/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

P3TGAI Hidupkan Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Infrastruktur SDA

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo bersama staff meninjau lokasi Program Percepatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Dusun Jajar, Desa Sukosewu, Kecamatan Sukoseweu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (05/05/2021).

P3TGAI di lokasi ini dikerjakan oleh 15 orang dan saat ini Progres Fisik nya telah mencapai 23%. Pekerjaan yang telah dilaksanakan adalah galian tanah sedalam 120 m, pasangan batu 120 m dan plesteran 50 m. Dengan Pola Tanam Padi Padi Palawija yang dapat menghasilkan produksi 7 Ton/Ha para petani sangat antusias terhadap Program P3TGAI.

Dalam kesempatan ini Kepala BBWS Bengawan Solo berkesempatan berinteraksi langsung dengan Petani yang mengerjakan P3TGAI di saluran sepanjang 280 meter ini. Ia berpesan agar semua dapat terus bekerja dengan baik sampai saluran ini jadi dan nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat petani.

“Ayo terus semangat sampai saluran ini jadi agar nanti dapat menjadi teman baik dalam melakukan usaha tani!” Pesan Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech dengan penuh suka cita.

P3TGAI merupakan Program Padat Karya Tunai (Cash for Work) yang melibatkan partisipasi langsung dari masyarakat khususnya petani. sehingga masyarakat dapat semakin guyup rukun dalam melaksanakan kegiatan usahatani sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian (bbwsbs/sita).

Sambut Baik Kesuksesan P3TGAI Tahun 2020 di Kabupaten Magetan

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyelenggarakan Evaluasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun 2020 Di Wilayah Magetan, Kamis (10/12/2020).

Dr. Ir. Agus Rudyanto M.Tech dalam sambutannya menyampaikan bahwa P3TGAI di Kabupaten Magetan pada tahun 2020 telah berhasil dilaksanakan di 23 Desa yang diharapkan mampu menyejahterakan petani dan masyarakat di sekitarnya.

Evaluasi P3TGAI Wilayah Magetan hari ini dihadiri oleh oleh Tim Pelaksana Balai dari Dinas, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Kepala Desa Penerima P3TGAI.

Turut hadir Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Magetan Muktar Wakid S, ST, MT yang dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah melaksanakan kegiatan P3TGAI di wilayah Magetan dengan baik, kami berharap agar program ini dapat terus berjalan dan lebih baik dikemudian hari.

P3TGAI di Wilayah Kabupaten Magetan juga mendapat sambutan hangat dari Dr. H Gatot Sudjito M.Si selaku Komisi V DPR RI yang hari ini hadir di acara Evaluasi P3TGAI Wilayah Magetan, Beliau menyampaikan bahwa P3TGAI adalah perjalanan, dengan selesainya program ini pada tahun 2020 semoga dapat menjadi pelajaran baru untuk menjaga agar semua yang telah dibangun dapat berjalan secara optimal.

Keberhasilan P3TGAI telah banyak mendapat apresiasi yang positif dari masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang. Program yang bertajuk Padat Karya Tunai ini tak hanya memakmurkan secara ekonomis tetapi juga melibatkan hubungan social yang baik dan tentunya meningkatkan kesejahteraan petani. Semoga P3TGAI terus sukses diberbagai wilayah! (bbwsbs/sita).

Kesuksesan P3TGAI Wilayah Madiun Tahun 2020

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyelenggarakan Serah Terima Program Percepatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Wilayah Madiun Tahap I dan Tahap II sekaligus Evaluasi Pelaksanakaan Kegiatan P3TGAI di Wilayah Madiun pada tahun 2020, Kamis-Jumat (10-11/12/2020).

Hari ini merupakan penutupan P3TGAI Wilayah Madiun Tahun 2020 yang dihadiri oleh Tim Pelaksana Balai dari Dinas, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Kepala Desa Penerima P3TGAI Tahap I dan Tahap II di Wilayah Madiun.

Dr. Ir. Agus Rudyanto M.Tech selaku Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dalam arahannya menyampaikan bahwa pekerjaan fisik yang telah terselesaikan diharapkan berfungsi secara optimal sehingga bisa meningkatkan produktivitas dari petani di Desa penerima. Pada kesempatan ini kami menitipkan bangunan yang telah dilaksanakan agar dipelihara oleh Petani Pemakai Air (P3A) agar hasil pertanian yang diperoleh semakin meningkat dan menyejahterakan masyarakat sekitar.

