/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Koordinasi Penanganan Darurat Tebing Longsor Kali Gandong di Kabupaten Magetan

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaeten Magetan, Kapolsek Magetan, Danramil Magetan, Camat Magetan dan Lurah Magetan melaksanakan Koordinasi Penanganan Darurat Tebing Longsor Kali Gandong di Ruang Rapat Kantor BBWS Bengawan Solo di Jiwan, Madiun, Jawa Timur, Rabu (21/04/2021).

“Kami akan memfasilitasi segala kebutuhan dalam melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan Penanganan Darurat Tebing Longsor Kali Gandong di Kabupaten Magetan dan apabila ada hal yang berhubungan dengan masyarakat kami akan berperan aktif untuk mengkomunikasikan dengan masyarakat setempat” Pesan Sekertaris Daerah Kabupaten Magetan Ir Hergunadi, MT.

Kali Gondang merupakan sungai yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Gandong yang bagian hulunya merupakan Gunung Lawu dan hilirnya terletak di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Luas DAS Kali Gandong adalah 158.05 km2. Pada tanggal 21 Januari 2021 telah terjadi banjir di Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur yang menyebabkan longsoran Tebing Sungai Gandong.

Berkaitan dengan kejadian banjir pada bulan Januari tahun 2021 lalu, dalam Koordinasi hari ini Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air BBWS Bengawan Solo Surendro Adi Wibowo ST, MPSDA menyampaikan tentang hasil survey yang dilakukan BBWS Bengawan Solo bahwa ditemukan 3 lokasi longsor yang memerlukan penanganan di sepanjang Kali Gandong di Kabupaten Magetan yakni di Jalan Thamrin, Belakang Masjid Agung Magetan dan di Makam Ki Mageti.

Kepala BBWS Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengucapkan terimakasih atas Kerjasama dari Pemerintah Kabupaten Magetan, “Kami ucapkan terimakasih atas saran dan masukan perihal penanganan Darurat Tebing Longsor Kali Gandong ini, semoga segala upaya teknis dan non teknis dapat berjalan dengan lancar sehingga segala pekerjaan bisa selesai dengan baik” (bbwsbs/sita).

Koordinasi Penanggulangan Tebing Longsor di Kabupaten Magetan

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech didampingi pejabat dan staf melakukan kunjungan ke Kantor Bupati Magetan, Jawa Timur, Selasa (15/12/2020). Acara tersebut sebagai rangkaian kegiatan kunjungan kerja BBWS Bengawan Solo di Kabupaten Magetan sekaligus untuk bersilaturahmi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kunjungan kerja tersebut turut membahas penanggulangan tebing longsor Sungai Gandong di Desa Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan. Selain itu juga dibahas tentang program kegiatan BBWS Bengawan Solo Tahun 2021 di Kabupaten Magetan.

Dalam kunjungan kali ini, Bupati Magetan, Dr.Drs. Suprawoto, SH, M,Si mengucapkan terimakasih dan menyambut hangat kunjungan dari BBWS Bengawan Solo. “Semoga dengan pertemuan ini nantinya dilapangan dapat menemukan solusi terbaik untuk penanganan longsornya tanggul Sungai Gandong, serta kami akan mendukung program kegiatan yang akan dilakukan BBWS Bengawan Solo di Kabupaten Magetan ini,” ujarnya.

Selain itu, Suprawoto berharap BBWS Bengawan Solo nantinya bisa mensupport pembangunan embung-embung di Kabupaten Magetan.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech disela kegiatan peninjuan lapangan menjelaskan bahwa dengan adanya kejadian banjir yang menyebabkan tebing longsor ini nanti akan kita tindak lanjuti dengan dana tanggap darurat. “Insyaallah kalu nanti dana itu sudah turun ada surat dari Bupati terkait bencana kita kirim ke Pusat untuk diusulkan dan mungkin tahun 2021 ini bisa dikerjakan. Nantinya akan dipasang bronjong-bronjong untuk menahan tebing tersebut, dan kami juga minta doa dan dukungan masyarakat agar semua berjalan dengan lancar,” tutupnya(BBWSBS/kharis).

Sambut Baik Kesuksesan P3TGAI Tahun 2020 di Kabupaten Magetan

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyelenggarakan Evaluasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun 2020 Di Wilayah Magetan, Kamis (10/12/2020).

Dr. Ir. Agus Rudyanto M.Tech dalam sambutannya menyampaikan bahwa P3TGAI di Kabupaten Magetan pada tahun 2020 telah berhasil dilaksanakan di 23 Desa yang diharapkan mampu menyejahterakan petani dan masyarakat di sekitarnya.

Evaluasi P3TGAI Wilayah Magetan hari ini dihadiri oleh oleh Tim Pelaksana Balai dari Dinas, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Kepala Desa Penerima P3TGAI.

