/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Tanda Tangan Kontrak Paket Pekerjaan di Lingkungan SNVT PJSA

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan penandatanganan kontrak paket pekerjaan di lingkungan SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air, Kamis (12/03/2020).

Paket Penanganan Banjir Kali Jeroan (lanjutan) oleh PT Bangun Utama dan PT Selo Manunggal Sejati KSO dengan nilai kontrak senilai Rp 70,68 M ditandatangani oleh PPK Sungai dan Pantai I Arlendenovega Satria Negara, ST, M.Eng. Paket Peningkatan Kapasitas Sudetan Floodway (Plangwoot – Sedayu Lawas) (lanjutan) oleh PT Bangkit Berkah Perkasa dengan nilai kontrak senilai Rp 33,69 M dan Paket Pengendalian Banjir Kali Lamong oleh PT Titis dengan nilai kontrak Rp 10,60 M ditandatangani oleh PPK Sungai dan Pantai II Yudhi Triana Dewi, ST, M.Eng.

Penandatanganan kontrak disaksikan olek Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A Manu, M.Si, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Bengawan Solo Heriantono Waluyadi, ST., MT, Kepala SNVT PJSA Bengawan Solo Andri Rachmanto Wibowo, ST., M.Sc dan PPK Sungai dan Pantai I, Agus Eddy Widiyarto, ST.

Dalam Arahannya Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal. A Manu, M.Si menyampaikan bahwa setelah tanda tangan kontrak berarti tanjung jawab yang harus diimplementasikan dimulai, sehingga diharapkan dapat berproses dengan baik (bbwsbs/sita).

Menjejak Solo Valley Werken

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui Kepala Bidang Perencanaan Umum dan Program Dwi Agus Kuncoro ST,MM,MT bersama Kepala Divisi Jasa Umum Perum Jasa Tirta I Setyantono meninjau patok-patok batas dari lahan Solo Valley Werken, Selasa (10/03/2020).

Peninjauan dilakukan di Dusun Mendeg, Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro. Tujuannya untuk mengetahui batasan lahan yang masuk dalam kawasan Solo Valley Werken tersebut.

Solo Valley Werken sendiri merupakan Program Pembangunan Pengendalian Banjir dan Pembuatan Jaringan Irigasi semenjak jaman Pemerintah Hindia Belanda yang membentang dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik dan Surabaya. Dengan rencana desain baru Solo Valley Werken di masa mendatang bermanfaat sebagai longstorage untuk pengendali banjir yang secara berulang terjadi, tampungan air untuk irigasi dan air baku, mengatasi kekeringan di Kabupaten Bojonegoro, Lamongan dan Gresik.

Solo Valley Werken juga dapat diintegrasikan sebagai sarana transportasi darat dengan dibangunnya jalan tol yang akan meminimalisir tumbuhnya hunian liar di sepanjang saluran dan dibangunnya rest area untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang akan meningkatkan perekonomian masyarakat, Pada kanal solo Valley Werken dapat digunakan untuk transportasi air, wisata air dan koneksi ke empat Waduk yaitu Waduk Pacal, Gongseng, Godang dan Prijetan serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena menghubungkan Wilayah Pengembangan Strategis Gerbang Kertasusila dengan kawasan perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah seperti kawasan migas blok Cepu dan Bandara Ngloram (BBWSBS/charis).

Peningkatan Pintu Air Floodway

Pengendalian banjir merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh BBWS Bengawan Solo. Salah satu skema pengendalian banjir di DAS Bengawan Solo Hilir adalah dengan memanfaatkan Sudetan (Floodway) Plangwot-Sedayu Lawas di Kelurahan Plangwot, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

BBWS Bengawan Solo melakukan peningkatan kapasitas floodway untuk meningkatkan kemampuan pengendalian banjirnya. Pada Rabu (06/02/2019) dilakukan Commisioning Tes Alir Pintu Air untuk mengecek kelengkapan dan kesiapan Pintu Air floodway (bbwsbs/sita).

Bersama Bangun Pacitan

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menerima kunjungan dari Pemerintah Kabupaten Pacitan dan Komisi Pembangunan DPRD Kabupaten Pacitan, Jumat (31/01/2020).
Rapat di hadiri oleh Gagarin S.Sos selaku Wakil Ketua DPRD, Pujo Setya Hadi, ST selaku Ketua Komisi IV DPRD dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pacitan serta Pejabat Esselon dan Kesatekran BBWS Bengawan Solo.

