/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Konsolidasi Regional Kehumasan dalam Penyebarluasan Informasi Pembangunan Infrastruktur Kementerian PUPR

Untuk mendukung penyebarluasan informasi pembangunan infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Biro Komunikasi Publik (Kompu) bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengadakan Konsolidasi Regional Kehumasan dan Media Gathering dalam Mendukung Penyebarluasan Informasi Pembangunan Infrastruktur Kemnterian PUPR tahun 2020 di Yogyakarta, Senin-Selasa (26-27/10/2020).

Acara yang diikuti peserta secara tatap muka dan peserta secara daring perwakilan dari balai-balai di lingkungan Kementerian PUPR di seluruh Indonesia tersebut, diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kementerian PUPR merupakan salah satu kementerian dengan APBN terbesar, sehingga harus terus meningkatkan pelayanan informasi dan kehumasan sebagai bentuk transparansi dan akuntanbilitas. Konsolidasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, koordinasi, dan sinergitas insan kehumasan dalam pelaksanaan kegiatan kompu di lingkungan Kementerian PUPR.

Dalam acara tersebut juga disampaikan arahan dari Kepala Biro Komunikasi Publik, R. Endra Saleh Atmawidjaja, S.T., M.Sc., DEA., yang dilanjutkan dengan penyampaian materi Membuat Konten dalam Kerangka Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PWI Pusat, Mirza Zuhaldi, Kehumasan di Era Industri 4.0: Every One is Public Relation oleh Ketua Bidang Pendidikan Nurzaman Mochtar, How to Deal with Media: Memahami Undang-undang Nomor 40 Tahun 1998 tentang Pers oleh Ketua Umum (Ketum) PWI Pusat, Atal S. Depari, dan Menjadikan Wartawan sebagai Teman, serta Every One is Journalist: How to Create Multi Content by Smartphone yang disampaikan oleh perwakilan Anggota Bidang Pendidikan PWI Pusat.

Pada suatu proses pembangunan, komunikasi turut menjadi faktor sekaligus kunci penting yang akan menentukan keberhasilan pembangunan infrastruktur. Akan tetapi, realitanya justru sering terjadi krisis komunikasi yang dihadapi oleh insan humas. Terlebih ditengah perkembangan arus informasi dan teknologi, juga berpotensi mengarah pada munculnya disinformasi serta hoaks.

Melalui konsolidasi tersebut, diharapkan dapat membangun jejaring kerja (networking) yang kuat dalam meningkatkan penyebarluasan serta pelayanan informasi kepada masyarakat dalam mengatasi krisis komunikasi bersama. Dengan komunikasi yang tepat, publik dapat mengetahui dengan harapan memperoleh dan membangun kepercayaan (trust).

Hal ini penting dilakukan oleh pemerintah agar dapat menjalankan programnya dengan baik dan menghadirkan inovasi pelayanan publik dengan kualitas yang terus meningkat. Sehingga reputasi Kementerian PUPR yang terbentuk juga semakin baik dan dukungan masyarakat semakin besar. (BBWSBS/Ferri)

Monitoring Proyek Penanganan Banjir di Kabupaten Madiun

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kunjungan kerja (kunker) di kawasan Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (27/10/2020). Rombongan yang dipimpin oleh Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. dan didampingi oleh pejabat dan staf tersebut meninjau beberapa pekerjaan terkait persiapan dan penanganan banjir.

Kabupaten Madiun sempat dilanda banjir terbesar selama 33 tahun terakhir akibat meluapnya Kali Jeroan pada tahun 2019 lalu. Kali Jeroan merupakan anak Kali Madiun yang mengalir ke Sungai Bengawan Solo.

Luapan kali yang memiliki panjang 35 kilometer tersebut juga mengakibatkan longsornya tanggul di beberapa titik serta putusnya parapet. Banjir tersebut juga menggenangi wilayah seluas 253 ha di enam desa termasuk ruas tol Solo-Kertosono.

