/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

TKPSDA Jatim Kunjungi BBWS Bengawan Solo

Sekretariat Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Provinsi Jawa Timur, berkunjung ke Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, di Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (28/09/2021).

Kunjungan kali ini bertujuan untuk berkoordinasi mengenai pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) dengan Sektetariat TKPSDA Wilayah Sungai Bengawan Solo. Acara yang tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Sebagai informasi, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) memiliki lingkup kerja yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA.

TKPSDA Wilayah Sungai Bengawan Solo periode 3 (2019 – 2023) dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri PU PR Nomor 303/KPTS/M/2019 tentang Pembentukan TKPSDA WS Bengawan Solo. TKPSDA Wilayah Sungai Bengawan Solo pada periode ini beranggotakan 74 anggota yang terdiri dari 37 anggota dari unsur Pemerintah dan 37 anggota dari Lembaga/Organisasi unsur Non Pemerintah (ORNOP).

Untuk Jabatan Ketua TKPSDA WS Bengawan Solo dijabat oleh Kepala BAPPEDA Provinsi (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan Ketua Harian dijabat oleh Kepala Dinas PUSDATARU/PUSDA Provinsi (Jawa Tengah dan Jawa Timur) yang dijabat secara bergantian setiap tahunnya sesuai kesepakatan. Pada tahun ini, sebagai Ketua TKPSDA adalah Kepala BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah dan Ketua Harian adalah Kepala Dinas PUSDA Provinsi Jawa Timur.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo sekaligus Kepala Sekretariat TKPSDA WS Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST., M.Si., menyampaikan bahwa TKPSDA sebagai wadah koordinasi pengelolaan SDA diharapkan dapat memberikan pertimbangan/rekomendasi dalam aspek konservasi dan pendayagunaannya, serta pengendalian daya rusak air, baik pada saat perencanaan, pelaksanaan, maupun pemantauan juga pengawasan di lapangan. “Dengan adanya kegiatan ini, kami juga berharap bisa berbagi ilmu dan pengalaman agar terciptanya koordinasi yang baik serta saling melengkapi,”ujarnya.

Ir. Anton Dharma Pusaka, MT selaku perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU) SDA Jawa timur menyampaikan terima kasih karena telah diterima dengan baik di BBWS Bengawan Solo. “Dengan penuh semangat, dan tetap mematuhi protokol kesehatan, saya juga berharap dengan adanya kegiatan ini dapat bermanfaat sebagai peningkatan ilmu dan wawasan bagi setiap anggota TKPSDA Wilayah Sungai Provinsi Jawa Timur,” jelasnya. (BBWSBS/Tamara/MG-Alfida)

Penandatanganan Dua Kontrak di Lingkungan BBWSBS

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menggelar acara Penandatanganan Kontrak Paket Pekerjaan di Lingkungan BBWSBS dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Kantor BBWSBS, di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat, (24/09/2021).
Acara penandatanganan tersebut terhubung secara daring melalui video conference yang disaksikan oleh jajaran Direktur di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Bob Arthur Lombogia dan Kasubdit Wilayah II Direktorat Sungai Pantai, Roy Panagom Pardede, S.T., M.Tech.

Dalam kesempatan ini, BBWS Bengawan Solo menandatangani dua paket pekerjaan, yakni Supervisi Pembangunan Breakwater di Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan dengan penyedia jasa KSO PT. Hilmy Anugerah – PT. INAKKO Internasional Konsulindo – PT. Ika Adya Perkasa senilai Rp4.200.223.500,00 dan paket Pembangunan Breakwater di Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan dengan penyedia jasa PT. Adhi Karya (Persero) Tbk senilai Rp103.175.389.306,00 yang ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai (Supan) I, Yuhanes Widi Nugroho, S.T.

Kasubdit Wilayah II Direktorat Sungai Pantai, Roy Panagom Pardede, S.T., M.Tech. mewakili Direktur Sungai dan Pantai (Supan) Ditjen SDA, Ir. Bob Arthur Lombogia, M.Si., secara daring menyampaikan bahwa akan selalu mendukung sekaligus berperan sebagai pembina. “Kami ingin agar para pihak yang terkait agar segera action di lapangan sehingga jangan bersantai setelah penandatanganan kontrak. Segera membuat action plan yang lebih aktual dan realistis dengan kondisi di lapangan untuk kontraktornya, karena nantinya saat di lapangan akan berhadapan dengan permasalahan-permasalahan baru,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. sempat mewanti-wanti kepada para kontraktor untuk menjaga integritas dalam bekerja. “Untuk para penyedia jasa dapat memanfaatkan sisa waktu seefektif mungkin. Saya berharap para penyedia jasa dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak, Penandatanganan kontrak ini bukanlah akhir dari suatu kemenangan untuk penyedia jasa, namun sebagai titik tolak awal dimulainya perjuangan yang lebih berat dan penuh tanggung jawab. Untuk itu bagi semua pihak terkait agar memahami dan mematuhi ketentuan-ketentuan dan dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai yang tertuang dalam kontrak tersebut,” pesannya. (BBWSBS/Tamara)

