/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Kabalai Sidak Penanganan Banjir

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A Manu, M.Si didampingi Pejabat Esselon dan Kesatkeran melakukan kunjungan ke Romah Pompa Glonggong yang bertempat di Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Senin (06/01/2020).

Tujuan kunjungan ke Rumah Pompa Glonggong ini adalah untuk sidak persiapan penangaan banjir tahun 2020 di wilayah Madiun. Rumah Pompa Glonggong terdiri dari dari 4 unit pompa yang masing-masing memiliki kapasitas 500 liter/detik dan 2 unit truk pompa. Pompa tersebut bermanfaat untuk membantu mengalirkan aliran sungai dari Kali Piring dan Kali Sono ke Kali Jerohan apabila pintu 12 tersumbat sampah.

Charisal A Manu berpesan agar di musim penghujan ini petugas selalu siap siaga jika sewaktu-waktu terjadi bencana banjir (bbwsbs/sita).

Pemerikasaan Bersama Stasiun Pompa Banjir di Kabupaten Madiun

Kepala Bidang Perencanaan Umum dan program Dwi Agus Kuncoro ST, MM bersama PPK O&P SDA III Aditya Sidik Waskito, ST, M.Si, M.Sc mengunjungi Stasiun Pomba Banjir Pancasila dan Stasiun Pompa Banjir Patihan di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu, (11/09/2019).

Pompa Banjir tersebut berfungsi untuk mengatasi kelebihan air banjir dari drainase Kota Madiun ke Kali Madiun. Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang meminta modifikasi pompa banjir agar elevasi minimal dapat diturunkan, hal tersebut menjadi landasan BBWS Bengawan Solo melakukan identifikasi terkait jalur drainase.

Rombongan juga berkesempatan berkunjung ke Taman Baca Rumah Pena Bangsa di Dusun Sidomulyu, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun (BBWSBS/sita).

Peningkatan Kapasitas SDM Untuk Pelaksanaan dan Pengelolaan Irigasi

Dalam rangka meningkatkan kemampuan Petugas OP Irigasi &TPOP dan Petugas OP Bendung Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Untuk Pelaksanaan dan Pengelolaan Irigasi yang diselenggarakan pada tanggal 23-25 Juli 2019 di Surakarta.

“Pengelolaan daerah irigasi dilakukan oleh banyak pihak dari mulai petugas irigasi dilapangan dan teman-teman dikantor sehingga diperlukan komunikasi yang baik diantara keduanya” Pesan Charisal dalam sambutannya.

Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Untuk Pelaksanaan dan Pengelolaan Irigasi ditandai dengan Simbolis Penandatanganan SPK Petugas OP dan Simbolis Penyematan ID Card Petugas OP Irigasi.

Materi yang disampaikan adalah tentang Pengelolaan Daerah Irigasi Kewenangan Pemerintah yang disampaikan oleh Direktorat Bina OP Ir.Mohamad Kotra Nizam SP, Konsep Irigasi Modern yang disampaikan oleh Kepala Bidang Operasi dan Pemliharaan SDA Bengawan Solo Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si, Sistem Kerja Petugas OP BBWS Bengawan Solo yang disampaikan oleh Kasubag Kepgawaian Supriyanta, SE, M.Si, Penataan Petugas OP dengan Sistem Coding yang disampaikanoleh Kepala Seksi Perencanaan OP SDA Bengawan Solo Ambar Puspitosari, ST, MDM, Pengenalan Sistem Aplikasi Pembagian Air Irigasi yang disampaikan dan Succes Story Pengguna Sistem Aplikasi Irigasi yang disampaikan oleh Balai Pengelolaan SDA Serayu Citanduy.

Setelah mendapat materi secara general, para peserta dibagi kedalam dua kelas sesuai dengan tugasnya. Yang pertama adalah Kelas untuk Petugas OP Irigasi dan TPOP yang diberikan materi tentang Perhitungan Kebutuhan Air, Bangunan Ukur Fungsional dan Struktural, Pengoperasian Bangunan Ukur (Current Meter) dan Tata Cara Pengisian dan Pembacaan Papan Operasional yang disampaikan oleh Ir. Soessy Sriwidjajanto MT yang dilanjutkan dengan praktek di lapangan di Desa Macanan, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar. Kelas kedua adalah kelas untuk Petugas OP Bendung yang diberikan materi tentang Pengertian Bangunan Irigasi – Bangunan Utama, Tugas Pokok dan Fungsi Petugas Bendung dan Praktek Pengisian Papan Operasional Bendung yang disampaikan olehh Gatot Yullian Kristanto, ST yang dilanjutkan dengan praktek di lapangan di Desa Jejeruk, Kecamatan Candirejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Setelah menapat materi dan praktek di lapangan dilakukan evaluasi kemampuan petugas OP dalam pengisian blangko OP Irigasi dan evaluasi praktek lapangan (BBWSBS/sita).

Penanganan Luapan Kali Jeroan di Kabupaten Madiun

Kabupaten Madiun dilanda banjir terbesar selama 33 tahun terakir pada Kamis (7/03/19), banjir ini diakibatkan oleh meluapnya Kali Jeroan yang merupakan Anak Kali Madiun yang mengalir ke Sungai Bengawan Solo.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hari Suprayogi dalam keterangannya mengatakan bahwa banjir yang terjadi saat ini akibat kali Jeroan yang tidak mampu membendung debit air hujan, Kali Jeroan memiliki panjang sejauh 79 kilometer dan sudah didisain dapat menampung debit banjir Q25 tahunan atau setara dengan 1.040 meter kubik perdetik.

