/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Penandatanganan Kontrak Penanganan Banjir Sungai di Pacitan

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar acara Penandatanganan Kontrak Penanganan Banjir Sungai Asem Gandok, Grindulu, dan Anak Sungainya di Pacitan di Kantor BBWSBS di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (03/03/2021). Acara penandatanganan tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Penandatanganan paket pekerjaan dengan nilai kontrak sebesar Rp9.520.000.113 tersebut dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai (Supan) I, Yuhanes Widi Nugroho, S.T., dengan perwakilan penyedia jasa dari PT. Cahaya Agung Perdana Karya, yang disaksikan oleh jajaran pejabat dan staf BBWSBS.
Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan bahwa selama pelaksanaan pekerjaan nantinya, diharapkan tetap mengutamakan keselamatan kerja. “Medan pengerjaan di Pacitan harus diwaspadai, apalagi saat musim penghujan, karena ketinggian airnya tidak bisa diprediksi. Kami berharap kepada PPK dan penyedia jasa selalu berkoordinasi dengan baik, sehingga dapat pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik dan sesuai dengan spesifikasinya,” pesannya.
“Semoga pelaksanaan pekerjaan yang utamanya perkuatan tebing sungai (revetment) ini, dapat memenuhi target yakni tepat mutu dan tepat waktu,” imbuh Kepala Bidang (Kabid) PJSA Bengawan Solo, Ir. Isgiyanto, M.T.
Penandatanganan kontrak paket pekerjaan bukanlah akhir dari suatu kemenangan untuk penyedia jasa, namun sebagai titik tolak awal dimulainya perjuangan yang lebih berat dan penuh tanggung jawab. Untuk itu, semua pihak terkait diharapkan dapat memahami dan mematuhi ketentuan-ketentuan dan dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai yang tertuang dalam kontrak. (BBWSBS/Ferri)

Menteri Basuki Tinjau P3TGAI di Pacitan

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), M. Basuki Hadimuljono, melaksanakan kunjungan kerja (kunker) dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di wilayah Pacitan, Jawa Timur, Minggu (14/02/2021). Kunker tersebut dalam rangka meninjau pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Desa Gayuhan dan Karangrejo di Kecamatan Arjosari.

Secara umum P3TGAI adalah program perbaikan, rehabilitasi atau peningkatan jaringan irigasi yang berbasis peran serta masyarakat petani. Untuk pekerjaan P3TGAI di Kecamatan Arjosari tersebut meliputi peningkatan jaringan irigasi pada saluran tersier dengan jenis konstruksi berupa pasangan batu kali sepanjang 780 meter untuk Desa Karangrejo dan sepanjang 752 meter untuk Desa Gayuhan.

Menteri PUPR, M. Basuki Hadimuljono disela kegiatan mengatakan, program Padat Karya Tunai (PKT) Kementerian PUPR dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana dan tidak membutuhkan teknologi. Sehingga diharapkan manfaatnya dapat langsung memberikan kontribusi pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT ini, juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke pelosok desa sehingga dapat langsung diterima oleh rakyat,” terangnya.

Warga Gayuhan, Kayati, mengatakan dirinya terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) pada tempat kerja sebelumnya akibat pandemi Covid-19. “Dengan adanya P3TGAI ini kami merasa terbantu, karena proyek ini juga melibatkan perempuan, sehingga dapat membantu menambah penghasilan untuk keluarga,” ujarnya.

Adapun untuk program infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) yang dilaksanakan dengan skema PKT dialokasikan anggaran sebesar Rp 3,23 triliun yang dilaksanakan oleh seluruh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS/BWS), dibawah Direktorat Jenderal (Ditjen) SDA, Kementerian PUPR yang tersebar di 34 Provinsi. (BBWSBS/Ferri)

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan

Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Tukul Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti, Minggu (14/02/2021).

Hadir dalam acara peresmian tersebut diantaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Pacitan Indartato.

Jokowi mengatakan bahwa bendungan ini sekali lagi memiliki peran yang sangat penting untuk pengendalian banjir, untuk mengairi sawah, air irigasi, dan juga penyediaan air baku kurang lebih 300 liter per detik, dan tentu saja ini adalah untuk warga Pacitan dengan kapasitas tampung 8,68 juta meter kubik.

