/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Monitoring Progres Pekerjaan Rehabilitasi Bendungan Pacal di Bojonegoro

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan Rehabilitasi Bendungan Pacal di Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (18/11/2021). Kegiatan monitoring tersebut sebelumnya telah memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Kunjungan kerja dipimpin oleh Kepala BBWS Bengawan Solo,, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, Kepala Satuan Kerja (Satker) OP SDA, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA., dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan SDA IV, Yosi Mahendra Pramudianto S.T beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo.

Kepala BBWS Bengawan Solo,, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan bahwa progres pekerjaan Bendungan Pacal pada 17 November 2021 mencapai 75%. Bendungan Pacal usianya sudah tua dan sudah dimanfaatkan sejak tahun 1933, sehingga sudah saatnya mendapatkan perhatian khusus.

“Lingkup Pekerjaan Rehabilitasi Bendungan Pacal yakni pembangunan spillway. Pekerjaan ini cukup lama karena dibangun spillway baru, untuk menggantikan spillway yang rusak sejak 2014” katanya.
Agus Rudyanto berpesan agar dalam pelaksanaan paket pekerjaan Rehabilitasi Bendungan Pacal dikerjakan sesuai dengan targetnya.

“Semoga hasil pekerjaan memenuhi kualitas, kuantitas, dan sesuai dengan spesifikasinya. Namun, yang paling penting adalah fungsi infrastruktur yang ada dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat sekitar. Potensi air Bendungan Pacal nantinya akan mengairi Bendung Klepek, Bendung Makuris, Bendung Kerjo yang berada di Kabupaten Bojonegoro,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Agus juga mengingatkan para penyedia jasa untuk fokus bekerja sesuai kontrak. Diharapkan semua pekerjaan berjalan lancar tanpa ada gangguan atau hambatan. “Faktor cuaca dan kondisi alam juga harus dipertimbangkan. Selain itu, program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) juga harus diperhatikan” katanya.

Sebagai informasi, Bendungan Pacal yang terletak di Kecamatan Temayang tersebut memiliki tipe urugan batu dengan membran beton. Tinggi maksimal bendungan yakni 35 meter dan lebar puncak 7 meter. Bendungan Pacal menjadi sumber air bagi daerah irigasi (DI) Pacal dengan luasan baku sawah 16.688 Ha. (BBWSBS/Tamara)

Monitoring Progres Penanganan Longsor Kali Gandong di Kabupaten Magetan Jawa Timur

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan Penanganan Longsor Kali Gandong di Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada Selasa, (10/08/2021). Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo melakukan kegiatan monitoring tersebut dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Sebagai informasi, Kali Gandong merupakan sungai yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Gandong yang bagian hulunya merupakan Gunung Lawu dan hilirnya terletak di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Luas DAS Kali Gandong adalah 158.05 km2. Pada tanggal 21 Januari 2021 telah terjadi banjir di Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur yang menyebabkan longsoran Tebing Sungai Gandong.

Berkaitan dengan kejadian banjir tersebut, ditemukan 3 lokasi longsor yang memerlukan penanganan di sepanjang Kali Gandong di Kabupaten Magetan yakni di Jalan Thamrin, Belakang Masjid Agung Magetan dan di Makam Ki Mageti. BBWS Bengawan Solo melakukan penanganan di tiga titik longsor Kali Gandong tersebut.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech meminta agar penanganan longsor Kali Gandong segera dilakukan untuk meminimalisir efek yang terjadi di musim hujan. “Dimohon agar pekerjaan ini segera dikejar sebelum musim hujan datang. Hal tersebut untuk meminimalisir efek yang terjadi di musim hujan karena tebing Kali Gandong rawan longsor,” paparnya.

Diketahui progres pekerjaan Penanganan Longsor Kali Gandong Kabupaten Magetan sudah mencapai 53,05% pada 9 Agustus 2021. Sedangkan rencana pekerjaan memiliki target sebesar 55,96% pada 9 Agustus 2021. (BBWSBS/Fira)

Monitoring Proyek Pembangunan Bendungan Gongseng di Bojonegoro

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan monitoring proyek pembangunan Bendungan di Bojonegoro, Rabu (05/05/2021). Monitoring tersebut dilakukan di lokasi pembangunan Bendungan Gongseng yang berada di wilayah kerja BBWS Bengawan Solo.

