/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Meninjau PEPC di Kabupaten Bojonegoro

SKK Migas yang berada di Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur melalui Pertamina EP Cepu sedang mengajukan permohonan izin pengambilan air untuk pembangunan intake di Sungai Gandong Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro yang masuk dalam wilayah kerja Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Berkaitan dengan hal tersebut Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo bersama Perum Jasa Tirta 1, DPU SDA Kabupaten Bojonegoro, UPT PSDA Provinsi Jawa Timur melakukan peninjauan lapangan pada hari Kamis (28/02/2019).

Lokasi yang ditinjau meliputi Bendung Nglambangan di Desa Ngambon, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, Bendung Kacangan di Desa Kacangan, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, dan rencana lokasi intake.

Rencananya pengambilan air akan dilakukan mulai Bulan Juni 2019 dengan kapasitas volume kolam tampungan sebesar 6.300 m3 dan 6.800 m3 yang dipergunakan untuk kegiatan drilling. Dengan adanya rekomtek diharapkan pengambilan air sesuai dengan alokasi dan tidak terjadi konflik pengambilan air (BBWSBS/charis).

Penandatanganan Kontrak Paket Pekerjaan Konsultasi di Lingkungan Satker Balai Besar WS Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui Bidang Perencanaan Umum dan Program melaksanakan penandatanganan kontrak Paket Pekerjaan Konsultansi di bidang Perencanaan yang terdiri dari 5 paket pekerjaan senilai Rp 4 M, Kamis (28/02/19).

Paket pekerjaan DD Pembangunan Bendung Plesungan DI Pondok di Kabupaten Ngawi oleh PT Geodinamik Konsultan senilai 1.38 M, Penyusunan Dokumen Lingkungan Untuk Pembangunan Embung di Kabupaten Magetan oleh PT Jasa Perencana Nusantara senilai 473 Juta, SID Pembangunan Embung di Kabupaten Blora oleh PT Gracia Widyakarsa senilai 1.35 M, SID Intake dan Pipa Tranmisi Waduk Pidekso di Kabupaten Wonogiri senilai 745 Juta dan SID Intake dan Pipa Transmisi Waduk Tukul di Kabuapten Pacitan oleh PT Tata Cipta Utama senilai 652 Juta yang di tanda tangani oleh PPK Perencanaan Program Ery Suryo Kusumo, S.Pd., MT.

Penandatanganan kontrak disakikan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A Manu, M.Si, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Bengawan Solo Heriantono Waluyadi, ST., MT, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo Ir. Isgiyanto, MT, Kepala Bagian Tata Usaha Bambang, SE, ST, dan Kepala Seksi Pengendalian Pelaksanaan Sungai dan Pantai Sugeng Wiratna, ST, MT.

“Semoga semua pekerjaan ini dapat selesai tepat waktu dan tepat mutu, selamat bekerja keras!” Pesan Charisal dalam arahannya (BBWSBS/sita).

FGD PSTEK DI Pondok

Penyelenggaraan Pemberdayaan Kelembagaan yang berbasis pada peran serta partisipasi petani dan kelompoknya dalam pengelolaan irigasi diharapkan dapat dilaksanakan sejak dari tahap pemikiran awal, perencanaan, pengambilan keputusan, pelaksanaan kegiatan pembangunan dan pengembangan infrastruktur irigasi, operasional dan pemeliharaan, sampai dengan tahap monitoring dan evaluasi. Hal tersebut yang melatarbelakangi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Foccus Grup Disscusion dalam penyusunan Profil Sosial Ekonomi Teknik dan Kelembagaan (PSETK) Daerah Irigasi Pondok, Kamis (21/02/2019).

Daerah Irigasi (DI) Pondok adalah daerah irigasi teknis seluas 3,163 ha yang terletak di Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan hasil pemantauan kebutuhan air irigasi di DI Pondok terus mengalami peningkatan yang disebabkan karena peningkatan areal sawah yang semula tadah hujan menjadi sawah beririgasi pompa dengan pengambilan air dari saluran induk Pondok secara illegal dan menyebabkan kekurangan air.

“Pertemuan kali ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah agar nantinya dapat menyusun skala prioritas” Ungkap Winda selaku perwakilan BBWS Bengawan Solo.
Diskusi berjalan dengan baik dengan harapan DI Pondok yang terdiri dari DI Dero, DI Sambiroto, DI Plesungan dan DI Padas dapat mendapatkan pasokan air secara merata (BBWSBS/sita).