Disertasi Model Simulasi Debit Pemeliharaan Sungai Bengawan Solo untuk Mendukung Kemajuan SDA

Penelitian dengan judul Model Simulasi Debit Pemeliharaan Sungai Bengawan Solo Program Doktor Teknik Sumber Daya Air (TSDA) Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya, telah mengantarkan Kepala Bidang (Kabid) Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti ST, M.Si, meraih gelar Doktor, Rabu (01/08/2021).

Sri Wahyu Kusumastuti berhasil mempertahankan disertasinya yang dilaksanakan secara daring dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Adapun kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Sebagai promotor Prof. Dr. Ir. Muhammad Yusri M.Sc, Co-Promotor Ir. Moh. Solikhin MT, Ph.D, Penguji Internal Prof. Dr. Ir. Lily Montarcih L., M.Sc, Penguji Tamu Dr. Ir Agus Rudyanto M.Tech. selaku Kepala BBWSBS, serta Penguji Eksternal Ir. Hari Suprayogi, M.Eng.

Disertasi tersebut dilatarbelakangi oleh banyaknya sumber pencemaran yang menyebabkan kualitas air Sungai Bengawan Solo tidak memenuhi baku mutu lingkungan, penurunan kualitas air terjadi terutama di musim kemarau, dan upaya menjaga kualitas air sungai dilaksanakan melalui pemantauan debit dan kualitas air di Sungai Bengawan Solo dan anak-anak sungainya.

Tujuan Desertasi tersebut untuk menganalisis debit pemeliharaan sungai dalam berbagai kondisi untuk menurunkan beban pencemaran Sungai Bengawan Solo, mendapatkan model debit pemeliharaan Sungai Bengawan Solo yang optimal, dan menganalisis pengaruh point source terhadap beban cemaran pada Sungai Bengawan Solo.

Sri Wahyu Kusumastuti berharap agar penelitian Model Simulasi Debit Pemeliharaan Sungai Bengawan Solo tersebut dapat bermanfaat bagi pengelola wilayah Sumber Daya Air khususnya di wilayah sungai sehingga nantinya penelitian ini dapat diaplikasikan dalam mengelola badan air khususnya di sungai.

Diharapkan juga kedepannya pejabat di lingkungan BBWSBS yang telah menempuh pendidikan tinggi hingga jenjang Doktoral dapat menjalankan tugas semaksimal mungkin, serta memberikan sumbangsih keilmuan untuk kemajuan bidang SDA baik dalam arti umum maupun spesifik. Hal tersebut tentunya bertujuan untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan dan kegiatan di bidang SDA.(BBWSBS/Fira)

Monitoring Progres Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM di Kabupaten Madiun

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM di Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Selasa, (10/08/2021). Kegiatan monitoring tersebut sebelumnya telah memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech., beserta pejabat di lingkungan BBWSBS meninjau progres pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM di kabupaten Madiun.

Lingkup Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM di Kabupaten Madiun yang akan dikerjakan meliputi pekerjaan rehab bendung, penggantian pintu intake, penggantian pintu penguras, pekerjaan rehab sypon, pekerjaan rehab saluran primer (lining saluran), dan pekerjaan normalisasi saluran sekunder.

Dalam arahannya, Agus Rudyanto berpesan agar dalam pelaksanaan paket pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi dikerjakan sesuai dengan targetnya. “Semoga pelaksanaan paket pekerjaaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM di Kabupaten Madiun bisa terlaksana sesuai dengan target dan tepat waktu,” paparnya.

Sebagai informasi, sumber air irigasi pada D.I SIM berasal dari sungai Madiun yang dibendung di Bendung Jati. Bendung Jati dibangun pada tahun 1911 dengan debit maksimal 4.000 lt/d dan didukung oleh 8 bendung suplesi dengan total kebutuhan air D.I SIM sebesar 14.529 lt/dt.