PPK OP SDA III Aditya Sidiq Waskito, ST, M.Si, M.Sc menyampaikan bahwa P3TGAI di Wilayah Madiun pada Tahun 2020 telah berhasil dilaksanakan di 224 desa yang terbagi menjadi 2 tahapan yaitu Tahap I dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli dengan total 66 Desa dan Tahap II dilaksanakan pada bulan September dengan total 158 Desa yang telah selesai baik pekerjaan fisik maupun administrative.

224 Desa Penerima P3TGAI di Wilayah Madiun Tahun 2020 terdiri dari 28 Desa di Kabupaten Pacitan, 64 Desa di Kabupaten Ponorogo, 22 Desa di Kabupaten Ngawi, 23 Desa di Kabupaten Magetan dan 87 desa di Kabupaten Madiun.

Dalam acara ini dilaksanakan serah terima P3TGAI Wilayah Madiun Tahun 2020 yang dilaksanakan secara berjenjang. Dimulai dari Perwakilan Petani Pemakai Air (P3A) menyerahkan kepada PPK OP SDA III Aditya Sidiq Waskito, ST, M.Si, M.Sc menyerahkan kepada Kepala Satker OP SDA Surendro Andi Wibowo ST, MPSDA yang kemduian diserahkan kepada Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto M.Tech yang kemudian diserahkan kepada perwakilan Kepala Desa Penerima P3TGAI.

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam P3TGAI Wilayah Madiun Tahun 2020 di masa pandemic Covid-19. Diharapkan pelaksanaan P3TGAI Wilayah Madiun dapat terus lebih baik dikemudian hari (bbwsbs/sita).

Pelatihan IPDMIP Tahun 2020

Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) merupakan program pemerintah dibidang Irigasi yang bertujuan untuk mencapai keberlanjutan sistem irigasi, baik Irigasi kewenangan Pusat, kewenangan Provinsi maupun kewenangan Kabupaten. Berlatarbelakang hal tersebut, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyelenggarakan Pelatihan Bagi Staff Pemerintah (Pelatihan O&P Partisipatif), Kamis-Jumat (26-27/11/2020).

Pelatihan ini diikuti oleh Bappeda Provinsi Jawa Timur, Bappeda, Dinas PU SDA dan Dinas Pertanian dari Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban dan Kabupaten Lamongan, serta Unit Irigasi BBWS Bengawan Solo.

Dalam arahannya Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech menyampaikan bahwa Program IPDMIP merupakan implementasi pelaksanaan kebijakan pengelolaan irigasi baru dan akan dilaksanakan dengan pola penyelenggaraan melalui Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi Partisipatif (PPSIP), sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 17 tahun 2019, UU No. 32 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta PP No 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten atau Kota.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sri Wahyu Kusumastuti ST, M.Si menyampaikan materi tentang Kebijakan Operasi dan Pemeliharaan dalam Pengelolaan Irigasi sesuai Permen PUPR No 12/PRT/M2015 dan Kepala Bidang Pelaksanaan Pemanfaatan Sumber Air Heriantono Waluyadi ST, MT memberikan materi tentang Surat Edaran Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR No 03/SE/D/2020 tentang Pedoman Persiapan Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi.

Peserta dalam pelatihan ini diberikan keterampilan dalam Penyusunan Rencana Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi (RP2I) dan Tutorial Aplikasi Eletronik Pengelolaan Aset dan Kinerja Sistem Irigasi (E-PAKSI) dan Aplikasi Sistem Manajemen Operasi dan Pemeliharaan Irigasi (SMOPI).

Dalam pelatihan ini dilakukan diskusi tentang Kebijakan Kelembagaan Pengelolaan Irigasi yang disampaikan oleh Bappeda Provinsi Jawa Timur, Pemberdayaan Petani Pemakai Air (P3A) yang diarahkan oleh Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur serta Manajemen Usaha Tani dan Penerapan Teknologi Tepat Guna Usaha Tani yang disampaikan oleh Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Jawa Timur.