Pada kesempatan ini, rombongan meninjau ke area Proyek Penanganan Banjir Kali Jeroan (Lanjutan) di Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Konstruksi kontrak paket multi years tersebut dikerjakan oleh PT Bangun Makmur Utama – PT Selo Manunggal Sejati KSO dengan nilai kontrak sebesar Rp70,68 miliar.

Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., disela kegiatan monitoring menjelaskan bahwa pada tahun 2019 telah dimulai pekerjaan penanganan banjir Kali Jeroan dengan membangun tanggul/perapet beton sepanjang 370 meter. Dan pada tahun 2020 hingga 2021 mendatang BBWSBS menargetkan upaya penanganan banjir Kali Jeroan dengan pembangunan tanggul/parapet beton dan perkuatan tebing (revetment beton) sepanjang lebih dari 1,5 km.

“Kami berharap melalui proyek penanganan banjir Kali Jeroan ini dapat mengantisipasi luapan sungai akibat meningkatnya debit air saat curah hujan tinggi, sehingga masyarakat dapat merasa aman,” tuturnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan monitoring infrastruktur gorong-gorong di area tol Solo-Kertosono tepatnya KM +603 yang digunakan untuk mengalirkan genangan air apabila terjadi luapan Kali Jeroan di sebelah selatan ruas tol. Safari lapangan di Kabupaten Madiun pun diakhiri dengan peninjauan aset dan kesiapan staf di Stasiun Pompa Banjir di Desa Glonggong. (BBWSBS/Ferri)

Serah Terima Hasil Pelaksanaan P3TGAI Tahap II TA 2020 di Kabupaten Gresik dan Lamongan

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan acara Serah Terima Hasil Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahap II Tahun Anggaran 2020 di Wilayah Hilir Sungai Bengawan Solo, di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (27/10/2020). Acara yang diselenggarakan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Selain untuk mendukung program ketahanan pangan Nasional, melalui P3TGAI dapat meningkatkan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat khususnya petani. Program tersebut juga bermanfaat untuk memperkuat sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat petani dalam kegiatan pengelolaan jaringan irigasi.

P3TGAI menyasar pada pemberdayaan Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) maupun Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dalam kegiatan teknis perbaikan dan peningkatan jaringan irigasi air. Tujuannya untuk mengembalikan kondisi dan fungsi saluran dan bangunan irigasi seperti semula secara parsial.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada tahun 2020 BBWSBS diberi alokasi P3TGAI sebanyak 509 desa dengan rincian 146 desa di wilayah hulu, 224 desa di wilayah tengah, dan 139 desa di wilayah hilir Sungai Bengawan Solo.

“Harapan kami melalui kegiatan ini dapat menjawab tantangan penyediaan dan kelancaran air irigasi desa, serta dengan dana swakelola yang ada dapat membangkitkan roda perekonomian masyarakat sekitar,” pesannya.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA., turut menjelaskan bahwa sebelumnya acara serah terima pekerjaan selesai 100% telah dilaksanakan untuk enam desa di Kabupaten Bojonegoro pada 23 Oktober 2020. Dan pada kesempatan ini dilaksanakan untuk 16 desa yang terbagi di Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan. (BBWSBS/Ferri)

Penyerahaan Hasil Pelaksanaan P3TGAI Tahap II TA 2020 di Wilayah Hilir

Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan Nasional, perlu dilakukan upaya peningkatan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat, dalam hal ini petani. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan Serah Terima Hasil Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahap II Tahun Anggaran 2020 di Wilayah Hilir Sungai Bengawan Solo, di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (23/10/2020). Acara yang diselenggarakan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Program P3TGAI selain untuk mendukung program ketahanan pangan, juga menyasar pada pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) maupun Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) dalam kegiatan teknis perbaikan dan peningkatan jaringan irigasi air.

