/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Monitoring Pembangunan Bendungan Gongseng

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal Akdian Manu,M.Si didampingi pejabat Eselon dan Kesatkeran memantau secara langsung progres pembangunan Bendungan Gongseng dalam rangka monitoring dan evaluasi. Senin (17/06/2019).

Bendungan Gongseng berada di Sungai Soko, Desa Kedungsari dan Desa Papringan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Saat ini progress pembangunannya sudah mencapai 88%.

Bendungan Gongseng nantinya memiliki tampungan sebesar 22,43 juta m3 dengan manfaat suplesi irigasi seluas 6.191 ha, air baku 300 lt/dt, listrik 0,70 MW, dan reduksi banjir 133,27 m3/dt.

Dalam monitoring ini Ir. Charisal Akdian Manu,M.Si beserta Tim melihat beberapa lokasi di sekitar Bendungan Gongseng kemudian dilanjutkan ke lokasi Water Treatment Plan (WTP) dan rencana trace jaringan pipa transmisinya.

Ir. Charisal Akdian Manu,M.Si meminta untuk segera membuat schedule baru pembangunan Bendungan Gongseng, mengingat bahwa pembangunan akan rampung tahun ini.

Beliau juga meminta pembangunan dapat dipercepat agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat (BBWSBS).

Pemanfaatan Air Baku Bendungan Gongseng

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui Bidang Perencanaan Umum dan Program melakukan perencanaan trace jaringan pipa transmisi air baku yang bersumber dari Bendungan Gongseng di Kapubaten Bojonegoro, Rabu (12/06/2019).

Dalam survei ini pertama melihat lokasi intake dan rumah pompa, kemudian dilanjutkan melihat beberapa lokasi di sekitar Bendungan Gongseng.
Tujuan kegiatan ini untuk menentukan lokasi Water Treatment Plan (WTP) dan trace jaringan pipa transmisinya.

Bendungan gongseng berkapasitas air baku 300 liter/detik dimana pada saat bendungan selesai dibangun dapat langsung dimanfaatkan airnya ujar Ery Suryo Kusumo, S.Pd., MT PPK Perencanaan Umum dan Program. Ditambahkan oleh rifki Kepala Seksi Program Rifki Maulana, ST bahwa koordinasi dengan pihak-pihak terkait mutlak diperlukan terutama tentang pemilihan trase dan rencana pengembangan air baku yang bersumber dari bendungan gongseng. Keberadaan bendungan dapat memberi berbagai manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur untuk indonesia maju!!!(BBWSBS/charis).

Penandatanganan Kontrak di Lingkungan Kerja Paket Pekerjaan SNVT PJPA Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui SNVT Pelaksanaan Pemanfaatan Sumber Air (PJPA) melaksanakan penandatanganan kontrak paket pekerjaan yang terdiri dari 10 paket di Ruang Sidang Bengawan Solo, Selasa (28/05/2019).

PPK Irigasi dan Rawa I Yasir Koesnarto, SP., MPSDA menandatangani 4 paket pekerjaan yaitu Paket Peningkatan Jaringan Irigasi DI Gondang Kabupaten Karanganyar oleh PT Profil Mas senilai Rp 22 M, Paket Supervisi Peningkatan Jaringan Irigasi DI Gondang Kabupaten Karanganyar oleh PT Manggala Karya Bangun Sarana JO PT Duta Buhana Jaya senilai Rp 1,3 M, Paket Pembangunan Jaringan Irigasi D.I Sukodono Kabupaten Gresik oleh PT Karya Tunggal Mulya Abadai- PT Winangun Inti Nusantara, KSO senilai Rp 11 M dan Paket Supervisi Pembangunan Jaringan Irigasi DI Sukodono Kabupaten Gresik oleh CV Indra Cipta Konsultan senilai Rp 685 Juta.

