/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Pelantikan Penjabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Penjabat Administrator di lingkungan Kementerian PUPR

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melantik Penjabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Penjabat Administrator di lingkungan Kementerian PUPR. Pelantikan ini dilaksanakan secara jarak jauh (teleconference) di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (04/03/2022). Kegiatan ini berlangsung tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan, adanya pelantikan pejabat di lingkungan Kementerian PUPR merupakan sebuah hal yang biasa dalam birokrasi. Dirinya berharap seluruh pegawai di Kementerian PUPR siap melaksanakan tugas yang diamanahkan dengan sebaik-baiknya.

“Rotasi dan promosi jabatan merupakan salah satu proses manajemen dalam organisasi untuk peningkatan kinerja di Kementerian PUPR. Jabatan yang akan diemban nanti adalah untuk peningkatan kinerja organisasi Kementerian PUPR,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutannya.

Menteri Basuki berpesan kepada seluruh pejabat yang baru dilantik agar dapat menjalankan tugas dan amanah dengan sebaik-baiknya. “Hari ini secara resmi saya melantik saudara sekalian dalam jabatan yang baru di lingkungan Kementerian PUPR. Saya percaya bahwa saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Menjadi insan PUPR harus memiliki kredibilitas yang tinggi” katanya.

Adapun pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan BBWS Bengawan Solo yang dilantik adalah Heriantono Waluyadi, ST,. MT. yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo, kini menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Pemantauan, Evaluasi, dan Pengadaan Tanah di Direktorat Sistem dan Strategi Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA).

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., berharap kedepannya pejabat yang menempati jabatan baru dapat menjalankan tugas semaksimal mungkin, bekerja dengan baik, ikhlas dan sesuai dengan prosedur yang ada di lapangan, serta melayani masyarakat baik dalam arti umum maupun spesifik. Hal tersebut tentunya bertujuan untuk melakukan percepatan pelaksanaan pekerjaan dan kegiatan di lingkungan SDA yang tersebar Indonesia. (BBWSBS/Tamara).

Pelepasan Pegawai OJT di Lingkungan BBWS Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo mengadakan pelepasan pegawai On The Job training (OJT) yang mulai bertugas di wilayah baru berdasarkan surat keputusan Direktur Jendral Sumber Daya Air (SDA) nomor 15/KPTS/D/2022 tentang penempatan pegawai negeri sipil formasi tahun 2019 dan 2020 di Direktorat Jenderal SDA Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kantor BBWS Bengawan Solo, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (18/02/2022).

Kegiatan pelepasan ini dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting dan diikuti oleh pejabat dan pegawai baik yang sedang melaksanakan Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH).

Adapun pegawai yang berpindah tugas adalah Sri Wahyuni, A.Md ditempatkan di BBWS Cimanuk Cisanggarung, Pugar Dwi Riswanto S.AP ditempatkan di Sesditjen SDA, Freska Kristiana, A.Md.Ak ditempatkan di Direktorat SSPSDA, Desy Yustika Rini S.T ditempatkan di BBWS Citanduy, Yuliarini Amdan S.T dan Arfan Yosannurahman S.T ditempatkan di BBWS Kalimantan IV Samarinda, dan Ardelia Arlimasita S.T tetap bertugas di BBWS Bengawan Solo.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir.Agus Rudyanto, M.Tech menyampaikan kurang lebih satu tahun para pegawai OJT bekerja di lingkungan BBWS Bengawan Solo. Untuk para pegawai OJT dimanapun bertugas tetap harus senantiasa menjadi insan PUPR SDA yang bermanfaat.

“Saya harap pengalaman kerja di BBWS Bengawan Solo menjadi bekal untuk mulai bekerja di kantor baru. Pesan saya tetap menjaga integritas, selalu menjaga teamwork dengan rekan kerja di kantor baru dan tetap menjaga tali silahturahmi dengan pegawai di BBWS Bengawan Solo,” katanya.

Walaupun kegiatan ini diadakan secara virtual, namun komunikasi antar pegawai masih terjaga. Kepala BBWS Bengawan Solo selalu mewanti – wanti seluruh pegawai OJT untuk tetap menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19. (BBWSBS/Tamara)

Monitoring Progres Pekerjaan Pembangunan Breakwater di PPN Brondong

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan pembangunan breakwater di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jumat (11/02/2022). Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kunjungan kerja dipimpin oleh Kepala BBWS Bengawan Solo,, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (SNVT PJSA), Panji Satrio, ST, MT, MDM., dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai (Supan) I SNVT PJSA Bengawan Solo, Yuhanes Widi Widodo, ST., M.Eng.

