan dalam pekerjaan rehabilitasi Bendungan Pacal ini. Semoga hasil pekerjaan nantinya memenuhi kualitas, kuantitas, dan sesuai dengan spesifikasinya. Namun, yang paling penting adalah tepat waktu dan tepat mutu sehingga fungsi infrastruktur yang ada dapat segera dimanfaatkan kembali oleh masyarakat sekitar,” imbuhnya. (BBWSBS/Ferri)

Masa Depan Sumber Daya Air di Kabupaten Tuban

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Dr.Ir Agus Rudyanto, M.Tech didampingi Pejabat dan Staff bersama Anggota Komisi VII DPRI RI Ratna Juwita Sari, SE, MM serta jajaran Pemerintah Kabupaten Tuban melaksanakan Koordinasi yang membahas tentang Percepatan Pelaksanaan Perpres 80/2019 dan Penanganan Kali Kening yang dipimpin oleh Wakil Bupati Tuban I.r H Noor Nahar Hussein, M.Si di Kantor Bupati Tuban , di Jawa Timur, Kamis (08/10/2020).

Koordinasi ini, membahas rencana pengelolaan dan pengembangan sumber daya air di Kabupaten Tuban seperti Pengendalian Banjir Sungai Bengawan Solo Hilir di Kabupaten Tuban, Pembangunan Tembok Penahan Gelombang Laut di Wilayah Tuban dan Jenu, Pembangunan Waduk Jadi untuk Antisipasi Banjir Kawasan Jenu dan Tuban Kota serta Percepatan Penyelesaian Pembangunan Jabung Rike Dike.

Kabupaten Tuban dilewati aliran Sungai Bengawan Solo sepanjang ±60 km dan melewati wilayah Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang dan Widang. Terdapat beberapa permasalahan seperti banjir tahunan yang diakibatkan karena meluapnya air Sungai Bengawan Solo yang menyebabkan kerugian sosial ekonomi bagi masyarakat dan lain-lain.

Disamping itu terdapat permasalahan terkait Kali Kening yang kerap kali terjadi banjir saat musim hujan. Berdasarkan hasil survey beberapa permasalahan terkait Kali Kening adalah banyak terjadi longsoran pada tebing Kali Kening, terdapat jembatan yang mempunyai Abutment dan Struktur yang menghalangi aliran serta pada bagian Hilir tepatnya di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro terjadi gerusan tebing dan perpindahan alur sungai sehingga banyak tanah warga yang tergerus. Menindaklanjuti berbagai permasalahan yang ada di Kali Kening maka perlu dilakukan studi menyeluruh terkait Kali Kening.

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo akan senantiasa bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tuban dalam hal pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Tuban agar masyarakat di sekitar Tuban dapat terpenuhi kebutuhan airnya (bbwsbs/sita).

Bersama Memenuhi Kebutuhan Air di Kabupaten Gresik

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo bersama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Tirta Kabupaten Gresik dan Perum Jasa Tirta I melaksanakan kunjungan ke Bendung Gerak Sembayat di Desa Sidokmuti, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis (08/10/2020).

Kunjungan ini bertujuan mengecek kondisi Intake Bendung Gerak Sembayat sekaligus berdikusi tentang alokasi besarnya debit air yang akan dikelola oleh PDAM Giri Tirta Kabupaten Gresik dari Bendung Gerak Sembayat. Direktur Utama PDAM Giri Tirta Kabupaten Gresik Siti Aminatus Zariyah, SE menyampaikan bahwa kerjasama antara BBWS Bengawan Solo dan Perum Jasa Tirta 1 mutlak dilakukan untuk mendapatkan strategi memenuhi kebutuhan air baku di Kabupaten Gresik.

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo akan selalu berupaya memenuhi kebutuhan air berdasarkan keadilan di sepanjang aliran sungai bengawan solo sesuai dengan peraturan yang berlaku (bbwsbs/sita).

Menyambut Kebermanfaatan Jaringan Irigasi DI Semen Krinjo

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech didampingi Pejabat dan Staff melaksanakan kunjungan lapangan di Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Semen Krinjo Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, Rabu (07/102020).

Saat ini progres pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Semen Krinjo telah mencapai 46,55%. Jaringan Irigasi D.I Semen Krinjo bermanfaat bagi petani di Kabupaten Rembang dan Kabupaten Tuban yang alirannya diambilkan dari Bendung Semen dan Bendung Krinjo.

Lokasi Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Semen Krinjo terletak di Kecamatan Sale Kabupaten Rembang yang meliputi Desa Jinanten, Desa Mrayun, Desa Sale dan Desa Gading serta Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban yang meliputi Desa Kebonharjo.

