/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Monitoring Proyek Penanganan Banjir di Kabupaten Madiun

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kunjungan kerja (kunker) di kawasan Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (27/10/2020). Rombongan yang dipimpin oleh Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. dan didampingi oleh pejabat dan staf tersebut meninjau beberapa pekerjaan terkait persiapan dan penanganan banjir.

Kabupaten Madiun sempat dilanda banjir terbesar selama 33 tahun terakhir akibat meluapnya Kali Jeroan pada tahun 2019 lalu. Kali Jeroan merupakan anak Kali Madiun yang mengalir ke Sungai Bengawan Solo.

Luapan kali yang memiliki panjang 35 kilometer tersebut juga mengakibatkan longsornya tanggul di beberapa titik serta putusnya parapet. Banjir tersebut juga menggenangi wilayah seluas 253 ha di enam desa termasuk ruas tol Solo-Kertosono.

Pada kesempatan ini, rombongan meninjau ke area Proyek Penanganan Banjir Kali Jeroan (Lanjutan) di Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Konstruksi kontrak paket multi years tersebut dikerjakan oleh PT Bangun Makmur Utama – PT Selo Manunggal Sejati KSO dengan nilai kontrak sebesar Rp70,68 miliar.

Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., disela kegiatan monitoring menjelaskan bahwa pada tahun 2019 telah dimulai pekerjaan penanganan banjir Kali Jeroan dengan membangun tanggul/perapet beton sepanjang 370 meter. Dan pada tahun 2020 hingga 2021 mendatang BBWSBS menargetkan upaya penanganan banjir Kali Jeroan dengan pembangunan tanggul/parapet beton dan perkuatan tebing (revetment beton) sepanjang lebih dari 1,5 km.

“Kami berharap melalui proyek penanganan banjir Kali Jeroan ini dapat mengantisipasi luapan sungai akibat meningkatnya debit air saat curah hujan tinggi, sehingga masyarakat dapat merasa aman,” tuturnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan monitoring infrastruktur gorong-gorong di area tol Solo-Kertosono tepatnya KM +603 yang digunakan untuk mengalirkan genangan air apabila terjadi luapan Kali Jeroan di sebelah selatan ruas tol. Safari lapangan di Kabupaten Madiun pun diakhiri dengan peninjauan aset dan kesiapan staf di Stasiun Pompa Banjir di Desa Glonggong. (BBWSBS/Ferri)

Penanganan Banjir Kali Jeroan

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melaksanakan pekerjaan penanganan banjir Kali Jeroan yang merupakan anak Kali Madiun, dan terletak di Madiun, Jawa Timur.  Guna meningkatkan fungsi tanggul agar dapat mencegah terjadinya banjir, Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., didampingi pejabat dan staf melaksanakan kunjungan lapangan untuk mengamati progres pekerjaan penanganan banjir Kali Jeroan (lanjutan), Rabu (08/07/2020).

Adapun progres fisik pada Juli 2020 untuk pekerjaan di Kali Jeroan (lanjutan), telah mencapai mencapai 11,26% dari rencana 5,23%, atau terjadi deviasi positif sebesar 6,05%. Saat ini lokasi proyek penanganan banjir Kali Jeroan terletak di Kecamatan Balerejo, yang meliputi Desa Glonggong, Kedungjati, Warurejo, Babadan Lor, dan Bulakrejo. Peninjauan juga dilakukan di Rumah Pompa Glonggong, untuk memastikan kesiapsiagaan personel sekaligus mengecek kondisi Unit Pompa Pengendali Banjir.

Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., selaku Kepala BBWS Bengawan Solo, juga berharap pembangunan parapet tersebut dapat berjalan sesuai rencana. “Semoga proyek penanganan banjir Kali Jeroan (lanjutan) ini nantinya dapat mengurangi resiko banjir untuk lahan pertanian, permukiman umum, maupun jalan Nasional.” (BBWSBS/Ferri)

Penandatanganan Kontrak Paket Pekerjaan Supervisi Penanganan Banjir Kali Jeroan (Lanjutan)

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan penandatanganan kontrak Paket Pekerjaan Paket Supevisi Penanganan Banjir Kali Jeroan (Lanjutan), Rabu (18/03/2020).

Paket Supervisi Penanganan Banjir Kali Jeroan oleh PT Wahana Krida Konsolindo – PT Tunggul Majapahit Sejahtera KSO dengan nilai kontrak Rp 4,9 M yang ditandatangani oleh PPK Sungai dan Pantai I Arlendenovega Satria Negara, ST, M.Eng.

Penandatanganan kontrak disaksikan olek Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A Manu, M.Si, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Heriantono Waluyadi, ST., MT dan Kepala SNVT PJSA Bengawan Solo Andri Rachmanto Wibowo, ST., M.Sc.