Turut hadir Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Magetan Muktar Wakid S, ST, MT yang dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah melaksanakan kegiatan P3TGAI di wilayah Magetan dengan baik, kami berharap agar program ini dapat terus berjalan dan lebih baik dikemudian hari.

P3TGAI di Wilayah Kabupaten Magetan juga mendapat sambutan hangat dari Dr. H Gatot Sudjito M.Si selaku Komisi V DPR RI yang hari ini hadir di acara Evaluasi P3TGAI Wilayah Magetan, Beliau menyampaikan bahwa P3TGAI adalah perjalanan, dengan selesainya program ini pada tahun 2020 semoga dapat menjadi pelajaran baru untuk menjaga agar semua yang telah dibangun dapat berjalan secara optimal.

Keberhasilan P3TGAI telah banyak mendapat apresiasi yang positif dari masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang. Program yang bertajuk Padat Karya Tunai ini tak hanya memakmurkan secara ekonomis tetapi juga melibatkan hubungan social yang baik dan tentunya meningkatkan kesejahteraan petani. Semoga P3TGAI terus sukses diberbagai wilayah! (bbwsbs/sita).

Kesuksesan P3TGAI Wilayah Madiun Tahun 2020

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyelenggarakan Serah Terima Program Percepatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Wilayah Madiun Tahap I dan Tahap II sekaligus Evaluasi Pelaksanakaan Kegiatan P3TGAI di Wilayah Madiun pada tahun 2020, Kamis-Jumat (10-11/12/2020).

Hari ini merupakan penutupan P3TGAI Wilayah Madiun Tahun 2020 yang dihadiri oleh Tim Pelaksana Balai dari Dinas, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Kepala Desa Penerima P3TGAI Tahap I dan Tahap II di Wilayah Madiun.

Dr. Ir. Agus Rudyanto M.Tech selaku Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dalam arahannya menyampaikan bahwa pekerjaan fisik yang telah terselesaikan diharapkan berfungsi secara optimal sehingga bisa meningkatkan produktivitas dari petani di Desa penerima. Pada kesempatan ini kami menitipkan bangunan yang telah dilaksanakan agar dipelihara oleh Petani Pemakai Air (P3A) agar hasil pertanian yang diperoleh semakin meningkat dan menyejahterakan masyarakat sekitar.

PPK OP SDA III Aditya Sidiq Waskito, ST, M.Si, M.Sc menyampaikan bahwa P3TGAI di Wilayah Madiun pada Tahun 2020 telah berhasil dilaksanakan di 224 desa yang terbagi menjadi 2 tahapan yaitu Tahap I dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli dengan total 66 Desa dan Tahap II dilaksanakan pada bulan September dengan total 158 Desa yang telah selesai baik pekerjaan fisik maupun administrative.

224 Desa Penerima P3TGAI di Wilayah Madiun Tahun 2020 terdiri dari 28 Desa di Kabupaten Pacitan, 64 Desa di Kabupaten Ponorogo, 22 Desa di Kabupaten Ngawi, 23 Desa di Kabupaten Magetan dan 87 desa di Kabupaten Madiun.

Dalam acara ini dilaksanakan serah terima P3TGAI Wilayah Madiun Tahun 2020 yang dilaksanakan secara berjenjang. Dimulai dari Perwakilan Petani Pemakai Air (P3A) menyerahkan kepada PPK OP SDA III Aditya Sidiq Waskito, ST, M.Si, M.Sc menyerahkan kepada Kepala Satker OP SDA Surendro Andi Wibowo ST, MPSDA yang kemduian diserahkan kepada Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto M.Tech yang kemudian diserahkan kepada perwakilan Kepala Desa Penerima P3TGAI.

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam P3TGAI Wilayah Madiun Tahun 2020 di masa pandemic Covid-19. Diharapkan pelaksanaan P3TGAI Wilayah Madiun dapat terus lebih baik dikemudian hari (bbwsbs/sita).

Koordinasi Bersama Komisi D DPRD Kabupaten Magetan

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menerima kunjungan kerja Komis D DPRD Kabupaten Magetan, di Ruang Sidang Bengawan Solo, Jumat (24/01/2020).

Kunjungan Kerja DPRD Kabupaten Magetan ini dimaksudkan untuk melakukan konsultasi dan koordinasi terkait bencana longsor yang terjadi di Kali Gandong, Pengajuan pembangunan Embung dan pemanfaatan air di Kabupaten Magetan.

Rapat dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Magetan H. Sujatno, SE MM, Ketua Komisi D Suyono, SH, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Magetan Hergunadi, Kepala Pelaksanaan BPBD Kabupaten Magetan Ari Budi S dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.S.i selaku Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan menjelaskan bahwa dalam perizinan pengusahaan dan penggunaan sumber daya air disebutkan bahwa pengelolaan sungai merupakan kekayaan negara dan barang milik negara, sehingga dalam pembangunan yang berkaitan dengan sungai dapat dilakukan oleh setiap instansi dengan mendapatkan rekomendasi dari bbws sebagai pengelola sungai.