Kepala BBWS Bengawan Solo,, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan bahwa progres pekerjaan pembangunan breakwater di PPN Brondong pada hari ini mencapai 11 %. Pembangunan breakwater ini dibangun untuk menjaga tinggi gelombang yang berada di dalam kolam pelabuhan tetap tenang, sehingga kapal nelayan dan aktifitas bongkar muat dapat berjalan dengan lancar.
Agus Rudyanto berpesan agar dalam pelaksanaan paket pekerjaan pembangunan breakwater di PPN Brondong dapat dilaksanakan sesuai dengan targetnya.

“Semoga hasil pekerjaan memenuhi kualitas, kuantitas, dan sesuai dengan spesifikasinya. Namun, yang paling penting adalah fungsi infrastruktur yang ada dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat sekitar, selain itu manfaatnya dapat melindungi kolam Pelabuhan seluas 17,2 Ha,” katanya.

Sebagai informasi, Pusat Pemasaran dan Distribusi Ikan (PPDI) Brondong yang berlokasi di PPN Brondong menjadi tempat bongkar muat dan fasilitas penunjang perdagangan perikanan bagi nelayan dan industri perikanan setempat. Kabupaten Lamongan sendiri memiliki potensi perikanan yang cukup besar. (BBWSBS/Tamara).

Pengendalian dan Pengaturan Anak Sungai Kali Kebo

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan kegiatan monitoring anak sungai Kali Kebo tepatnya di Tempat Pembuangan Akhir Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Surakarta, Senin (31/01/2022).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T., Kabid Operasi dan Pemeliharan (O&P) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si., Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur (KPI) Sumber Daya Air (SDA), Ali Rahmat, S.T., M.T., dan beberapa pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo. Kegiatan monitoring tersebut sebelumnya telah memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Kali Kebo merupakan sungai orde 3 dari Sungai Bengawan Solo yang memerlukan pengendalian dan pengaturan dalam rangka menambah volume tampungan debit banjir dan mengendalikan pencemaran air pada ruas sungai yang masuk di daerah pembuangan sampah.

Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengalihkan aliran Kali Kebo mengitari gunungan sampah pada TPA Putri Cempo, yang dalam perencanaannya diperlukan kajian secara detail sebagaimana disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T.

“Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya dampak negatif dari pengalihan alur sungai, maka perlu dilakukan kajian pengaruh pengalihan sungai terhadap tren perubahan hidrolik, morfologi, dan banjir di hulu dan hilir ruas pengalihan sungai,” katanya.

Naryo menjelaskan bahwa BBWS Bengawan Solo melakukan pengendalian dan pengaturan anak sungai Kali Kebo dengan melakukan pengalihan alur sungai melalui tepi area Blok C kearah sungai eksisting yang salahsatu tujuannya adalah dalam rangka mendukung operasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional sesuai tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2019. (BBWSBS/Tamara)

Dukungan Pemda Jadi Kunci Kelanjutan Pembangunan Bendungan Gerak Karangnongko

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech bersama pejabat di lingkungan  Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menghadiri kegiatan rapat koordinasi (rakor) Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko yang diadakan oleh Kementerian  Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (27/1). Koordinasi ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Blora. Kegiatan tersebut tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Koordinasi ini, membahas mengenai percepatan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko sekaligus peran yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Pemerintah Kabupaten Blora dalam pelaksanaan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko, sehingga perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dalam penangannya.

Bendung Gerak Karangnongko berada di Sebelah kanan Desa Ngelo Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro dan Sebelah kiri Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora. Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan Solo sebagai kesatuan dengan tiga bendung gerak yang sudah ada yaitu Bendung Gerak Babat, Bendung Gerak Bojonegoro dan Bendung Gerak Sembayat.

Nantinya, Bendung Gerak Karangnongko berfungsi untuk pasokan air irigasi dan air baku di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo sebelah hilir yang cukup luas. Bendung Gerak Karangnongko bermanfaat untuk daerah irigasi Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha dan daerah irigasi Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 158.000 Ha. Selain itu, nantinya juga bermanfaat untuk air baku sebesar 1.155 liter/detik untuk 4 (empat) kabupaten yaitu Kabupaten Bojonegoro, Blora, Tuban, dan Ngawi.

