/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Sinergitas Wujudkan SDA Terpadu dan Berkelanjutan di Ngawi

Wakil Bupati (Wabup) Ngawi, Ony Anwar Harsono, S.T., M.H., berkunjung ke Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, di Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (05/01/2021). Kunjungan kerja (kunker) kali ini bertujuan untuk berdiskusi tentang proyek infrastruktur sumber daya air (SDA) strategis di wilayah Ngawi, yang dilaksanakan dengan tetap menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dalam diskusi juga dilakukan pembahasan permasalahan di bidang sumber daya air (SDA) yang ada di Ngawi, salah satunya banjir, sehingga perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dalam penangannya. Selain itu, Ngawi juga termasuk lumbung pangan Nasional yang menghasilkan produksi padi sekitar 780.000 ton per tahun, juga memerlukan sistem irigasi yang memadai guna menunjang produktivitas petani, yang diwujudkan melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI).

Pada Tahun Anggaran (T.A.) 2020 BBWSBS telah melaksanakan kegiatan infrastruktur bidang SDA yang berdampak terhadap Ngawi, meliputi pelaksanaan program P3TGAI, rehabilitasi jaringan D.I. SIM, pengeboran, pengadaan, dan pemasangan sumur air tanah untuk air baku di daerah yang mengalami kekeringan. Dan untuk T.A. 2021 program kegiatan BBWSBS di Ngawi, meliputi pelaksanaan penyiapan ijin operasi beberapa infrastruktur bendungan, pembangunan Embung Sidomulyo, serta rehabilitasi Bendung Plesungan D.I. Pondok.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam paparannya menyampaikan bahwa lingkup kerja BBWSBS tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA. “BBWSBS rutin melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi dari hulu hingga hilir Sungai Bengawan Solo. Oleh karena itu, dengan adanya sinergitas serta koordinasi dari berbagai pihak terkait di Ngawi, kita dapat menjaga ekosistem sungai dan melaksanakan pembangunan infrastruktur SDA secara tepat sasaran,” tandasnya.

Wabup Ngawi, Ony Anwar Harsono, S.T., M.H.,, juga menyampaikan harapan masyarakat Ngawi di masa mendatang, agar tidak lagi terjadi banjir setelah adanya penanganan dan pemanfaatan jaringan irigasinya menjadi lebih baik. “Semoga kedepannya percepatan pembangunan yang melibatkan BBWBS di Ngawi ini dapat berjalan lancar dan menjadi komitmen bersama bagi kita dalam menentukan skala prioritas proyek,” pungkasnya. (BBWSBS/Ferri)

Penghargaan Pegawai Terbaik BBWSBS Tahun 2020

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melaksanakan penyerahan penghargaan kepada pegawai terbaik dan teladan dalam acara BBWSBS Awards Tahun 2020 di Kantor BBWSBS, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (30/12/2020).

Pemberian penghargaan kepada pegawai terbaik tersebut dilakukan sebagai bentuk motivasi untuk meningkatkan kinerja kepada setiap pegawai, agar lebih berprestasi. Selain itu, penghargaan ini juga merupakan bentuk apresiasi sekaligus menjadi contoh pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan dengan baik.

Pada kesempatan kali ini, Penghargaan Pegawai Terbaik BBWSBS Tahun 2020 diberikan untuk beberapa kategori, yakni Kategori Satuan Kerja (Satker) Terbaik diberikan kepada Peringkat I R. Panji Satrio, S.T., M.T., MDM. (PJSA), Peringkat II Naryo Widodo, S.T., M.T. (PJPA), Peringkat III Surendro Andi Wibowo, S.T., M.PSDA. (OP), Kategori Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Terbaik diberikan kepada Peringkat I Moh. Hafidz Zein Muttaqin (PPK Bendungan II), Peringkat II Antonius Suryono, S.H., MMT. (PPK OP IV), Peringkat III Ni Nyiman Indah Pramadewi, S.T., M.Eng. (PPK Irigasi Rawa II).

Selanjutnya Kategori Pejabat Penandatangan SPM Terbaik, yang diberikan kepada Peringkat I Hilda Retnoningsih, S.S., S.E., M.Si., (OP), Peringkat II Ika Safitri, S.Sos. (Bendungan), dan Peringkat III Vindra Sofiani Aguslina, S.E. (Balai). Untuk Kategori Bendahara Pengeluaran Terbaik diberikan kepada Peringkat I Aulia Pratiwi, S.E., M.Ak. (Balai), Peringkat II Dwi Tisnawati, A.Md. (PJPA), dan Peringkat III L. Yenny Utaminingsih, S.E., M.Si. (PJSA).