Program tersebut bertujuan untuk mengembalikan kondisi serta fungsi saluran dan bangunan irigasi seperti semula secara parsial. Selain itu, juga berupaya meningkatkan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat khususnya petani.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam pidatonya menyampaikan bahwa P3TGAI bermanfaat untuk meningkatkan fungsi dan kondisi jaringan yang sudah ada dengan mempertimbangkan perubahan kondisi lingkungannya. “Kami berharap pemerintah desa selanjutnya turut bertanggung jawab dalam perawatan dan pemeliharaan infrastuktur yang telah dibangun melalui dana P3TGAI sebagai aset, guna meningkatkan kinerja jaringan irigasi desa yang ada di wilayah kerja BBWSBS,” pesannya.

Dalam acara tersebut juga disampaikan laporan pekerjaan oleh Kepala Satker Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA., dan penyerahaan hasil pekerjaan secara berjenjang sekaligus menginformasikan bahwa pekerjaan P3TGAI Tahap II T.A. 2020 di wilayah hilir Sungai Bengawan Solo telah selesai 100% baik progres fisik, keuangan, maupun administrasinya. (BBWSBS/Ferri)

Seminar Tata Kelola Air dan Penandatanganan RTD Bendungan Gongseng

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mengikuti acara Seminar Tata Kelola Air dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) secara Terpadu yang dirangkai dengan Penandatanganan Rencana Tindak Darurat (RTD) Bendungan Gongseng di ruang Angling Dharmo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jumat (23/10/2020).

Bendungan Gongseng yang berada di Desa Papringan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, progres pembangunannya sudah mencapai sekitar 84% dan rencananya akan diresmikan pada bulan Desember 2020. Sementara, untuk impounding (pengisian waduk) akan mulai dilaksanakan pada pertengahan tahun 2021 mendatang.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan bahwa setiap pembangunan dan pengelolaan bendungan beserta waduknya harus dilaksanakan berdasarkan pada konsep keamanan bendungan, sehingga harus dilengkapi dengan dokumen RTD.

“Dokumen RTD bertujuan untuk memberikan petunjuk yang sistematis mengenai permasalahan terkait keamanan bendungan, sehingga dapat segera diberikan respon yang cepat guna mencegah terjadinya keruntuhan bendungan. Sekaligus mempersiapkan upaya-upaya untuk memperkecil resiko jatuhnya korban jiwa dan kerusakan harta benda,” pesannya.

Bendungan Gongseng nantinya dapat menampung 22 juta m3 air dengan tinggi 34 meter dan dapat digunakan untuk keperluan irigasi seluas 6.200 ha, air baku 300 liter per detik. Selain itu sebagai konservasi lahan yang juga memiliki potensi pariwisata.

Dalam pidato Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Mu’awanah, berharap nantinya Bendungan Gongseng dapat mengairi lahan pertanian yang tidak dapat dijangkau dari Bendungan Pacal. “Masyarakat sudah betul-betul sangat menunggu hadirnya infrastruktur ini, dan Pemkab Bojonegoro juga telah merespons terhadap perencanaan anggaran 2021 agar segera dibangun saluran sekunder dan tersier untuk daerah irigasi Bendungan Gongseng. Jadi, saya yakin kedepannya akan semakin makmur,” pungkasnya. (BBWSBS/Ferri)

Penandatangan Kontrak Paket Pekerjaan Rehabilitasi Bendungan Lalung

Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan penandatanganan kontrak paket pekerjaan di Kantor BBWS Bengawan Solo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (02/10/2020). Paket pekerjaan yang akan dilaksanakan yakni Rehabilitasi Bendungan Lalung yang ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) II, Ika Yulianti, S.T., M.T. dengan Direktur PT Taruna Putra Pertiwi, Nana Herdiana, dengan nilai kontrak Rp 66.857.274.869 dan disaksikan disaksikan oleh Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., beserta pejabat lainnya.