H. Sujanto memaparkan bahwa beberapa waktu terakhir Kabupaten Magetan kerap mengalami kekeringan sehingga masyarakat berharap agar dapat dibangun embung untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat, berkaitan dengan hal ini Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo telah membangun beberapa Embung seperti Pendem dan lain-lain.

Setelah pertemuan ini diharapkan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dapat terus berkoordinasi bersama Kabupaten Magetan, agar pemenuhan kebutuhan air di Kabupaten Magetan dapat terlayani dengan baik (bbwsbs/sita).

Serah Terima dan Evaluasi P3TGAI Tahap II Wilayah Madiun

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Serah Terima Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahap II Wilayah Madiun, Jumat (13/12/2019).

Peserta dalam kegiatan ini adalah Tim Pelaksana Balai dari Dinas, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) PPK OP SDA III, Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Kepala Desa Penerima P3TGAI Tahap II.

“Dengan diserahkan dari satker kepada desa sehingga menjadi tanggung jawab Bapak dan Ibu sekalian untuk merawat dan memelihara, sehingga apa yang telah kami bangun dapat bermanfaat dengan pantun Ada Putri Sangat Menawan, Tak Lepas Mata Memandang, P3TGAI telah selesai dilaksanakan semoga menambah kesejahteraan dan ketahanan pangan” Pesan Ir. Isgiyanto selaku Plh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Dalam pertemuan ini dilakukan serah terima Hasil Pelaksanaan P3TGAI Tahap II melalui perwakilan 5 Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) kepada PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA IIII Aditya Sidik Waskito, ST, M.Si, M.Sc dan juga serah terima dari perwakilan HIPPA dan perwakilan Kepalada Desa dan Ketua HIPPA di masing-masing Kabupaten (Magetan, Pacitan, Ngawi, Ponorogo, Madiun, ) kepada Satker Operasi dan Pemeiharaan SDA Surendro Adi Wibowo, ST, MT.

Dalam kegiatan ini diberikan materi tentang Pelaksanaan P3TGAI Tahap II dan materi tentang Evaluasi Kinerja P3TGAI Tahap II. Dengan adanya P3TGAI ini diperoleh manfaat meningkatnya kinerja layanan irigasi yang dapat menjaga ketahanan pangan di Wilayah Madiun (BBWSBS/sita).

Kesepakatan Bersama Pemkab Magetan dengan BBWS Bengawan Solo

Musim kemarau mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Magetan mengalami bencana kekeringan. Pemerintah Kabupaten Magetan dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan penandatanganan kerjasama tentang Sinergitas Penanganan Bencana Kekeringan Secara Terintegritas di Kabupaten Magetan, Senin (07/10/2019).

Penandatangan kerjasama dilakukan oleh Kepala Bidang Perencanaan Umum dan Program Dwi Agus Kuncoro, ST, MM, MT, Kepala Bapeda Litbang Kabupaten Magetan Ir. Purnomo MM, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan Ari Budi Santosa, SH, MM, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataaan Ruang Kabupaten Magetan Ir. Hergunadi MT, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan Saif Muchlissun S.Sos, MM, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Dra. Furiana Kartini dan Direktur Utama PDAM Lawu Tirta Kabupaten Magetan Drs. Welly Kristanto, M.Si.

Penandatanganan Kerjasama disaksikan oleh Kepala Bidang Pelaksanaan Pemanfaatan Sumber Air Ir. Isgiyanto, MT, Kepala Seksi Program Rifki Maulana ST, PPK Pendayagunaan Air Tanah Fathoro Trimariat, ST, MT dan PPK O&P SDA III Aditya Sidik Waskito ST, M.Sc.

Harapan dalam kerjasama ini adalah semoga semua pihak dapat bekerjasama untuk mengatasi bencana kekeringan di Kabupaten Magetan dengan baik (BBWSBS/sita).

Penandatanganan Kontrak Paket Pekerjaan Konsultasi di Lingkungan Satker Balai Besar WS Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui Bidang Perencanaan Umum dan Program melaksanakan penandatanganan kontrak Paket Pekerjaan Konsultansi di bidang Perencanaan yang terdiri dari 5 paket pekerjaan senilai Rp 4 M, Kamis (28/02/19).

