/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Sinergitas Perencanaan dan Pelaksanaan Pengendalian Banjir Kali Lamong

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo hadir dan memfasilitasi Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Badan Koordinasi Wilayah (BAKORWIL) Pemerintahan dan Pembangunan Kabupaten Bojonegoro, Dinas Perumahan Umum (PU) SDA Provinsi Jawa Timur, dan Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda (OTODA) Provinsi Jawa Timur di Kantor BBWSB Bengawan Solo, di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa, (23/11/2021). Kegiatan dalam rangka Koordinasi Pengendalian Banjir Kali Lamong dan Anak Sungainya yang turut dihadiri oleh Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dan pejabat di lingkungan BBWSBS tersebut diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Rakor yang dihadiri oleh 50 peserta perwakilan forkopimda Provinsi Jawa Timur tersebut membahas Finalisasi Draft Nota Kesepakatan serta tindak lanjut pengendalian banjir Kali Lamong dan anak sungainya. Pembahasan tersebut juga merupakan pembahasan rencana kerja yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.

Perlu diketahui, Kali Lamong termasuk dalam kategori sungai intermitten dengan penampang yang relatif datar. Sungai tersebut juga memiliki 34 anak sungai dengan kapasitas maksimal sungai utama ±250 M3/detik sedangkan debit saat musim penghujan dapat mencapai >700 M3/detik. Oleh karenanya, BBWS Bengawan Solo melakukan koordinasi dengan BAKORWIL Kabupaten Bojonegoro, Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur, serta Biro Administrasi Pemerintahan dan OTODA Provinsi Jawa Timur terkait langkah-langkah yang akan dilakukan dalam pengendalian banjir Kali Lamong dan anak sungainya.

Agus Rudyanto berharap agar kegiatan ini nantinya dapat memecahkan permasalahan yang ada di Kali Lamong serta sebagai upaya pengendalian banjir Kali Lamong. “Perlu diketahui jika penyebab banjir Kali Lamong ada dari berbagai penjuru yang harus diperhatikan sehingga kami sangat menyambut hangat kegiatan ini. Mudah-mudahan apa yang dikoordinasikan hari ini bisa menghasilkan kesepakatan yang bisa disampaikan kepada Menteri PUPR untuk mendukung kegiatan Pengendalian Banjir Kali Lamong yang nantinya juga dapat digunakan sebagai payung hukum,” paparnya.

Turut memberikan sambutannya, Kepala BAKORWIL Bojonegoro, Agung Subagyo, S.STP, M.Si mengucapkan terima kasih kepada BBWS Bengawan Solo yang telah memfasilitasi kegiatan koordinasi Pengendalian Banjir Kali Lamong. Agung Subagyo juga berharap agar kegiatan koordinasi tersebut dapat mencapai kesepakatan dalam upaya Pengendalian Banjir Kali Lamong (BBWSBS/Fira).

Koordinasi BBWS Bengawan Solo dan Wagub Jawa Timur Untuk Tangkas Banjir di Kali Lamong

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan koordinasi dengan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc di Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur Senin (08/11/2021). Kegiatan yang turut dihadiri oleh Kepala BBWSBS Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech dan pejabat di lingkungan BBWSBS tersebut sebelumnya telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. 

Kegiatan koordinasi tersebut dalam rangka diskusi terkait Penanganan Banjir Kali Lamong. Kali Lamong termasuk dalam kategori sungai intermitten dengan penampang yang relatif datar. Sungai tersebut juga memiliki 34 anak sungai dengan kapasitas maksimal sungai utama ±250 M3/detik sedangkan debit saat musim penghujan dapat mencapai >700 M3/detik.

Kali Lamong yang memiliki luas Daerah Aliran Sungai (DAS) ±720 Km2 tersebut rawan diterjang banjir saat memasuki musim penghujan. Saat ini banjir di lokasi tersebut terjadi karena Kali Lamong meluap akibat intensitas curah hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir. Diberitakan jika luapan Sungai Kali Lamong akibat banjir merendam beberapa desa di Kecamatan Benjeng, Balongpanggang serta Kedamean, Kabupaten Gresik.