Selain itu, sambung Jokowi, Bendungan ini bisa memberikan manfaat yang sangat besar, yaitu mengairi 600 hektare sawah, sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman, dari biasanya satu kali tanam padi dan satu kali tanam palawija menjadi dua kali tanam padi dan satu kali tanam palawija. InsyaAllah ini nanti sudah bisa dilihat dan dilakukan.

“Saya harapkan dengan berfungsinya Bendungan Tukul di Pacitan ini akan menjadi infrastruktur yang penting, memperkuat ketahanan pangan, dan memperkuat ketahanan air,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam laporannya kepada Presiden menjelaskan bahwa kehadiran Bendungan Tukul tersebut sangat penting artinya bagi peningkatan lebih lanjut sektor pertanian Jawa Timur. Berdasarkan angka sementara dari BPS, produksi padi di Jawa Timur pada 2020 lalu tertinggi dari seluruh provinsi di Indonesia dengan tingkat kontribusi nasional sebesar 18,17 persen dengan 5,76 juta ton beras.

“Semoga Bendungan Tukul ini menjadi infrastruktur untuk penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Pacitan, karena bisa menyuplai irigasi 600 hektare, air baku 300 liter per detik, dan potensi energi listrik untuk wisata dan konservasi,” katanya.

Untuk diketahui Bendungan Tukul dibangun di lahan seluas 44,81 ha, tepatnya di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, tak hanya sebagai irigasi dan menjadi sumber air baku sebesar 300 liter/detik, Bendungan Tukul dibangun dengan tipe urugan random dan Zonal Inti Tegak, yang memiliki kapasitas tampungan total sebesar 8,68 juta meter kunik dan dapat menjadi penggerak PLTA Mikrohidro sebesar 2 x 132 KW. Selain itu juga dapat mereduksi banjir hingga 44,86 meter kubik/detik(bbwsbs/charis).

Kesuksesan P3TGAI Wilayah Madiun Tahun 2020

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyelenggarakan Serah Terima Program Percepatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Wilayah Madiun Tahap I dan Tahap II sekaligus Evaluasi Pelaksanakaan Kegiatan P3TGAI di Wilayah Madiun pada tahun 2020, Kamis-Jumat (10-11/12/2020).

Hari ini merupakan penutupan P3TGAI Wilayah Madiun Tahun 2020 yang dihadiri oleh Tim Pelaksana Balai dari Dinas, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Kepala Desa Penerima P3TGAI Tahap I dan Tahap II di Wilayah Madiun.

Dr. Ir. Agus Rudyanto M.Tech selaku Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dalam arahannya menyampaikan bahwa pekerjaan fisik yang telah terselesaikan diharapkan berfungsi secara optimal sehingga bisa meningkatkan produktivitas dari petani di Desa penerima. Pada kesempatan ini kami menitipkan bangunan yang telah dilaksanakan agar dipelihara oleh Petani Pemakai Air (P3A) agar hasil pertanian yang diperoleh semakin meningkat dan menyejahterakan masyarakat sekitar.

PPK OP SDA III Aditya Sidiq Waskito, ST, M.Si, M.Sc menyampaikan bahwa P3TGAI di Wilayah Madiun pada Tahun 2020 telah berhasil dilaksanakan di 224 desa yang terbagi menjadi 2 tahapan yaitu Tahap I dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli dengan total 66 Desa dan Tahap II dilaksanakan pada bulan September dengan total 158 Desa yang telah selesai baik pekerjaan fisik maupun administrative.

224 Desa Penerima P3TGAI di Wilayah Madiun Tahun 2020 terdiri dari 28 Desa di Kabupaten Pacitan, 64 Desa di Kabupaten Ponorogo, 22 Desa di Kabupaten Ngawi, 23 Desa di Kabupaten Magetan dan 87 desa di Kabupaten Madiun.

Dalam acara ini dilaksanakan serah terima P3TGAI Wilayah Madiun Tahun 2020 yang dilaksanakan secara berjenjang. Dimulai dari Perwakilan Petani Pemakai Air (P3A) menyerahkan kepada PPK OP SDA III Aditya Sidiq Waskito, ST, M.Si, M.Sc menyerahkan kepada Kepala Satker OP SDA Surendro Andi Wibowo ST, MPSDA yang kemduian diserahkan kepada Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto M.Tech yang kemudian diserahkan kepada perwakilan Kepala Desa Penerima P3TGAI.

