/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Sosialisasi Tata Cara Monev RP2I BBWSBS Tahun Anggaran 2022

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar acara Sosialisasi Tata Cara Monitoring dan Evaluasi Rencana Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi (RP2I) BBWSBS Tahun Anggaran 2022 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di The Sunan Hotel Solo, di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (09/11/2022). Gelaran acara tersebut terkait dengan selesainya penyusunan Dokumen RP2I Daerah Irigasi (DI) Kewenangan Pusat, Provinsi, dan Kabupaten.

RP2I merupakan instrumen perencanaan yang diperlukan oleh BBWS, atau pihak lain seperti provinsi atau kabupaten untuk melaksanakan kebijakan dan strategi pembangunan daerah di bidang pertanian, serta pengelolaan irigasi secara partisipatif dengan tujuan untuk mewujudkan keberlanjutan sistem irigasi selama 5 (lima) tahun kedepan. Pelaksanaan RP2I di wilayah sungai (WS) Bengawan Solo terdiri dari 1 provinsi dan 5 kabupaten yaitu Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Madiun, Kabupaten Tuban, Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Lamongan.

Dalam kegiatan penyusunan RP2I ini, setiap pemerintah daerah bertanggung jawab dalam menyusun dokumen RP2I sesuai dengan kewenangannya masing-masing, yang mana nantinya setiap dokumen dari masing-masing kewenangan akan dikompilasikan untuk dijadikan dokumen RP2I berbasis kabupaten.

Kepala BBWSBS, Maryadi, melalui Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (O & P SDA) Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, menyampaikan bahwa untuk menunjang keberlangsungan pelaksanaan RP2I di masing-masing kabupaten perlu adanya keterlibatan dari semua pihak baik pemerintah, stakeholder, maupun HIPPA/GHIPPA/IHIPAA. “Besar harapan saya semua pihak dapat ikut berpatisipasi dalam pelaksanaan, pemantauan, monitoring dan evaluasi RP2I di WS Bengawan Solo. (Humas/Ferri)

Wujudkan Keterpaduan SDA di Kabupaten Ponorogo

epala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) Maryadi Utama didampingi oleh pejabat di lingkungan BBWSBS melakukan koordinasi dengan Bupati Kabupaten Ponorogo, Sugiri Sancoko, Kepala BAPPEDA LITBANG Kabupaten Ponorogo, Agus Sugiarto, beserta jajarannya di kantor Bupati Ponorogo, Jawa Timur pada Kamis, (13/10/2022) dengan tetap menerapkan prokes pencegahan Covid-19.

Sebelumnya, rombongan BBWSBS yang dipimpin oleh Maryadi Utama melakukan pengecekan lokasi banjir dan pekerjaan BBWSBS di Bendungan Bendo, Kabupaten Ponorogo.

Dalam kunjungannya di kantor Bupati Ponorogo, Maryadi Utama menyampaikan hasil monitoring kondisi banjir di lapangan yang sekaligus memberikan bantuan 20 sembako kepada masyarakat sekitar yang terdampak bencana banjir di Desa Mlarak, Kecamatan Jedes, Kabupaten Ponorogo. Maryadi juga turut menyampaikan adanya pekerjaan pembangunan pipa air baku untuk irigasi dan penambahan wisata berupa pembangunan dermaga yang sudah pada tahap pengukuran di Bendungan Bendo, Kabupaten Ponorogo.

Kepala BBWSBS tersebut menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk dapat memberikan bantuan dan dukungannya, sehingga BBWSBS dapat terus mengupayakan penanganan dalam pengelolaan SDA lebih lanjut dengan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. 

“BBWSBS memohon bantuan dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo karena kami berencana membuat wisata baru di Bendungan Bendo, Kabupaten Ponorogo yakni dengan pembangunan dermaga yang akan ditargetkan selesai tahun ini. Kami juga akan melakukan pengelolaan greenbelt untuk konservasi lahan berkelanjutan di Bendungan Bendo, Kabupaten Ponorogo,” paparnya. (HUMAS/Fira)