Asisten Deputi Perencanaan Pengembangan Kawasan Strategis Ekonomi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Tulus Hutagalung mengatakan keberadaan Bendung Gerak Karangnongko ini nanti akan memberikan manfaat juga bagi 4 (empat) kabupaten yaitu Kabupaten Bojonegoro, Blora, Tuban, dan Ngawi. Di masa mendatang diharapkan mampu memberikan pasokan Daerah Irigasi (DI) Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 5.203 Ha dan D.I. Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.746 Ha. Kebutuhan air baku Kabupaten Bojonegoro 280 lt/dt, Kabupaten Blora 100 lt/dt, Kabupaten Tuban 275 lt/dt dan Kabupaten Ngawi 500 lt/dt serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

“Nantinya, Bendung Gerak Karangnongko dapat bermanfaat cukup luas bagi masyarakat. DI Karangnongko ini merupakan salah satu manfaat yang nantinya akan didapat masyarakat setelah pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. Semoga proses menuju konstruksi nantinya dapat berjalan lancar dan tidak terkendala,” ujarnya.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan perlu adanya koordinasi mengenai progres pembangunan infrastruktur sumber daya air (SDA) di Kabupaten Blora dan Kabupaten Bojonegoro. Hal ini dilakukan untuk mengetahui mekanisme/tahapan dalam proses pembangunan Bendung Gerak Karangnongko seperti pembebasan lahan, relokasi masyarakat, pembahasan teknis sekaligus opsi solusi yang akan dilakukan kedepannya.

“Dengan adanya rakor ini terjalin kerjasama serta dukungan Pemerintah Daerah untuk memperlancar pembangunan Bendung Gerak Karangnongko,” katanya. (BBWSBS/Tamara)

Penandatanganan Kontrak Paket Tender/Seleksi Dini TA. 2022

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menghadiri acara Penandatanganan Kontrak Secara Offline Paket Tender/Seleksi Dini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tahun Anggaran 2022 di Aula Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah- DI Yogyakarta, Jalan Soekarno – Hatta KM.26 Karangjati, Kabupaten Semarang, Senin (24/01/2022).

Acara penandatanganan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Nomor UM.0102-Sj/15 yang terhubung secara daring melalui video conference dan diikuti oleh tamu undangan dari Pejabat Unit Pelayanan Teknis dan Penyedia Jasa Pemenang Tender/Seleksi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Dalam kesempatan ini, BBWS Bengawan Solo diwakili oleh PPK Perencanaan dan Program untuk menandatangani paket pekerjaan SID/DD Rehabilitasi Partisipatif DI Pacal dengan penyedia jasa PT. Bina Buana Raya KSO dan PT. Tricons Karya Mandiri senilai Rp. 1.295.470.000,- dengan waktu pelaksanaan 240 hari kalender.

Diharapkan nantinya pekerjaan tersebut bisa dikerjakan sebaik-baiknya dan para penyedia jasa dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak, dengan menerapkan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran. (BBWSBS/Fira)

Koordinasi Lintas Sektor Guna Mengantisipasi Banjir di Kabupaten Lamongan

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, beserta pejabat di lingkungan BBWSBS berkoordinasi dengan Bupati Lamongan, Dr. Yuhronur Efendi, M.B.A., perwakilan dari Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur, perwakilan dari Perum Jasa Tirta dan perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, Selasa (11/01/2021) di Kantor Dinas Bupati Lamongan, kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Kegiatan koordinasi ini dalam rangka diskusi terkait Penanganan Banjir di wilayah Bengawan Jero. Bengawan Jero merupakan wilayah yang berbentuk mangkuk dengan dasar yang bergelombang dengan elevasi -0,70 m di sebagian wilayah bahkan sampai -1,20 m.

Air dari perbukitan selatan dan area sebelah barat melalui sungai Moropelang, Gondang, Kruwul, Plalangan dan Dapur berkumpul di Bengawan Jero. Bengawan Jero merupakan daerah yang sering tergenang dan banjir pada saat musim penghujan.

Sistem drainase Bengawan Jero sangat tergantung dengan elevasi muka air di Bengawan Solo di bagian hilir. Sampai saat ini, pengaturan muka air Bengawan Solo di hilir Bendung Gerak Babat belum bisa dilaksanakan sesuai rencana terkait kendala penyelesaian Jabung Ring Dike.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan BBWS Bengawan Solo sudah memiliki langkah langkah yang paling optimal untuk mengantisipasi banjir di Bengawan Jero.

“Untuk mengatasi banjir BBWS Bengawan Solo mengupayakan untuk melakukan penyedotan dengan menggunakan pompa air dengan kapasitas penuh. Selain itu BBWS Bengawan Solo akan mengirimkan alat berat untuk melakukan pengerukan Enceng Gondok, harapannya dapat membantu mengurangi banjir,” paparnya.

