/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kerjasama P3TGAI Tahap III Tahun Anggaran 2020 Wilayah Provinsi Jawa Timur

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyelenggarakan acara Penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kerjasama (PKS) Tahap III Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Aston Inn Gresik, Jawa Timur, Senin (21/09/2020).

Program P3TGAI selain untuk mendukung program ketahanan pangan Nasional, juga sebagai upaya peningkatan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat khususnya petani. Selain itu, memperkuat dan meningkatkan kemandirian masyarakat petani dalam kegiatan pengelolaan jaringan irigasi.

P3TGAI juga menyasar pada pemberdayaan Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) maupun Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dalam kegiatan teknis perbaikan dan peningkatan jaringan irigasi air. Tujuannya untuk mengembalikan kondisi dan fungsi saluran dan bangunan irigasi seperti semula secara parsial.

Selain itu, juga bermanfaat untuk meningkatkan fungsi dan kondisi jaringan yang sudah ada melalui kegiatan rehabilitasi atau menambah luas area pelayanan pada jaringan irigasi yang sudah ada dengan mempertimbangkan perubahan kondisi lingkungannya.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA., turut menyampaikan bahwa BBWS Bengawan Solo pada tahun 2020 mengerjakan sebanyak 512 lokasi yang terbagi dalam tiga tahap, dengan peta sebaran yakni, Provinsi Jawa Timur sebanyak 337 lokasi yang tersebar di sembilan kabupaten dan 175 lokasi di Provinsi Jawa Tengah yang tersebar di tujuh kabupaten.

Penandatanganan PKS P3TGAI Tahap III T.A. 2020 wilayah Provinsi Jawa Timur tersebut dilakukan antara pihak BBWS Bengawan Solo dengan perwakilan Ketua Hippa perwakilan dari 15 desa penerima program P3TGAI, yang terdiri dari delapan desa di Kabupaten Lamongan dan tujuh desa di Kabupaten Gresik.

Acara tersebut dilanjutkan dengan pemberian materi tentang Kebijakan Pelaksanaan P3TGAI Tahun 2020 bagi perwakilan Hippa, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) serta perwakilan kecamatan dari Kabupaten Lamongan dan Gresik yang dilanjutkan dengan diskusi. (BBWSBS/Ferri).

Membesuk Proyek Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Sungkur di Ponorogo

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech didampingi Pejabat dan Staff melaksanakan kunjungan lapangan di Proyek Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Sungkur di Desa Blembem, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (03/09/2020).

Saat ini progress pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Sungkur telah mencapai 35,87%. Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi merupakan factor penting dalam proses usahatani yang berdampak langsung terhadap kualitas dan kuantitas tanaman seperti Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Sungkur yang bermanfaat untuk perbaikan saluran primer, saluran sekunder banaran, saluran sekunder bandrek, saluran sekunder sawahan dan saluran sekunder asem luruh.

Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Sungkur memiliki panjang saluran 6.84 km yang mengairi sawah seluas 743 hektar. Di masa mendatang diharapkan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Sungkur dapat bermanfaat bagi petani sehingga petani dapat lebih mudah dalam menggunakan air sehingga dapat meningkatkan proses produksi tanaman di Ponorogo (bbwsbs/sita).

Geliat P3TGAI Wilayah Hilir

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Serah Terima Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Wilayah Hilir Tahap II dengan menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19, Selasa (14/07/2020).

Peserta dalam kegiatan ini adalah Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Wilayah Hilir, Konsultan Manajemen Balai (KMB) Wilayah Hilir dan Kepala Desa Penerima P3TGAI Tahap I.

Agenda dalam pertemuan ini adalah dilakukan serah terima Hasil Pelaksanaan P3TGAI Tahap I melalui perwakilan 5 Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) kepada PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA IV Antonius Suryono, A.Md.T, SH, MMT dan juga serah terima dari perwakilan HIPPA dan perwakilan Kepalada Desa di masing-masing Kabupaten (Gresik, Bojonegoro, Tuban, Lamongan) kepada Satker Operasi dan Pemeiharaan SDA Surendro Adi Wibowo, ST, MT.