Tanda Tangan Kontrak Paket Pekerjaan pada SNVT PJPA BBWSBS

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo melaksanakan acara Penandatanganan Kontrak Paket Pekerjaan di Kantor BBWSBS, Pabelan, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (17/10/2022). Acara penandatanganan tersebut dihadiri oleh Kepala BBWSBS, Maryadi Utama, Kepala Bidang PJPA Bengawan Solo, Indra Kurniawan, dan Kepala SNVT PJPA Bengawan Solo, Yudhi Triana Dewi, beserta staf di lingkungan BBWSBS dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dalam kesempatan ini dilaksanakan penandatanganan kontrak Paket Pekerjaan Supervisi Rehabilitasi Jaringan D.I. SIM di Kabupaten Madiun (Tahap III) (MYC) (IPDMIP) dengan nilai Rp. 1.209.945.000, antara PPK Irigasi dan Rawa II, Ery Suryo Kusumo, dengan penyedia jasa PT. Teknika Cipta Konsultan KSO CV. Patoya Indah.

Adapun ruang lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan meliputi, pekerjaan persiapan, review desain (tasking), pengawasan pelaksanaan, dan pelaporan pelaksanaan konstruksi. Dalam arahannya, Maryadi Utama, berpesan agar penyedia jasa dan semua pihak dapat menyelesaikan pekerjaan ini dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja di lapangan.

“Setelah tanda tangan kontrak berarti ada tanggung jawab yang harus diimplementasikan, jangan sampai terlambat karena nantinya akan menyusahkan semua pihak. Kami berharap semua dapat berproses dan terselesaikan sehingga mendatangkan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Humas/Ferri)

Hadirkan Beragam Manfaat, Pembangunan Bendungan Jlantah Dikebut

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menerima kunjungan kerja spesifik (kunfik) Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), di area proyek pekerjaan pembangunan Bendungan Jlantah, di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (15/09/2022).

Kunfik tersebut juga turut dihadiri oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA), Ir. Jarot Widyoko, Sp-1, dan Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (SAMPU) Bidang Hubungan Antar Lembaga, Ir. Asep Arofah Permana, M.M., M.T., dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Anggota Komisi V DPR RI, Drs. Hamid Noor Yasin, M.M., menyampaikan turut menyambut gembira atas dilaksanakannya Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Jlantah di Karanganyar. “Kami dari Komisi V DPR RI datang untuk memberikan apresiasi, saran, serta masukan, dengan harapan secara pemanfatannya dapat dirasakan untuk masyarakat sekitar. Kami juga selalu bersinergi dengan bupati, provinsi, dan pusat sehingga proses pembangunan bendungan ini dapat lancar tanpa terkendala,” ujarnya.

Ir. Jarot Widyoko, Sp-1, juga memohon dukungan dan doa dari semua pihak, agar tercipta sinergitas yang solid. “Kami akan bekerja keras serta mendorong dan memonitor secara ketat untuk pelaksanaannya, sehingga dapat tercapai target pembangunannya,” sambungnya.

“Kami yakin dengan dibangunnya Bendungan Jlantah akan mendatangkan manfaat yang besar utamanya kepentingan irigasi di areal persawahan guna meningkatkan ketahanan pangan. Sawah-sawah yang sebelumnya mengandalkan tadah hujan, nantinya dapat dijangkau saluran irigasi bendungan sehingga dapat panen tiga kali setahun, serta tidak bergantung pada musim,” terang Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, M.M.

Progres fisik pembangunan bendungan yang terletak di Desa Tlobo dan Desa Karangsari, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar tersebut saat ini telah mencapai 44,87%. Untuk manfaat yang dihasilkan antara lain irigasi seluas 1.494 Ha (D.I. Tlobo dan D.I. Bondukuh), menghasilkan air baku 150,00 lt/dt (Kec. Jatiyoso, Kec. Jatipuro, dan Kec. Jumapolo), menghasilkan energi listrik sebesar 625 KWh serta mereduksi banjir 70,34 m3/dt (51,26% Q50). (BBWSBS/Ferri)

Serah Terima Hasil Pekerjaan Kegiatan Program P3TGAI Tahap I TA 2022

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar kegiatan Evaluasi Pelaksanaan dan Pembekalan Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan (O&P) serta Serah Terima Hasil Pekerjaan Kegiatan Program Percepatan dan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahap I Tahun Anggaran (TA) 2022 pada Selasa-Rabu (6-7/09/2022), dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Pada kesempatan ini, kegiatan tersebut dihadiri oleh pejabat dan pegawai di lingkungan BBWSBS, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), serta Kepala Desa (Kades) sekaligus Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di wilayah Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, dan Sragen.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) mengemban tugas penting untuk melaksanakan P3TGAI melalui anggaran yang bersumber dari APBN 2022. Untuk BBWSBS, jumlah desa penerima P3TGAI adalah 750 desa yang meliputi 319 desa di wilayah Jawa Tengah dan 431 desa di wilayah Jawa Timur. Khusus untuk wilayah Bengawan Solo Hulu mencakup 289 desa , terdiri dari 203 desa di Tahap I dan 86 desa di Tahap II.