Dari kegiatan tersebut diketahui progres pengerjaan D.I SIM di Kabupaten Madiun sudah mencapai 53,97% pada Agustus 2021. Sedangkan rencana pekerjaan memiliki target sebesar 49,21% pada Agustus 2021.

Tak hanya melakukan monitoring progres pekerjaan, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., didampingi pejabat dan staf, melakukan kegiatan lanjutan dengan berkunjung ke Kantor Bupati Madiun, Jawa Timur.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami, menyambut kedatangan rombongan BBWSBS dan memberikan sambutannya serta mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah dikerjakan oleh BBWSBS untuk kabupaten Madiun. Acara tersebut sebagai rangkaian kegiatan 6 kerja BBWSBS di wilayah Madiun sekaligus ajang silaturahmi yang dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. (BBWSBS/Fira)

Direktorat Jenderal SDA Melantik Pejabat Fungsional di Lingkungan BBWS Bengawan Solo

Pembangunan infrastruktur merupakan cerminan pembangunan suatu bangsa kedepannya yang dikerjakan oleh sumber daya manusia berkompeten dan sesuai bidangnya. Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) melaksanakan Pelantikan Pejabat Fungsional secara serentak melalui media elektronik/teleconference dengan 242 peserta yang dilantik. Kegiatan pelantikan tersebut dilaksanakan pada masing-masing unit kerja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dalam sambutan pidatonya, Ir. Jarot Widyoko, Sp-1, selaku Direktur Jenderal (Dirjen) SDA menyampaikan harapannya kepada para pejabat yang dilantik untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan apa yang sudah dibebankan. “Semoga yang telah disumpah dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tugas yang telah dibebankan” paparnya.

Adapun pejabat di lingkungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo yang dilantik, yakni Dwi Tisnawati, A.Md dengan jabatan fungsional Pranata Keuangan APBN, Yosi Mahendra Pramudianto, ST dengan jabatan fungsional Teknik Pengairan, dan Putri Mayang Sari, S.Sos dengan jabatan fungsional Pranata Keuangan APBN.

Sebelum menutup pidatonya, Jarot Widyoko juga berpesan agar nantinya para pejabat yang dilantik dapat melaksanakan tugasnya dengan hati nurani dan menerapkan disiplin di lingkungan kerja. “Kami berharap saudara-saudara yang disumpah dapat melaksanakan tugas dengan hati nurani dan menerapkan disiplin di lingkungan kerja. Laksanakanlah apa yang telah menjadi amanah dan jangan sampai menyalahgunakannya,” harapnya.

Pejabat yang telah diberikan amanah diharapkan dapat menjalankan tugas semaksimal mungkin, bekerja dengan baik, ikhlas dan sesuai dengan prosedur yang ada di lapangan, serta melayani masyarakat baik dalam dalam arti umum maupun spesifik. Hal tersebut tentunya bertujuan untuk melakukan percepatan pelaksanaan pekerjaan dan kegiatan di lingkungan SDA yang tersebar Indonesia. (BBWSBS/Fira)

Serah Terima PROM Penanganan Banjir Kota Surakarta Paket 1,2, dan 3

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo mengadakan kegiatan serah terima PROM (Preparation of Operation and Maintanance) Penanganan Banjir Kota Surakarta Paket 1,2, dan 3 serta diskusi pengelolaan aset di Kota Surakarta. Kegiatan serah terima PROM tersebut dihadiri oleh Kepala BBWS Bengawan Solo dan pejabat di lingkungan BBWS yang digelar pada Jumat, (18/06/2021). Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat BBWS Bengawan Solo itu sebelumnya telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Daftar Dokumen serah terima PROM Penanganan Banjir Kota Surakarta Paket 1 berupa Pedoman O&P Pintu Air dan Bendung Kali Pepe Hilir, Pedoman O&P Kali Pepe Hili, Daftar Aset, dan KIB (Kartu Identitas Barang). Paket 2 berupa Pedoman O&P Pintu Air Sungai Bengawan Solo, Pedoman O&P Pompa Air Sungai Bengawan Solo, Daftar Aset, dan KIB (Kartu Identitas Barang). Sedangkan Penanganaan Banjir Kota Surakarta Paket 3 berupa Pedoman O&P Bendung Tirtonadi, Pedoman O&P Pompa Air/Banjir dan Pintu Air di Kali Pepe Hulu, Daftar Aset, dan KIB (Kartu Identitas Barang).