Jaringan Irigasi D.I Semen Krinjo yang memiliki panjang saluran 21,57 km yang mengairi sawah seluas 929 h diharapkan mampu meningkatkan produksi tanaman sehingga meningkatkan kesejahteraan petani disekitarnya. (bbwsbs/sita)

Penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kerjasama P3TGAI Tahap III Tahun Anggaran 2020 Wilayah Provinsi Jawa Timur

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyelenggarakan acara Penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kerjasama (PKS) Tahap III Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Aston Inn Gresik, Jawa Timur, Senin (21/09/2020).

Program P3TGAI selain untuk mendukung program ketahanan pangan Nasional, juga sebagai upaya peningkatan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat khususnya petani. Selain itu, memperkuat dan meningkatkan kemandirian masyarakat petani dalam kegiatan pengelolaan jaringan irigasi.

P3TGAI juga menyasar pada pemberdayaan Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) maupun Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dalam kegiatan teknis perbaikan dan peningkatan jaringan irigasi air. Tujuannya untuk mengembalikan kondisi dan fungsi saluran dan bangunan irigasi seperti semula secara parsial.

Selain itu, juga bermanfaat untuk meningkatkan fungsi dan kondisi jaringan yang sudah ada melalui kegiatan rehabilitasi atau menambah luas area pelayanan pada jaringan irigasi yang sudah ada dengan mempertimbangkan perubahan kondisi lingkungannya.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA., turut menyampaikan bahwa BBWS Bengawan Solo pada tahun 2020 mengerjakan sebanyak 512 lokasi yang terbagi dalam tiga tahap, dengan peta sebaran yakni, Provinsi Jawa Timur sebanyak 337 lokasi yang tersebar di sembilan kabupaten dan 175 lokasi di Provinsi Jawa Tengah yang tersebar di tujuh kabupaten.

Penandatanganan PKS P3TGAI Tahap III T.A. 2020 wilayah Provinsi Jawa Timur tersebut dilakukan antara pihak BBWS Bengawan Solo dengan perwakilan Ketua Hippa perwakilan dari 15 desa penerima program P3TGAI, yang terdiri dari delapan desa di Kabupaten Lamongan dan tujuh desa di Kabupaten Gresik.

Acara tersebut dilanjutkan dengan pemberian materi tentang Kebijakan Pelaksanaan P3TGAI Tahun 2020 bagi perwakilan Hippa, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) serta perwakilan kecamatan dari Kabupaten Lamongan dan Gresik yang dilanjutkan dengan diskusi. (BBWSBS/Ferri).

Membesuk Proyek Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Sungkur di Ponorogo

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech didampingi Pejabat dan Staff melaksanakan kunjungan lapangan di Proyek Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Sungkur di Desa Blembem, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (03/09/2020).

Saat ini progress pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Sungkur telah mencapai 35,87%. Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi merupakan factor penting dalam proses usahatani yang berdampak langsung terhadap kualitas dan kuantitas tanaman seperti Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Sungkur yang bermanfaat untuk perbaikan saluran primer, saluran sekunder banaran, saluran sekunder bandrek, saluran sekunder sawahan dan saluran sekunder asem luruh.

Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Sungkur memiliki panjang saluran 6.84 km yang mengairi sawah seluas 743 hektar. Di masa mendatang diharapkan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Sungkur dapat bermanfaat bagi petani sehingga petani dapat lebih mudah dalam menggunakan air sehingga dapat meningkatkan proses produksi tanaman di Ponorogo (bbwsbs/sita).

Geliat P3TGAI Wilayah Hilir

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Serah Terima Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Wilayah Hilir Tahap II dengan menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19, Selasa (14/07/2020).

Peserta dalam kegiatan ini adalah Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Wilayah Hilir, Konsultan Manajemen Balai (KMB) Wilayah Hilir dan Kepala Desa Penerima P3TGAI Tahap I.

Agenda dalam pertemuan ini adalah dilakukan serah terima Hasil Pelaksanaan P3TGAI Tahap I melalui perwakilan 5 Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) kepada PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA IV Antonius Suryono, A.Md.T, SH, MMT dan juga serah terima dari perwakilan HIPPA dan perwakilan Kepalada Desa di masing-masing Kabupaten (Gresik, Bojonegoro, Tuban, Lamongan) kepada Satker Operasi dan Pemeiharaan SDA Surendro Adi Wibowo, ST, MT.

Dalam kegiatan ini diberikan materi tentang Pelaksanaan P3TGAI Tahap II dan materi tentang Evaluasi Kinerja P3TGAI Tahap II. Dengan adanya P3TGAI ini diperoleh manfaat meningkatnya kinerja layanan irigasi sehingga dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan petani di wilayah Hilir Sungai Bengawan Solo (bbwsbs/sita).

Penandatanganan Kontrak di Lingkungan BBWS Bengawan Solo

Tetap bekerja untuk pengembangan wilayah sungai bengawan solo ditengah pandemi covid 19 dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Melakukan Penandatanganan Kontrak Paket Pekerjaan di Lingkungan Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatn Air (PJPA) serta PPK Perencanaan dan Program di Ruang Sidang PUP, Jumat (26/07/2020).