Kepala Satuan Kerja (Satker) O&P SDA Bengawan Solo, Lalu Ardian Bagus Nugroho, S.T., M.M., M.T., yang dalam hal ini menyampaikan sambutan Kasubdit Wilayah I Direktorat Bina O&P Ditjen SDA. menyampaikan jika penandatanganan Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan Kegiatan P3TGAI pada tahap I diberikan untuk 203 desa penerima dalam pelaksanaan program P3TGAI TA 2022. Lalu Ardian juga berharap kegiatan P3TGAI dapat menjadi program yang mampu membangun kebersamaan petani dalam memafaatkan air untuk irigasi melalui saluran yang telah dibangun hingga pada akhirnya tercipta kedaulatan pangan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah pedesaan.

“Penandatanganan ini menjadi sebuah bentuk komitmen bersama dan bukti bahwa kita telah mengemban tugas dan amanah menyelesaikan program P3TGAI Tahap I TA 2022. Hasil Pekerjaan Kegiatan P3TGAI Tahun ini juga agar kiranya tetap dipelihara dan dipergunakan sebaik- baiknya dan apabila masih ada saluran yang ingin ditingkatkan atau dilanjutkan maka dapat diusulkan kembali tahun depan,” harapnya.

PPK O&P SDA II, Depy Riawan, S.T., turut berharap dengan diselenggarakan acara ini, hasil dari kegiatan P3TGAI nantinya akan diserahkan kepada desa sehingga dapat dikelola dan dipelihara dengan baik. (BBWSBS/Ferri)

Perkuat Integrasi, untuk Kemajuan SDA di Wilayah Hilir

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kantor Bupati Gresik yang dipimpin oleh Kepala BBWSBS, Maryadi Utama, S.T. M.Si., didampingi oleh pejabat dan staf dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, Jawa Timur, Senin (08/08/2022).

Kunjungan kerja tersebut disambut hangat oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, S.E., dalam rangka koordinasi terkait Program Kegiatan BBWSBS TA 2022 di Kab. Gresik, yang meliputi, Pengendalian Banjir, Lahar, Pengelolaan Drainase Utama Perkotaan, dan Pengaman Pantai, Pengembangan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Permukaan, Rawa dan Non-Padi, serta Penyediaan dan Pengelolaan Air Tanah dan Air Baku.

Untuk kegiatan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) tahap II di Kabupaten Gresik akan dilaksanakan di tiga kecamatan, untuk tujuh desa, yakni Kecamatan Kedamean meliputi Desa Banyu Urip, Kecamatan Menganti meliputi Desa Kepatihan, dan Kecamatan Driyorejo yang tersebar di Desa Kesamben Wetan, Petiken, Tanjungan, Tenaru, dan Gadung.

Dalam pertemuan tersebut turut dibahas pula terkait sempadan sungai, yang pemanfaatannya dilakukan berdasarkan izin dari menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya dalam pengelolaan sumber daya air (SDA) dengan mempertimbangkan rekomendasi teknis dari pengelola sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan.

“Kami tentunya berharap agar dalam pertemuan ini, semua pihak dapat bekerjasama untuk memacu pembangunan serta pengelolaan infrastruktur bidang SDA di Kabupaten Gresik ini agar terbangun sinergitas yang lebih solid untuk kemajuan SDA ke depannya.” terang Maryadi.