Agus mengatakan BBWS Bengawan Solo sebisa mungkin mengantisipasi banjir dan selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan penanganan sesuai prosedur yang ada. “Diperlukan koordinasi yang baik, secara internal maupun eksternal,” katanya.

Bupati Lamongan, Dr. Yuhronur Efendi, M.B.A. menyampaikan bahwa melalui koordinasi ini kami membentuk Tim Penanggulangan Banjir Bengawan Jero dari BBWS Bengawan Solo, Perum Jasa Tirta, Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Lamongan.

“Melalui koordinasi ini kami akan melakukan penanganan jangka pendek dengan normalisasi Kali Dinoyo dan Kali Keputran sepanjang 3 Km dan pembersihan Enceng Gondok. Dari BBWS Bengawan Solo akan membantu alat berat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan akan membentuk tim dan melakukan kerja sama dengan TNI,” katanya. (BBWSBS/Tamara)

Tirtonadi Frame: Ikon Baru Kota Bengawan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo telah menyelesaikan pembangunan Revetment Kali Anyar Hilir Tirtonadi.

Bendung Tirtonadi sendiri merupakan salah satu infrastruktur yang masuk dalam Proyek Penanganan Banjir Surakarta, salah satu tujuannya adalah untuk mengurangi resiko genangan banjir di Kecamatan Pasar Kliwon dan Jebres seluas ± 230 ha.

Kehadiran Bendung Karet Tirtonadi tidak hanya sebagai pengendali banjir dan tampungan air baku, tapi juga sebagai objek wisata edukasi. Bendung Karet Tirtonadi kerap menjadi tujuan wisata untuk beragam kegiatan seperti bersantai, pertunjukan seni, berolahraga maupun sekadar swafoto.

Bendung Karet Tirtonadi mempunyai beberapa destinasi spot foto yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya Tirtonadi Frame yang berada di utara Bendung Karet Tirtonadi. Hadirnya Tirtonadi Frame ini dapat digunakan masyarakat untuk berswafoto bersama teman-teman, keluarga, pasangan, atau pun sanak saudara.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan Bendung Tirtonadi terletak di area Kali Anyar yang kini menjadi wajah ruang publik baru di Kota Solo. Bendung Karet Tirtonadi dapat menjadi tempat berkumpulnya warga untuk bersosialisasi maupun melakukan olahraga, jogging, dan senam.

“Adanya Tirtonadi Frame ini, akan menjadi icon untuk selfie terbaru di Kota Solo. Masyarakat dapat berswafoto dengan latar belakang gunung dan Bendung Tirtonadi. Beberapa waktu lalu,” ujarnya Rabu, (05/01/2022).

Agus menuturkan bahwa penataan kawasan Bendung Karet Tirtonadi merupakan bagian dari upaya untuk mengedukasi publik akan pentingnya air dan pengelolaan sumber-sumber air yang berkelanjutan.

“Pengelolaan air adalah urusan kita bersama termasuk masyarakat sebagai pemakai air. Oleh karena itu kita wajib melestarikan keberadaan sumber air, seperti tidak membuang sampah ke sungai,” pesan Agus. (BBWSBS/Tamara)

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Pidekso

Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Pidekso yang berada di Desa Pidekso, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti, Selasa (28/12/2021).

Hadir dalam acara peresmian tersebut diantaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahli Lahadalia. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Bupati Wonogiri, Joko Sutopo.

Bendungan Pidekso merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Pidekso yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya Desa Pidekso, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri.

Bendungan Pidekso nantinya akan memberikan manfaat untuk pemenuhan kebutuhan air untuk irigasi seluas 1.500 Ha, penyediaan air baku sebesar 300 lt/detik dan dapat mereduksi banjir sebesar 322,60 m3/detik, meningkatkan indeks pertanian di kabupaten wonogiri dari 133% ke 240%.

Pemenuhan kebutuhan air tersebut dapat dipenuhi dari tampungan Bendungan Pidekso sebesar 25 juta m3 yang berada di area genangan seluas 232 Ha. Selain irigasi, juga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Jokowi mengatakan pada hari ini dua bendungan telah diresmikan yakni Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara dan Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Nantinya dua bendungan ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

“Dengan mengucap bismillahirahmanirahim Bendungan Pidekso yang berada di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah pada siang hari ini saya nyatakan diresmikan,” ujar Presiden.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan, pembangunan Bendungan Pidekso telah diinisiasi sejak tahun 2014, dan berjalan hingga 2018 untuk pembebasan lahan. Dilanjutkan pada tahun 2018-2021 untuk konstruksi.