Kegiatan monitoring di Bendungan Gongseng dipimpin Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech Kepala Bidang Operasi (OP) dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA), Sri Wahyu Kusumastuti, ST. M.Si, Kepala Satuan Kerja (Satker) OP SDA, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA., dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan SDA IV, Antonius Suryono, SH, MMT.

Disebutkan oleh Agus Rudyanto bahwa kegiatan monitoring Bendungan Gongseng diadakan dalam rangka pengecekan lapangan. “Kegiatan lapangan kunjungan kerja di Wilayah Jawa Timur di Bendungan Gongseng dengan harapan pembangunan Bendungan Gongseng dapat berjalan efektif, tentunya dengan kerjasama dari berbagai pihak terkait.,” paparnya.

Dari kunjungan tersebut diketahui rincian laporan mingguan. Adapun progress proyek pembangunan Bendungan Gongseng terhadap keseluruhan mencapai 88,55%. Sebagai informasi, Bendungan Gongseng, berada di Desa Kedungsari Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro yang dibangun pada tahun 2014. Tipe Bendungan berupa urugan batu dengan inti.

Bendungan yang dibangun dengan tinggi total 34 meter tersebut akan menyediakan air baku sebesar 300 liter/detik. Selain itu, juga akan meningkatkan intensitas tanam sebesar 250%. Tidak hanya sebagai pengendali banjir, yang dapat mereduksi hingga 133,21 m3/ detik, bendungan tersebut dapat mendukung pengembangan di sektor pariwisata.

Pembangunan Bendungan Gongseng sangat diperlukan dalam rangka pengembangan insfrastruktur irigasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan penyediaan air baku di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Selain itu, Bendungan Gongseng memiliki beberapa manfaat lain dalam rangka pengelolaan SDA berkelanjutan dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (BBWS/Fira)

Monitoring Proyek Rehabilitasi Bendungan Pacal di Bojonegoro

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melaksanakan kegiatan monitoring di Bendungan Pacal di Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (05/05/2021).. Kegiatan monitoring Bendungan Pacal tersebut terkait dengan kegiatan safari lapangan di wilayah Bojonegoro.

Kunjungan kerja tersebut dipimpin oleh Kepala BBWSBS,, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech Kepala Bidang Operasi (OP) dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA), Sri Wahyu Kusumastuti, ST. M.Si, Kepala Satuan Kerja (Satker) OP SDA, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA., dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan SDA IV, Antonius Suryono, SH, MMT.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menyampaikan paparan kegiatan serta motivasi kepada pekerja terhadap rehabilitasi di Bendungan Pacal. “Bendungan Pacal usianya sudah tua dan sudah dimanfaatkan sejak tahun 1933, sehingga sudah saatnya mendapatkan perhatian khusus. Masalah geologi menjadi hal yang perlu diperhartikan dalam pekerjaan rehabilitasi Bendungan Pacal. Semoga hasil pekerjaan memenuhi kualitas, kuantitas, dan sesuai dengan spesifikasinya. Namun, yang paling penting adalah fungsi infrastruktur yang ada dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat sekitar,” paparnya.

Dari kunjungan tersebut diketahui rincian kegiatan realisasi pekerjaan Bendungan Pacal sampai dengan 30 April 2021 mencapai 6,50%. Sedangkan rencana pekerjaan hingga 30 Mei 2021 memiliki target sebesar 13,285%.

Sebagai informasi, Bendungan Pacal yang terletak di Kecamatan Temayang tersebut memiliki tipe urugan batu dengan membran beton di udik. Tinggi maksimal bendungan yakni 35 meter dan lebar puncak 7 meter. Bendungan Pacal menjadi sumber air bagi daerah irigasi (DI) Pacal dengan luasan baku sawah 16.688 Ha. (Fira/BBWSBS).