Wagub Jatim Menyusuri Sungai Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menerima kunjungan Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc dan Bupati Bojonegoro Dr. Hj. Anna Muawanah, Selasa (19/02/2019).

Dalam kunjungan tersebut Wagub Jatim dan Bupati Bojonegoro didampingi Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Bengawan Solo Heriantono Waluyadi, ST., MT, Kepala Bidang Program dan Perencanaan Umum Dwi Agus Kuncoro, ST, MM, MT, Kepala Seksi Perencanaan Umum Gadhang Swastyastu, ST, M.Eng, dan Kepala Seksi Pengendalian Pelaksanaan Sungai dan Pantai Yudhi Triana Dewi, ST, M.Eng.

Wagub Jatim dan Bupati Bojonegoro bersama Kabid PJSA sempat menyusuri Sungai Bengawan Solo dari Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu sampai dengan Bendung Gerak Bojonegoro dengan menggunakan perahu tradisional.

“Kami mendukung penanganan secara menyeluruh dalam pengelolaan sungai Bengawan Solo oleh BBWS Bengawan Solo. Selain itu, kami juga ingin menangkap isu-isu yang berkembang dalam penanganan Bengawan Solo” tandas emil.

Dalam kesempatan itu Emil juga mengajak Bupati Bojonegoro untuk ikut menangani permasalahan sampah yang menghambat aliran sungai Bengawan Solo (BBWSBS/charis).

Round Trip Bendungan di Madiun, Ngawi dan Magetan

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal Akdian Manu,M.Si didampingi Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si, PPK O&P SDA I Antonius Suryono, A.Md.T, SH, MMT dan PPK O&P SDA III Wahyana, ST, MT melakukan Safari Lapangan Monitoring Bendungan di wilayah OP III di Jawa Timur yaitu Bendungan Pondok, Bendungan Sangiran, Bendungan Saradan, Bendungan Dawuhan dan Bendungan Gongang, Selasa (19/02/2019).

Diawali dengan mengunjungi Bendungan Pondok yang terletak di Desa Gandong, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi. Bendungan yang dibangun pada tahun 1993-1995 ini memiliki kapasitas tampungan sebesar 30,900 juta m3 yang bermanfaat untuk irigasi seluas 4.600 ha dan pariwisata.

Tidak jauh dari situ terdapat Bendungan Sangiran yang terletak di Desa Sumber Bening, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi. Bendungan Sangiran dibangun pada tahun 2000 dengan kapasitas tampungan sebesar 10,60 juta m3 yang bermanfaat untuk irigasi seluas 1.455 ha, PLTA 25 MW dan pariwisata.

Perjalanan dilanjutkan ke Bendungan Saradan yang terletak di Desa Saradan, Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun. Bendungan yang dibangun pada tahun 1942 ini memiliki kapasitas tampungan sebesar 2,340 juta m3 yang bermanfaat untuk irigasi seluas 990 ha dan pariwisata.

Lalu menuju Bendungan Dawuhan yang terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonosari Kabupaten Madiun, bendungan ini dibangun pada tahun 1962 dengan kapasitas tampungan sebesar 3 juta m3 yang bermanfaat untuk irigasi seluas 1.359 ha dan pariwisata.

Destinasi terakhir adalah Bendungan Gonggang yang terletak di Desa Janggan, Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan. Bendungan yang dibangun pada tahun 2004 sampai tahun 2011 ini mempunyai manfaat untuk irigasi seluas 2.500 ha dan air minum 50 liter/detik. Bendungan ini juga dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk pariwisata dan budidaya perikanan air tawar.

Dari semua Bendungan yang dikunjungi dapat dikatakan dalam kondisi terawat baik. Charisal berpesan untuk menjaga fungsi dari bendungan harus dilakukan operasi dan pemeliharaan sesuai dengan manual yang telah disusun. Masyarakat juga harus membantu menjaga dengan cara yang paling sederhana dengan tidak membuang sampah sembarangan, karena bendungan memiliki banyak manfaat untuk mendukung kehidupan manusia (BBWSBS/sita).