Paket pekerjaan DD Pembangunan Bendung Plesungan DI Pondok di Kabupaten Ngawi oleh PT Geodinamik Konsultan senilai 1.38 M, Penyusunan Dokumen Lingkungan Untuk Pembangunan Embung di Kabupaten Magetan oleh PT Jasa Perencana Nusantara senilai 473 Juta, SID Pembangunan Embung di Kabupaten Blora oleh PT Gracia Widyakarsa senilai 1.35 M, SID Intake dan Pipa Tranmisi Waduk Pidekso di Kabupaten Wonogiri senilai 745 Juta dan SID Intake dan Pipa Transmisi Waduk Tukul di Kabuapten Pacitan oleh PT Tata Cipta Utama senilai 652 Juta yang di tanda tangani oleh PPK Perencanaan Program Ery Suryo Kusumo, S.Pd., MT.

Penandatanganan kontrak disakikan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A Manu, M.Si, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Bengawan Solo Heriantono Waluyadi, ST., MT, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo Ir. Isgiyanto, MT, Kepala Bagian Tata Usaha Bambang, SE, ST, dan Kepala Seksi Pengendalian Pelaksanaan Sungai dan Pantai Sugeng Wiratna, ST, MT.

“Semoga semua pekerjaan ini dapat selesai tepat waktu dan tepat mutu, selamat bekerja keras!” Pesan Charisal dalam arahannya (BBWSBS/sita).

Round Trip Bendungan di Madiun, Ngawi dan Magetan

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal Akdian Manu,M.Si didampingi Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si, PPK O&P SDA I Antonius Suryono, A.Md.T, SH, MMT dan PPK O&P SDA III Wahyana, ST, MT melakukan Safari Lapangan Monitoring Bendungan di wilayah OP III di Jawa Timur yaitu Bendungan Pondok, Bendungan Sangiran, Bendungan Saradan, Bendungan Dawuhan dan Bendungan Gongang, Selasa (19/02/2019).

Diawali dengan mengunjungi Bendungan Pondok yang terletak di Desa Gandong, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi. Bendungan yang dibangun pada tahun 1993-1995 ini memiliki kapasitas tampungan sebesar 30,900 juta m3 yang bermanfaat untuk irigasi seluas 4.600 ha dan pariwisata.

Tidak jauh dari situ terdapat Bendungan Sangiran yang terletak di Desa Sumber Bening, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi. Bendungan Sangiran dibangun pada tahun 2000 dengan kapasitas tampungan sebesar 10,60 juta m3 yang bermanfaat untuk irigasi seluas 1.455 ha, PLTA 25 MW dan pariwisata.

Perjalanan dilanjutkan ke Bendungan Saradan yang terletak di Desa Saradan, Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun. Bendungan yang dibangun pada tahun 1942 ini memiliki kapasitas tampungan sebesar 2,340 juta m3 yang bermanfaat untuk irigasi seluas 990 ha dan pariwisata.

Lalu menuju Bendungan Dawuhan yang terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonosari Kabupaten Madiun, bendungan ini dibangun pada tahun 1962 dengan kapasitas tampungan sebesar 3 juta m3 yang bermanfaat untuk irigasi seluas 1.359 ha dan pariwisata.

Destinasi terakhir adalah Bendungan Gonggang yang terletak di Desa Janggan, Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan. Bendungan yang dibangun pada tahun 2004 sampai tahun 2011 ini mempunyai manfaat untuk irigasi seluas 2.500 ha dan air minum 50 liter/detik. Bendungan ini juga dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk pariwisata dan budidaya perikanan air tawar.

Dari semua Bendungan yang dikunjungi dapat dikatakan dalam kondisi terawat baik. Charisal berpesan untuk menjaga fungsi dari bendungan harus dilakukan operasi dan pemeliharaan sesuai dengan manual yang telah disusun. Masyarakat juga harus membantu menjaga dengan cara yang paling sederhana dengan tidak membuang sampah sembarangan, karena bendungan memiliki banyak manfaat untuk mendukung kehidupan manusia (BBWSBS/sita).

Flushing Dam Jati di Kabupaten Magetan

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo bersama Perum Jasa Tirta I melakukan pembersihan sedimen Dam/Bendung Jati di Desa Goranggareng, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Kamis (31/01/19).

Pembersihan dilakukan oleh petugas Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWS Bengawan Solo, petugas Perum Jasa Tirta 1 dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gogata Bendung Jati.

Dalam kesempatan ini, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo Ir. Isgiyanto, MT ditemani Kepala Seksi Perencanaan Umum Gadhang Swastyastu, ST, M.Eng, dan PPK O&P SDA III Wahyana, ST, MT menyatakan kegiatan ini perlu dilakukan untuk menjaga kinerja dari Bendung Jati itu sendiri.

Kegiatan ini dilakukan dengan membersihkan endapan sedimentasi yang ada di Intake dan saluran Bendung Jati serta mengurangi debit air yang sudah mulai tinggi sekaligus pengecekan terkait operasi dan pemeliharaan konstruksi yang sudah dibangun(BBWSBS).