PPK Irigasi dan Rawa II Ni Nyoman Indah Pramadewi, ST., M.Eng menandatangani 4 paket pekerjaan yaitu Paket Peningkatan Jaringan Irigasi DI Bendo di Kabupaten Ponorogo oleh PT Kharisma Bina Konstruksi – PT Busur Kencono senilai Rp 76 Juta, Paket Supervisi Peningkatan Jaringan Irigasi DI Bendo di Kabupaten Ponorogo oleh PT Darma Dedana Cipta Consultants KSO PT Raya Konsultan senilai Rp 4 M, Paket Peningkatan Bendung DI Sungkur di Kabupaten Ponorogo oleh PT Inti Jawa Teknik senilai Rp 22 M dan Paket Supervisi Peningkatan Bendung DI Sungkur di Kabupaten Ponorogo oleh PT Ika Adya Perkasa senilai Rp 1,4 M.

PPK Penyedia Air Baku Wahyana, ST, MT menandatangani 2 paket pekerjaan yaitu Paket Pembangunan Jaringan Pemanfaata Air Baku Lumbung Air Baku Sukodono di Kabupaten Gresik oleh PT Cakra Gatra Utama senilai Rp 15 M dan Paket Supervisi Pembangunan Jaringan Pemanfaatan Air Baku Lumbung Air Baku Sukodono di Kabupaten Gresik oleh PT Jaya Semanggi Enjiniring senilai Rp 665 Juta.
“Silahkan ditindaklanjuti dengan tahapan yang telah ditentukan, semoga bisa cepat dan hasilnya tepat agar dapat bermanfaat” Pesan Charisal dalam pengarahannya (BBWSBS/sita).

Sidang Pimpinan TKSPDA WS Bengawan Solo

Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Sidang Pimpinan, Rabu (23/05/2019).

“Semoga kegiatan ini menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi masyarakat di Wilayah Sungai Bengawan Solo” Kata Bambang SE, ST dalam sambutannya.

Acara ini diawali dengan presentasi dari masing-masing komisi untuk menghasilkan isu pada tahun 2019.

Komisi 1 mengusulkan perlu sosialisasi terkait tata tertib, narasumber yang diharapkan dari pihak sekertariat bengawan solo dan perlunya evaluasi terkait musyawarah dalam bencana banjir.
Komisi 2 mengusulkan terkait ketersediaan air di titik-titik tertentu segera ditetapkan yang berkaitan dengan kualitas dan kuantitas air, kajian peningkatan daya tampung waduk Wonogiri , regulasi pemanfaatan sedimen.
Komisi 3 mengusulkan terkait penanganan isu pencemaran air di sungai bengawan solo, penindaklanjutan kasus tentang banjir di kawasan pegunungan seperti di Magetan
Segala isu yang ada nantinya akan dikumpulkan yang akan menghasilkan Review sebagai peraturan dalam TKPSDA Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS/sita).

Sinergi Penanganan Kali Lamong

Banjir akibat luapan Kali Lamong kembali menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Gresik, oleh karena itu diperlukan perbaikan sungai secara menyeluruh. Hal tersebut yang melatarbelakangi Komisi DPRD Kabupaten Gresik mengadakan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo terkait permasalahan banjir akibat luapan Kali Lamong yang melintasi Kabupaten Gresik, Senin (25/03/2019)

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Charisal A. manu dalam presentasinya menerangkan bahwa Kali Lamong yang memiliki panjang ±130 km termasuk dalam kategori sungai intermitten dengan penampang sungai relative datar. Sungai lamong memiliki 34 anak sungai dengan kapasitas maksimal sungai utama ±250 m3/dt sedangkan debit pada musim hujan dapat mencapai >700 m3/dt.

Pertemuan kali ini membahas tentang pembebasan lahan dimana lahan yang diperlukan untuk menangani permasalahan di sungai lamong masih perlu didiskusikan. Setelah pembebasan lahan selesai niscaya penanganan secara konstruksi akan lebih baik lagi (BBWSBS/sita).

FGD DI Gondang Lamongan

Kabupaten Lamongan terkenal dengan julukan lumbung padi jawa timur dengan hasil pertanian yang sangat baik. Untuk meningkatkan kesejahteraan petani diperlukan system yang mendukung, salah satunya adalah air melalui sistem irigasi.

Sesuai dengan Permen PUPR No 30 PRT/M2015, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Focus Group Disscusion dalam penyusunan Profil Sosial Ekonomi Teknik dan Kelembagaan (PSETK) Daerah Irigasi Gondang Lamongan, Kamis (22/03/2019).