Dalam kegiatan ini diberikan materi tentang Pelaksanaan P3TGAI Tahap II dan materi tentang Evaluasi Kinerja P3TGAI Tahap II. Dengan adanya P3TGAI ini diperoleh manfaat meningkatnya kinerja layanan irigasi sehingga dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan petani di wilayah Hilir Sungai Bengawan Solo (bbwsbs/sita).

Penandatanganan Kontrak di Lingkungan BBWS Bengawan Solo

Tetap bekerja untuk pengembangan wilayah sungai bengawan solo ditengah pandemi covid 19 dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Melakukan Penandatanganan Kontrak Paket Pekerjaan di Lingkungan Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatn Air (PJPA) serta PPK Perencanaan dan Program di Ruang Sidang PUP, Jumat (26/07/2020).

Paket Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sungkur Kabupaten Ponorogo oleh PT. Busur Kencono senilai 17,6 Milyar dan Paket Pekerjaan Supervisi Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sungkur Kabupaten Ponorogo oleh PT. Ika Adya Perkasa KSO CV. Herts Reka Teknik senilai 1,8 Milyar yang ditandatangani PPK Irigasi dan Rawa II Ni Nyoman Indah Pramadewi, ST, M.Eng, serta Paket Pekerjaan FS Bendungan Cermo oleh PT. Gracia Widyakarsa senilai 1,8 Milyar yang ditandatangani PPK Perencanaan Program Ery Suryo Kusumo, S.Pd, MT.

Penandatanganan ini disaksikan oleh Kepala BBWS Bengawan Solo Ir. Agus Rudyanto, M.Tech dan Kepala Satker PJPA Tesar Hidayat Musouwir, ST, MBA, M.Sc.
Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan ini adalah suatu kepercayaan bagi kita, disaat pandemi ini ekonomi sedang payah, sehingga dengan adanya kegiatan ini diharapkan ekonomi nasional bisa bergerak kembali.

“Dalam pelaksanaan pekerjaan dilapangan harus tetap menjalankan protokol kesehatan, saya berharap pekerjaan ini bisa selesai tepat waktu dengan tetap menjaga kualitas pekerjaan,” Pesannya (bbwsbs/charis).

Kepala Balai Tinjau Bendungan Tukul dan Bendungan Bendo di Jawa Timur

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., melaksanakan kunjungan lapangan di wilayah Jawa Timur, yakni Kabupaten Pacitan dan Ponorogo, pada Sabtu (13/06/2020). Pada kesempatan kali ini, Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, Bambang, S.E., S.T., M.T., PPK Bendungan I, Andi Arwik, S.T., M.Sc., PPK Bendungan II, R. Panji Satrio, S.T., M.T., MDM., PPK Bendungan III, Yoga Darmawan Diparindra, S.T., M.T., beserta rombongan meninjau beberapa lokasi pekerjaan.

Lokasi pertama, yakni proyek pengerjaan Bendungan Tukul di Pacitan. Bendungan yang dibangun di lahan seluas 44,81 ha, tepatnya di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan tersebut, sekaligus berfungsi sebagai konservasi lahan. Bendungan Tukul, nantinya akan mengairi sekitar 600 ha lahan persawahan serta menjadi sumber air baku yang ditargetkan selesai pembangunannya pada akhir tahun 2020 mendatang.

Monitoring dan evaluasi proyek, dilanjutkan ke Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Kepala BBWS Bengawan Solo beserta rombongan juga melakukan rapat internal di area proyek untuk rencana percepatan pengerjaan proyek Bendungan Bendo. Bendungan yang dibangun dengan tinggi 71 meter tersebut akan membendung Sungai Keyang, yakni anak Sungai Bengawan Madiun yang juga merupakan anak Sungai Bengawan Solo.