Kegiatan serah terima tersebut berlangsung dengan penandatanganan PROM ( Preparation of Operation and Maintanance) oleh Kepala SNVT PJSA BBWS Bengawan Solo, R. Panji Satrio, S.T., M.T., MDM dan Kepala Satker Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo, Surendro Andi Wibowo, ST., MPSDA

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech berharap jika setelah kegiatan serah terima PROM akan menjadi penyerahan beban tanggung jawab dari Satker PJSA ke Satker OP yang harus dikerjakan semaksimal mungkin. “Perlu untuk dicatat jika sekarang tanggung jawab sudah berpindah. Bagi yang diserahi tugas diharap bisa menjaga sebaik-baiknya dan bekerja semaksimal mungkin,” paparnya. (BBWSBS/Fira)

Koordinasi BBWS Bengawan Solo Terkait Pengembangan Infrastruktur SDA di Bojonegoro

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., didampingi Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo, Ali Rahmat, ST, MT dan Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Ir. Isgiyanto, MT melakukan koordinasi dengan Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (08/06/2020). Kegiatan koordinasi tersebut sebelumnya telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dalam kunjungan kali ini, Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Mu’awanah dan Kepala BBWS Bengawan Solo turut membahas progress pengembangan infrastruktur SDA di kawasan hilir. Beberapa progress kegiatan tersebut terkait rencana impounding dan peresmian Bendungan Gongseng. Sebagai informasi, Bendungan Gongseng berada di Desa Kedungsari Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro yang dibangun pada tahun 2014. Tipe bendungan tersebut berupa urugan dengan inti batu .

Pembangunan Bendungan Gongseng sangat diperlukan dalam rangka pengembangan insfrastruktur irigasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan penyediaan air baku di wilayah Kabupaten Bojonegoro dalam rangka pengelolaan SDA berkelanjutan dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, koordinasi BBWS Bengawan Solo dengan Bupati Bojonegoro juga terkait dengan rencana pembangunan Bendungan Pejok dan Bendung Gerak Karangnongko. Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan Solo sebagai kesatuan dengan tiga bendung gerak yang sudah ada yaitu Bendung Gerak Babat, Bendung Gerak Bojonegoro dan Bendung Gerak Sembayat. Bendung Gerak Karangnongko akan berfungsi untuk pasokan air irigasi dan air baku di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo sebelah hilir yang cukup luas.

Agus Rudyanto menyebut jika pengembangan SDA oleh BBWS Bengawan Solo di Bojonegoro telah mendapat dukungan penuh oleh Pemerintah setempat. “Prinsipnya Pemkab mendukung upaya percepatan untuk semua kegiatan strategis BBWS Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro“ paparnya. (BBWSBS/Fira)

Audiensi Rencana Revitalisasi Kawasan Waduk Cengklik

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mengikuti kegiatan audiensi bersama Komunitas Peduli Waduk (KPW) Tirta Kartika di kawasan Waduk Cengklik, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (04/06/2021) malam. Audiensi terkait rencana revitalisasi Waduk Cengklik tersebut digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Waduk Cengklik tentunya memiliki banyak manfaat selain untuk obyek wisata. Namun, dilihat dari segi teknis, kondisi Waduk Cengklik cukup membahayakan. Kerena banyak warung-warung yang berdiri di area tubuh bendung. Kondisi kawasan waduk tersebut juga terdapat sekitar sekitar 700 keramba, 71 warung di badan tanggul serta aktivitas pertanian pasang surut di genangan waduk. Hal-hal tersebut menjadi faktor penyebab waduk tidak sehat.

Seperti yang kita ketahui, Waduk Cengklik merupakan suatu potensi luar biasa, yang bisa mendatangkan manfaat bagi warga disekitarnya. Kendati demikian, bila tidak ada kepedulian dari seluruh warga, maka keberadaan Waduk Cengklik tidak akan berarti. Melalui sinergitas yang dibangun oleh semua stakeholders, baik pemerintah juga masyarakat, tentunya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menyampaikan bahwa dengan kegiatan sosialisasi yang baik tentunya permasalahan terkait air dapat dipecahkan bersama melalui solusi yang efektif dan tepat sasaran.

