/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Upacara Memperingati Harbak PU ke-75

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mengikuti kegiatan upacara dalam rangka Memperingati Hari Bakti (Harbak) Pekerjaan Umum (PU) ke-75 Tahun 2020 di Kantor BBWSBS di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (03/12/2020). Pelaksanaan upacara bendera tersebut diikuti oleh seluruh pejabat, staf dan karyawan BBWSBS dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Tema Harbak PU ke-75 yang diusung yakni Bakti Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sigap Membangun Negeri. Dalam tema tersebut juga mengajak peningkatan kerja sama dan kekompakan dalam penuntasan misi pembangunan infrastruktur yang diamanahkan kepada Kementerian PUPR.

Menilik sejarah, tepat 75 tahun yang lalu sebanyak 21 orang pegawai ditugasi untuk menjaga Gedung Sate di Bandung yang merupakan gedung Departemen Pekerjaan Umum (PU) saat itu, mendapat serangan dari pasukan sekutu dengan persenjataan berat. Namun, kekompakan, kebersamaan dan keberanian dengan daya juang tinggi dapat mempertahankan setiap jengkal Gedung Sate dan membuat mereka bertempur hingga tetes darah penghabisan. Peristiwa tersebut menyebabkan gugurnya tujuh orang pegawai PU yang kemudian disebut sebagai Pahlawan Sapta Taruna. Hal itu menjadi tonggak sejarah, bukti dari semangat berbakti untuk bumi pertiwi

Menteri PUPR, M. Basuki Hadimuljono, dalam pidato sambutannya yang disiarkan secara daring, turut menyampaikan berbagai capaian Kementerian PUPR yang bermanfaat langsung bagi masyarakat serta mengajak kepada seluruh Insan PUPR untuk terus menjaga kekompakan dan meningkatkan daya juang dalam bekerja dan berkarya sekaligus meneladani perjuangan Pahlawan Sapta Taruna. “Saya menyampaikan terimakasih dan mengapresiasi atas kinerja seluruh jajaran dan mitra kerja Kementerian PUPR pada tahun 2020 ini, mengingat sebagian besar target dan tugas-tugas pembangunan yang diamanahkan kepada Kementerian PUPR dapat tetap berjalan terlepas dari masa sulit yang dihadapi, yakni pandemi Covid-19,” pesannya.

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan tidak hanya untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi, tetapi sekaligus untuk mewujudkan rasa keadilan masyarakat serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Pembangunan harus memiliki dampak langsung yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.

Generasi muda PUPR didorong untuk selalu berinovasi di bidang pembangunan infrastruktur, sehingga terbentuk karakter yang kuat. Peningkatan inovasi di bidang teknologi juga penting dilakukan dalam pembangunan infrastruktur. Tentunya harus didukung oleh hasil riset yang aplikatif, untuk itu kreativitas menjadi kunci dalam pembangunan infrastruktur kedepannya. (BBWSBS/Ferri)

Koordinasi Penyusunan Rekomtek SDA di Pacitan

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kantor Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Rabu (25/11/2020). Kunker tersebut dalam rangka koordinasi terkait rekomendasi teknis (rekomtek) untuk pengambilan komoditas tambang di wilayah kerja BBWSBS yakni Sungai Grindulu yang dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dasar hukum yang digunakan dalam penyusunan rekomtek untuk kegiatan pertambangan di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) SDA, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), antara lain Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara; Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 01/PRT/M/2016 tentang Tata Cara Perizinan Pengusahaan Sumber Daya Air dan Penggunaan Sumber Daya Air; Surat Edaran Direktur Jenderal Sumber Daya Air Nomor: 12A/SE/D/2016 tentang Prosedur Penyusunan Rekomendasi Teknis Perizinan Pengusahaan Sumber Daya Air dan Penggunaan Sumber Daya Air di Direktorat Jenderal Sumber Daya Air; Surat Edaran Direktur Jenderal Sumber Daya Air Nomor: 12B/SE/D/2016 tentang Prosedur Pelayanan Perizinan Pengusahaan Sumber Daya Air dan Penggunaan Sumber Daya Air; Surat Keputusan Dirjen Pengairan No. 176 Tahun 1987 tentang Petunjuk Pelaksanaan Ketentuan Pengamanan Sungai dalam Hubungan dengan Penambangan Galian C di Sungai.