Kawal Pembangunan Tanggul DPRD Bojonegoro ke Solo

Dalam rangka mencari masukan dan menambah refrensi dalam pengambilan kebijakan terkait pembangunan di Kabupaten Bojonegoro, Komsi D DPRD Kabupaten Bojonegoro melaksanakan kunjungan kerja ke BBWS Bengawan Solo. Rombongan dipimpin oleh H Muhammad Mashadi, ST selaku wakil ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro. Kunjungan diterima oleh Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Bengawan Solo Heriantono Waluyadi, ST., MT, Senin (11/02/2019).

Menurut Dwi Agus Kuncoro selaku Kepala Bidang Perencanaan Umum dan Program terdapat beberapa pekerjaan di wilayah Bojonegoro yang belum terselasaikan karena masalah pembebasan lahan oleh karena itu dihimbau agar pekerjaan selanjutnya terkait masalah pembebasan lahan dapat menjadi perhatian.

Pembahasan kunjungan kali ini didasari oleh Skema Pengendalian Banjir Wilayah Sungai Bengawan Solo, Komisi DPRD Kabupaten Bojonegoro berharap agar pembangunan tanggul di wilayah Bojonegoro segera dilaksanakan sebelu terjadi kerusakan yang lebih parah (BBWSBS/sita).

Penandatanganan Kontrak Paket Pekerjaan Kontruksi di Lingkungan Satker OP Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui Bidang Operasi dan Pemeliharaan melakukan penandatanganan kontrak Paket Pekerjaan Kontrusi di bidang Operasi dan Pemeliharaan yang terdiri dari 4 paket pekerjaan senilai Rp 4.8 Milyar, Rabu (6/02/2019).

Penandatanganan kontrak kali ini meliputi Paket Pemeliharaan Berkala Bendungan Bengawan Solo Hulu oleh CV Surya Kontraktor senilai Rp 1,6 Milyar dan Paket Pemeliharaan Berkala Embung Bengawan Solo Hulu oleh CV Dhana Pratama senilai 455 juta yang ditandangani oleh PPK OP SDA II Yogi Pandhu Satriyawan ST,MT , Paket Pemeliharaan Berkala Bendungan Wilayah Madiun oleh CV Bintang Baru senilai 8,22 juta dan Pemeliharaan Berkala Embung Wilayah Madiun oleh CV Mutiara Agung senilai 1 Milyar oleh PPK OP SDA III yang diwakilkan oleh Bambang Murwanto, ST dan Paket Pemeliharaan Berkala Embung Bengawan Solo Hilir oleh CV Dewi Sinta senilai 930 juta oleh PPK OP SDA IV M. Arwan Fattchul Aziz, ST, M.Eng.

Penandatanganan kontrak disakikan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A Manu, M.Si, Kepala SNVT OP SDA Bengawan Solo Sri Wahyu Kusumastuti ST,M..Si dan Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dra Nova Dorma Sirait, ST, MT.

“Semoga semua pekerjaan ini dapat selesai tepat waktu dan tepat mutu, selamat bekerja keras!” Pesan Charisal dalam sambutannya (BBWSBS/sita).

Turun Langsung ke Lapangan, Kabali Ajak Para Insinyur Muda

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal Akdian Manu mengadakan kunjungan lapangan guna meninjau progres pembangunan Bendungan Pidekso dan Bendungan Tukul, Senin (14/01/2019).

Turut serta dalam kunjungan kerja ini Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Bengawan Solo Heriantono Waluyadi, ST., MT, PPK Bendungan III Yoga Darmawan Diparindra, ST Kepala SNVT Pembangunan Bendungan BBWS Bengawan Solo Duki Malindo, ST, MCM dan PPK Perencanaan Bendungan Andi Arwik, ST, M.Sc . Kabalai turut mengajak insyinyur muda dari tiap bidang yang diharapkan dapat menjadi sumber daya manusia yang kreatif, inovatif dan adaptif dalam menjalankan proyek pekerjaan.

Bendungan Tukul yang berada di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur telah mencapai progress fisik sebesar 87,89% yang nantinya bermanfaat untuk irigasi seluas 6000 ha, air baku sebesa 300 lt/dt, konservasi DAS (Ground Water Recharge), Pembangkit Listrik Mikrohido sebesar 640 KW dan perikanan air tawar.