Untuk Kategori Karyawan Teladan, diberikan kepada Teladan I Hanif Triawan Kusuma, S.TP., M.T. (PJPA) dan Teladan II Toma Mandani, S.T. (PJSA). Kategori Karyawati Teladan diberikan kepada Teladan I Winda Agustin, S.T. (KPI) dan Teladan II Tika Morena Nurawmini, S.T. (PJSA). Kategori Pengemudi Teladan diberikan kepada Teladan I Junaedi (KPI) dan Teladan II Aji Laksono (OP), serta Kategori Pramubakti Teladan diberikan kepada Teladan I Joko Prasetyo (TU) dan Teladan II Asep Nugroho (KPI).

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Ruyanto, M.Tech., juga memberikan arahan bahwa melalui pemberian apresiasi tersebut, kinerja yang selama ini sudah baik agar dapat dipertahankan terus menerus dan ditingkatkan menjadi semakin baik lagi di tahun 2021 mendatang. “Kepada seluruh pegawai agar jangan berpuas diri dengan apa yang sudah dikerjakan, sehingga dapat bekerja dengan maksimal dan dapat terus mengasah keahliannya dibidangnya masing-masing. Karena setiap individu berperan penting terhadap kemajuan sebuah instansi,” pesannya. (BBWSBS/Ferri)

Penandatangan Kontrak Paket Pekerjaan Rehabilitasi D.I. Sungkur (Tahap II) Kabupaten Ponorogo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (SPK) di lingkungan Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo yang dilaksanakan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Kantor BBWSBS, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (30/12/2020).

Penandatanganan SPK tersebut terkait Paket Pekerjaan Rehabilitasi D.I. Sungkur (Tahap II) Tahun Anggaran 2021 untuk Kabupaten Ponorogo dengan nilai kontrak sebesar Rp12.599.693.440 yang dilakukan antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa II (Jatim) dengan kuasa penyedia jasa dari PT Busur Kencono yang disaksikan oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., Kepala Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Jawa Tengah, V. Untoro Kurniawan, S.T., M.M., M.T.,  beserta pejabat lainnya.

Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam arahannya berpesan agar dalam pelaksanaan pekerjaan dapat sesuai dengan spesifikasinya. “Disamping pelaksanaan di lapangan yang harus menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, kami berharap pekerjaan ini juga tetap menjaga kualitas pekerjaan,” tutupnya.

Kepala BP2JK Jawa Tengah, V. Untoro Kurniawan, S.T., M.M., M.T., juga berpesan bahwa dalam pekerjaan rehabilitasi D.I. Sungkur Tahap II nantinya dapat dilaksanakan tepat waktu yang dalam hal ini ditargetkan selama 270 hari kerja. Namun, bila dapat diselesaikan lebih cepat tentunya akan lebih baik sebab masyarakat khusunya petani dapat segera merasakan manfaatnya.

Sebagai informasi, jaringan irigasi D.I. Sungkur memiliki panjang saluran 6,84 Km yang mengairi sawah seluas 743 Ha. Di masa mendatang diharapkan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Sungkur dapat bermanfaat bagi petani sehingga dapat lebih mudah dalam menggunakan sumber daya air (SDA) sekaligus meningkatkan proses produksi tanam di wilayah Ponorogo. (BBWSBS/Ferri)

Kesuksesan P3TGAI Wilayah Wonogiri Tahun 2020

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan acara Serah Terima Program Percepatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Wilayah Wonogiri Tahun 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, di Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (17/12/2020). Acara tersebut sekaligus menjadi penghujung dari program kegiatan P3TGAI di Wilayah Wonogiri Tahap I, Tahap II, dan Tahap III Tahun 2020.

Serah terima hasil kegiatan P3TGAI tersebut dihadiri oleh Bupati Wonogiri, Kepala BBWSBS, Tim Pelaksana Balai, Konsultan Manajemen Balai pada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) II Bengawan Solo, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Kepala Desa Penerima P3TGAI, serta Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

P3TGAI merupakan salah satu program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) yang bertujuan menumbuhkan partisipasi masyarakat petani dalam kegiatan perbaikan, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi, sesuai dengan kebutuhan dan berdasarkan prinsip kemandirian.