Bendungan Lalung yang dibangun pada 1943 tersebut memiliki tipe urugan tanah homogen. Bendungan tersebut mampu mengairi lahan pertanian seluas 2.000 ha dan dimanfaatkan warga untuk perikanan maupun pariwisata.

Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. dalam arahannya juga berpesan agar tetap memperhatikan kondisi di sekitar area proyek, sehingga dalam pengerjaannya tidak sampai merugikan pihak manapun. “Semoga paket pekerjaan rehabilitasi Bendungan Lalung nantinya sesuai dengan spesifikasinya serta memenuhi kualitas, kuantitas, dan tepat waktu,” imbuhnya.

Kepala Satker OP SDA Bengawan Solo, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA., turut menambahkan bahwa setelah melalui proses yang cukup panjang akhirnya rencana rehabilitasi dapat terealisasi. “Pekerjaan rehabilitasi bendungan di Kabupaten Karanganyar dengan kapasitas volume mencapai 4 juta m3 ini, ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2021 mendatang,” tutupnya. (BBWSBS/Ferri)

Rehabilitasi Bendung Plesungan untuk Ngawi yang Lebih Maju

Rombongan pejabat dan staf dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) yang dipimpin oleh, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., bersama Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Dr. Gatot Sudjito, M.Si., melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (21/10/2020).

Kunker tersebut untuk meninjau area Bendung Plesungan terkait rencana rehabilitasi. Bendung Plesungan dibangun di aliran Sungai Dero pada kisaran tahun 1975-1976, yang merupakan salah satu daerah irigasi (D.I.) Pondok yang sumber airnya berasal dari Waduk Pondok.

Kepala BBWBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menyampaikan bahwa rencananya proyek rehabilitasi Bendung Plesungan dapat terealisasikan pada tahun 2021 mendatang. “Dengan adanya rehabilitasi Bendung Plesungan, nantinya petani tidak perlu menggunakan pompa lagi, sehingga dapat melalui irigasi teknis. Selain itu, melalui bendung tersebut area persawahan yang diairi dapat mencapai sekitar 608 Ha,” jelasnya.

Lurah Desa Tambakrejo, Sukimin, mengucapkan terimakasih atas kehadiran dari semua pihak terkait di Kabupaten Ngawi untuk meninjau di area Bendung Plesungan. “Bendungan ini memiliki manfaat yang sangat besar bagi kami, utamanya untuk mengairi area persawahan di lima desa di kecamtaan Padas dan Pangkur. Sehingga dengan adanya rehabilitasi masyarakat petani di kawasan sekitar akan semakin sejahtera di masa mendatang,” harapnya. (BBWSBS/Ferri)

Koordinasi Pengembangan SDA di Kawasan Ngawi

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., bersama Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Dr. Gatot Sudjito, M.Si., beserta pejabat dan staf, melakukan kunjungan kerja di Desa Tambakboyo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (21/10/2020).

Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau lokasi sekaligus sarasehan terkait rencana pembangunan embung di Desa Tambakboyo. Acara yang diselenggarakan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., turut menyampaikan bahwa dengan sumber air yang cukup besar di area setempat maka ada potensi untuk dibangun embung. “Kami akan melakukan survei dan mengkaji kembali desain yang ada, sehingga rencana pembangunan embung dapat segera terealisasi dan masyarakat segera mendapatkan manfaatnya,” pesannya.

Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Dr. Gatot Sudjito, M.Si., juga mengutarakan bahwa dengan peningkatan infrastruktur sumber daya air (SDA) tentunya akan menunjang produktivitas petani pemakai air. “Dalam pembangunan infrastruktur tentu tidak bisa hanya dikerjakan oleh satu pihak saja, untuk itu saya berharap berbagai pihak terkait dapat bersinergi bersama dalam bekerja. Sehingga harapan-harapan masyarakat, khususnya petani pemakai air di wilayah Kabupaten Ngawi dapat direalisasikan,” sambungnya.