“Rekomtek merupakan persyaratan teknis yang harus dipenuhi dalam pemberian izin, sekaligus menjadi komitmen bersama yang harus dimengerti oleh masyarakat. Oleh karena itu, semua yang berkepentingan dalam penggunaan air nantinya dapat mengelola sumber daya air (SDA) dengan benar,” pesan Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., selaku Kepala BBWSBS dalam sambutannya.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, S.T., M.Si., turut menambahkan bahwa instrumen pengendali dalam pengelolaan sungai, salah satu kuncinya ada pada verifikasi, yaitu memeriksa kesesuaian antara permohonan izin dan rekomtek serta kelayakan dalam penerbitan izin.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Dr. Ir. Heru Wiwoho S.P., M.Si., juga menyampaikan dengan adanya rekomtek yang akurat bagi pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha dalam rangka perizinan pengusahaan dan penggunaan SDA, tentunya akan mendukung sebuah proyek. “Harapan kami melalui koordinasi, aturan yang diterbitkan dari berbagai pihak terkait akan jelas dari segi aspeknya. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk pembangunan yang berkelanjutan,” tutupnya. (BBWSBS/Ferri)

Monev Unit Hidrologi dan Unit SISDA di Lingkungan Kerja BBWSBS

Dalam rangka meningkatkan kemampuan pengelolaan unit hidrologi dan unit sistem informasi sumber daya air (SISDA) yang terampil dan bertanggung jawab, Kepala Sub Direktorat Data dan Pengembangan Sistem Informasi Sumber Daya Air, Ir. Andi Sudirman, M.T., melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di kantor Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (24/11/2020).

Secara umum fungsi dan tugas unit hidrologi adalah merencanakan pembangunan, rehabilitasi/peningkatan dan pemeliharaan (termasuk kalibrasi alat) jaringan pos hidrologi tingkat wilayah sungai, melaksanakan pengumpulan, pengukuran aliran, mengolah sekaligus validasi data serta menyimpan data hidrologi dan kualitas air.

Dengan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan dibekali pengetahuan tentang hidroklimatologi yang baik, Unit Hidrologi BBWSBS dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan data-data hidrologi untuk kepentingan seperti konsultan/perencana maupun akademisi. Serta kualitas data yang diperoleh harus bisa dipertanggungjawabkan keabsahan serta keakuratan datanya, sehingga meminimalisir kesalahan dalam perencanaan yang berkelanjutan.

Ir. Andi Sudirman, M.T. disela kegiatan monev turut mengingatkan, meskipun inovasi telah dilakukan oleh BBWSBS, namun tetap harus dikembangkan lagi. Tidak hanya dari aspek instrumen pendukung saja namun pemutakhiran software juga perlu dilakukan agar koneksi dengan database menjadi lebih baik lagi. “Melalui peninjauan kondisi di lapangan terkait pengelolaan data hidrologi di BBWSBS, kami berharap nantinya dapat belajar banyak dalam hal teknis, peningkatan mutu, penentuan kebijakan, perbaikan dan lain-lain. Sehingga dapat bermanfaat sebagai masukan dalam penyusunan program kami ke depannya,” pesannya. (BBWSBS/Ferri)

Penandatangan SPK Paket Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. SIM di Kabupaten Madiun

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (SPK) yang dilaksanakan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Kantor BBWS Bengawan Solo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (23/11/2020).

Penandatanganan SPK tersebut terkait Paket Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. SIM di Kabupaten Madiun (IPDMIP) (Multiyears Contract) dengan nilai kontrak sebesar Rp116.435.151.261 dan Paket Pekerjaan Supervisi Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. SIM di Kabupaten Madiun (IPDMIP) (Multiyears Contract) dengan nilai kontrak sebesar Rp7.076.808.000, yang ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa (Irwa) II, Ni Nyoman Indah Pramadewi, S.T., M.Eng., dengan kuasa penyedia jasa dari Haka-Hidup Indah, KSO dan PT. Indra Karya – PT. Tuah Agung, KSO yang disaksikan oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dan Kepala Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Jawa Tengah, V. Untoro Kurniawan, S.T., M.M., M.T., beserta pejabat lainnya.

