/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Tim Pengadaan Tanah Kebut Sosialisasi Persiapan Pembangunan Irigasi Pidekso

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) bersama Tim Persiapan Pengadaan Tanah Pembangunan Jaringan Irigasi Pidekso Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, melakukan sosialisasi kepada warga terdampak pembangunan di Balai Desa Bumiharjo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Selasa (02/08/2022). Kegiatan sosialisasi tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Infrastruktur bendungan akan jadi bangunan monumental apabila tidak ada irigasi.  Keberadaan irigasi juga menjadi hal yang penting, guna meningkatkan produktivitas pertanian di tengah kekeringan yang mengancam. Untuk itu, dukungan dari masyarakat juga dibutuhkan terkait pentingnya jaringan irigasi bagi pertanian rakyat.

Sebagai pengembangan infrastruktur penyediaan air irigasi, nantinya Jaringan Irigasi Bendungan Pidekso dapat menyediakan air baku sebesar 300 liter/detik di wilayah Kabupaten Wonogiri. Hal tersebut tentunya semakin menguatkan infrastuktur Bendungan Pidekso yang akan mendukung ketahanan pangan dan kemakmuran masyarakat khususnya di Kecamatan Baturetno dan Kecamatan Giriwoyo.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah, Anisa Hayu Widwiasih, S.E., M.Ak., mengatakan, rencana pembangunan jaringan irigasi ini merupakan proyek lanjutan dari pembangunan Bendungan Pidekso.

“Adanya Jaringan Irigasi Pidekso yang akan mengairi area irigasi seluas 1.500 Ha diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam dari 133% ke 240%. Pengadaan tanah yang direncanakan di tahun 2021-2022 ini nantinya akan berlanjut pada pembangunan fisik jaringan irigasi di tahun 2023 hingga tahun 2024,” sambungnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Perwakilan Tim Pengadaan Tanah Pembangunan Jaringan Irigasi Pidekso, Endro Hudiyono, mengatakan pembangunan jaringan irigasi tersebut merupakan hal penting untuk memaksimalkan fungsi Bendungan Pidekso. “Alhamdulillah pada sosialisasi ini masyarakat mendukung pembangunan irigasi,” pungkasnya. (BBWSBS/Ferri)

Bersama Kelola Bendungan untuk Indonesia Maju

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), menghadiri acara Rapat Evaluasi Semester I DOISP Phase II Tahun 2022 dan Bimbingan Teknis Unit Pengelola Bendungan (UPB) dan Pelaksanaan Operasi Pemeliharaan (OP) Bendungan di Alila Hotel Solo, Rabu (20/07/2022). Acara tersebut berjalan dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

Pembangunan bendungan baru saat ini dibangun dengan berbagai fasilitas umum yang lengkap seperti gardu pandang, kantor pengelola, masjid, rumah pengelola dan lain lain. Untuk itu, tantangan bagaimana meng-OP-kan bendungan baru mapun lama, harus siap dihadapi.

Direktur Bina OP, Adenan Rasyid, S.T., M.T., dalam sambutannya yang disampaikan secara daring berpesan semoga dengan kegiatan ini kita dapat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam pembangunan dan pengelolaan bendungan yang ada diseluruh Indonesia. Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kita semua sebagai bekal dalam perencanaan/pengelolaan bendungan ke depannya.

Kepala BBWSBS, Maryadi Utama, S.T., M.Si., juga menyampaikan bahwa maanfaat bendungan juga dipergunakan salah satunya untuk wisata. Dimana saat ini banyak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) daerah melirik untuk mengelola pemanfaatan wisatanya.

“Saat ini kita belum mempunyai aturan baku terkait perjanjian kerja sama antara kita Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk pengelolaan wisatanya. Ini merupakan tantangan kita semua untuk bersama mencari bentuk perjanjian kerjasama pengelolaan wisata yang baku,” paparnya.