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam P3TGAI Wilayah Madiun Tahun 2020 di masa pandemic Covid-19. Diharapkan pelaksanaan P3TGAI Wilayah Madiun dapat terus lebih baik dikemudian hari (bbwsbs/sita).

Koordinasi Penyusunan Rekomtek SDA di Pacitan

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kantor Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Rabu (25/11/2020). Kunker tersebut dalam rangka koordinasi terkait rekomendasi teknis (rekomtek) untuk pengambilan komoditas tambang di wilayah kerja BBWSBS yakni Sungai Grindulu yang dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dasar hukum yang digunakan dalam penyusunan rekomtek untuk kegiatan pertambangan di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) SDA, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), antara lain Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara; Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 01/PRT/M/2016 tentang Tata Cara Perizinan Pengusahaan Sumber Daya Air dan Penggunaan Sumber Daya Air; Surat Edaran Direktur Jenderal Sumber Daya Air Nomor: 12A/SE/D/2016 tentang Prosedur Penyusunan Rekomendasi Teknis Perizinan Pengusahaan Sumber Daya Air dan Penggunaan Sumber Daya Air di Direktorat Jenderal Sumber Daya Air; Surat Edaran Direktur Jenderal Sumber Daya Air Nomor: 12B/SE/D/2016 tentang Prosedur Pelayanan Perizinan Pengusahaan Sumber Daya Air dan Penggunaan Sumber Daya Air; Surat Keputusan Dirjen Pengairan No. 176 Tahun 1987 tentang Petunjuk Pelaksanaan Ketentuan Pengamanan Sungai dalam Hubungan dengan Penambangan Galian C di Sungai.

“Rekomtek merupakan persyaratan teknis yang harus dipenuhi dalam pemberian izin, sekaligus menjadi komitmen bersama yang harus dimengerti oleh masyarakat. Oleh karena itu, semua yang berkepentingan dalam penggunaan air nantinya dapat mengelola sumber daya air (SDA) dengan benar,” pesan Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., selaku Kepala BBWSBS dalam sambutannya.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, S.T., M.Si., turut menambahkan bahwa instrumen pengendali dalam pengelolaan sungai, salah satu kuncinya ada pada verifikasi, yaitu memeriksa kesesuaian antara permohonan izin dan rekomtek serta kelayakan dalam penerbitan izin.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Dr. Ir. Heru Wiwoho S.P., M.Si., juga menyampaikan dengan adanya rekomtek yang akurat bagi pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha dalam rangka perizinan pengusahaan dan penggunaan SDA, tentunya akan mendukung sebuah proyek. “Harapan kami melalui koordinasi, aturan yang diterbitkan dari berbagai pihak terkait akan jelas dari segi aspeknya. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk pembangunan yang berkelanjutan,” tutupnya. (BBWSBS/Ferri)

Persiapan Impounding Bendungan Tukul

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melaksanakan acara Sosialisasi Penggenangan Bendungan Tukul di Ruang Rapat Kantor Bupati, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Kamis (10/09/2020).

Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Bengawan Solo Ir. Isgiyanto, MT, mewakili Kepala BBWS Bengawan Solo menyampaikan bahwa pengelolaan sumber daya air di Indonesia menghadapi permasalahan yang kompleks sehubungan dengan multi-fungsi air dari sisi sosial-budaya, ekonomi dan lingkungan, yang masing-masing dapat saling bertentangan. Pemanfaatan air baik guna pemenuhan hajat hidup masyarakat, guna mendukung roda perekonomian dan pertumbuhan industri, pariwisata dan lain sebagainya, telah memberikan tekanan yang besar terhadap lingkungan dalam hal ketersediaan sumber daya air yang terbarukan dan berkelanjutan.

“Oleh karena itu, penyediaan infrastruktur skala besar seperti bendungan merupakan salah satu bentuk implementasi konservasi dan pendayagunaan SDA yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,”jelasnya.

Dony Faturochman S., ST, MT selaku Kepala SNVT Pembangunan Bendungan Bengawan Solo menjelaskan Bendungan Tukul sendiri terletak di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan ini pekerjaanya telah memasuki tahap akhir pekerjaan konstruksi sehingga diperlukan pengisian awal bendungan sebagai salah satu persyaratan pengoperasian bendungan. Bendungan Tukul direncanakan memiliki manfaat untuk dapat memenuhi kebutuhan irigasi seluas 600 Ha, penyediaan air baku sebesar 300 liter/detik, dan potensi energi listrik sebesar 2 x 132 kW.