Lingkup Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM di Kabupaten Madiun yang akan dikerjakan meliputi pekerjaan rehab bending, penggantian pintu intake, penggantian pintu penguras, pekerjaan rehab sypon, pekerjaan rehab saluran suplesi, pekerjaan normalisasi saluran primer, pekerjaan rehab saluran primer (lining saluran), dan pekerjaan normalisasi saluran sekunder.

Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam arahannya berpesan agar dalam pelaksanaan paket pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi dapat sesuai dengan spesifikasi serta terpenuhi baik aspek kualitas dan kuantitasnya. “Kami berharap untuk semua pihak terkait, dapat mengemban tanggung jawab dengan baik terhadap pelaksanaan paket pekerjaan yang telah ditandatangani, agar nantinya terlaksana sesuai target dan tepat waktu, pesannya.

Kepala BP2JK Jawa Tengah, V. Untoro Kurniawan, S.T., M.M., M.T., turut menambahkan bahwa untuk penyedia jasa, baik konsultan supervisi maupun kontraktor pelaksana, dapat bersinergi dengan PPK dan Kepala Satuan Kerja (Satker) yang terkait, agar proses pengerjaannya dapat berjalan lancar. (BBWSBS/Ferri)

Koordinasi Penataan Waduk Bunder di Kabupaten Gresik

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kunjungan kerja (kunker) di wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (17/11/2020). Kunker tersebut dalam rangka rapat koordinasi terkait penataan Waduk Bunder dan peninjauan aset Bendung Karet Kali Lamong, yang dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Infrastruktur Waduk Bunder yang memiliki luas 92 Ha dengan kapasitas awal 2,465 juta M3 tersebut memiliki potensi yang besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Selain digunakan untuk manfaat pertanian, waduk tersebut juga bermanfaat sebagai tempat penampungan dan resapan air. Selain itu, juga dapat mereduksi potensi banjir khususnya di wilayah Kebomas, Cerme, dan Gresik Kota.

Kepala Bidang PJSA Bengawan Solo, Ir. Isgiyanto, M.T., disela kegiatan monitoring menyampaikan bahwa BBWSBS melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR dan Bappeda Kabupaten Gresik untuk memberikan masukan, terkait dengan air yang masuk dan potensi yang bisa dimanfaatkan dari Waduk Bunder. “Detail Desain Penataan Waduk Bunder ditargetkan selesai pada akhir tahun 2020. Sehingga program yang disusun dari bawah bersama-sama dengan instansi terkait di Kabupaten Gresik ini akan diajukan ke pusat. Kami juga berharap agar program Penataan Waduk Bunder ini nantinya dapat segera terealisasi dan pelaksanaannya berjalan lancar,” pesannya.

Hal ini juga sejalan dengan salah satu misi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yaitu menyelenggarakan pengelolaan sumber daya air (SDA) secara efektif dan optimal, guna meningkatkan kelestarian fungsi dari keberlanjutan pemanfaatan SDA sekaligus mengurangi resiko daya rusak air.

Dengan adanya revitalisasi Waduk Bunder, nantinya akan memberikan manfaat antara lain, sebagai tampungan banjir sampai dengan Q50 tahun. Selain itu sebagai sumber air irigasi untuk area seluas 749 Ha, atau dapat menambah area tanam per tahun dari 20% menjadi 80%. Waduk tersebut nantinya juga dapat meningkatkan potensi di sektor kepariwisataan. (BBWSBS/Ferri)

Penandatangan Surat Perjanjian Kerja Rehabilitasi Bendungan Pacal

Dalam rangka menciptakan pembangunan dan pengembangan infrastruktur yang memberikan manfaat di bidang sumber daya air (SDA) seluas-luasnya, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (SPK) di Kantor BBWS Bengawan Solo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (13/11/2020). Acara yang dilaksanakan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

SPK tersebut terkait pekerjaan Rehabilitasi Bendungan Pacal di Kabupaten Bojonegoro, yang ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) IV, Antonius Suryono, S.H., M.M.T., dengan General Manager PT Adhi Karya (Persero), Ir. Harimawan, M.M., dengan nilai kontrak Rp90.264.142.545 dan disaksikan oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., beserta pejabat lainnya.