Pada tanggal 5,6,7 maret terjadi curah hujan yang tinggi yang disertai petir, puncaknya pada tanggal 6 Maret terjadi hujan kurang lebih selama 3 jam di Hulu DAS Jeroan dengan intensitas sebesar 150 milimeter, “air di Kali Jeroan sudah banyak hampir penuh ditambah dengan (puncak) hujan selama 3 jam sehingga kapasitas yang tadi Q25 dengan (kapasitas) 1.040 (meter kubik perdetik) itu terlewati yang lewat  (menjadi) 1.063 (meter kubik perdetik) sehingga air meleber kekanan kiri,” katanya.

Luapan Kali Jeroan ini juga mengakibatkan longsornya tanggul dibeberapa titik serta putusnya parapet sepanjang 20 meter di Kecamatan Balirejo, Kabupaten Madiun. Luapan ini juga mengakibatkan genangan seluas 253 hektar meliputi 6 desa termasuk ruas Jalan Tol Ngawi – Kertosono di KM +603 – KM +604 sepanjang 400 meter.

Upaya tanggap darurat yang telah dilaksanakan adalah dengan penutupan tanggul-tanggul yang jebol secara darurat dengan menggunakan sandbag. Pada tahun ini juga Kementerian PUPR melalui BBWS Bengawan Solo telah menganggarkan dana sebesar 10 milyar untuk memperbaiki parapet dan tanggung-tanggul yang kritis secara permanen.

”Kebetulan sudah ada kontrak sebesar 10 milyar untuk menangai yang kritis-kritis ini secara permanen terutama yang 20 meter tadi, kemudian dalam jangka menengah ada beberapa yang perlu kita selesaikan, kira-kira ada 15 kilometer parapet yang harus direhabilitasi  karena beberapa parapet ini umurnya sudah 20 tahun, dari perhitungan yang sudah dibuat diperkirakan memerlukan dana sebanyak 170 milyar” ujar pria yang akrab disapa yogi ini.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui BBWS Bengawan Solo bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BPBD Jawa Timur akan terus melakukan peninjauan lapangan dan penanganan darurat selama seminggu kedepan. Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan dapat segera konfirmasi pada kami bila ada informasi yang kurang jelas (DATIN BBWSBS/maw,sita).

Safari Bendungan Di Madiun

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal Akdian Manu, M.Si didampingi Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo Ir. Isgiyanto, MT, Kasi Pengendalian Pelaksanaan Irigasi & Rawa Danny Riyadi Tama, ST, M.Tech, PPK O&P SDA I Antonius Suryono, A.Md.T, SH, MMT, dan PPK O&P SDA III Wahyana, ST, MT melakukan Monitoring Bendungan di wilayah OP III di Kabupaten Madiun, Senin (25/02/2019).

Diawali dengan meninjau Bendungan Notopuro yang terletak di Desa Duren, Kecamatan Pilang Kenceng, Kabupaten Madiun. Bendungan yang dibangun pada tahun 1941 ini mempunyai manfaat untuk irigasi seluas 2.435 ha dan pariwisata.

Kemudian dilanjutkan meninjau Bendungan Kedungbrubus yang terletak di Desa Bulu, Kecamatan Pilang kenceng, Kabupaten Madiun. Bendungan yang dibangun pada tahun 2004-2007 ini memiliki volume sebesar 1,8 juta m3 yang bermanfaat untuk irigasi sebesar 1.400 ha, suplesi Notopuro 900 ha, dan pariwisata.

Charisal A. Manu menjelaskan dari segi aspek pemeliharaan rutin secara menyeluruh Bendungan Notopuro dan Bendungan Kedungbrubus dalam kondisi baik.

“Operasi dan pemeliharaan rutin dilihat lagi dan dilaporkan secara rutin, jadi kita harus tetap seperti itu ritmenya,” Pesan Charisal(BBWSBS/Charis).

Kunjungan DPRD Kabupaten Madiun

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menerima kunjungan kerja komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Kabupaten Madiun (Rabu, 3/09/2018). Rombongan yang tiba di kantor BBWS Bengawan Solo pukul 09.00 WIB disambut oleh Ir. Budi Sucahyono, M.Si selaku Kepala Bagian Tata Usaha, Heriantono Waluyadi, ST., MT selaku Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Agus Eddy Widiyarto, ST selaku PPK Sungai dan Pantai I dan Ery Suryo Kusumo, S.Pd., MT selaku PPK Perencanaan Program.

“Saya mewakili Kepala Balai yang saat ini sedang mengikuti acara habitat, selamat datang di kantor kami, semoga dengan pertemuan ini kita bisa saling bertukar informasi” Kata Budi Sucahyono dalam sambutannya.

Pertemuan kali ini mendiskusikan tentang operasi dan pemeliharaan infrastruktur sumber daya air yang berada di Madiun khususnya Waduk Tugu dan Waduk Ngetos, membuat prioritas lokasi yang akan dibangun dan membahas detail anggaran mengingat sebentar lagi akan memasuki tahun anggaran baru.

“Kami sudah membereskan lahan dan akses sosial di Kabupaten Madiun, kami berharap sumber daya air di Kabupaten Madiun dapat lebih baik” Kata salah satu perwakilan anggota DPRD Madiun.

Semoga dengan adanya kerjasama antar instansi dapat mewujudkan perbaikan kualitas infrastruktur sumber daya air di kabupaten Madiun (DATINBBWSBS/sita).