Diharapkan melalui pelatihan ini dapat menghasilkan kebaruan program IPDMIP sehingga dapat meningkatkan sistem kelembagaan irigasi pertanian yang berkelanjutan, membaiknya kegiatan operasi dan pemeliharaan serta pengelolaan sistem irigasi, membaiknya infrastruktur irigasi dan meningkatnya pendapatan irigasi pertanian (bbwsbs/sita).

Keberhasilan P3TGAI Tahun 2020 di Wilayah Hulu

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Serah Terima Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI), Rabu (25/11/2020).

Acara yang merupakan penutupan P3TGAI di Wilayah Hulu ini dihadiri oleh Tim Pelaksana Balai dari Dinas, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) PPK OP SDA II, Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Kepala Desa Penerima P3TGAI Tahap I dan Tahap II di Wilayah Hulu.

PPK OP SDA II Ika Yulianti ST, MT menyampaikan bahwa alokasi jumlah desa penerima P3TGAI di Wilayah Hulu terdapat 149 desa yang terdiri dari Tahap I sejumlah 40 desa yang telah mencapai progres 100%, Tahap II sejumlah 43 desa yang telah mencapai progres 100% dan Tahap III telah sejumlah 66 desa yang telah mencapai progres 100%.

149 desa penerima P3TGAI di Wilayah Hulu terdiri dari 42 desa di Kabupaten Wonogiri, 22 desa di Kabupaten Sukoharjo, 23 desa di Kabupaten Karanganyar, 22 desa di Kabupaten Sragen, 16 desa di Kabupaten Boyolali dan 24 desa di Kabupaten Sragen.

“Terimakasih untuk semua pihak yang terlibat dalam program P3TGAI di Wilayah Hulu, berdasarkan hasil evaluasi kami secara keseluruhan pelaksanaan P3TGAI yang dilaksanakan di wilayah Hulu pada tahun 2020 berjalan dengan baik, di harapkan untuk kedepannya akan lebih baik lagi dalam hal pendampingan dan pemberdayaan dalam kegiatan Pada Karya” pesan Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeiharaan SDA Surendro Adi Wibowo, ST, MT.

Di akhir acara dilaksanakan serah terima P3TGAI yang dilaksanakan secara berjenjang. Di mulai dari Perwakilan Petani Pemakai Air (P3A) menyerahkan kepada PPK OP SDA II Ika Yulianti ST, MT yang diserahkan kepada Kepala Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Surendro Adi Wibowo, ST, MT yang kemudian diserahkan kepada perwakilan Kepala Desa Penerima P3TGAI.

Pelaksanaan P3TGAI di Wilayah Hulu pada tahun 2020 terasa special karena dilaksanakan di tengah Pandemi Covid-19 sekaligus menjadi Program Padat Karya Tunai yang mendorong penyerapan tenaga kerja ditengah Pandemi Covid-19. Setelah Kegiatan P3TGAI di Wilayah Hulu selesai diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani dan kesejahteraan masyarakat(BBWSBS/sita).

Peningkatan Kapasitas SDM Untuk Tenaga Pendamping Masyarakat P3TGAI Tahap II

Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) merupakan tim untuk melaksanakan kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, monitoring, dan evaluasi dalam Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI). Untuk meningkatkan ilmu, pengetahuan dan keterampilan TPM dalam mendampingi Petani maka dilakukan Training of Trainer (TOT) bagi TPM di Wilayah Jawa Tengah dengan menggunakan Protokol Kesehatan Covid-19 , Senin (07/09/2020).

PPK Operasi dan Pemeliharaan II Ika Yulianti, ST, MT dalam arahannya menyampaikan bahwa pada tahun 2020 di Provinsi Jawa Tengah mendapatkan alokasi jumlah desa penerima P3TGAI sebanyak 149 desa yang tersebar di Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten yang dilaksanakan dalam 3 tahap, Tahap I sejumlah 40 desa dengan progres telah selesai 100%, Tahap II sejumlah 43 desa dengan progres sebesar 88,54% dan Tahap III sejumlah 66 desa yang akan dilaksanakan saat ini.

Kepala Satker Operasi dan Pemeliharaan Surendro Adi Wibowo ST, MPSDA dalam sambutannya menyampaikan bahwa Teman-teman TPM adalah ujung tombak kami dalam pelaksanaan P3TGAI, Mohon dampingi Petani dengan baik dan jangan lupa mendokumentasikan segala proses kegiatan.