Sebagai informasi, UPB BBWSBS telah mengalami perkembangan dari awal pembentukan pada tahun 2012 s/d saat ini tahun 2022. Perkembangan ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja bendungan baik dalam pelayanan manfaat dan meningkatkan keamanan bendungan melalui data yang diperoleh dari lapangan.

Beberapa aspek yang dikembangkan oleh UPB BBWSBS adalah aspek data dan aspek sumber daya manusia (SDM). Aspek data meliputi produksi data oleh petugas, pengiriman dan pencatatan data, serta evaluasi data oleh petugas olah data di kantor UPB. Sedangkan aspek SDM meliputi peningkatan kapasitas SDM petugas OP bendungan dan evaluasi petugas OP bendungan. (BBWSBS/Ferri)

Wujudkan Wisata Air di Bendungan Pidekso

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo bersama dengan Solo Media Group mengadakan Focus Group Discussion (FGD) melalui Zoom Cloud Meetings pada Jumat, (19/02/2022).

Kegiatan FGD secara virtual yang bertajuk “Mewujudkan Ambisi Wisata Air di Waduk Pidekso”diselenggarakan dalam rangka mengembangkan Waduk atau yang biasa disebut Bendungan Pidekso sebagai destinasi wisata air unggulan di Kabupaten Wonogiri.

Berdasarkan tema “Mewujudkan Ambisi Wisata Air di Waduk Pidekso”, FGD tersebut bertujuan untuk menyampaikan usulan dan berbagi sudut pandang tentang bagaimana cara untuk mengelola wisata air di Bendungan Pidekso.

Narasumber lain yang turut hadir sebagai pembicara untuk memberikan materi dalam FGD virtual tersebut adalah Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Wonogiri, Heru Utomo, Vice President Tourism Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Solo, Mirza Ananda, dan Praktisi Pariwisata/Ketua Yayasan Pendidikan Widya Nusantara, Astrid Widayani, yang menyampaikan tentang tanggapan mereka terkait keberlangsungan wisata air di Bendungan Pidekso. Selaku moderator pada webinar adalah Pemimpin Redaksi Solopos Media Group, Rini Yustiningsih.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech dalam paparannya menyampaikan konsep desain pembangunan Bendungan Pidekso terkait detail bangunan yang meliputi Tugu Ireng, rumah ibadah dengan ciri khas rumah joglo, dan gapura yang membentuk keris dengan ornamen batik Wonogiri.

“Kesimpulannya BBWSBS berkewajiban mengamankan fungsi Sumber Daya Air (SDA) di Bendungan Pidekso. Nantinya untuk pemanfaatan wisata kami serahkan kepada Pemerintah Kabupaten Wonogiri dengan persyaratan-persyaratan hingga izin kepada Menteri,” paparnya.

Dipaparkan pula kondisi terkini di Bendungan Pidekso dimana sore hari banyak berdatangan warga yang ingin menikmati matahari tenggelam di Bendungan Pidekso dengan latar belakang Pegunungan Sewu.

Kepala BBWS Bengawan Solo turut menyebut rencana ke depan dalam membuat zona yang bagus di lingkungan Bendungan Pidekso agar nantinya masyarakat bisa menikmati fasilitas Bendungan Pidekso. (BBWSBS/Fira).

Monitoring Progres Pekerjaan Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan Bendungan Pidekso di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri pada Selasa, (24/08/2021). Kegiatan monitoring tersebut sebelumnya telah memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech., beserta pejabat di lingkungan BBWSBS meninjau progres pekerjaan Bendungan Pidekso yang ditargetkan segera tuntas. Bendungan yang berada di hulu Sungai Bengawan Solo tersebut diketahui sebagai pengembangan infrastruktur penyediaan air irigasi yang dapat menyediakan air baku sebesar 300 liter/detik di wilayah Kabupaten Wonogiri. Selain irigasi, Bendungan Pidekso juga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Bendungan Pidekso yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang SDA
tersebut telah mencapai progres yakni 75,86 % pada 23 Agustus 2021 melebihi rencana 75,84% pada 23 Agustus 2021. Diketahui, Bendungan Pidekso merupakan bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta m3 yang direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas 1.500 ha. Air irigasi dari bendungan akan meningkatkan intensitas tanam dari 133 % ke 240% .