Oleh karenanya, BBWS Bengawan Solo melakukan koordinasi dengan Wagub Jawa Timur terkait langkah-langkah yang akan dilakukan dalam Penanganan Banjir Kali Lamong. Dalam arahannya, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc mengungkapkan terima kasih kepada BBWS Bengawan Solo yang telah membantu mencari solusi dalam Penanganan Banjir Kali Lamong. Emil Dardak juga mengungkap langkah-langkah yang akan dilakukan oleh BBWS Bengawan Solo kedepannya.

“Terima kasih kepada Kepala Balai BBWSBS yang telah mencari solusi dalam Penanganan Banjir Kali Lamong. BBWS Bengawan Solo telah meletakan pompa yang akan membantu memindahkan air dari perumahan ke badan sungai. Kemudian juga akan ada pintu-pintu air yang dipasang. Mudah-mudahan langkah-langkah tersebut bisa mengatasi banjir karena kami khawatir akan datangnya hujan yang terus menerus,” paparnya.

Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech menambahkan jika BBWS Bengawan Solo pada prinsipnya setiap tahun sudah menganggarkan untuk Pengendalian Banjir di Kali Lamong. Agus Rudyanto juga menyebut jika langkah BBWS Bengawan Solo merupakan langkah yang paling optimal dan berharap agar tidak terjadi banjir di sekitar Kali Lamong dan semoga semua langkah-langkah yang telah disebutkan dapat dijalankan dengan baik.

“Kami telah melakukan langka-langkah Penanganan Banjir Kali Lamong salah satunya dengan mengirimkan pompa banjir di daerah yang terjadi genangan kritis sehingga diharapkan dapat membantu mengurangi banjir,” paparnya. (BBWSBS/Safira)

Percepat Langkah Pengelolaan Sumber Daya Air di Provinsi Jawa Timur

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech bersama Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc. serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik Ir. Gunawan Setijadi, MM dan jajaran pemerintah Kabupaten Gresik melaksanakan Koordinasi yang membahas tentang Pengelolaan Sumber Daya Air di Provinsi Jawa Timur diantaranya Penanganan Banjir Kali Lamong, Penanganan Banjir di Kawasan Bengawan Jero, Revitalisasi Kawasan Waduk Bunder dan Pembuatan Jabung Ring Dike di Ruang Rapat Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik, Rabu (20/01/2021).

Kepala BBWS Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech dalam paparannya menyampaikan bahwa salah satu kendala dalam Penanganan Banjir Kali Lamong adalah terkait Pembebasan lahan di Kabupaten Gresik, untuk tahun 2021 dan kedepannya kami mohon Kerjasama bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik.

“Harapan masyarakat Jawa Timur agar tidak terjadi banjir di sekitar Kali Lamong dan Bengawan Jero semoga dapat segera terealisasi, Dari diskusi pada hari ini semoga semua dapat dikerucutkan sehingga dapat dijalankan dengan baik untuk tahun 2021 sehingga pengelolaan Sumber Daya Air di Jawa Timur dapat dilaksanakan secara maksimaL” terang Wagub Jawa Timur Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc.

Rombongan juga turut berkesempatan untuk meninjau langsng Waduk Bunder (Waduk Banjaanyar) di Desa Cerme, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Gresik. Infrastruktur yang memiliki luas 92 ha ini berlokasi strategis dan memiliki potensi yang besar.

“Studi Revitalisasi Waduk Bunder telah selesai dilaksanakan pada tahun 2020 dan direncanakan Waduk Bunder akan dapat bermanfaat untuk tempat penampungan air dan resapan, manfaat pertanian bagi masyarakat disekitarnya juga sebagai wisata baru di Kabupaten Gresik” ungkap Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWS Bengawan Solo Ir. Isgiyanto MT.