Dalam Training of Trainer TPM P3TGAI di sampaikan materi tentang teknis kegiatan P3TGAI yang disampaikan oleh Sigit Widigdyo, ST selaku Konsultan Manajemen Balai yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab.

Setelah mengikuti Training of Trainer diharapkan teman-teman TPM dapat mendapatkan pengetahuan baru sehingga apabila menemui kendala di lapangan dapat menyelesaikan masalah yang di hadapi dengan baik (bbwsbs/sita).

Geliat P3TGAI Wilayah Hilir

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Serah Terima Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Wilayah Hilir Tahap II dengan menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19, Selasa (14/07/2020).

Peserta dalam kegiatan ini adalah Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Wilayah Hilir, Konsultan Manajemen Balai (KMB) Wilayah Hilir dan Kepala Desa Penerima P3TGAI Tahap I.

Agenda dalam pertemuan ini adalah dilakukan serah terima Hasil Pelaksanaan P3TGAI Tahap I melalui perwakilan 5 Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) kepada PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA IV Antonius Suryono, A.Md.T, SH, MMT dan juga serah terima dari perwakilan HIPPA dan perwakilan Kepalada Desa di masing-masing Kabupaten (Gresik, Bojonegoro, Tuban, Lamongan) kepada Satker Operasi dan Pemeiharaan SDA Surendro Adi Wibowo, ST, MT.

Dalam kegiatan ini diberikan materi tentang Pelaksanaan P3TGAI Tahap II dan materi tentang Evaluasi Kinerja P3TGAI Tahap II. Dengan adanya P3TGAI ini diperoleh manfaat meningkatnya kinerja layanan irigasi sehingga dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan petani di wilayah Hilir Sungai Bengawan Solo (bbwsbs/sita).

Sosialisasi Tahap II P3TGAI Wilayah Hilir

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Sosialisasi dan Training of Trainer untuk Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) untuk Program Percepatan Peningkatakan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahap II di Wilayah Hilir dengan menerapkan Protokol Kesehatan COVID-19, Rabu (10/06/2020).

Dalam Sosialisasi dipaparkan Pedoman Umum P3TGAI yang disampaikan oleh Samsi ST selaku Tenaga Ahli Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Petunjuk Teknis P3TGAI dan Penjelasan tugas fungsi pokok Konsultan Manajemen Balai (KMB), Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan Petani Pemakai Air (GP3A) dan Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) yang disampaikan oleh Sigit Budi Widigdyo, ST selaku Tenaga Ahli Konsultan Manajemen Balai (KMB).

Di Wilayah Hilir yang meliputi wilayah Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik dan Blora pada Tahap II terdapat 32 lokasi P3TGAI. Dengan menerapkan prinsip Partisipatif, Transparasi, Akuntabilitas dan Berkesinambungan P3TGAI diharapkan dapat meingkatkan kesejahteraan petani (bbwsbs/sita).

Selamatkan Kehidupan Masyarakat Bengawan Jero

Kabupaten Lamongan yang terkenal dengan Lumbung Padi Jawa Timur adalah salah satu daerah yang berada di wilayah daerah aliran sungai Bengawan Solo yang selalu meluap airnya saat musim penghujan. Memiliki kawasan yang lebih rendah dari daerah sekitar dan sungai Bengawan Solo, menjadikan daerah ini tergenang banjir setiap musim penghujan. Daerah yang terdampak banjir tersebut dikenal dengan Bengawan Jero atau Bonorowo yang mencakup hampir separuh dari luas Kabupaten Lamongan.

Situasi ini berdampak terhadap kehidupan masyarakat di kawasan Bengawan Jero yang sebagian besar memiliki lahan pertanian di dataran banjir. Situasi ini membuat masyarakat berupaya beradaptasi dengan lingkungannya dengan mengatur jadwal tanam menyesuaikan dengan musim, memelihara ikan, tambak udang, menyewakan perahu dan lain-lain.

Sub Direktorat Perencaan Irigasi Rawa Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR M. Tahid, ST, MPPM didampingi Pelaksana Harian Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Isgiyanto, ST, MT beserta Pejabat Esselon dan Kesatkeran dan Badan Perencanaan Daerah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa timur melaksanakan koordinasi terkait perencanaa pembangunan kawasan Bengawan Jero, Jumat (24/01/2020).