Bendungan yang terletak di Kecamatan Temayang tersebut memiliki tipe urugan batu dengan membran beton di udik. Tinggi maksimal bendungan yakni 35 meter dan lebar puncak 7 meter. Bendungan Pacal menjadi sumber air bagi daerah irigasi (DI) Pacal dengan luasan baku sawah 16.688 Ha.

Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. dalam arahannya juga berpesan bahwa bendungan tersebut usianya sudah tua yang dimanfaatkan sejak tahun 1933, sehingga sudah saatnya mendapatkan perhatian khusus dari BBWSBS. “Masalah geologi menjadi hal yang perlu diperhartikan dalam pekerjaan rehabilitasi Bendungan Pacal ini. Semoga hasil pekerjaan nantinya memenuhi kualitas, kuantitas, dan sesuai dengan spesifikasinya. Namun, yang paling penting adalah tepat waktu dan tepat mutu sehingga fungsi infrastruktur yang ada dapat segera dimanfaatkan kembali oleh masyarakat sekitar,” imbuhnya. (BBWSBS/Ferri)

Tinjau Model Test Bendung Klepek dan Bendung Gerak Karangnongko

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) bekerja sama dengan Laboratorium Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawiyaja (UB) melaksanakan Model Tes Bangunan Air di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (11/11/2020).

Dalam acara tersebut rombongan pejabat dan staf BBWSBS meninjau proyek Penelitian Model Tes Bendung Klepek Kabupaten Bojonegoro dan Bendung Gerak Karangnongko Kabupaten Bojonegoro dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Penelitian Model Tes dilakukan untuk mengetahui perubahan yang terjadi jika kegiatan fisik dilakukan. Bendung Klepek dan Bendung Gerak Karangnongko dipelajari sekaligus diselidiki parameter serta karakteristik aliran yang terjadi dari segi pola aliran (hidrolik). Sehingga dapat diberikan saran penyempurnaan dari aspek hidrolik, agar dapat dilakukan perbaikan guna memberikan kinerja yang terbaik.

Bendung Klepek yang berlokasi di Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonego, memiliki dua intake yakni intake kiri yang mengairi sawah seluas 2.500 ha dan intake kanan yang mengairi lahan sawah seluas 14.188 ha.

Untuk Bendung Gerak Karangnongko, rencananya akan dibangun dengan tipe concrete gravity, dengan daerah tangkapan seluas 10,03 Km2 serta berdaya tampung efektif sebesar 59,1 juta m3. Infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu memberikan pasokan Daerah Irigasi (DI) Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 5.203 Ha dan D.I. Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha.

Kepala Bidang (Kabid) PJSA Bengawan Solo, Ir. Isgiyanto, M.T., menjelaskan bahwa bangunan eksisting Bendung Klepek usianya sudah cukup tua, sehingga nantinya akan direhabilitasi dan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko rencananya mulai dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang. “Dengan adanya Penelitian Model Tes di Laboratorium PSDA FT UB ini kami juga berharap agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh mahasiswa guna menambah wawasan serta berkesempatan untuk terlibat sekaligus mengamati perilaku hidroliknya,” pesannya.

Dekan FT UB, Prof. Dr. Ir. Pitojo Tri Juwono, M.T., IPU., dalam pidatonya juga menyampaikan bahwa seiring dengan meningkatnya kebutuhan SDA, pemerintah turut membangun bendungan baik yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) maupun Non PSN. “Kami akan terus berusaha memberikan pelayanan yang baik bagi mitra kerja melalui fasilitas laboratorium yang ada, sehingga memberikan dampak postif dan menghasilkan sinergi yang baik,” tutupnya. (BBWSBS/Ferri)