Maryadi juga menyampaikan jika diskusi dan koordinasi kali ini sekaligus silaturahmi dengan Bupati Gresik beserta jajarannya sekaligus menampung segala aspirasi guna menyelesaikan permasalahan dan penanganan pembangunan infrastruktur bidang SDA di Kabupaten Gresik. (BBWSBS/Ferri)

Monitoring Paket Pekerjaan Di Bojonegoro

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Lokasi pertama yang di kunjungi yakni pekerjaan Rehabilitasi Bendung Klepek D.I. Pacal di Kabupaten Bojonegoro (Tahap II) di Desa Klepek, Kecamatan Suko Sewu, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, Jumat (24/06/2022). Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kunjungan kerja dipimpin oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Kepala BBWS Bengawan Solo, Maryadi Utama, ST. M.Si., Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA), Indra Kurniawan, ST., M.Sc., Kepala SNVT PJPA Bengawan Solo, Yudhi Triana Dewi, S.T., M.Eng., PPK Irigasi dan Rawa II, Ery Suryo Kusumo, S.Pd., MT dan pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Maryadi Utama, ST. M.Si., mengatakan bahwa lingkup pekerjaan Rehabilitasi Bendung Klepek D.I. Pacal meliputi Normalisasi Hilir Bendung. Perbaikan Saluran Penguras Kiri Panjang Bangunan dan Pekerjaan Revetment Hilir Bendung.

“Progres pekerjaan pada hari ini mencapai 28%. Saya minta agar dalam pelaksanaan paket pekerjaan Rehabilitasi Bendung Klepek D.I. Pacal dapat dilaksanakan sesuai dengan targetnya,” katanya.

Ia menjelaskan ada beberapa penyebab yang dapat menghambat pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Faktor cuaca yang tak bersahabat dan kondisi muka air yang masih lumayan dalam menjadi kendala dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Menurutnya, dua permasalahan ini sangat menghambat pekerjaan.

“Saya meminta agar dalam pelaksanaan pekerjaan ini agar selalu memantau kondisi muka air selain itu dapat melakukan kerja sama dengan aparatur beserta warga setempat untuk lebih memahami medan di lapangan sehingga bisa melaksanakan sistem Kistdam dan Dewatering dengan optimal,” ujarnya.

Sebagai informasi, Bendung Klepek memiliki dua intake yakni intake kiri yang mengairi sawah seluas 2.500 ha dan intake kanan yang mengairi lahan sawah seluas 14.188 ha.

Monitoring dilanjutkan berkunjung ke Bendungan Gongseng merupakan bendungan yang terletak di Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Bendungan ini dirancang memiliki kapasitas 22,43 juta meter kubik dan memiliki lima potensi manfaat yakni untuk irigasi seluas 6.191 hektare, penyediaan air baku 300 liter/detik, konservasi pariwisata, reduksi banjir hingga 133,27 meter kubik/detik serta sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,7 mega watt. (BBWSBS/Tamara/Ferri)

BBWSBS Lakukan Rapat Koordinasi Membahas Progres Pekerjaan TA 2022

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang diselenggarakan di Kantor BBWS Bengawan Solo, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (07/06/2022). Acara yang diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Rakor dipimpin oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Maryadi Utama, S.T., M.Si., yang diikuti oleh seluruh kabid, kasatker dan PPK.
Rakor diawali dengan presentasi masing-masing bidang yang meliputi capaian progres pekerjaan fisik yang dikerjakan, progres keuangan dan progres tender di tahun anggaran 2022, serta membahas mengenai kendala yang dihadapi dan solusi yang bisa dilakukan.

Maryadi, mengatakan bahwa tujuan dari diadakannya pertemuan ini adalah sebagai evaluasi rencana dan realisasi program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang seluruh pekerjaan di BBWS Bengawan Solo. “Semoga pelaksanaan pekerjaan fisik yang sedang digarap dapat terlaksana sesuai dengan target dan tepat waktu,” (BBWSBS/Tamara)

Tingkatkan Kapasitas Sumber Daya Manusia melalui Pelatihan Petugas Pos Hidrologi

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melalui Unit Hidrologi menyelenggarakan Pelatihan Petugas Pos Hidrologi, di Puri Asri Hotel & Resort, Magelang, Jawa Tengah, Kamis – Jumat (02-03/06/2022).

Kegiatan ini diikuti oleh 100 Petugas yang terdiri dari Petugas Pos Curah Hujan, Petugas Pos Duga Air dan Petugas Klimatologi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dalam kegiatan Pelatihan Petugas Hidrologi, para peserta diberikan materi perihal Evaluasi Kinerja Petugas Pos Hidrologi di Wilayah Sungai Bengawan Solo yang disampaikan oleh Adiel Putra Wijaya ST, M.Eng selaku Sub Koordinator Perencanaan Umum BBWS Bengawan Solo dan materi mengenai SOP Pembacaan Data Hidrologi di Lapangan disampaikan oleh Drs. Petrus Syariman, MT.