Bengawan Jero dibagi 3 bagian yaitu barat, tengah dan timur. Bagian barat tergolong aman, namun di bagian tengah dan timur yang memiliki struktur tanah mencekung menyebabkan air menggenang dan banjir.

Dengan koordinasi ini diharapkan dapat membuat skala prioritas penanganan kawasan Bengawan Jero sehingga masyarakat dapat menjalankan kehidupannya dengan baik (bbwsbs/sita).

Sosialisasi Komisi Irigasi Antar Provinsi Wilayah Sungai Bengawan Solo

Daerah Irigasi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo memiliki luas sebesar 100.148 Ha. Daerah irigasi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo terbagi menjadi 12 daerah irigas yang terdiri dari 10 DI yang di TPOP- kan (Provinsi Jawa Timur) dan 2 DI yang dikelola sendiri yaitu D.I Colo dengan luas 25.056 Ha berada di Kabupaten Wonogiri, kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen di Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Ngawi di Provinsi Jawa Timur. D.I Semen Krinjo dengan luas 929 Ha berada di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Tuban Provinsi, Jawa Timur. Karena berada di lintas provinsi maka D.I Semen Krinjo menjadi D.I kewenangan pusat yang dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Dalam pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi DI Colo dan DI Semen Krinjo, maka diperlukan lembaga yang dapat mengkoordinasikan pengelolaan irigasi tersebut di Wilayah Sungai Bengawan Solo. Lembaga koordinasi dan komunikasi antara wakil pemerintah daerah kabupaten/kota yang terkait, wakil komisi irigasi provinsi yang terkait, wakil perkumpulan petani pemakai air, dan wakil pengguna jaringan irigasi di suatu daerah irigasi lintas provinsi telah ditetapkan Permen PUPR No. 17/PRT/M/2015 tentang Komisi Irigasi, sebagai lembaga non struktural yang berfungsi sebagai forum koordinasi antara pemerintah dan masyarakat petani pemanfaatan air untuk irigasi dan lainnya. Hal tersebut yang melatarbelakangi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Sosialisasi Pengenalan Komisi Irgasi Antar Provinsi Wilayah Sungai Bengawan Solo, Rabu (19/12/2019).

Ir. Isgiyanto, MT dalam sambutanya menjelaskan dalam melaksanakan Pembentukan Komisi Komisi Irigasi Antar Provinsi, tahapan-tahapan yang dilakukan adalah Membentuk Panitia, Menyusun draft dan mengajukan SK Panitia, Panitia menyampaikan rancangan Pembentukan Komisi Irigasi Antar Provinsi Wilayah Sungai Bengawan Solo dalam bentuk surat dukungan kepada Dirjen SDA Kementerian PUPR, Melakukan telaahan jumlah anggota Komisi Irigasi Antar Provinsi dari instansi pemerintah dan non pemerintah Daerah Irigasi Wilayah Sungai Bengawan Solo yang telah ditetapkan, Sosialisasi Komisi Irigasi Antar Provinsi Wilayah Sungai Bengawan Solo, Menyusun rencana kerja, Menyusun draft dan mengajukan SK, Menyusun administrasi pengukuhan anggota dan Mempersiapkan penyelenggaraan pengukuhan anggota Komisi Irigasi Antar Provinsi Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Dalam Sosialisasi dilakukan penyampaian materi tentang Konsep Pembentukan Komisi Irigasi Antar Provinsi Berdasarkan Permen PUPR No 17/PRT/M2015 oleh Ir. Arlinsyah MT, Pemberdayaan Kelembagaan Komisi Irigasi Antar Provinsi Menuju Modernisasi Pengelolaan Irigasi oleh Gunawan ST, MT dan Rencana dan Rekomendasi Pembutukan Komisi Irigasi Antar Provinsi DI Colo dan DI Semen Krinjo Wilayah Sungai Bengawan Solo yang dilanjutkan dengan diskusi.
Semoga melalui sosialisasi yang diselenggarakan hari ini dapat melakukan kesepakatan dan mendukung pembentukan Komisi Irigasi Antar Provinsi di Wilayah Sungai Bengawan Solo(bbwsbs/sita).