Bendungan Bendo juga dirancang mampu menampung air sebesar 43,11 juta m3, dan bermanfaat sebagai sumber air baku domestik serta industri berkapasitas 790 liter per detik dengan komposisi 418 liter per detik untuk Kabupaten Madiun dan 372 liter per detik bagi Kabupaten Ponorogo. Selain itu, bendungan ini akan mereduksi banjir di Ponorogo dari 1.300 m3 per detik menjadi 490 m3 per detik sekaligus menjadi pembangkit tenaga listrik sebesar 1,56 megawatt.

“Saya berharap proyek pembangunan Bendungan Bendo, dapat segera terselesaikan dan bisa segera dinikmati manfaatnya oleh warga, utamanya untuk keperluan irigasi, penyedia air baku, dan pengendali banjir di Kota Ponorogo,” pesan Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. (BBWSBS/ Ferri)

Sosialisasi Tahap II P3TGAI Wilayah Hilir

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Sosialisasi dan Training of Trainer untuk Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) untuk Program Percepatan Peningkatakan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahap II di Wilayah Hilir dengan menerapkan Protokol Kesehatan COVID-19, Rabu (10/06/2020).

Dalam Sosialisasi dipaparkan Pedoman Umum P3TGAI yang disampaikan oleh Samsi ST selaku Tenaga Ahli Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Petunjuk Teknis P3TGAI dan Penjelasan tugas fungsi pokok Konsultan Manajemen Balai (KMB), Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan Petani Pemakai Air (GP3A) dan Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) yang disampaikan oleh Sigit Budi Widigdyo, ST selaku Tenaga Ahli Konsultan Manajemen Balai (KMB).

Di Wilayah Hilir yang meliputi wilayah Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik dan Blora pada Tahap II terdapat 32 lokasi P3TGAI. Dengan menerapkan prinsip Partisipatif, Transparasi, Akuntabilitas dan Berkesinambungan P3TGAI diharapkan dapat meingkatkan kesejahteraan petani (bbwsbs/sita).

Koordinasi TP OP Tri Wulan I Tahun 2020

Di tengah situasi bencana Covid-19 kita harus beradaptasi dalam melaksanakan kewajiban pekerjaan, seperti yang dilakukan Bidang Operasi dan Pemeliharaan yang menyelenggarakan Koordinasi TP-OP metode video conference dengan aplilasi Zoom, Senin (13/04/2020).

Koordinasi dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si yang diikuti oleh Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Ir. Isgiyanto, MT, Kepala Seksi Pengendalian Pelaksanaan Irigasi & Rawa Hariyo Priyambodo, ST, MM, Kepala Satker Operasi dan Pemeliharaan Surendro Andi Wibowo, ST, MPSDA, Kepala Seksi Pelaksanaan OP Santosa, S.ST, MT, PPK O&P SDA IV Antonius Suryono, A.Md.T, SH, MMT dan PPK OP SDA III Aditya Sidik Waskito, ST, M.Si, M.Sc serta Kepal Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur, Kepala Satker SKPD TP-OP Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur, Kepala UPT PSDA Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojenegoro dan Unit Irigasi.

Rapat ini membahas progress dan kendala pelaksanaan TP-OP pada Triwulan I dan rencana kegiatan Triwulan II Tahun 2020. Diantara kendala yang dihadapi adalah keterlambatan pelaporan, keterlambatan honor yang dikarenakan situasi bencana covid-19 karena dari Kepala Daerah yang menginstruksikan social distancing.
Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si berpesan agar mulai sekarang dipersiapkan dana darurat untuk tahun 2021. (bbwsbs/sita)

Kontrak Desain dan Rehabilitasi Infrastruktur Sumber Daya Air

Dengan senantiasa memenuhi protocol kesehatan, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan penandatanganan kontrak di Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air dan Bidang Perencanaan Umum dan Program, Senin (13/04/2020).