Kunjungan Kerja DPRD Kabupaten Pacitan ini dimaksudkan untuk melakukan konsultasi dan koordinasi terkait rencana pembangunan Bendungan Wadah yang terletak di Desa Klepu, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan (bagian kiri) dan Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayan, Kabupaten Ponorogo (bagian kanan).

Ir. Charisal A, Manu M.Si dalam sambutannya menjelaskan bahwa BBWS Bengawan Solo akan mensupport segala kebutuhan air yang ada di Kabupaten Pacitan melalui infrastruktur yang sedang di bangun atau akan direncanakan seperti Bendungan Wadah misalnya, diharapkan pertemuan ini dapat menjadi sarana untuk berkomunikasi dan berdiskusi.

Dwi Agus Kuncoro, ST, MT,MM menjelaskan bahwa BBWS Bengawan Solo telah melakukan Studi Kelayakan (Feasibility Studi) pada tahun 2013, Detail Desain pada tahun 2014 dan Investigasi Tambahan pada tahun 2018 serta manfaat Bendungan Wadah di masa mendatang seperti irigasi seluas 725 ha, air baku sebesar 500 liter/detik dan listrik sebesar 2×2,1 mega watt.

Diharapkan diskusi hari ini dapat memberikan masukan dalam pembangunan pacitan dimasa depan (bbwsbs/sita).

Selamatkan Kehidupan Masyarakat Bengawan Jero

Kabupaten Lamongan yang terkenal dengan Lumbung Padi Jawa Timur adalah salah satu daerah yang berada di wilayah daerah aliran sungai Bengawan Solo yang selalu meluap airnya saat musim penghujan. Memiliki kawasan yang lebih rendah dari daerah sekitar dan sungai Bengawan Solo, menjadikan daerah ini tergenang banjir setiap musim penghujan. Daerah yang terdampak banjir tersebut dikenal dengan Bengawan Jero atau Bonorowo yang mencakup hampir separuh dari luas Kabupaten Lamongan.

Situasi ini berdampak terhadap kehidupan masyarakat di kawasan Bengawan Jero yang sebagian besar memiliki lahan pertanian di dataran banjir. Situasi ini membuat masyarakat berupaya beradaptasi dengan lingkungannya dengan mengatur jadwal tanam menyesuaikan dengan musim, memelihara ikan, tambak udang, menyewakan perahu dan lain-lain.

Sub Direktorat Perencaan Irigasi Rawa Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR M. Tahid, ST, MPPM didampingi Pelaksana Harian Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Isgiyanto, ST, MT beserta Pejabat Esselon dan Kesatkeran dan Badan Perencanaan Daerah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa timur melaksanakan koordinasi terkait perencanaa pembangunan kawasan Bengawan Jero, Jumat (24/01/2020).

Bengawan Jero dibagi 3 bagian yaitu barat, tengah dan timur. Bagian barat tergolong aman, namun di bagian tengah dan timur yang memiliki struktur tanah mencekung menyebabkan air menggenang dan banjir.

Dengan koordinasi ini diharapkan dapat membuat skala prioritas penanganan kawasan Bengawan Jero sehingga masyarakat dapat menjalankan kehidupannya dengan baik (bbwsbs/sita).

Koordinasi Bersama Komisi D DPRD Kabupaten Magetan

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menerima kunjungan kerja Komis D DPRD Kabupaten Magetan, di Ruang Sidang Bengawan Solo, Jumat (24/01/2020).

Kunjungan Kerja DPRD Kabupaten Magetan ini dimaksudkan untuk melakukan konsultasi dan koordinasi terkait bencana longsor yang terjadi di Kali Gandong, Pengajuan pembangunan Embung dan pemanfaatan air di Kabupaten Magetan.

Rapat dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Magetan H. Sujatno, SE MM, Ketua Komisi D Suyono, SH, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Magetan Hergunadi, Kepala Pelaksanaan BPBD Kabupaten Magetan Ari Budi S dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.S.i selaku Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan menjelaskan bahwa dalam perizinan pengusahaan dan penggunaan sumber daya air disebutkan bahwa pengelolaan sungai merupakan kekayaan negara dan barang milik negara, sehingga dalam pembangunan yang berkaitan dengan sungai dapat dilakukan oleh setiap instansi dengan mendapatkan rekomendasi dari bbws sebagai pengelola sungai.