Dr. Ir. Agus Rudyanto M.Tech selaku Kepala BBWSBS dalam sambutannya menyampaikan bahwa total penerima manfaat kegiatan P3TGAI T.A. 2020 di lingkungan PPK OP SDA II Bengawan Solo ada sebanyak 149 desa dengan penerima terbanyak di Wonogiri yakni 42 desa, dengan rincian Tahap I ada 10 desa, Tahap II sebanyak 10 desa, dan Tahap III sejumlah 22 desa. “Harapan kami dari hasil pekerjaan P3TGAI ini, dapat memberikan manfaat kepada petani dan dapat dipelihara sebagai aset desa, serta dijaga keberlangsungannya untuk kemakmuran dan hajat hidup orang banyak,” pesannya.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, turut mengucapkan terimakasih kepada BBWSBS karena teleh menerima usulan-usulan masyarakat yang diwujudkan melalui program P3TGAI. “Kami berharap agar program ini nantinya dapat berlanjut, dan semoga kuota untuk Wonogiri ditambah agar daerah kami semakin maju dan rakyat semakin sejahtera,” harapnya.

Terkait keberhasilan program P3TGAI, BBWSBS turut mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat, karena dengan sinergitas yang baik, pelaksanaan program tersebut juga dapat berjalan dengan lancar dan menggapai keberhasilan. (BBWSBS/Ferri).

Koordinasi Bencana Banjir Kali Lamong

Bencana banjir yang diakibatkan oleh meluapnya Kali Lamong pada Minggu (13/12/2020), menggenangi sejumlah kawasan di Kabupaten Gresik yang meliputi Kecamatan Balongpanggang seluas 1,54 Km2, Kecamatan Benjeng seluas 5,52 Km2, Kecamatan Menganti seluas 3,06 Km2 dan Kecamatan Cerme seluas 34,32 Km2. Hal ini dapat dibuktikan dengan pengamatan melalui citra satelit.

Menindaklanjuti hal tersebut Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melalui Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) meninjau lokasi banjir yang disebabkan oleh luapan Kali Lamong di Desa Pandu, Desa Jono, dan Desa Iker-iker Geger, di Kecamatan Cerme, Gresik, Jawa Timur, Rabu (16/12/2020).

Sebagai upaya penanganan banjir tahunan di Kali Lamong, BBWSBS telah melakukan koordinasi secara internal dengan Satgas Bencana Banjir BBWSBS di Wilayah Hulu, menjaga komunikasi dengan petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) di lapangan, serta dengan pihak eksternal seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum (PU) Gresik, maupun instansi di lingkungan Pemkab Gresik lainnya, serta menyiapkan bahan banjiran berupa alat berat seperti eskavator, truk, sandbag, dan lain sebagainya.

Berdasarkan hasil laporan pandangan mata tim BBWSBS di lapangan, terpantau aktivitas warga di Desa Jono dan Pandu masih berjalan meski sebagian akses jalan terputus akibat banjir yang mengelilingi daerah setempat. Sedangkan untuk wilayah Iker-iker Geger bantuan logistik baik pangan maupun non pangan dari komunitas masyarakat terus digulirkan dengan distribusi menggunakan perahu karet bantuan dari BPBD Gresik.

Kepala Bidang PJSA, Ir. Isgiyanto, M.T., turut menyampaikan bahwa normalisasi Kali Lamong akan terus dilaksanakan secara bertahap. “Normalisasi yang dilakukan dalam artian melebarkan bukan memperdalam, sebab untuk normalisasi juga ada batasan maksimalnya. Kami terus berusaha semaksimal mungkin untuk tetap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam mengatasi perihal bencana banjir di daerah Gresik, tentunya sesuai dengan situasi di lapangan,” terangnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU dan Tata Ruang Gresik, Sri Subaidahi, S.T., M.T., turut mengucapakan terimakasih atas kerjasama dari BBWSBS dalam upaya normalisasi Kali Lamong serta bantuan darurat bencana yang telah diberikan.

Kepala Desa Iker-iker Geger, Kristono, S.T., mengharapkan bantuan dari pemerintah, terutama terkait proyek normalisasi Kali Lamong. “Selama 14 tahun terakhir kejadian banjir di wilayah kami tidak pernah terlewatkan. Bahkan dalam satu tahun tidak hanya sekali, bahkan bisa lima kali. Terlebih saat ini baru memasuki awal musim penghujan. Oleh karena itu, kami mewakili warga Desa Iker-iker Geger, memohon bantuan dari pemerintah untuk penanganan banjir Kali Lamong,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh warga Desa Jono, Gatot Sudarwanto, berharap agar daerah yang berada di bantaran Kali Lamong di wilayah Gresik segera dibangun tanggul yang memadai seperti wilayah Surabaya. “Menurut pengamatan kami, setiap tahun tinggi debit air semakin meningkat, dengan adanya tanggul yang memadai, nantinya masyarakat Desa Jono bisa lebih tenang saat menghadapi musim hujan,” pesannya.