Paket Rehabilitasi jaringan Irigasi DI Semen Krinjo di Kabupaten Rembang dan Tuban dengan nilai kontrak senilai Rp 35,8 M oleh Wijaya-Infra KSO yang ditandatangani oleh PPK Irigasi dan Rawa I Yasir Koesnarto, SP, MPSDA.

Paket DD Pembangunan Intake Bendung Gerak Sembayat dengan nilai kontrak senilai Rp 909 juta Oleh PT Tata Cipta Utama dan Paket DD Rehabilitasi Bendung Klepek Kabupaten Bojonegoro dengan nilai kontrak senile 1,4 M oleh PT Gracia Widyakarsa yang ditandatangani oleh PPK Perencanaan Program Ery Suryo Kusumo, S.Pd., MT.

Penandatanganan kontrak disaksikan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A Manu, M.Si, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Ir. Isgiyanto, MT, Kepala Bidang Program dan Perencanaan Umum Dwi Agus Kuncoro ST,MM,MT, Kepala SNVT PJPA Tesar Hidayat Musouwir, ST, MBA, M.Sc dan Kepala Seksi Pengendalian Pelaksanaan Irigasi & Rawa Hariyo Priyambodo, ST, MM.

Dalam arahanya Ir. Charisal A Manu, M.Si selaku Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menjelaskan dengan ditandatanganinya kontrak ada kesepakatan untuk wajib melaksanakan kewajiban sesuai dengan dokumen kontrak, serta harus bisa memahami situasi dan kondisi lapangan dalam situasi bencana Covid 19 ini. Pelaksanaan pekerjaan ini bertujuan agar kesejahteraan masyarakat meningkat terutama di sector irigasi (bbwsbs/sita).

Penandatanganan Kontrak Paket Pekerjaan Supervisi Penanganan Banjir Kali Jeroan (Lanjutan)

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan penandatanganan kontrak Paket Pekerjaan Paket Supevisi Penanganan Banjir Kali Jeroan (Lanjutan), Rabu (18/03/2020).

Paket Supervisi Penanganan Banjir Kali Jeroan oleh PT Wahana Krida Konsolindo – PT Tunggul Majapahit Sejahtera KSO dengan nilai kontrak Rp 4,9 M yang ditandatangani oleh PPK Sungai dan Pantai I Arlendenovega Satria Negara, ST, M.Eng.

Penandatanganan kontrak disaksikan olek Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A Manu, M.Si, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Heriantono Waluyadi, ST., MT dan Kepala SNVT PJSA Bengawan Solo Andri Rachmanto Wibowo, ST., M.Sc.

Dalam arahannya Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A, Manu M.Si berpesan agar dalam situasi penanganan virus Covid-19 segala pekerjaan harus lebih memperhatikan kesehatan dan keselamatan para pekerjanya juga tetap adaptif menyesuaikan situasi (bbwsbs/sita).

Rehabilitasi Bendungan Pacal

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan Penandatanganan Kontrak Paket Supervisi Rehabilitasi Bendungan Pacal yang ditanda tangani oleh PPK OP IV Antonius Suryono, A.Md.T, SH, MMT, Selasa (17/03/2020).

Paket Supervisi Rehabilitasi Bendungan Pacal oleh PT Global Parasindo Jaya JV dan PT Gobetek Glory Konsultan dengan nilai kontrak senilai Rp 4,19 M.

Penandatanganan kontrak disaksikan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal Akdian Manu, M.Si, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si dan Kepala Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Bengawan Solo Surendro Andi Wibowo, ST, MPSDA.

Dalam arahannya Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A Manu, M.Si mengingatkan bahwa dalam pekerjaan proyek ini masalah geologi menjadi hal yang diperhartikan dan berharap agar pekerjaan ini berjalan dengan tepat waktu, tepat mutu sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya (bbwsbs/sita)