Sinergitas Forum Jokalibe dalam Pengelolaan SDA

Sejarah tentu melekat pada Sungai Bengawan Solo, yang hingga saat ini menjadi sungai terpanjang di Pulau Jawa, sekaligus menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Oleh karena itu, sebagai upaya dalam mengelola dan menjaga kelestarian Sungai Bengawan Solo, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar kegiatan Pertemuan Forum Jogo Kali Bengawan (Jokalibe) di Aula Perum Jasa Tirta (PJT) di kompleks Kantor BBWSBS di Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (06/11/2020). Acara tersebut digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) (Sampu) Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat, Ir. Sudirman, M.M., menyampaikan bahwa fungsi dari waduk dan sungai harus kita pertahankan, terkait penyediaan sumber air baku, irigasi, mereduksi banjir serta fungsi-fungsi lainnya. “Selain perlu adanya konservasi, sehubungan dengan pengelolaan SDA di Sungai Bengawan Solo, tidak hanya diserahkan begitu saja kepada pemerintah, yang dalam hal ini BBWSBS, namun peran serta dari berbagai elemen masyarakat sangat diperlukan,” pesannya.

“Setiap bulan BBWSBS rutin melakukan pengecekan kualitas air di 30 titik lokasi yang tersebar di sepanjang Sungai Bengawan Solo, sehingga kami berharap bawah dalam pengelolaan Sungai Bengawan Solo dapat dibangun sinergitas antar instansi pemerintah, pihak swasta, komunitas dan masyarakat,” sambung Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech.

Kepala Bidang (Kabid) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, S.T., M.Si., juga menambahkan bahwa bentuk pelibatan masyarakat yang telah dilakukan oleh BBWSBS antara lain mendorong pembentukan Komunitas Peduli Sungai (KPS) sekaligus peningkatan kapasitas anggota baik KPS dan Komunitas Peduli Waduk (KPW) melalui kegiatan edukasi, sosialisasi, pelatihan, maupun kegiatan lainnya, serta menyediakan sarana edukasi dan media informasi.

Forum Jokalibe mempunyai tugas membantu Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan pembinaan, pemberdayaan masyarakat, pemantauan dan pengawasan pencemaran sungai di Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Dalam pelaksanaan tugasnya, Forum Jokalibe juga menyelenggarakan fungsi koordinasi melalui kosultasi dengan pihak terkait yang diperlukan guna keterpaduan dalam pencegahan, pemantauan dan pengawasan pencemaran di sungai serta tercapainya pengintegrasian dan kesepahaman antar sektor, antar wilayah dan antar pemilik kepentingan. Selain itu, kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program kerja pembinaan, pemberdayaan masyarakat, pemantauan dan pengawasan pencemaran di sungai.

Melalui kegiatan Pertemuan Forum Jokalibe tersebut diharapkan dapat menjalin komunikasi antar instansi dan pemerhati lingkungan, bertukar informasi antara berbagai pihak terkait, sehingga dalam penanganan permasalahan di Sungai Bengawan Solo dapat terjalin kekompakan serta senantiasa bermanfaat bagi masyarakat di sekitar untuk saat ini dan di masa mendatang. (BBWSBS/Ferri).

Pengelolaan Greenbelt Bendungan untuk Konservasi Lahan Berkelanjutan

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kunjungan kerja (kunker) di wilayah Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis-Jumat (05-06/11/2020). Dalam kesempatan ini Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) (Sampu) Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat, Ir. Sudirman, M.M., didampingi Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., beserta pejabat dan staf, meninjau pengelolaan area sabuk hijau (greenbelt) di kawasan Bendungan Serbaguna Wonogiri dan Bendungan Gondang.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rayat (PUPR) akan memanfaatkan area sabuk hijau (greenbelt) bendungan untuk ditanami berbagai jenis pohon yang bernilai ekonomis. Untuk itu, setiap bendungan harus ditata dan memiliki kawasan greenbelt yang memadai melalui penanaman pohon yang disesuaikan dengan struktur tanah dan memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Selain berfungsi untuk penataan lingkungan di sekitar infrastuktur, greenbelt juga bermanfaat untuk menciptakan ruang terbuka hijau (RTH). Bila ekosistem bendungan yang dibangun indah dan asri tentunya akan meningkatkan meningkatkan estetika serta memunculkan karakteristik tersendiri.