Ketua Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) Sumber Karya, Sobirin, S.Pt., mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah bersedia menampung aspirasi masyarakat setempat. “Semoga rencana pembangunan embung di Desa Tambakboyo ini dapat segera terealisasikan dan dampaknya dapat dirasakan masayarakat. Selain itu, tidak hanya petani pemakai air saja yang akan diuntungkan, namun juga berpotensi menunjang di bidang pariwisata,” pungkasnya. (BBWSBS/Ferri)

Rakor Rencana Pelaksanaan Tender Paket Tahun Anggaran 2021 di Lingkungan BBWS Bengawan Solo

Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Wilayah Jawa Tengah (Jateng) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Rencana Pelaksanaan Tender/Seleksi Dini Paket-paket Tahun Anggaran (TA) 2021 di Lingkungan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) yang bertempat di Kantor BBWSBS di Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin-Selasa (12-13/10/2020). Acara tersebut diselenggarakan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) melalui BP2JK untuk menggantikan Unit Layanan Pengadaan (ULP). Melalui BP2JK, dapat juga digunakan sebagai langkah bagi Kementerian PUPR dalam mengimplementasikan strategi-strategi pencegahan penyimpangan dalam PBJ.

Rakor tersebut juga dihadiri oleh seluruh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan BBWSBS. Dalam acara tersebut juga disampaikan paparan dan diskusi paket TA 2021 dari Satuan Kerja (Satker) BBWSBS, Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Bengawan Solo, Satker Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo, SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo, dan SNVT Pembangunan Bendungan BBWSBS.

Dalam diskusi pada acara rakor tersebut juga dibahas mengenai upaya-upaya pencegahan penyimpangan dalam pelaksanaan PBJ yang dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya  penyederhanaan aturan, perbaikan sistem, mendorong inovasi dan transparansi, penggunaan e-katalog, perbaikan sumber daya manusia (SDM), dan konsolidasi dalam perencanaan.

Diharapkan dengan adanya rakor tersebut turut membentuk SDM yang independen, agar berkomitmen menghindari intervensi dalam proses pemilihan sehingga proses bisnis lebih baik. Oleh karena itu, nantinya akan menghasilkan PBJ yang lebih efektif, efisien, transparan, berkualitas dan akuntabel. (BBWSBS/Ferri)

Susur Hilir, Sambut Bendung Gerak Karangnongko

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyusuri daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo wilayah hilir, di Jawa Timur, Selasa (18/08/2020). Rombongan yang dipimpin oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. tersebut dalam rangka kunjungan kerja untuk rencana pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. Nantinya, bendung gerak akan dibangun di Sungai Bengawan Solo yang juga menjadi perbatasan Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro dan Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora.

Bendung Gerak Karangnongko akan memiliki daerah tangkapan seluas 10,04 Km2 serta daya tampungan efektif sebesar 59 juta M3. Dengan dibangunnya bendung gerak tersebut bermanfaat untuk pengendalian banjir dan pengelolaan sumber daya air (SDA) yang melimpah di DAS Bengawan Solo.

Infrastruktur Bendung Gerak Karangnongko diproyeksikan mampu memberikan pasokan Daerah Irigasi (DI) Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 5.203 Ha dan untuk DI Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha. Selain itu, nantinya juga bermanfaat untuk air baku PDAM Bojonegoro, PDAM Blora, PDAM Tuban, air baku sebesar 500 liter/detik bagi kawasan Kabupaten Ngawi, dan kawasan lainnya.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menjelaskan bahwa hadirnya bendung gerak tersebut dapat bermanfaat cukup luas bagi masyarakat. “DI Karangnongko ini merupakan salah satu manfaat yang nantinya akan didapat masyarakat setelah pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. Semoga proses menuju konstruksi nantinya dapat berjalan lancar dan tidak terkendala,” pesannya. (BBWSBS/Ferri)