/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Koordinasi Pembangunan Jabung Ring Dyke dengan Kemenko Marves

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menghadiri kegiatan Diskusi Penyelesaian Rawa Jabung Ring Dyke yang berada di Provinsi Jawa Timur yang diadakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia di Solo, Jawa Tengah, Rabu (14/04/2021). Koordinasi ini juga di hadiri oleh Biro Administrasi Pembanguan Provinsi Jawa Timur. Kegiatan tersebut tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Koordinasi ini, membahas percepatan pembangunan Jabung Ring Dyke yang berada di Kecamatan Widang, Tuban, Jawa Timur dengan luas waduk sebesar 1.400 Ha dengan panjang tanggul sekitar 24,4 Km.

Kepala SNVT PJSA Bengawan Solo, R. Panji Satrio, S.T., M.M., M.D.M., memaparkan Jabung Ring Dyke, memberikan manfaat sebagai penyediaan air baku sebesar 30,5 juta m3 yang dapat dimanfaatkan untuk area irigasi.

“Jabung Ring Dyke juga dapat menampung sementara debit banjir besar [Q50 tahunan] untuk mengurangi resiko dampak banjir terhadap pemukiman, jalan dan bangunan infrastruktur,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)

Koordinasi Pembangunan Infrastuktur SDA di Wilayah Kabupaten Ponorogo

Pembangunan Infrastuktur merupakan suatu keniscayaan dalam membangun suatu daerah. Dengan infrastruktur yang baik perekonomian semakin maju dan berkembang. Pada kesempatan ini, Direktur Bendungan dan Danau, Airlangga Mardjono, S.T., M.T., berserta rombongan Komisi V DPR RI yang membidangi infrastuktur dan perhubungan, melaksanakan kunjungan kerja spesifik di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (17/09/2020). Dalam Agenda kunjungan kerja tersebut, Komisi V DPR RI meninjau beberapa lokasi pekerjaan infrastruktur dan transportasi.

Direktur Bendungan dan Danau, Airlangga Mardjono, S.T., M.T., dalam forum diskusi yang diselenggarakan di Pendopo Kantor Kabupaten Ponorogo juga menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur mutlak dikerjakan khususnya bendungan, yang digunakan untuk pengelolaan sumber daya air (SDA), salah satunya seperti Bendungan Bendo yang ada di Kabupaten Ponorogo.

“Progres total pembangunan Bendungan Bendo saat ini sudah mencapai 79.79%. Dan nantinya dapat mengairi lahan irigasi seluas 7.800 Ha. Selain itu dapat menghasilkan air baku sebesar 370 liter/detik dan meningkatkan intensitas tanam daerah irigasi (D.I.) Bendo dari 150% menjadi 270% dan D.I. Jati dari 25% menjadi 225%. Bendungan Bendo juga dapat mereduksi banjir dari 594,79 m3/detik menjadi 297,39% m3/detik. Sedangkan pada tahun ini ada 64 desa di Kabupaten Ponorogo yang mendapatkan peningkatan jaringan irigasi tersier dengan padat karya tunai (PKT) melalui program P3TGAI,” pesannya.

Wakil Ketua Komisi V DPR Ri, Nurhayati, juga berharap melalui kunker spesifik dan diskusi ini dapat bekerjasama dalam pemerataan pembangunan infrastuktur yang ada di Kabupaten Ponorogo. “Melalui pelaksanaan program PKT pada beberapa proyek infrastuktur yang berjalan, kami berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil di tengah pandemi Covid-19, sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN),” imbuhnya.

Bupati Ponorogo, Drs. Ipong Muchlissioni, mengatakan pihaknya bersyukur dan berterima kasih karena mendapatkan bantuan infrastuktur baik di bidang SDA maupun pertanian. “Kabupaten Ponorogo memiliki wilayah yang luas meliputi 21 kecamatan. Oleh karena itu, perlu sorotan dan perhatian dari pemerintah pusat agar pembangunan di Bumi Reog ini semakin merata. Semoga melalui forum diskusi ini dapat mengantarkan Kabupaten Ponorogo yang lebih maju,” tutupnya. (BBWSBS/Ferri)