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., juga menjelaskan bahwa pekerjaan dalam pembangunan bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta m3 tersebut ditargetkan segera tuntas. Agus Rudyanto juga berpesan agar dalam pelaksanaan paket pekerjaan Bendungan
Pidekso bisa dikerjakan sesuai dengan targetnya pada Oktober 2021. “Semoga pelaksanaan paket pekerjaaan Bendungan Pidekso bisa terlaksana sesuai dengan target dan tepat waktu,” paparnya.(BBWSBS/Fira-MG Alfida).

Pembangunan Bendungan Pidekso Tahap I Melebihi Target

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA), terus berusaha meningkatkan jumlah tampungan air di Indonesia di berbagai wilayah di Indonesia yang bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan dan air. Salah satunya di Provinsi Jawa Tengah, yang diharapkan mampu menjadi provinsi lumbung pangan Nasional.

Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA, Airlangga Mardjono, S.T., M.T., didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., beserta para pejabat eselon dan kesatkeran mengadakan kunjungan lapangan guna meninjau progres pembangunan Bendungan Pidekso, di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (20/06/2020).

Bendungan Pidekso yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang SDA tersebut telah mencapai progres Tahap I yakni 94,07% melebihi rencana 73,62%. Bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta m3 ini direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas 1.500 ha. Air irigasi dari bendungan akan meningkatkan intensitas tanam dari 133 % ke 240% .

Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA, Airlangga Mardjono, S.T., M.T., turut menyampaikan, “Kunjungan kerja kali ini dalam rangka meninjau progres pengerjaan Bendungan Pidekso tahap I, dan semoga bendungan ini nantinya dapat mendorong perekonomian khususnya bidang pertanian, juga mewujudkan ketahanan air bagi masyarakat.”

Bendungan yang berada di hulu Sungai Bengawan Solo ini, sebagai pengembangan infrastruktur penyediaan air irigasi yang dapat menyediakan air baku sebesar 300 liter/detik di wilayah Kabupaten Wonogiri. Selain irigasi, juga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. (BBWSBS/Ferri)

Kunjungi Langsung, Belajar di Bendungan Pidekso

137 mahasiswa Politeknik Pekerjaan Umum Semarang yang terdiri dari Program Studi Teknik Konstruksi Bangunan Air, Teknik Konstruksi Jalan Jembatan dan Teknik Konstruksi Bangunan Gedung mengunjungi Proyek Pembangunan Bendungan Pidekso di Sungai Bengawan Solo Hulu, Desa Pidekso dan Tukulrejo, Kecamatan Giriwoyo dan Desa Sendangsari, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Selasa (28/01/2020).

“Kunjungan Lapangan merupakan waktu yang tepat untuk melihat langsung ilmu di lapangan, berdiskusi dengan tenaga ahli yang ada disini dan bisa menjadi moment untuk menemukan ide baru dikemudian hari” Pesan Muhammad Hidayat Anwar ST, MT selaku Pelaksana Teknis Pembandungan Bendungan Pidekso.

Lilik Maliki ST selaku Site Engineer Manager PT PP Persero menjelaskan tentang Proyek Pembangunan Bendungan Pidekso yang memiliki tipe Bendungan Urukan Random Zona Inti Tegak dengan Kapasitas Tampungan Efektif sebesar 17 juta m3. Mahasiswa Politeknik PU berkesempatan untuk turun langsung ke Lapangan dan melihat progres pekerjaan Bendungan Pidekso.

“Kami ucapkan terimakasih kepada BBWS Bengawan Solo, PT PP Persero dan PT Virama Karya, diharapkan adik-adik mahasiswa baru dapat bersemangat memulai masa perkuliahan setelah belajar di Bendungan Pidekso ini” Pesan Pranoto Samto A, selaku Wakil Direktur I Politeknik Pekerjaan Umum Semarang.