Sebagai informasi Kali Lamong dengan panjang ±130 Km tersebut memiliki luas Daerah Aliran Sungai (DAS) ±720 Km2) yang wilayah admisnistrasinya meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Mojokerto. Kali Lamong termasuk dalam kategori sungai intermitten dengan penampang yang relatif datar. Sungai tersebut juga memiliki 34 anak sungai dengan kapasitas maksimal sungai utama ±250 M3/detik sedangkan debit saat musim penghujan dapat mencapai >700 M3/detik (BBWSBS/Sita/Ferri).

Jaga Kelestarian SDA bersama Komunitas Peduli Waduk

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar acara Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Waduk Cengklik di Papan Kawruh Tirta, di Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (15/12/2020). Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari jajaran TNI, Polri, jajaran kedinasan Kabupaten Boyolali, civitas akademika, serta kelompok masyarakat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat di kawasan Waduk Cengklik, potensi yang ada akan dapat dioptimalisasi dan dirasakan manfaatnya. “Komunitas Peduli Waduk (KPW) nantinya akan menjadi garda terdepan, utamanya dalam berdiskusi dan menggali aspirasi bersama masyarakat. Kami dari BBWSBS menginisiasi agar komunitas ini dapat terbentuk sehingga terbentuk sinergi bersama stakeholders yang efektif dan berkesinambungan, agar permasalahan terkait air dapat dipecahkan bersama melalui solusi yang efektif dan tepat sasaran,” pesannya.

Ir. Adi Yusuf Muttaqien, M.T., selaku perwakilan dari Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS), turut berharap agar terbentuk pemahaman pada masyarakat bahwa tidak hanya memiliki hak sebagai pengguna air, tetapi juga memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk memberikan kontribusi dalam memelihara SDA dan lingkungan. “Waduk Cengklik merupakan milik bersama yang harus dijaga dan dirawat. Disini dapat kita pahami bersama bahwa tujuan dari BBWSBS adalah menata kawasan sehingga tidak merubah secara substansial,” sambungnya.

Dalam acara tersebut juga dilanjutkan dengan diskusi dan pembentukan KPW untuk Waduk Cengklik. Adapun diperoleh hasil kesepakatan yakni Agung Wahyu Widodo asal Desa Ngargorejo yang ditunjuk sebagai Ketua Umum dengan Wakil Ketua I, Wagino, asal Desa Sobokerto, dan Wakil Ketua II oleh Darman asal Desa Senting. Kesepakatan pembentukan KPW tersebut juga dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara yang nantinya akan disusun kembali untuk pengesahannya.

BBWSBS juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak terkait yg telah hadir. Acara ini dimaksudkan untuk meningkatkan, menguatkan kelembagaan komunitas dan memberikan motivasi kepada masyarakat dalam pengelolaan sungai bersama-sama pemerintah secara efektif dan efisien serta berkesinambungan, meningkatkan kerjasama antar stakeholders, serta meningkatkan partisipasi dan peran masyarakat dalam menjaga dan memelihara sungai agar terwujud kondisi sungai yang bersih, sehat, aman, produktif, lestari dan bermanfaat bagi kita semua. (BBWSBS/Ferri)

Sambut Hangat Keberhasilan P3TGAI Tahap III Wilayah Jateng Tahun 2020

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan acara Serah Terima Program Percepatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Wilayah Jawa Tengah Tahap III Tahun 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (14/12/2020).

Acara tersebut sekaligus menjadi penghujung dari program kegiatan P3TGAI Wilayah Jawa Tengah Tahap III Tahun 2020 untuk lima kabupaten, yakni Klaten, Boyolali, Sragen, Karanganyar, dan Sukoharjo.

Tim Pelaksana Balai, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Kepala Desa Penerima P3TGAI, serta Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dari masing-masing kabupaten, turut hadir menyambut keberhasilan program P3TGAI Tahap III di Wilayah Jawa Tengah Tahun 2020 yang diterima oleh empat desa di Sragen, enam desa di Karanganyar, delapan desa di Boyolali, 14 desa di Klaten, serta 12 desa di Sukoharjo.