BBWSBS Melakukan Uji Sampel Air Sungai Bengawan Solo di Sukoharjo

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, didampingi Forum Jogo Kali Bengawan (Jokalibe) dan Perum Jasa Tirta (PJT) menerjunkan tim untuk mengambil sampel air yang diduga tercemar limbah dari pipa milik PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo. Sampel air itu akan diuji untuk mengetahui polutan apa yang mencemari sehingga berbau. Kegiatan ini digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

BBWS Bengawan Solo memiliki tugas pokok untuk melaksanakan pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) di wilayah sungai yang meliputi perencanaan, pelaksanaan konstruksi, operasi dan pemeliharaan dalam rangka konservasi sekaligus pendayagunaan sumber daya air serta pengendalian daya rusak air pada sungai, pantai, bendungan, danau, situ, embung, irigasi, rawa, tambak, air tanah, air baku dan tampungan air lainnya serta pengelolaan drainase utama perkotaan. Sedangkan untuk masalah pengendalian pencemaran air menjadi wewenang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL).

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Wahyana ST, MT., mengatakan kegiatan ini dalam rangka memeriksa sekaligus mengambil beberapa sampel air. Sampel itu akan diuji laboratorium untuk mengetahui material polutan dan tingkat pencemarannya.

“Kami juga mengidentifikasi faktor cemaran lainnya yang ada di sekitar sungai Bengawan Solo,” kata dia Kamis, (29/4/2021) disela sela monitoring.

Ia belum bisa memastikan kapan hasil uji sampel air itu keluar. Ia dan tim masih memverifikasi dan menguji material cemaran di sekitar sungai warga yang terpapar limbah. Selain itu membandingkan sampel air dari tepi Sungai Bengawan Solo.

“Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup [DLH] Kabupaten Sukoharjo soal pemeriksaan air yang tercemar di Nguter, Sukoharjo. Kami dari BBWS Bengawan Solo, memiliki tugas untuk mengelola sumber daya air di Badan Sungai Bengawan Solo, untuk terkait pencemaran limbah ini merupakan wewenang dari DLH kabupaten setempat,” ujarnya.

BBWS Bengawan Solo rutin melakukan pengecekan kualitas air di 30 titik lokasi di sepanjang Sungai Bengawan Solo untuk meminimalisir terjadinya pencermaran.

Sebelumnya BBWS Bengawan Solo menerima audensi dari perwakilan warga Sukoharjo. Mereka mengeluh selama ini, limbah kegiatan produksi di PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo mengalir ke sungai kecil menuju Sungai Bengawan Solo. (BBWSBS/Tamara)

Keliling pembangunan Bendungan di BBWS Bengawan Solo

Tim BBWS Bengawan Solo melakukan monitoring dan evaluasi pembangunan Bendungan, Senin (14/10/2019).

Terdiri dari Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal, A Manu, M.Si, PPK Bendungan III Yoga Darmawan Diparindra, ST, MT dan PPK Danau, Situ dan Embung Abdul Mahmud, ST, MT bersama dengan Tim Pemantauan dan Evaluasi Proyek Strategis Nasional (TPEPSN) yaitu Ir. Widagdo Dipl.HE, Ir. Hartoyo Supriyanto, M.Eng, Ir. Isprasetya Basuki, MSc, DR. Ir. Djajamurni Wargadalam, MSc., Ir. Mudjiadi, MSc dan Riyan Syahrulli.

Tim berkesempatan mengunjungi Bendungan Pidekso di Wonogiri dan Bendungan Tukul di Pacitan. Hari ini rombongan mengunjungi Bendungan Gongseng dan Bendungan Bendo di Kabupaten Ponorogo.

Pada kesempatan tersebut Ir. Charisal memberikan masukan dan arahan kepada pelaksana proyek agar sesuai dengan aturan yang sudah disepakati bersama dengan metode pekerjaan yang baik sehingga bisa dipastikan pekerjaan akan mencapai hasil yang optimal (BBWSBS/sita).

Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan TPOP TA 2018

Monitoring dan evaluasi pelaksanaan TPOP TA 2018 dan rencana kegiatan 2019 diadakan sebagai amanat dari Peraturan Menteri PU-PR Nomor 11/PRT/M/2017 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 15/PRT/M/2011 tentang pedoman pelaksanaan kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan dilaksanakan melalui Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.

Sehubungan hal tersebut, demi pelaksanaan TPOP yang maksimal Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo mengadakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan TPOP 2018 dan Rencana Kegiatan 2019, Rabu (31/10/2018).

Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah monitoring agar dapat diketahui apakah pelaksanaan kegiatan sesuai atau tidak sesuai dengan rencana sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikan atau preventif jika diperlukan. Serta evaluasi agar dapat diketahui taraf pencapaian tujuan dari kegiatan sehingga dapat diambil suatu keputusan atau kebijakan lebih lanjut mengenai program tersebut.

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Satker TPOP, UPT PSDA Madiun, UPT PSDA Bojonegoro, Kasi Perencanaan OP BBWS Bengawan Solo, dan Kepala Divisi ASA III PJT I Bengawan Solo(BBWSBS/charis).

Monitoring Penilaian Kinerja dan Sosialisasi Kode Etik Pegawai

Pada hari Selasa, 23 Oktober 2018 BBWS Bengawan Solo mengadakan Sosialisasi terkait PerMen No. 07/PRT/M/2017 tentang Kode Etik dan Kode Perilaku Pegawai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Acara tersebut diadakan di Kantor Bojonegoro dan Babat, sedangkan untuk Kantor Madiun diadakan pada pagi hari ini Rabu, 24 Oktober 2018.

Sasaran dari acara tersebut adalah seluruh pegawai Kementerian Pekerjaan Umum dalam hal ini BBWS Bengawan Solo, mencakup baik PNS maupun Non PNS.

Tujuan dari adanya sosialisasi tersebut adalah untuk mengatur perilaku pegawai dalam ramgka mewujudkan birokrasi yang berintegritas, berkinerja tinggi dan profesional. Paparan disampaikan oleh Kasubbag Kepegawaian Supriyanta, SE, M.Si.

Selain terkait Permen 07/PRT/M/2017, Supriyanta juga menjelaskan mengenai insan PUPR untuk mewujudkan Visium Kementerian PUPR Tahun 2030 yang disingkat iPROVE yaitu Integritas, Profesional, Orientasi Misi, Visioner dan Etika-Akhlakul Karimah.

Semoga apa yang menjadi visi misi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam hal ini kode etik pegawai dan jati diri insan PUPR dapat tercapai di tahun-tahun mendatang (BBWSBS/ika).

Rapat Koordinasi Bulan September

Madiun, 3 September 2018 Diawali dengan makan siang bersama, Seluruh pejabat eselon dan kesatkeran Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) bulanan yang rutin diselenggarakan setiap bulan di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Madiun. Rakor dipimpin oleh Sri Wahyu Kusumastuti, S.T, M.Si selaku Kepala Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Bengawan Solo. Rakor kali ini merupakan refleksi bulan Agustus dimana sebentar lagi diperkirakan akan memasuki musim penghujan.

Rakor diawali dengan presentasi seluruh bidang yang meliputi progres pekerjaan yang dikerjakan, kendala yang dihadapi dan solusi jangka pendek serta jangka panjang yang bisa dilakukan. Tujuan dari diadakannya Rakor adalah sebagai tindak lanjut program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang seluruh pekerjaan di BBWS Bengawan Solo, juga merekap permasalahan dan kendala dalam pelaksanaan anggaran tahun 2018 dan perencanaan tahun 2019 ditingkat Satker di BBWS Bengawan Solo.

Dalam kesempatan kali ini Ir. Charisal A. Manu M.Si selaku Kepala Balai berpesan agar administrasi pertanggungjawaban kegiatan harus terus diperbaiki jangan sampai ada maladministrasi, pencermatan dalam laporan anggaran agar tidak terjadi pagu (minus), seluruh ppk wajib membuat report mingguan agar saat rakor selanjutnya dapat dipresentasikan progress-progresnya.

“Saya nggak mau bulan depan kayak gini lagi, kita harus sadar diri kalau tahun lalu kita masuk daftar yang buruk, target kita masih dibawah loh. Masih ada waktu 3 bulan untuk memperbaiki ini semua” Katanya dengan tegas.

Rakor bulanan merupakan pertemuan intensive yang dapat menjadi ajang tatap muka dan diskusi langsung terkait seluruh progres pekerjaan. Di ujung Rakor kali ini seluruh peserta akan berjanji akan meningkatkan progress pekerjaanya sesuai target masing-masing. Jadi, kita tunggu saja nanti di Rakor selanjutnya! (DATINBBWSBS/sita)