Dimasa mendatang Bendungan Pidekso bermanfaat untuk pengendali banjir, irigasi seluas 1500 ha dan air baku sebesar 300 liter/detik (BBWSBS/Sita).

Keliling pembangunan Bendungan di BBWS Bengawan Solo

Tim BBWS Bengawan Solo melakukan monitoring dan evaluasi pembangunan Bendungan, Senin (14/10/2019).

Terdiri dari Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal, A Manu, M.Si, PPK Bendungan III Yoga Darmawan Diparindra, ST, MT dan PPK Danau, Situ dan Embung Abdul Mahmud, ST, MT bersama dengan Tim Pemantauan dan Evaluasi Proyek Strategis Nasional (TPEPSN) yaitu Ir. Widagdo Dipl.HE, Ir. Hartoyo Supriyanto, M.Eng, Ir. Isprasetya Basuki, MSc, DR. Ir. Djajamurni Wargadalam, MSc., Ir. Mudjiadi, MSc dan Riyan Syahrulli.

Tim berkesempatan mengunjungi Bendungan Pidekso di Wonogiri dan Bendungan Tukul di Pacitan. Hari ini rombongan mengunjungi Bendungan Gongseng dan Bendungan Bendo di Kabupaten Ponorogo.

Pada kesempatan tersebut Ir. Charisal memberikan masukan dan arahan kepada pelaksana proyek agar sesuai dengan aturan yang sudah disepakati bersama dengan metode pekerjaan yang baik sehingga bisa dipastikan pekerjaan akan mencapai hasil yang optimal (BBWSBS/sita).

PKM 1 Pekerjaan SID Intake dan Pipa Transmisi Bendungan Pidekso

Puasa bukan menjadi halangan untuk berkarya, di bulan yang penuh berkah ini Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo mengadakan Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) 1 pekerjaan SID Intake dan Pipa Transmisi Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri pada di Kantor Bappeda dan Litbang Kabupaten Wonogiri, Rabu (15/05/2019).

Acara ini bertujuan untuk menjaring aspirasi dan penerimaan warga yang terdampak pelaksanaan kegiatan ini. Dalam pembukaannya Kepala Bidang dan Perencanaan Umum Dwi Agus Kuncoro ST,MM,MT menyatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan manfaat Bendungan Pidekso yang sedang dibangun sehingga pada saat bendungan selesai dapat langsung dimanfaatkan airnya untuk irigasi, air baku, dan pemanfaatan lainnya.

Bendungan Pidekso berfungsi salah satunya untuk air baku sejumlah 300 lt/dt dan suplesi irigasi untuk lahan seluas 1500 ha.

Acara dihadiri tokoh-tokoh masyarakat dan pemerintahan, yang berharap dengan adanya kegiatan ini masyarakat berharap kebutuhan air dapat terpenuhi. Semoga di bulan ramadan ini kegiatan yang dilakukan selalu memberikan berkah kepada masyarakat (BBWSBS).

Seminar Nasional Bendungan Besar 2019

Dalam sebuah pembangunan bendungan diperlukan aspek teknis & non teknis. Dalam aspek teknis pembangunan bendungan harus aman secara struktural, hidrolis dan rembesan. Kondisi geologis suatu wilayah dan material perlu menjadi perhatian khusus. Selain itu juga perlu memperhatikan estetika dan ramah lingkungan. Membangun bendungan berarti membangun obyek vital negara yang membutuhkan sumber daya manusia yang handal.

Hal tersebut yang melatarbelakangi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Bersama Komite Nasional Indonesia Untuk Bendungan Besar (KNIBB) menyelanggarakan Seminar Nasional Bendungan Besar tahun 2019 dengan tema “Pembangunan dan Pengelolaan Bendungan Untuk Pencapaian Visium 2030”, (26-28/04/2019).