Diantara beberapa permasalahan yang terdapat di DI Gondang Lamongan adalah kekurangan air pada musim tanam tertentu, jalan inspeksi yang rusak, tanggul jebol, beberapa aluran yang tidak berfungsi, ketersediaan air yang tidak merata dan beberapa permasalahan lainnya.

Winda Agustin selaku perwakilan dari BBWS Bengawan Solo menyampaikan bahwa segala permasalahan nantinya akan menjadi bekal dalam penyusunan PSETK sehingga dapat menjadi bekal dalam perbaikan Daerah Irigasi Gondang Lamongan (BBWS/sita).

Menjaring Aspirasi DI Pacal

Kabupaten Bojonegoro merupakan kabupaten yang mayoritas penduduknya berusaha pada sector pertanian. Untuk menunjang perkembangan sector pertanian di wilayah Kabupaten Bojonegoro khususnya Daerah Irigasi Pacal, diperlukan perencanaan, pengembangan serta pengelolaan irigasi yang berkelanjutan. Hal tersebut yang melatarbelakangi BalaiBesar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Foccus Grup Disscusion dalam penyusunan Profil Sosial Ekonomi Teknik dan Kelembagaan (PSETK) Daerah IrigasiPacal, Jum’at (15/03/2019).

Dalam FGD kali ini petani masing-masing perwakilan petani menyampaikan beberapa permasalahan yang dihadapi dalam melakukan pengelolaan irigasi danu sahatani. Diantara permasalahan yang dihadapi petani adalah kurang aktifnya HimpunanPetaniPemakai Air (HIPA), tidak ada pembiayan atau iuran untuk kelompok tanidan HIPA, pembagian air yang tidakmerata, rusaknya pintu air dan perbedaan perlakuan dalam pembagian air dan lain-lain.

Segala permasalahan tersebut nantinya akan menjadi bekal buntuk menyusun Profil Sosial Ekonomi Teknik dan Kelembagaan (PSETK) Daerah IrigasiPacal (BBWSBS/sita)

Menengok Bendung Gerak Karangnongko

ADB bersama tim Konsultan Enhaced Water Security Investment Project (EWSIP) dengan Kepala Bidang Pelaksanaan Pemanfaatan Sumber Air (PJPA) Ir. Isgiyanto, MT, Kepala Bidang Program dan Perencanaan Umum Dwi Agus Kuncoro ST,MM,MT, Kasi Pengendalian Pelaksanaan Irigasi & Rawa Shakti Rahadiansyah, ST, M.Sc dan PPK Perencanaan Program Ery Suryo Kusumo, S.Pd., MT melaksanakan tinjauan lapangan rencana pembangunan Bendung Gerak Karangnongko di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojoengoro, Jawa Timur dan Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (14/03/2019).

Dimasa mendatang diharapkan Bendung Gerak Karangnongko dapat mensuplai air irigasi DI Karangnongko kiri seluas 1824 ha dan DI Karangnongko kanan seluas 5201 ha, mensuplai air domestic dan industry bagi PDAM Bojonegoro 8,835 juta m3 atau 280 l/dt, PDAM Blora 2,15 juta m3 atau 68 l/dt, PDAM Tuban 8,68 juta m3 atau 275 l/dt.

Bendung Gerak Karangnongko nantinya akan menjadi infrastruktur untuk suplai air irigasi dan air baku bagi masyarakat di Bengawan Solo Hilir yang merupakan bangunan dari serangkaian bendung yang telah di bangun yaitu Bendung Gerak Bojonegoro, Bendung Gerat Babat dan Bendung Gerak Sembayat.

Bendung Gerak Karangnongko memfungsikan Solo Valey sebagai saluran induk dan tampungan untuk Daerah Irigasi Karangnongko kanan (BBWSBS/sita).

Penanganan Luapan Kali Jeroan di Kabupaten Madiun

Kabupaten Madiun dilanda banjir terbesar selama 33 tahun terakir pada Kamis (7/03/19), banjir ini diakibatkan oleh meluapnya Kali Jeroan yang merupakan Anak Kali Madiun yang mengalir ke Sungai Bengawan Solo.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hari Suprayogi dalam keterangannya mengatakan bahwa banjir yang terjadi saat ini akibat kali Jeroan yang tidak mampu membendung debit air hujan, Kali Jeroan memiliki panjang sejauh 79 kilometer dan sudah didisain dapat menampung debit banjir Q25 tahunan atau setara dengan 1.040 meter kubik perdetik.