“Pengisian awal sebuah Bendungan yang baru selesai dibangun merupakan suatu fase yang sangat penting dan perlu diketahui oleh seluruh pihak yang berkepentingan didalamnya, khususnya Pemerintah Daerah. Sehingga dalam implementasinya diperlukan dukungan dan kerjasama banyak pihak, yakni para pemangku kepentingan dan instansi terkait lainnya agar pengisian air bendungan bisa berjalan lancar dan aman,”sambung Doni.

Bupati Pacitan Drs. Indartato, MM menyampaikan banyak terimakasih kepada BBWS Bengawan Solo atas dibangunnya Bendungan Tukul ini, segingga diharapkan masyarakat Kabupaten Pacitan bisa menikmati manfaatnya, khususnya warga Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari. “sehingga harus terus dilakukan komunikasi dan koordinasi agar kegiatan ini berjalan dengan lancar,”tutupnya(bbwsbs/kharis).

Kepala Balai Tinjau Bendungan Tukul dan Bendungan Bendo di Jawa Timur

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., melaksanakan kunjungan lapangan di wilayah Jawa Timur, yakni Kabupaten Pacitan dan Ponorogo, pada Sabtu (13/06/2020). Pada kesempatan kali ini, Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, Bambang, S.E., S.T., M.T., PPK Bendungan I, Andi Arwik, S.T., M.Sc., PPK Bendungan II, R. Panji Satrio, S.T., M.T., MDM., PPK Bendungan III, Yoga Darmawan Diparindra, S.T., M.T., beserta rombongan meninjau beberapa lokasi pekerjaan.

Lokasi pertama, yakni proyek pengerjaan Bendungan Tukul di Pacitan. Bendungan yang dibangun di lahan seluas 44,81 ha, tepatnya di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan tersebut, sekaligus berfungsi sebagai konservasi lahan. Bendungan Tukul, nantinya akan mengairi sekitar 600 ha lahan persawahan serta menjadi sumber air baku yang ditargetkan selesai pembangunannya pada akhir tahun 2020 mendatang.

Monitoring dan evaluasi proyek, dilanjutkan ke Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Kepala BBWS Bengawan Solo beserta rombongan juga melakukan rapat internal di area proyek untuk rencana percepatan pengerjaan proyek Bendungan Bendo. Bendungan yang dibangun dengan tinggi 71 meter tersebut akan membendung Sungai Keyang, yakni anak Sungai Bengawan Madiun yang juga merupakan anak Sungai Bengawan Solo.

Bendungan Bendo juga dirancang mampu menampung air sebesar 43,11 juta m3, dan bermanfaat sebagai sumber air baku domestik serta industri berkapasitas 790 liter per detik dengan komposisi 418 liter per detik untuk Kabupaten Madiun dan 372 liter per detik bagi Kabupaten Ponorogo. Selain itu, bendungan ini akan mereduksi banjir di Ponorogo dari 1.300 m3 per detik menjadi 490 m3 per detik sekaligus menjadi pembangkit tenaga listrik sebesar 1,56 megawatt.

“Saya berharap proyek pembangunan Bendungan Bendo, dapat segera terselesaikan dan bisa segera dinikmati manfaatnya oleh warga, utamanya untuk keperluan irigasi, penyedia air baku, dan pengendali banjir di Kota Ponorogo,” pesan Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. (BBWSBS/ Ferri)

PUPR Peduli di Wilayah Sungai Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan pembagian sembako kepada warga masyarakat yang terdampak lagsung bencana COVID19, Kamis (30/04/2020).

Di halaman kantor Pabelan, dilakasanakan pemberian simbolis kepada beberapa warga masyarakat disekitar kantor yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A, Manu M.Si. Hal serupa juga dilaksanakan serentak di kantor Madiun dan kantor Bojonegoro.

“Kita semua terdampak, ini adalah bencana dunia sehingga diharapkan kita bersama-sama saling menguatkan, semoga ini semua dapat bermanfaat untuk bapak ibu sekalian” Pesan Ir. Charisal.

Pembagian sembako diberikan kepada korban PHK, pemulung, warga miskin, janda miskin serta yatim piatu di Kabupaten Wonogiri, Klaten, Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo, Blora, Sragen, Pacitan, Ponorogo, Madiun, Bojonegoro, Lamongan dan Tuban.

Pembagian sembako dilaksanakan dengan menerapkan physical distancing, menggunakan masker dan tidak bersentuhan.