Ir. Sudirman, M.M., disela kegiatan juga menyampaikan bahwa Menteri Basuki menginstruksikan agar dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur harus berlandaskan prinsip-prinsip terkait pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan (sustainable). “Dalam konstruksi sebuah infrastruktur, yang dalam hal ini bendungan, harus memiliki kawasan greenbelt yang memadai dan tertata melalui penanaman pohon. Varietasnya juga disesuaikan dengan struktur tanah yang ada sekaligus memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat,” imbuhnya.

Upaya konservasi yang dilakukan melalui penanaman pohon di area greenbelt, turut menyumbang pengembangan potensi ekonomi lokal di sekitar bendungan. Tentunya, dilakukan tanpa mengganggu fungsi utama bendungan sebagai tampungan air. Oleh karena itu, peran aktif dari masyarakat sekitar sangat diperlukan,” pesan Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech.

Kepala SNVT Pembangunan Bendungan Bengawan Solo, Dony Faturochman S., S.T., M.T., menjelaskan bahwa di Bendungan Gondang terdapat greenbelt seluas 18,6 Ha dan sudah ditanami sekitar 450 pohon, namun akan tetap berproses setiap tahunnya dengan penanaman sekitar 220 pohon yang terdiri dari jenis buah-buahan seperti durian, mangga, kelengkeng, dan jambu.

“Untuk bendungan yang saat ini masih on progress pembangunannya juga memiliki area greenbelt dengan luasan lahan yakni, Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan seluas 8 Ha, Bendungan Bendo di Kabupaten Ponorogo seluas 69,16 Ha, Bendungan Gongseng di Kabupaten Bojonegoro seluas 130,32 Ha, Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri seluas 8,7 Ha, dan Bendungan Jlantah di Karanganyar seluas 11,85 Ha,” sambungnya.

Sebagai informasi pendukung, Bendungan Serbaguna Wonogiri mampu mengairi lahan pertanian dengan luas sekitar 23.200 ha, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas 12,4 MW, pengendali banjir sekaligus potensi pariwisata.

Dan untuk Bendungan Gondang yang dibangun dengan tipe urugan random zona inti tegak, dapat dimanfaatkan sebagai penyedia air baku bagi Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sragen masing-masing sebesar 100 liter/detik. Selain itu dapat mengairi lahan pertanian seluas 4.066 ha, serta mereduksi debit banjir sebesar 6,74% atau dari 639,22 m3/detik menjadi 596,12 m3/detik. (BBWSBS/Ferri)

Monitoring Siaga Banjir di Wilayah Sungai Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kunjungan kerja di kawasan Sangkrah, Pasar Kliwon, Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (04/10/2020). Direktur Sistem dan Strategi Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA), Ir. Edy Juharsyah, M.Tech., didampingi Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., beserta staf meninjau lokasi bangunan parapet beton di kawasan Sangkrah, Pasar Kliwon, Kota Solo.

Kegiatan monitoring tersebut dalam rangka peninjauan lapangan sekaligus inspeksi untuk menghadapi musim penghujan. Dengan adanya bangunan parapet beton Sungai Bengawan Solo di sejumlah lokasi seperti Jurug, Semanggi, Pucangsawit dan Sangkrah diharapkan dapat menahan luapan air Bengawan Solo.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., disela kegiatan menyampaikan bahwa pengecekan infrastuktur di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo merupakan salah satu upaya dalam menghadapi musim penghujan. “Kondisi bangunan parapet dan tanggul eksisting terpantau cukup baik, sehingga diperkirakan pada puncak musim hujan nantinya akan aman,” tuturnya.

Sebagai informasi, BBWSBS juga telah melaksanakan pekerjaan Penanganan Banjir Kota Solo, beberapa diantaranya berupa pembangunan parapet beton dengan debit kala ulang Q50 sepanjang ±5,5 km, pembangunan revetment sepanjang ±2,3 km, pembangunan tujuh rumah pompa serta pompa banjir. Diharapkan dengan adanya bangunan infrastruktur di bidang SDA yang memadai, serta penanganan yang tepat, masyarakat akan merasa aman. (BBWSBS/Ferri)