Pada tanggal 5,6,7 maret terjadi curah hujan yang tinggi yang disertai petir, puncaknya pada tanggal 6 Maret terjadi hujan kurang lebih selama 3 jam di Hulu DAS Jeroan dengan intensitas sebesar 150 milimeter, “air di Kali Jeroan sudah banyak hampir penuh ditambah dengan (puncak) hujan selama 3 jam sehingga kapasitas yang tadi Q25 dengan (kapasitas) 1.040 (meter kubik perdetik) itu terlewati yang lewat  (menjadi) 1.063 (meter kubik perdetik) sehingga air meleber kekanan kiri,” katanya.

Luapan Kali Jeroan ini juga mengakibatkan longsornya tanggul dibeberapa titik serta putusnya parapet sepanjang 20 meter di Kecamatan Balirejo, Kabupaten Madiun. Luapan ini juga mengakibatkan genangan seluas 253 hektar meliputi 6 desa termasuk ruas Jalan Tol Ngawi – Kertosono di KM +603 – KM +604 sepanjang 400 meter.

Upaya tanggap darurat yang telah dilaksanakan adalah dengan penutupan tanggul-tanggul yang jebol secara darurat dengan menggunakan sandbag. Pada tahun ini juga Kementerian PUPR melalui BBWS Bengawan Solo telah menganggarkan dana sebesar 10 milyar untuk memperbaiki parapet dan tanggung-tanggul yang kritis secara permanen.

”Kebetulan sudah ada kontrak sebesar 10 milyar untuk menangai yang kritis-kritis ini secara permanen terutama yang 20 meter tadi, kemudian dalam jangka menengah ada beberapa yang perlu kita selesaikan, kira-kira ada 15 kilometer parapet yang harus direhabilitasi  karena beberapa parapet ini umurnya sudah 20 tahun, dari perhitungan yang sudah dibuat diperkirakan memerlukan dana sebanyak 170 milyar” ujar pria yang akrab disapa yogi ini.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui BBWS Bengawan Solo bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BPBD Jawa Timur akan terus melakukan peninjauan lapangan dan penanganan darurat selama seminggu kedepan. Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan dapat segera konfirmasi pada kami bila ada informasi yang kurang jelas (DATIN BBWSBS/maw,sita).

Perkuatan Tebing Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Widang Kabupaten Tuban Segera Dimulai

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) melakukan penandatanganan kontrak Paket Pekerjaan Konstruksi dan Supervisi Perkuatan Tebing Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Widang Kabupaten Tuban Tahap II senilai 41 Milyar, Selasa (05/03/19).

Paket Pekerjaan Perkuatan Tebing di Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Widang Kabupeten Tuban Tahap II oleh PT Aura Sinar Baru senilai RP 39,45 Milyar dan Paket Supervisi Perkuatan Tebing di Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Widang Kabupeten Tuban Tahap II oleh PT Antusias Raya senilai Rp 1,89 Milyar yang ditandatangani oleh PPK Sungai dan Pantai II Sugeng Wiratna, ST, MT.

Penandatanganan kontrak disakikan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A Manu, M.Si Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Bengawan Solo Heriantono Waluyadi, ST.,MT, Kepala Bagian Tata Usaha Bambang, SE, ST, Kepala SNVT PJSA Bengawan Solo Andri Rachmanto Wibowo, ST., M.Sc dan dan Kepala Seksi Pengendalian Pelaksanaan Sungai dan Pantai Yudhi Triana Dewi, ST, M.Eng.

Perkuatan Tebing di Kecamatan Widang Kabupaten Tuban berfungsi untuk mengamankan pemukiman di sisi Sungai Bengawan Solo dikarenakan jarak sungai dengan pemukiman hanya sekitar 9 meter dan juga sebagai pengendali banjir agar saat terjadi banjir, air tidak meluap sampai ke pemukiman.
Charisal berpesan agar dapat berkomunikasi dengan baik dengan masyarakat sekitar dan berharap agar tampilannya terlihat berbeda dari sebelumnya dan ada fasilitas yang dapat digunakan (BBWSBS/sita).