Dalam arahannya Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A, Manu M.Si berpesan agar dalam situasi penanganan virus Covid-19 segala pekerjaan harus lebih memperhatikan kesehatan dan keselamatan para pekerjanya juga tetap adaptif menyesuaikan situasi (bbwsbs/sita).

Tanda Tangan Kontrak Paket Pekerjaan di Lingkungan SNVT PJSA

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan penandatanganan kontrak paket pekerjaan di lingkungan SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air, Kamis (12/03/2020).

Paket Penanganan Banjir Kali Jeroan (lanjutan) oleh PT Bangun Utama dan PT Selo Manunggal Sejati KSO dengan nilai kontrak senilai Rp 70,68 M ditandatangani oleh PPK Sungai dan Pantai I Arlendenovega Satria Negara, ST, M.Eng. Paket Peningkatan Kapasitas Sudetan Floodway (Plangwoot – Sedayu Lawas) (lanjutan) oleh PT Bangkit Berkah Perkasa dengan nilai kontrak senilai Rp 33,69 M dan Paket Pengendalian Banjir Kali Lamong oleh PT Titis dengan nilai kontrak Rp 10,60 M ditandatangani oleh PPK Sungai dan Pantai II Yudhi Triana Dewi, ST, M.Eng.

Penandatanganan kontrak disaksikan olek Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A Manu, M.Si, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Bengawan Solo Heriantono Waluyadi, ST., MT, Kepala SNVT PJSA Bengawan Solo Andri Rachmanto Wibowo, ST., M.Sc dan PPK Sungai dan Pantai I, Agus Eddy Widiyarto, ST.

Dalam Arahannya Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal. A Manu, M.Si menyampaikan bahwa setelah tanda tangan kontrak berarti tanjung jawab yang harus diimplementasikan dimulai, sehingga diharapkan dapat berproses dengan baik (bbwsbs/sita).

Kali Jeroan Anak Sungai Kali Madiun

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A Manu, M.Si didampingi pejabat kesatkeran mengunjungi proyek pekerjaan Penanganan Banjir Kali Jeroan di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (26/09/2019).

Kali Jeroan merupakan anak Kali Madiun yang terletak di Kabupaten Madiun. Pada perencanaan awal tanggul Kali Jeroan didesain dengan Q5th karena hanya sebagai tanggul yang dipergunakan untuk penampungan Back Water Kali Madiun. Pada setiap tahun pada musim penghujan terjadi banjir yang menggenangi pemukiman dan lahan pertanian akibat beberapa tanggul dan parapet yang telah dibangun rusak. Bahkan pada tahun 2019 terjadi banjir hingga menggenangi jalan tol transjawa.

Oleh karena itu, BBWS Bengawan Solo melakukan pekerjaan penanganan banjir Kali Jeroan dengan tujuan meningkatkan fungsi tanggul untuk dapat mencegah terjadinya banjir.

Setelah mengunjungi kali jeroan, Charisal memberikan arahan kepada karyawan di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo di Jiwan, dalam arahnya Charisal mengajak untuk tetap sama-sama bersemangat dalam melaksanakan pekerjaan demi meningkatkan kesejahteraan dan keamanan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air (datin bbwsbs/sita,maw).

Serunya berkeliling Kali Jeroan Madiun

Penyebab banjir yang sering terjadi di Kabupaten Madiun adalah meluapnya aliran Kali Jeoran pada saat debit air meningkat akibat terjadinya hujan. Luapan tersebut terjadi karena kapastitas tampung dari kali tersebut sudah tidak mampu mengalirkan debit air yang meningkat. Untuk mengendalikan banjir disuatu wilayah diperlukan perencanaan secara mendetail dan menyeluruh mengenai penyebab banjir dan kerugian yang ditimbulkan.aspek teknis dan social juga menjadi perhatian khusus dalam perencanaan penanggulangan banjir..

Seperti yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Pada Selasa 31 Juli 2018 lalu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Charisal A Manu bersama Pejabat Esselon dan kesatkeran berkunjung ke lokasi kejadian banjir akibat meluapnya Kali Jeroan di daerah Madiun. Untuk menanggulangi kejadian banjir dilaksanakan Pekerjaan Studi Pengendalian Banjir di Kali Jeroan yang berada di Desa Babadan Lor Kabupaten Madiun. Kunjungan ini dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan dan revitalisasi Pompa Banjir di Desa Glonggong, pengecekan kondisi tanggul di desa Warurejo Kabupaten Madiun, serta melihat secara langsung kondisi social ekonomi masyarakat setempat.

Setiap pekerjaan memiliki fungsi dan umur rencana masing-masing, dengan seringnya melakukan kunjungan dilapangan seperti ini diharapkan dapat memudahkan dalam hal perencanaan, pelaksanaan dan  pemeliharaan infrastruktur terbangun sehingga apabila suatu waktu terjadi banjir dapat teratasi secara keseluruhan dan tidak merugikan warga masyarakat sekitar(DATINBBWSBS/rizal-sita).