Rombongan turut meninjau kawasan rawan banjr seperti di daerah Tambak Jono dan juga meninjau Bendung Karet Lamongan I. Menutup kunjungan lapangan hari ini Kepala BBWS Bengawan Solo Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech bersama Wagub Jatim Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc. serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik Ir. Gunawan Setijadi, MM menyampaikan optimisme dengan mengakselerasi pengelolaan sumber daya air di Wilayah Jawa Timur sehingga masyarakat tidak khawatir lagi terhadap bencana-bencana yang disebabkan oleh air. (bbwsbs/sita).

Tangkas Bersama Banjir di Kabupaten Lamongan

Kabupaten Lamongan merupakan sebuah Kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang dilewati oleh 3 Sungai Besar yaitu Sungai Bengawan Solo sepanjang ±68 Km, Kali Blawi sepanjang ±27 Km dan Kali Lamong sepanjang ±65 Km. Kondisi tersebut mengakibatkan Kabupaten Lamongan memiliki air yang berlimpah pada saat musim penghujan dan mengalami kekurangan air saat musim kemarau. Kondisi ini menggambarkan bahwa Kabupaten Lamongan memerlukan pengelolaan sumber daya air secara maksimal.

Seperti hari ini Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech didampingi pejabat dan staff berkoordinasi bersama Bupati Lamongan H. Fadeli, SH, MM melaksanakan koordinasi terkait Penanganan Banjir di Kabupaten Lamongan di Kantor Sekertariat Daerah Kabupaten Lamongan, Rabu (20/01/2020).

Dalam pertemuan ini dilakukan pembahasan terkait proyek pengendalian banjir Kali Lamong bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan terkait hal-hal apa saja yang menjadi urgensi dalam jangka pendek dan jangka panjang.

“Kami telah mengirimkan 4 pompa banjir di daerah yang terjadi genangan kritis sehingga diharapkan dapat membantu mengurangi banjir” Pesan Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech.

Mengawali tahun 2021, BBWS Bengawan Solo turut memaparkan rancangan kegiatan tahun 2021 di Kabupaten Lamongan seperti Pengembangan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Permukaan dan Rawa, Pengendalian Banjir , Lahar, Pengelolaan Drainase Utama, Pengelolaan Bendungan, Danau dan Bangunan Penampung Air, Penyediaan dan Pengelolaan Air Tanah dan Air Baku serta Operasi dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sumber Daya Air (bbwsbs/sita).

Koordinasi Bencana Banjir Kali Lamong

Bencana banjir yang diakibatkan oleh meluapnya Kali Lamong pada Minggu (13/12/2020), menggenangi sejumlah kawasan di Kabupaten Gresik yang meliputi Kecamatan Balongpanggang seluas 1,54 Km2, Kecamatan Benjeng seluas 5,52 Km2, Kecamatan Menganti seluas 3,06 Km2 dan Kecamatan Cerme seluas 34,32 Km2. Hal ini dapat dibuktikan dengan pengamatan melalui citra satelit.

Menindaklanjuti hal tersebut Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melalui Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) meninjau lokasi banjir yang disebabkan oleh luapan Kali Lamong di Desa Pandu, Desa Jono, dan Desa Iker-iker Geger, di Kecamatan Cerme, Gresik, Jawa Timur, Rabu (16/12/2020).

Sebagai upaya penanganan banjir tahunan di Kali Lamong, BBWSBS telah melakukan koordinasi secara internal dengan Satgas Bencana Banjir BBWSBS di Wilayah Hulu, menjaga komunikasi dengan petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) di lapangan, serta dengan pihak eksternal seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum (PU) Gresik, maupun instansi di lingkungan Pemkab Gresik lainnya, serta menyiapkan bahan banjiran berupa alat berat seperti eskavator, truk, sandbag, dan lain sebagainya.

Berdasarkan hasil laporan pandangan mata tim BBWSBS di lapangan, terpantau aktivitas warga di Desa Jono dan Pandu masih berjalan meski sebagian akses jalan terputus akibat banjir yang mengelilingi daerah setempat. Sedangkan untuk wilayah Iker-iker Geger bantuan logistik baik pangan maupun non pangan dari komunitas masyarakat terus digulirkan dengan distribusi menggunakan perahu karet bantuan dari BPBD Gresik.