“Kita harus banyak belajar dari negara lain yang lebih berkembang dalam hal pembangunan Bendungan agar kita dapat menerapkan dalam pembangunan Bendungan di Indonesia” Ucap Dr. Ir. Hari Suprayogi, M.Eng selaku Dirjen Sumber Daya Air sekaligus Ketua Komite Nasional Indonesia Untuk Bendungan Besar dalam sambutannya.

Dalam membangun sebuah bendungan diperlukan sumber daya manusia yang mumpuni. Maka dari itu nantinya Kementerian PUPR Bersama KNIBB akan melibatkan banyak tenaga muda ahli Indonesia dalam pembangunan bendungan.

“Bendungan yang kita bangun diharapkan dapat menjadi bendungan yang berkelanjutan jadi umur bendungan harus sesuai dengan desainnya, jadi kita tidak hanya fokus pada bangunannya tetapi juga memeprhatikan lingkungan masyarakat sekitar untuk kedepannya” Pesan Menteri Basuki.

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo ikut berpartisipasi dalam seminar ini seperti yang dilakukan Surendro Andi Wibowo, Sri Wahyu Kusumastuti dan Denny Syafrudin yang menulis tentang Best Paractice Pengelolaan Bendungan dengan Instrumen Maturity Matrix pada Komponen Surveillance di Unit Pengelolaan Bendungan (UPB) BBWS Bengawan Solo, juga Heriantono Waluyadi, Dony Faturochman, Andi Arwik, Abdul Mahmud dan Elly Nurhayati yang menulis tentang Penanganan Sedimen Dengan Tanggul Penutup (Closure Dike) di dalam Waduk Wonogiri serta Dony Faturochman, Khoirul Murod, Yoga Darmawan, Bambang P Oetomo dan Nur Eko yang menulis tentang Dinding Halang Sebagai Solusi Lapisan Piroklastik di Tubuh Bendungan Pidekso Wonogiri Jawa Tengah.

“Dengan tulisan akan lebih dikenang dari pada perkataan dan perbuatan sebagai bekal dalam pembangunan bendungan” Pesan Charisal yang begitu mengapresiasi seminar ini (BBWSBS/sita).

Penandatanganan Kontrak Paket Pekerjaan Konsultasi di Lingkungan Satker Balai Besar WS Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui Bidang Perencanaan Umum dan Program melaksanakan penandatanganan kontrak Paket Pekerjaan Konsultansi di bidang Perencanaan yang terdiri dari 5 paket pekerjaan senilai Rp 4 M, Kamis (28/02/19).

Paket pekerjaan DD Pembangunan Bendung Plesungan DI Pondok di Kabupaten Ngawi oleh PT Geodinamik Konsultan senilai 1.38 M, Penyusunan Dokumen Lingkungan Untuk Pembangunan Embung di Kabupaten Magetan oleh PT Jasa Perencana Nusantara senilai 473 Juta, SID Pembangunan Embung di Kabupaten Blora oleh PT Gracia Widyakarsa senilai 1.35 M, SID Intake dan Pipa Tranmisi Waduk Pidekso di Kabupaten Wonogiri senilai 745 Juta dan SID Intake dan Pipa Transmisi Waduk Tukul di Kabuapten Pacitan oleh PT Tata Cipta Utama senilai 652 Juta yang di tanda tangani oleh PPK Perencanaan Program Ery Suryo Kusumo, S.Pd., MT.

Penandatanganan kontrak disakikan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A Manu, M.Si, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Bengawan Solo Heriantono Waluyadi, ST., MT, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo Ir. Isgiyanto, MT, Kepala Bagian Tata Usaha Bambang, SE, ST, dan Kepala Seksi Pengendalian Pelaksanaan Sungai dan Pantai Sugeng Wiratna, ST, MT.

“Semoga semua pekerjaan ini dapat selesai tepat waktu dan tepat mutu, selamat bekerja keras!” Pesan Charisal dalam arahannya (BBWSBS/sita).