Dr. Ir. Agus Rudyanto M.Tech selaku Kepala BBWSBS dalam arahannya menyampaikan bahwa P3TGAI merupakan salah satu program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) yang bertujuan menumbuhkan partisipasi masyarakat petani dalam kegiatan perbaikan, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi, sesuai dengan kebutuhan dan berdasarkan prinsip kemandirian.

“Semoga melalui P3TGAI dapat mendukung program kedaulatan pangan dan upaya peningkatan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Untuk itu mari kita rawat infrastuktur yang telah dibangun dan menjaga sebaik-baiknya,” pesannya.

BBWSBS mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan program P3TGAI hingga dapat berjalan dengan baik. Diharapakan program tersebut akan terus ada sehingga dapat melibatkan partisipasi petani serta masyarakat sekitar. (BBWSBS/Ferri).

Koordinasi Proyek Penanganan Banjir Kali Jeroan (Lanjutan) di Kabupaten Madiun

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., didampingi pejabat dan staf, berkunjung ke Kantor Bupati Madiun, di Jawa Timur, Selasa (08/12/2020). Acara tersebut sebagai rangkaian kegiatan kunjungan kerja (kunker) BBWSBS di wilayah Madiun sekaligus ajang silaturahmi. Pertemuan yang dilakukan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dalam kunjungan kali ini, Bupati Madiun, Ahmad Dawami, mengucapkan terimakasih dan menyambut hangat kunjungan dari BBWSBS. Kunker tersebut turut membahas proyek penanganan banjir Kali Jeroan (lanjutan) sekaligus melakukan peninjauan.

Bupati Madiun, berpesan kepada masyarakat untuk menumbuhkan rasa kepelimikan terhadap sungai, agar tidak ada sampah yang mencemari sehingga menghambat aliran sungai dan berpotensi menyebabkan banjir. “Saya masih menemukan banyak sampah di sungai, terutama popok bayi, sebab masih banyak warga yang membuang ke sungai terkait mitos yang tumbuh di lingkungan kami. Untuk itu, kami bersinergi dengan seluruh jajaran yang terkait untuk beroperasi dan menertibkan kebiasaan tersebut,” pesannya.

Pada tahun 2019, Kabupaten Madiun sempat dilanda banjir terbesar selama 33 tahun terakhir akibat meluapnya Kali Jeroan yang merupakan anak Kali Madiun yang mengalir ke Sungai Bengawan Solo. Luapan kali yang memiliki panjang 35 kilometer tersebut juga mengakibatkan longsornya tanggul di beberapa titik serta putusnya parapet. Banjir tersebut juga menggenangi wilayah seluas 253 ha di enam desa termasuk ruas tol Solo-Kertosono.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., disela kegiatan peninjuan lapangan menjelaskan bahwa pada tahun 2019 telah dimulai pekerjaan penanganan banjir Kali Jeroan, dengan membangun tanggul/perapet beton sepanjang 370 meter. Adapun progres konstruksi proyek penanganan banjir Kali Jeroan (lanjutan) T.A. 2020, per 3 Desember 2020 telah mencapai 99,960% sesuai dengan rencana. “Kami berharap melalui proyek penanganan banjir Kali Jeroan, akan memberikan manfaat yang besar bagi warga setempat, khususnya untuk mengantisipasi bencana banjir akibat luapan sungai dampak dari meningkatnya debit air saat curah hujan tinggi,” terangnya. (BBWSBS/Ferri)

Penghijauan Area Infrastruktur Berkelanjutan PUPR

Dalam rangka berperan aktif terhadap konservasi alam sekaligus pengembangan potensi ekonomi lokal, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rayat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), yang dalam hal ini diwakili oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar acara Penghijauan pada Area Infrastruktur Berkelanjutan Bendungan Gondang, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (05/12/2020). Acara yang penanaman pohon yang bernilai ekonomis dengan memanfaatkan area sabuk hijau (greenbelt) di sekitar Bendungan Gondang tersebut diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Pelaksanaan penanaman pohon juga dilakukan secara serentak pada seluruh infrastruktur berkelanjutan PUPR di Indonesia dengan total 101.275 pohon, dalam rangka memperingati Hari Bakti (Harbak) PU ke-75 tahun 2020. Kegiatan tersebut turut Ikatan Purnabakti Kementerian Pekerjaan Umum (IPPU), Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA), dan komunitas binaan di unit organisasi dan balai-balai yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menteri PUPR, M. Basuki Hadimuljono, secara virtual memberikan arahan bahwa langkah ini bagian dari green economy sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo. “Sekali lagi, Bapak Presiden sampaikan bahwa green economy ini yang nantinya akan dijual ke internasional. Kita akan memanfaatkan musim penghujan, untuk melakukan penghijauan di area infrastruktur berkelanjutan di Indonesia, khususnya bendungan dan jalan tol,” pesannya.