“Untuk konstruksinya ini lebih cepat dari rencana target sesuai kontrak yang harusnya selesai pada 2022 akhir,” katanya.

Jarot mengatakan, fungsi utama Bendungan Pidekso untuk mengairi irigasi lahan pertanian seluas 1.500 ha, sehingga diharapkan akan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari sekali dalam setahun, bisa menjadi tiga kali setahun dengan pola tanam padi, padi, dan palawija.

“Bendungan multifungsi ini juga untuk memenuhi kebutuhan air baku warga Wonogiri dengan kapasitas 300 liter/detik. Ditargetkan untuk pembangunan fasilitas pengolahan air bakunya akan selesai 2023,” ujar Jarot.

Selanjutnya dikatakan Jarot, bendungan tersebut juga untuk mereduksi debit banjir, sekitar 11%. Menurutnya bendungan yang berada di hulu Sungai Bengawan Solo ini merupakan satu kesatuan pengelolaan sungai yang terhubung ke Waduk Serba Guna Kabupaten Wonogiri atau dikenal dengan sebutan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri dibangun dari tahun 1976 sampai dengan tahun 1981 tepat di bagian hilir.

“Bendungan ini juga memiliki potensi destinasi pariwisata baru, yang pengembangannya akan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Wonogiri sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” tutur Jarot.

Kepala BBWS Bengawan Solo Agus Rudyanto mengatakan dengan selesainya konstruksi bendungan yang merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) ini juga akan mendukung peningkatan irigasi premium yakni irigasi yang sumber airnya dari bendungan.

“Selanjutnya jaringan irigasi premiumnya akan dibangun tahun 2022 hingga 2023, dan segera difungsikan pada 2024 sepanjang 36 km,” ujar Agus.

Agus menyatakan, pembangunan bendungan yang dilaksanakan kontraktor PT. PP, dengan konsultan supervisi PT. Virama Karya dilaksanakan dengan mengadopsi kearifan lokal dalam desain fasilitas umumnya.

“Kita gunakan desain bentuk watu item/watu ireng yang kita aplikasikan di bangunan gedungnya, rumah dinas, dan gardu pandang,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)

Besok, Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Pidekso

Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir. Jarot Widyoko Sp-1 beserta jajarannya pada pada Senin (27/12/2021) meninjau proyek Bendungan Pidekso di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo untuk meresmikan Bendungan Pidekso tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Dirjen SDA didampingi Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech beserta sejumlah pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Ir. Jarot Widyoko Sp-1 mengatakan Bendungan Pidekso merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) berada di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah yang rencananya akan diresmikan pada Selasa (28/12). “Sebetulnya pada intinya kunjungan hari ini dalam rangka menyiapkan kunjungan Presiden Joko Widodo besok yang akan meresmikan Bendungan Pidekso,” ujarnya.

Ia mengatakan Bendungan Pidekso merupakan salah satu dari 61 bendungan atau waduk yang harus selesai pembangunannya maksimal 2024. Dari jumlah itu, sebanyak 13 bendungan ditargetkan selesai pada 2021. “Nah, Bendungan Pidekso masuk dalam prioritas 13 bendungan yang selesai pada 2021,” katanya.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan impounding atau pengisian awal sebagai syarat penyelesaian proyek waduk telah dilakukan pada 14 September 2021. Pengisian Bendungan Pidekso dilaksanakan secara bertahap agar dapat memantau perilaku bendungan secara intensif. Selama pelaksanaan yang membutuhkan waktu 60 hari, air tetap dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bagian hilir bendungan.

“Selama ini tidak ada masalah dalam pembanguan fisik waduk. Pekerjaan pembangunan yang berat sudah selesai. Penyelesaian pembangunan waduk ini harus terbangun solidaritas antar stakeholder di jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dan Badan Pertanahan Nasional,” kata dia.

Sebagai informasi, Bendungan Pidekso merupakan bendungan yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya Desa Pidekso, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri. Bendungan Pidekso nantinya akan memberikan manfaat untuk pemenuhan kebutuhan air untuk irigasi seluas 1.500 Ha, penyediaan air baku sebesar 300 lt/detik dan dapat mereduksi banjir sebesar 322,60 m3/detik.

Pemenuhan kebutuhan air tersebut dapat dipenuhi dari tampungan Bendungan Pidekso sebesar 25 juta m3 yang berada di area genangan seluas 232 Ha. Selain irigasi, juga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar (BBWSBS/Tamara).