H. Sujanto memaparkan bahwa beberapa waktu terakhir Kabupaten Magetan kerap mengalami kekeringan sehingga masyarakat berharap agar dapat dibangun embung untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat, berkaitan dengan hal ini Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo telah membangun beberapa Embung seperti Pendem dan lain-lain.

Setelah pertemuan ini diharapkan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dapat terus berkoordinasi bersama Kabupaten Magetan, agar pemenuhan kebutuhan air di Kabupaten Magetan dapat terlayani dengan baik (bbwsbs/sita).

Kabalai Sidak Penanganan Banjir

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A Manu, M.Si didampingi Pejabat Esselon dan Kesatkeran melakukan kunjungan ke Romah Pompa Glonggong yang bertempat di Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Senin (06/01/2020).

Tujuan kunjungan ke Rumah Pompa Glonggong ini adalah untuk sidak persiapan penangaan banjir tahun 2020 di wilayah Madiun. Rumah Pompa Glonggong terdiri dari dari 4 unit pompa yang masing-masing memiliki kapasitas 500 liter/detik dan 2 unit truk pompa. Pompa tersebut bermanfaat untuk membantu mengalirkan aliran sungai dari Kali Piring dan Kali Sono ke Kali Jerohan apabila pintu 12 tersumbat sampah.

Charisal A Manu berpesan agar di musim penghujan ini petugas selalu siap siaga jika sewaktu-waktu terjadi bencana banjir (bbwsbs/sita).

Koordinasi Bersama Komisi C DPRD Kota Surabaya

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menerima Kunjungan Kerja Komisi C (Pembangunan) DPRD Kota Surabaya di Ruang Sidang Bengawan Solo, Jumat (27/12/2019).

Rapat di hadiri oleh Ketua, Anggota, dan sekretariat Komisi C (Pembangunan) DPRD Kota Surabaya dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo yaitu Pelaksana Harian Kabalai Ir. Isgiyanto, MT, Kepala Bidang Perencanaan Umum dan Program Dwi Agus Kuncoro ST, MT,MM, Kepala Seksi Perencanaan O&P SDA Ambar Puspitosari, ST, MDM, Kepala Bagian Tata Usaha Bambang SE dan PPK Sungai dan Pantai II Yudhi Triana Dewi, ST, M.Eng.

Kunjungan Kerja Komisi C (Pembangunan) DPRD Kota Surabaya dalam rangka mencari masukan dan menambah referensi dalam pengambilan kebijakan terkait Tindak Lanjut Pembangunan Kali Lamong.

“Kami ingin mengetahui kegiatan fisik yang akan dilakukan BBWS Bengawan Solo dalam tindak lanjut pembangunan Kali Lamong” Jelas Setyono selaku ketua Komisi C (Pembangunan) DPRD Kota Surabaya.

Kepala Seksi Pengendalian Pelaksanaan Sungai dan Pantai Sugeng Wiratna, ST, MT menjelaskan tentang Sungai Kali Lamong yang melalui Kota Surabaya 7,8 km, Kabupaten Gresik 42,7 km, Kabupaten Mojokerto 10,3 km dan Kabupaten Lamongan 42 km serta menjelaskan kegiatan studi yang sudah dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Dengan adanya koordinasi hari ini diharapkan pelaksanaan penanganan Kali Lamong dapat berjalan secara optimal (bbwsbs/sita).

Sosialisasi Komisi Irigasi Antar Provinsi Wilayah Sungai Bengawan Solo

Daerah Irigasi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo memiliki luas sebesar 100.148 Ha. Daerah irigasi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo terbagi menjadi 12 daerah irigas yang terdiri dari 10 DI yang di TPOP- kan (Provinsi Jawa Timur) dan 2 DI yang dikelola sendiri yaitu D.I Colo dengan luas 25.056 Ha berada di Kabupaten Wonogiri, kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen di Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Ngawi di Provinsi Jawa Timur. D.I Semen Krinjo dengan luas 929 Ha berada di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Tuban Provinsi, Jawa Timur. Karena berada di lintas provinsi maka D.I Semen Krinjo menjadi D.I kewenangan pusat yang dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Dalam pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi DI Colo dan DI Semen Krinjo, maka diperlukan lembaga yang dapat mengkoordinasikan pengelolaan irigasi tersebut di Wilayah Sungai Bengawan Solo. Lembaga koordinasi dan komunikasi antara wakil pemerintah daerah kabupaten/kota yang terkait, wakil komisi irigasi provinsi yang terkait, wakil perkumpulan petani pemakai air, dan wakil pengguna jaringan irigasi di suatu daerah irigasi lintas provinsi telah ditetapkan Permen PUPR No. 17/PRT/M/2015 tentang Komisi Irigasi, sebagai lembaga non struktural yang berfungsi sebagai forum koordinasi antara pemerintah dan masyarakat petani pemanfaatan air untuk irigasi dan lainnya. Hal tersebut yang melatarbelakangi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Sosialisasi Pengenalan Komisi Irgasi Antar Provinsi Wilayah Sungai Bengawan Solo, Rabu (19/12/2019).