Kepala Bidang KPI SDA BBWS Bengawan Solo Ali Rahmat, ST, MT, dalam hal ini mewakili Kepala BBWSBS menyampaikan Petugas pos hidrologi adalah kepanjangan tangan BBWS Bengawan Solo di dalam melaksanakan pencatatan dan pelaporan data hidrologi di lapangan serta di dalam pelaksanaan operasi dan pemeliharaan pos hidrologi. Petugas pos hidrologi ini harus memiliki kemampuan yang handal dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya, sehingga data yang dihasilkan akan tepat dan akurat.

“Data hidrologi mempunyai peran dan manfaat yang sangat penting di dalam pengelolaan sumber daya air, misalnya untuk keperluan alokasi air di saat musim kemarau dan untuk mendukung Sistem Peringatan Dini Bencana di saat musim hujan. Oleh karena itu, pencatatan data hidrologi harus kita lakukan secara tepat dan akurat,” ujarnya.

Ali Rahmat berharap melalui pelatihan ini, para petugas pos hidrologi dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik. Sehingga setelah pelatihan ini dapat melaksanakan tugas dengan tepat dan akurat.
Sebagai apresiasi atas kinerja yang baik, BBWS Bengawan Solo memberikan Penghargaan kepada Petugas Pos Curah Hujan dan Klimatologi Terbaik yaitu Ibu Sri Hartini selaku Petugas Pos Curah Hujan Jatisrono, Bapak Aris Sugiyarto selaku Petugas Pos Curah Hujan Bangunsari dan Ibu Patemi selaku Petugas Pos Curah Hujan Sembung.

Selain itu terdapat Penghargaan kepada Petugas Pos Duga Air Terbaik yaitu Bapak Sugiyanto selaku Petugas Pos Duga Air Serenan, Bapak Suwarno selaku Petugas Pos Duga Air Ketonggo dan Bapak Ekwan selaku Petugas Pos Duga Air Malo Bridge. (BBWSBS/Tamara)

Antisipasi Melalui Rencana Tindak Darurat

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyiapkan sejumlah langkah antisipasi melalui Rencana Tindak Darurat (RTD) Bendungan Songputri, Bendungan Nawangan dan Bendungan Parangjoho jika mengalami kegagalan konstruksi. Meskipun saat ini ketiga bendungan tersebut dalam kondisi normal, tetap harus dilakukan monitoring secara terus menerus.

Kegiatan Koordinasi Rencana Tindak Darurat ini dilakukan di Kantor Dinas Bupati Wonogiri, Jawa Tengah, Rabu (25/05/2022). Acara tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kegiatan koordinasi ini dihadiri oleh BBWS Bengawan Solo, Bupati Wonogiri, Setda Wonogiri, serta sejumlah Camat dan Kepala Desa.

Kabid Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si., dalam hal ini mewakili Kepala BBWSBS menyampaikan sesuai Peraturan Menteri PUPR Nomor 27 Tahun 2015 Pasal 2 bahwa konsepsi keamanan bendungan harus memiliki 3 pilar yang salah satunya adalah kesiapsiagaan tindak darurat. Maka dari itu pengelola bendungan harus menyusun dokumen RTD.

“Dokumen RTD merupakan dokumen yang digunakan sebagai pedoman atau petunjuk yang didalamnya memuat Pengamanan Bendungan dan Penyelamatan Masyarakat serta Lingkungan, dimana dokumen ini disiapkan secara baik, cermat, dan lengkap, sehingga pada saat keadaan darurat bendungan, dapat dilakukan tindakan pencegahan secara cepat, tepat, dan efektif yang pada akhirnya dapat dicegah atau setidaknya dikurangi risiko terjadinya kegagalan bendungan,” ujarnya.

Sri Wahyu mengatakan bahwa BBWS Bengawan Solo telah menyusun RTD guna menjaga keamanan bendungan dari Bendungan Songputri, Nawangan dan Parangjoho itu sendiri.
“Dengan adanya acara ini, kami mengharapkan masukan dari pihak-pihak terkait guna kesempurnaan Dokumen RTD ini sehingga kegagalan bendungan dapat diminimalisir dan bendungan selalu bermanfaat banyak bagi masyarakat sekitar,” katanya. (BBWSBS/Tamara)