Bendungan Pidekso yang terletak di Desa Tukulrejo & Desa Pidekso Kecamatan Giriwoyo dan Desa Sendangsari Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah telah mencapai progress fisik sebesar 42,98% yang nantinya bermanfaat untuk pengendali banjir, irigasi seluas 1500 ha, meningkatkan intensitas tanam dari 133% menjadi 240% dan menyediakan air baku sebesar 200 lt/dt (BBWSBS/sita).

Kunjungan Komisi D (pembangunan) DPRD Provinsi Jawa Timur

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menerima Kunjungan Kerja Komisi D (Pembangunan) DPRD Provinsi Jawa Timur di Ruang Sidang BBWS Bengawan Solo, Selasa (11/12/2018).
Kegiatan ini di hadiri oleh Pimpinan dan anggota Komisi D (pembangunan), Dinas Pekerjaan Umum SDA Provinsi Jawa Timur, Staff Komisi D (Pembangunan), serta Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Kunjungan Kerja Komisi D (Pembangunan) DPRD Provinsi Jawa Timur dimaksudkan dalam rangka konsultasi dan koordinasi terkait dengan persiapan dan kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan Tahun 2018/2019 (banjir dan tanah longsor).

Untuk itu Komisi D (Pembangunan) DPRD Provinsi Jawa Timur mendorong penanganan banjir yang ada di Provinsi Jawa Timur yaitu Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Pacitan.

Nova Dorma Sirait selaku Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo menjelaskan menurut BMKG rata-rata curah hujan bulan desember sudah tinggi untuk itu BBWS Bengawan Solo punya Pos-pos Hidrologi yang membantu untuk melaporkan data curah hujan dan tinggi muka air dan kami juga sudah membangun sistem menggunakan teknologi sehingga dapat membaca dengan cepat data curah hujan dan tinggi muka air.

“Di Tingkat Pusat Kementerian PUPR ada Satgas Penanggulangan Bencana, Bengawan Solo kami sudah membentuk Satgas Pelaksanaan Penganggulangan Bencana yang sudah aktif. Kami bagi Koordinator Wilayah Jawa Tengah dan Koordinator Wilayah Jawa Timur, khusus Jawa Timur kami bagi dua yaitu Koordinator Lapangan Wilayah Madiun dan Koordinator Lapangan Wilayah Hilir. Kemudian kami bagi lagi Madiun 1 dan 2, serta Hilir 1, 2, dan 3. Satgas Madiun 1 meliputi Madiun, Kota Madiun, Magetan, Ngawi, dan Blora. Madiun 2 meliputi Pacitan dan Ponorogo. Satgas hilir 1 meliputi Bojonegoro, Tuban, dan Rembang. Hilir 2 berada di Lamongan, Hilir 3 di Gresik,” Terang Nova.

Pada kesempatan kali ini juga dibahas mengenai solusi terbaik terkait dengan banjir yang melanda Provinsi Jawa Timur(BBWSBS/charis).

PKM 2 Identifikasi dan DD Embung di Kabupaten Lamongan

Setelah dilakukan Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) Tahap 1beberapa beberapa bulan lalu, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan survey di beberapa embung yang ada dikabupaten Lamongan.

Melalui Kepala Seksi Program Rifki Maulana, ST Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan Pertemuan Konsultasi Masyarakat 2 Pekerjaan Identifikasi dan DD Embung di Kabupaten Lamongan di Aula Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Kabupaten Lamongan, Rabu (21/11/2019).

“Ini merupakan kegiatan lanjutan, Pada Pertemuan Konsultasi Masyarakat yang pertama dalam rangka mencari masukan dan data terkait embung-embung yang ada di Kabupaten Lamongan. Pada saat itu diperoleh kurang lebih 50 potensi embung, setelah dilakukan survey lanjutan kemudian terpilih 10 embung untuk dibuat detail Desainnya,” Jelas Rifki.

Diskusi dilanjutkan pemaparan konsep desain oleh PT. Aditya Engineering Consultant terkait konsep desain 10 embung terpilih, yaitu Embung Karangpilang, Embung Sarirejo, Embung Jatidrojog, Embung Pelang, Embung Mojorembun, Embung Mahbang, Embung Gridi, Embung Balongwangi, Embung Gempoltukmloko, dan Embung Gondang Lor.

Perbaikan Embung ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat sekitar dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan air baku setiap hari sepanjang tahun saat musim kemarau di Kabupaten Lamongan (DATINBBWSBS/charis).