Kepala Bidang PJSA, Ir. Isgiyanto, M.T., turut menyampaikan bahwa normalisasi Kali Lamong akan terus dilaksanakan secara bertahap. “Normalisasi yang dilakukan dalam artian melebarkan bukan memperdalam, sebab untuk normalisasi juga ada batasan maksimalnya. Kami terus berusaha semaksimal mungkin untuk tetap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam mengatasi perihal bencana banjir di daerah Gresik, tentunya sesuai dengan situasi di lapangan,” terangnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU dan Tata Ruang Gresik, Sri Subaidahi, S.T., M.T., turut mengucapakan terimakasih atas kerjasama dari BBWSBS dalam upaya normalisasi Kali Lamong serta bantuan darurat bencana yang telah diberikan.

Kepala Desa Iker-iker Geger, Kristono, S.T., mengharapkan bantuan dari pemerintah, terutama terkait proyek normalisasi Kali Lamong. “Selama 14 tahun terakhir kejadian banjir di wilayah kami tidak pernah terlewatkan. Bahkan dalam satu tahun tidak hanya sekali, bahkan bisa lima kali. Terlebih saat ini baru memasuki awal musim penghujan. Oleh karena itu, kami mewakili warga Desa Iker-iker Geger, memohon bantuan dari pemerintah untuk penanganan banjir Kali Lamong,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh warga Desa Jono, Gatot Sudarwanto, berharap agar daerah yang berada di bantaran Kali Lamong di wilayah Gresik segera dibangun tanggul yang memadai seperti wilayah Surabaya. “Menurut pengamatan kami, setiap tahun tinggi debit air semakin meningkat, dengan adanya tanggul yang memadai, nantinya masyarakat Desa Jono bisa lebih tenang saat menghadapi musim hujan,” pesannya.

Sebagai informasi Kali Lamong dengan panjang ±130 Km tersebut memiliki luas Daerah Aliran Sungai (DAS) ±720 Km2) yang wilayah admisnistrasinya meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Mojokerto. Kali Lamong termasuk dalam kategori sungai intermitten dengan penampang yang relatif datar. Sungai tersebut juga memiliki 34 anak sungai dengan kapasitas maksimal sungai utama ±250 M3/detik sedangkan debit saat musim penghujan dapat mencapai >700 M3/detik (BBWSBS/Sita/Ferri).

Koordinasi Penataan Waduk Bunder di Kabupaten Gresik

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kunjungan kerja (kunker) di wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (17/11/2020). Kunker tersebut dalam rangka rapat koordinasi terkait penataan Waduk Bunder dan peninjauan aset Bendung Karet Kali Lamong, yang dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Infrastruktur Waduk Bunder yang memiliki luas 92 Ha dengan kapasitas awal 2,465 juta M3 tersebut memiliki potensi yang besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Selain digunakan untuk manfaat pertanian, waduk tersebut juga bermanfaat sebagai tempat penampungan dan resapan air. Selain itu, juga dapat mereduksi potensi banjir khususnya di wilayah Kebomas, Cerme, dan Gresik Kota.

Kepala Bidang PJSA Bengawan Solo, Ir. Isgiyanto, M.T., disela kegiatan monitoring menyampaikan bahwa BBWSBS melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR dan Bappeda Kabupaten Gresik untuk memberikan masukan, terkait dengan air yang masuk dan potensi yang bisa dimanfaatkan dari Waduk Bunder. “Detail Desain Penataan Waduk Bunder ditargetkan selesai pada akhir tahun 2020. Sehingga program yang disusun dari bawah bersama-sama dengan instansi terkait di Kabupaten Gresik ini akan diajukan ke pusat. Kami juga berharap agar program Penataan Waduk Bunder ini nantinya dapat segera terealisasi dan pelaksanaannya berjalan lancar,” pesannya.