“Melalui pertemuan ini kami juga berharap terbentuk pemahaman pada masyarakat bahwa tidak hanya mereka memiliki hak sebagai pengguna air, tetapi juga memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk memberikan kontribusi dalam memelihara sumber air dan lingkungan. Karena dalam proses revitalisasi nantinya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga memerlukan dukungan penuh dan kolaborasi dari berbagai pihak terkait, termasuk elemen masyarakat, agar proses dalam proses pelaksanaannya berjalan lancar,” pesannya.

Sebagai tambahan informasi, Waduk Cengklik yang berlokasi di Kecamatan Ngemplak, Boyolali, dibangun oleh Pemerintah Hindia-Belanda sekitar tahun 1923-1931. Tubuh bendungan tersebut memiliki tipe urugan tanah homogen, dengan volume efektif sebesar 9,87 juta m3. Waduk cengklik juga dilengkapi dengan tiga bangunan intake, yakni intake utama berupa menara dengan dua buah pintu tipe butterfly valve, serta pintu sorong pada bagian intake kiri dan kanan. (BBWSBS/Ferri)

Sambut Lebaran secara Virtual sebagai Wujud Kemenangan Sejati

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan pertemuan secara teleconference menjelang Hari Raya Idul Fitri yang diikuti oleh seluruh keluarga besar BBWSBS, di Kantor BBWSBS, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (11/05/2021). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka penyampaian arahan dari Kepala BBWSBS sekaligus mempererat tali silaturahmi melalui Halal Bihalal virtual dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Momentum lebaran tahun ini, untuk kedua kalinya masyarakat diimbau untuk tidak melaksanakan tradisi budaya yang erat kaitannya dengan dari perayaan Idul Fitri di Indonesia, yakni mudik. Meski terasa berbeda, namun yang terpenting keinginan untuk bersilaturahmi tetap terjalin meskipun secara fisik tidak bertemu.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menyampaikan rasa syukur karena rangkaian ibadah puasa di Bulan Suci Ramadan tetap berjalan dengan baik meski situasi seperti tahun sebelumnya, yakni di tengah pandemi Covid-19. Dalam acara tersebut juga dimanfaatkan untuk saling bermaaf-maafan melalui perwakilan Kepala Balai, Kepala Bidang dan Kepala SNVT di lingkungan BWBSBS.

“Sesuai arahan dari pusat, saya kembali mengingatkan agar rekan-rekan semua tidak mudik pada tahun 2021 ini, supaya situasi tetap kondusif, terjaga, dan aman. Momentum bertemu dengan rekan-rekan seperti ini juga tentunya sangat langka, karena kita harus gigih bekerja untuk mengelola Sungai Bengawan Solo di lapangan. Oleh karena itu, selamat berlebaran bersama keluarga di rumah, dan atas nama keluarga besar BBWSBS, kami mengucapkan selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin,” sambungnya. (BBWSBS/Ferri)

Pemulihan Ekonomi Nasional melalui Program Padat Karya P3TGAI

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. bersama Direktur Bina Operasi dan pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, MA., beserta pejabat dan staf BBWSBS lainnya, melakukan memonitoring pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Desa Klumprit di Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah, dan Bendungan Lalung Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (16/04/2021). Kegiatan tersebut berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kegiatan ini dalam rangka mempercepat penyelesaian permasalahan pembangunan infrastruktur yang perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi. Pelaksanaannya pembangunan juga perlu dilakukan pendekatan secara teknis dan sosial.

Direktur Bina Operasi dan pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, MA mengatakan kunjungan lapangan ini dalam rangka monitoring kegiatan fisik konstruksi yang sedang berlangsung. Pembangunan fisik harus berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Program Padat Karya Tunai [PKT] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat [PUPR] dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil. Sehingga diharapkan manfaatnya dapat langsung memberikan kontribusi pada program Pemulihan Ekonomi Nasional [PEN],” ujarnya disela – sela kegiatan.

Diharapkan dengan adanya bangunan infrastruktur di bidang SDA yang memadai, serta penanganan yang tepat, masyarakat akan merasa aman. “Banyak masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja [PHK] di tempat kerja akibat pandemi Covid-19. Dengan adanya P3TGAI banyak masyarakat yang terbantu, karena proyek ini juga melibatkan warga setempat. Warga bisa menambah penghasilan untuk keluarga,” katanya.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. mengatakan untuk penyelesaian pembangunan proyek infrastruktur jangan sampai terlambat atau tidak sesuai dengan kontrak. “Gunakan waktu seefektif mungkin,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)