Paket Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sungkur Kabupaten Ponorogo oleh PT. Busur Kencono senilai 17,6 Milyar dan Paket Pekerjaan Supervisi Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sungkur Kabupaten Ponorogo oleh PT. Ika Adya Perkasa KSO CV. Herts Reka Teknik senilai 1,8 Milyar yang ditandatangani PPK Irigasi dan Rawa II Ni Nyoman Indah Pramadewi, ST, M.Eng, serta Paket Pekerjaan FS Bendungan Cermo oleh PT. Gracia Widyakarsa senilai 1,8 Milyar yang ditandatangani PPK Perencanaan Program Ery Suryo Kusumo, S.Pd, MT.

Penandatanganan ini disaksikan oleh Kepala BBWS Bengawan Solo Ir. Agus Rudyanto, M.Tech dan Kepala Satker PJPA Tesar Hidayat Musouwir, ST, MBA, M.Sc.
Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan ini adalah suatu kepercayaan bagi kita, disaat pandemi ini ekonomi sedang payah, sehingga dengan adanya kegiatan ini diharapkan ekonomi nasional bisa bergerak kembali.

“Dalam pelaksanaan pekerjaan dilapangan harus tetap menjalankan protokol kesehatan, saya berharap pekerjaan ini bisa selesai tepat waktu dengan tetap menjaga kualitas pekerjaan,” Pesannya (bbwsbs/charis).

Kepala Balai Tinjau Bendungan Tukul dan Bendungan Bendo di Jawa Timur

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., melaksanakan kunjungan lapangan di wilayah Jawa Timur, yakni Kabupaten Pacitan dan Ponorogo, pada Sabtu (13/06/2020). Pada kesempatan kali ini, Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, Bambang, S.E., S.T., M.T., PPK Bendungan I, Andi Arwik, S.T., M.Sc., PPK Bendungan II, R. Panji Satrio, S.T., M.T., MDM., PPK Bendungan III, Yoga Darmawan Diparindra, S.T., M.T., beserta rombongan meninjau beberapa lokasi pekerjaan.

Lokasi pertama, yakni proyek pengerjaan Bendungan Tukul di Pacitan. Bendungan yang dibangun di lahan seluas 44,81 ha, tepatnya di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan tersebut, sekaligus berfungsi sebagai konservasi lahan. Bendungan Tukul, nantinya akan mengairi sekitar 600 ha lahan persawahan serta menjadi sumber air baku yang ditargetkan selesai pembangunannya pada akhir tahun 2020 mendatang.

Monitoring dan evaluasi proyek, dilanjutkan ke Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Kepala BBWS Bengawan Solo beserta rombongan juga melakukan rapat internal di area proyek untuk rencana percepatan pengerjaan proyek Bendungan Bendo. Bendungan yang dibangun dengan tinggi 71 meter tersebut akan membendung Sungai Keyang, yakni anak Sungai Bengawan Madiun yang juga merupakan anak Sungai Bengawan Solo.

Bendungan Bendo juga dirancang mampu menampung air sebesar 43,11 juta m3, dan bermanfaat sebagai sumber air baku domestik serta industri berkapasitas 790 liter per detik dengan komposisi 418 liter per detik untuk Kabupaten Madiun dan 372 liter per detik bagi Kabupaten Ponorogo. Selain itu, bendungan ini akan mereduksi banjir di Ponorogo dari 1.300 m3 per detik menjadi 490 m3 per detik sekaligus menjadi pembangkit tenaga listrik sebesar 1,56 megawatt.

“Saya berharap proyek pembangunan Bendungan Bendo, dapat segera terselesaikan dan bisa segera dinikmati manfaatnya oleh warga, utamanya untuk keperluan irigasi, penyedia air baku, dan pengendali banjir di Kota Ponorogo,” pesan Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. (BBWSBS/ Ferri)

Sosialisasi Tahap II P3TGAI Wilayah Hilir

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Sosialisasi dan Training of Trainer untuk Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) untuk Program Percepatan Peningkatakan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahap II di Wilayah Hilir dengan menerapkan Protokol Kesehatan COVID-19, Rabu (10/06/2020).

Dalam Sosialisasi dipaparkan Pedoman Umum P3TGAI yang disampaikan oleh Samsi ST selaku Tenaga Ahli Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Petunjuk Teknis P3TGAI dan Penjelasan tugas fungsi pokok Konsultan Manajemen Balai (KMB), Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan Petani Pemakai Air (GP3A) dan Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) yang disampaikan oleh Sigit Budi Widigdyo, ST selaku Tenaga Ahli Konsultan Manajemen Balai (KMB).

Di Wilayah Hilir yang meliputi wilayah Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik dan Blora pada Tahap II terdapat 32 lokasi P3TGAI. Dengan menerapkan prinsip Partisipatif, Transparasi, Akuntabilitas dan Berkesinambungan P3TGAI diharapkan dapat meingkatkan kesejahteraan petani (bbwsbs/sita).