Lebih lanjut Menteri Basuki juga menekankan dalam kegiatan pembangunan PUPR, prosesnya harus berfokus pada penyediaan lapangan kerja atau padat karya. Misalnya penghijauan, mulai dari pembibitan, kemudian penanaman hingga pemeliharaan diharapkan sekaligus membuka lapangan kerja baru. Untuk itu akan dirumuskan kembali dengan kepala balai di lingkungan PUPR terkait keberlanjutan program penghijauan tersebut.

Staf Ahli Menteri PUPR (Sampu) Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat, Sudirman, turut menambahkan bahwa pohon yang ditanam memiliki kriteria yakni, pohon yang memperkuat infrastruktur dan bernilai ekonomis terutama dari buahnya. “Teknis penanaman pohon telah diatur dengan memperhatikan kondisi lahan dan area infrastruktur sampai ke urusan pemeliharaannya,” terangnya.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., disela kegiatan penanaman menjelaskan bahwa kegiatan penanaman pohon merupakan bagian dari komitmen kuat Kementerian PUPR dalam rangka menciptakan pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang ramah lingkungan (environmental friendly). Dengan pendekatan tersebut, fungsi-fungsi pembangunan infrastruktur dinilai tetap menjadi prioritas namun tetap memperhatikan kondisi alam di sekitar. “BBWSBS menanam sekitar 5.800 pohon di area greenbelt pada enam infrastruktur bendungan. Selain nilai ekonomis, fungsi pohon juga untuk menahan laju sedimentasi dari lahan di sekitar bendungan, untuk menghindari pendangkalan. Oleh karena itu, kita harus merawat ekosistem yang ada dan cintailah pohon seperti kita mencintai anak cucu kita,” pesannya.

Luas area greenbelt Bendungan Gondang adalah 18,60 Ha. Dan secara teknis infrastruktur yang membendung Daerah Aliran Sungai (DAS) Garuda tersebut memiliki kapasitas tampung 9,15 juta m3 dan luas genangan 43,86 Ha. Bendungan ini dapat menyuplai air daerah irigasi seluas 4.680 Ha sekaligus menjadi sumber air baku sebesar 100 liter/detik di Karanganyar dan Sragen. Selain itu, juga mereduksi debit banjir sebesar 8% dari semula 503 m3/detik turun menjadi 462 m3/detik, konservasi air (ground water recharge), serta destinasi wisata. (BBWSBS/Ferri)

Penandatangan Kontrak Paket Pekerjaan Pembangunan Pemanfataan Air Baku Bendungan Gondang untuk Kabupaten Sragen

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (SPK) yang dilaksanakan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Kantor BBWS Bengawan Solo, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (03/12/2020).

Penandatanganan SPK tersebut terkait Paket Pekerjaan Pembangunan Pemanfaatan Air Baku Bendungan Gondang untuk Kabupaten Sragen dengan nilai kontrak sebesar Rp29.169.711.010 dan Paket Pekerjaan Jasa Konsultasi Konstruksi Supervisi Pembangunan Pemanfaatan Air Baku Bendungan Gondang untuk Kabupaten Sragen dengan nilai kontrak sebesar Rp2.307.497.500.

Penandatanganan tersebut dilakukan antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penyediaan Air Baku (PAB), Wahyana, S.T., M.T., dengan kuasa penyedia jasa dari PT Aura Sinar Baru – PT Titis KSO dan Mulya Sakti Jo Intishar Karya yang disaksikan oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., beserta pejabat lainnya.

Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam arahannya berpesan agar dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan pemanfaatan air baku Bendungan Gondang untuk Kabupaten Sragen dapat sesuai dengan spesifikasinya. “Kami harapkan paket pekerjaan ini nantinya dapat berjalan dengan tepat waktu dan tepat mutu, serta secara kualitas dan kuantitasnya dapat dipertanggungjawabkan,” tutupnya. (BBWSBS/Ferri)