Ir. Isgiyanto, MT dalam sambutanya menjelaskan dalam melaksanakan Pembentukan Komisi Komisi Irigasi Antar Provinsi, tahapan-tahapan yang dilakukan adalah Membentuk Panitia, Menyusun draft dan mengajukan SK Panitia, Panitia menyampaikan rancangan Pembentukan Komisi Irigasi Antar Provinsi Wilayah Sungai Bengawan Solo dalam bentuk surat dukungan kepada Dirjen SDA Kementerian PUPR, Melakukan telaahan jumlah anggota Komisi Irigasi Antar Provinsi dari instansi pemerintah dan non pemerintah Daerah Irigasi Wilayah Sungai Bengawan Solo yang telah ditetapkan, Sosialisasi Komisi Irigasi Antar Provinsi Wilayah Sungai Bengawan Solo, Menyusun rencana kerja, Menyusun draft dan mengajukan SK, Menyusun administrasi pengukuhan anggota dan Mempersiapkan penyelenggaraan pengukuhan anggota Komisi Irigasi Antar Provinsi Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Dalam Sosialisasi dilakukan penyampaian materi tentang Konsep Pembentukan Komisi Irigasi Antar Provinsi Berdasarkan Permen PUPR No 17/PRT/M2015 oleh Ir. Arlinsyah MT, Pemberdayaan Kelembagaan Komisi Irigasi Antar Provinsi Menuju Modernisasi Pengelolaan Irigasi oleh Gunawan ST, MT dan Rencana dan Rekomendasi Pembutukan Komisi Irigasi Antar Provinsi DI Colo dan DI Semen Krinjo Wilayah Sungai Bengawan Solo yang dilanjutkan dengan diskusi.
Semoga melalui sosialisasi yang diselenggarakan hari ini dapat melakukan kesepakatan dan mendukung pembentukan Komisi Irigasi Antar Provinsi di Wilayah Sungai Bengawan Solo(bbwsbs/sita).

Komisi D DPRD Kab Bojonegoro Koordinasi Dengan BBWS Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menerima Kunjungan Kerja Komisi D (Pembangunan) DPRD Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur di Ruang Sidang Bengawan Solo, Kamis (19/12/2019).

Rapat di hadiri oleh Ketua, Anggota, dan sekretariat Komisi D (Pembangunan) DPRD Kabupaten Bojonegoro, serta Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.
Kunjungan Kerja Komisi D (Pembangunan) DPRD Kabupaten Bojonegoro dalam rangka mencari masukan dan menambah referensi dalam pengambilan kebijakan terkait dengan pembangunan di Kabupaten Bojonegoro.

“Serta kami ingin mengetahui kegiatan fisik yang akan dilakukan BBWS Bengawan Solo pada tahun 2020 yang masuk Kabupaten Bojonegoro,” Jelas Abdulloh Umar selaku Ketua Komisi D (Pembangunan) DPRD Kabupaten Bojonegoro.

Kepala Bagian Tata Usaha BBWS Bengawan Solo Bambang, SE, ST menjelaskan tentang skema pengelolaan Sungai Bengawan Solo, skema pengendalian banjir Solo Valley Werken, serta rencana pembangunan Bendung Gerak Karangnongko di Kabupaten Bojonegoro.

Dalam pertemuan ini juga dibahas tentang rencana normalisasi Bendungan Pacal, Progres pekerjaan Bendungan Gongseng, dan Groundsill Bojonegoro.
Abudulloh Umar berharap program-program yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 untuk Kabupaten Bojonegoro dapat menjadi prioritas (bbwsbs/charis).