Hal ini juga sejalan dengan salah satu misi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yaitu menyelenggarakan pengelolaan sumber daya air (SDA) secara efektif dan optimal, guna meningkatkan kelestarian fungsi dari keberlanjutan pemanfaatan SDA sekaligus mengurangi resiko daya rusak air.

Dengan adanya revitalisasi Waduk Bunder, nantinya akan memberikan manfaat antara lain, sebagai tampungan banjir sampai dengan Q50 tahun. Selain itu sebagai sumber air irigasi untuk area seluas 749 Ha, atau dapat menambah area tanam per tahun dari 20% menjadi 80%. Waduk tersebut nantinya juga dapat meningkatkan potensi di sektor kepariwisataan. (BBWSBS/Ferri)

Groundbreaking Pengendalian Banjir Kali Lamong di Kabupaten Gresik

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menghadiri acara Groundbreaking Pengendalian Banjir Kali Lamong di wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (25/08/2020). Tanggul Kali Lamong di Desa Jono, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mulai dibangun untuk mencegah banjir akibat luapan Kali Lamong.

Kepala Bidang PJSA Bengawan Solo, Ir. Isgiyanto, M.T., yang dalam hal ini mewakili Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik atas kerjasamanya seperti pembangunan Lumbung Air Sukodono, di Kecamatan Panceng. “Beberapa pembangunan juga dibantu Pemkab Gresik, seperti pembangunan Bendung Gerak Sembayat (BGS) dan studi revitalisasi Bendungan Bunder. Kami berharap, masyarakat dapat bekerjasama dalam membantu kami dengan merelakan tanahnya untuk diganti rugi yang sewajarnya. Tentu saja, semuanya untuk kepentingan bersama,” pesannya.

Total panjang Kali Lamong adalah 103 Km dengan melintasi wilayah Kabupaten Gresik sepanjang 58 Km, masing-masing Kecamatan Balongpanggang, Menganti, Kedamean, Benjeng, Cerme, dan Kebomas. Program normalisasi Kali Lamong untuk pencegahan banjir tersebut akan terus dilanjutkan. Pemkab Gresik saat ini telah menyelesaikan studi Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP) Tahap I. Untuk pelaksaaan pekerjaan tanggul di Desa Jono, menggunakan metode grouting guna memperkuat pondasi tanah dasarnya.

Bupati Gresik, Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto, S.T., M.Si., turut menyampaikan bahwa Desa Jono, Kecamatan Cerme, merupakan salah satu desa yang rawan banjir dan pada tahun 2019 menjadi desa yang paling parah akibat jebolnya tanggul. “Kami berterima kasih kepada BBWS Bengawan Solo, karena telah memberikan perhatian kepada warga Gresik dengan membangun tanggul. Kami juga berharap pembangunan tanggul dapat memberikan manfaat mengurangi bencana banjir,” tutupnya. (BBWSBS/Ferri)

Pembangunan Pengendalian Banjir Kali Lamong

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., didampingi pejabat serta staf melakukan kunjungan kerja (kunker) ke kawasan proyek pengendalian banjir Kali Lamong yang melintang sekaligus membagi wilayah Kabupaten Gresik dan Kota Surabaya, di Jawa Timur, Rabu (05/08/2020).

Kali Lamong yang memiliki luas Daerah Aliran Sungai (DAS) ±720 Km2 tersebut rawan diterjang banjir saat memasuki musim penghujan. Meski sebagian warga terdampak telah terbiasa dengan banjir yang datang setiap tahunnya, namun pengerjaan normalisasi tetap dikerjakan untuk upaya pengendalian banjir.

BBWS Solo melalui Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) melaksanakan paket pengendalian banjir Kali Lamong salah satunya dengan memperkuat bagian titik talut yang kritis dan rawan. Kali Lamong termasuk dalam kategori sungai intermitten dengan penampang yang relatif datar. Sungai tersebut juga memiliki 34 anak sungai dengan kapasitas maksimal sungai utama ±250 M3/detik sedangkan debit saat musim penghujan dapat mencapai >700 M3/detik. Adapun progres fisik normalisasi Kali Lamong telah mencapai sekitar 71%.

Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. disela kegiatan monitoring turut menyampaikan bahwa saat musim kemarau merupakan waktu yang tepat untuk memaksimalkan pengerjaan normalisasi sungai. “Semoga di musim kemarau ini paket pengendalian banjir Kali Lamong bisa dikerjakan semaksimal mungkin sehingga penanganan secara konstruksi berjalan lancar dan masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (BBWSBS/Ferri)

Tanda Tangan Kontrak Paket Pekerjaan di Lingkungan SNVT PJSA

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan penandatanganan kontrak paket pekerjaan di lingkungan SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air, Kamis (12/03/2020).

Paket Penanganan Banjir Kali Jeroan (lanjutan) oleh PT Bangun Utama dan PT Selo Manunggal Sejati KSO dengan nilai kontrak senilai Rp 70,68 M ditandatangani oleh PPK Sungai dan Pantai I Arlendenovega Satria Negara, ST, M.Eng. Paket Peningkatan Kapasitas Sudetan Floodway (Plangwoot – Sedayu Lawas) (lanjutan) oleh PT Bangkit Berkah Perkasa dengan nilai kontrak senilai Rp 33,69 M dan Paket Pengendalian Banjir Kali Lamong oleh PT Titis dengan nilai kontrak Rp 10,60 M ditandatangani oleh PPK Sungai dan Pantai II Yudhi Triana Dewi, ST, M.Eng.

Penandatanganan kontrak disaksikan olek Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A Manu, M.Si, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Bengawan Solo Heriantono Waluyadi, ST., MT, Kepala SNVT PJSA Bengawan Solo Andri Rachmanto Wibowo, ST., M.Sc dan PPK Sungai dan Pantai I, Agus Eddy Widiyarto, ST.

Dalam Arahannya Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal. A Manu, M.Si menyampaikan bahwa setelah tanda tangan kontrak berarti tanjung jawab yang harus diimplementasikan dimulai, sehingga diharapkan dapat berproses dengan baik (bbwsbs/sita).

Koordinasi Bersama Komisi C DPRD Kota Surabaya

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menerima Kunjungan Kerja Komisi C (Pembangunan) DPRD Kota Surabaya di Ruang Sidang Bengawan Solo, Jumat (27/12/2019).

Rapat di hadiri oleh Ketua, Anggota, dan sekretariat Komisi C (Pembangunan) DPRD Kota Surabaya dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo yaitu Pelaksana Harian Kabalai Ir. Isgiyanto, MT, Kepala Bidang Perencanaan Umum dan Program Dwi Agus Kuncoro ST, MT,MM, Kepala Seksi Perencanaan O&P SDA Ambar Puspitosari, ST, MDM, Kepala Bagian Tata Usaha Bambang SE dan PPK Sungai dan Pantai II Yudhi Triana Dewi, ST, M.Eng.

Kunjungan Kerja Komisi C (Pembangunan) DPRD Kota Surabaya dalam rangka mencari masukan dan menambah referensi dalam pengambilan kebijakan terkait Tindak Lanjut Pembangunan Kali Lamong.

“Kami ingin mengetahui kegiatan fisik yang akan dilakukan BBWS Bengawan Solo dalam tindak lanjut pembangunan Kali Lamong” Jelas Setyono selaku ketua Komisi C (Pembangunan) DPRD Kota Surabaya.

Kepala Seksi Pengendalian Pelaksanaan Sungai dan Pantai Sugeng Wiratna, ST, MT menjelaskan tentang Sungai Kali Lamong yang melalui Kota Surabaya 7,8 km, Kabupaten Gresik 42,7 km, Kabupaten Mojokerto 10,3 km dan Kabupaten Lamongan 42 km serta menjelaskan kegiatan studi yang sudah dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Dengan adanya koordinasi hari ini diharapkan pelaksanaan penanganan Kali Lamong dapat berjalan secara optimal (bbwsbs/sita).