Bagi warga yang menerima sembako ini bantuan sederhana ini sangatlah berharga, teriring doa-doa baik dari semua yang menerima agar apa yang kita lakukan mendapat berkah dari Sang Pencipta, dan tentunya semoga bencana COVID19 ini segera selesai dan menjadi era baru yang lebih baik (bbwsbs/sita).

Bersama Bangun Pacitan

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menerima kunjungan dari Pemerintah Kabupaten Pacitan dan Komisi Pembangunan DPRD Kabupaten Pacitan, Jumat (31/01/2020).
Rapat di hadiri oleh Gagarin S.Sos selaku Wakil Ketua DPRD, Pujo Setya Hadi, ST selaku Ketua Komisi IV DPRD dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pacitan serta Pejabat Esselon dan Kesatekran BBWS Bengawan Solo.

Kunjungan Kerja DPRD Kabupaten Pacitan ini dimaksudkan untuk melakukan konsultasi dan koordinasi terkait rencana pembangunan Bendungan Wadah yang terletak di Desa Klepu, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan (bagian kiri) dan Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayan, Kabupaten Ponorogo (bagian kanan).

Ir. Charisal A, Manu M.Si dalam sambutannya menjelaskan bahwa BBWS Bengawan Solo akan mensupport segala kebutuhan air yang ada di Kabupaten Pacitan melalui infrastruktur yang sedang di bangun atau akan direncanakan seperti Bendungan Wadah misalnya, diharapkan pertemuan ini dapat menjadi sarana untuk berkomunikasi dan berdiskusi.

Dwi Agus Kuncoro, ST, MT,MM menjelaskan bahwa BBWS Bengawan Solo telah melakukan Studi Kelayakan (Feasibility Studi) pada tahun 2013, Detail Desain pada tahun 2014 dan Investigasi Tambahan pada tahun 2018 serta manfaat Bendungan Wadah di masa mendatang seperti irigasi seluas 725 ha, air baku sebesar 500 liter/detik dan listrik sebesar 2×2,1 mega watt.

Diharapkan diskusi hari ini dapat memberikan masukan dalam pembangunan pacitan dimasa depan (bbwsbs/sita).

Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan Bendungan

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui SNVT Pembangunan Bendungan menyelenggaraka Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan Bendungan, Senin (16/12/2019).

Dalam koordinasi dilaksanakan penandatanganan kontrak Pembangunan Bendungan Bendo (Lanjutan) di Kabupaten Ponorogo (Multi Years Contract) oleh PPK Bendungan I R. Panji Satrio ST, MT, MDM dan Penyedia Jasa Wijaya Karya, Hutama Karya, Nindya KSO dengan nilai kontrak sebesar Rp 315 M dan Konsultan Supervisi PT Raya Konsultan, PT Darma Denana Cipta Konsultan dan PT Indah Karya KSO dengan nilai kontrak sebesar Rp 5,8 M dan Pembangunan Bendungan Gongseng (Lanjutan) di Kabupaten Bojonegoro (Lanjutan) (Multi Years Contract) oleh PPK Bendungan I R. Panji Satrio ST, MT, MDM dan Penyedia Jasa PT Hutama Karya dengan nilai kontrak sebesar Rp 150 M dan Konsultan Supervisi PT Innako Internasional Konsulindo KSO, PT Tuah Agung Anugerah dan PT Hilmi Anugerah dengan nilai kontrak sebesar Rp 5,9 M serta Pembangunan Bendungan Tukul (lanjutan) di Kabupaten Pacitan (Multi Years Contract) oleh PPK Bendungan III Yoga Darmawan Diparindra, ST dan Penyedia Jasa PT Brantas Abipraya dengan nilai kontrak sebesar Rp 268 M dan Konsultan Supervisi PT Mettana, PT Anugerah Krida Pradana dan PT Bina Karya dengan nilai kontrak Rp 7,4 M.

Dalam arahannya Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A Manu M.Si menyampaikan agar selama pembangunan bekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku dan aspek teknis secara teliti sehingga menghasilkan hasil yang baik.

Dalam koordinasi ini juga disampaikan materi tentang SE Menteri PUPR No 15 tahun 2019 tentang Tata Cara Penjaminan dan Pengendalian Mutu Pekerjaan Konstruksi di Kementerian PUPR oleh Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Ir. Isgiyanto, MT.