/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Monitoring Progres Penanganan Longsor Kali Gandong di Kabupaten Magetan Jawa Timur

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan Penanganan Longsor Kali Gandong di Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada Selasa, (10/08/2021). Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo melakukan kegiatan monitoring tersebut dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Sebagai informasi, Kali Gandong merupakan sungai yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Gandong yang bagian hulunya merupakan Gunung Lawu dan hilirnya terletak di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Luas DAS Kali Gandong adalah 158.05 km2. Pada tanggal 21 Januari 2021 telah terjadi banjir di Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur yang menyebabkan longsoran Tebing Sungai Gandong.

Berkaitan dengan kejadian banjir tersebut, ditemukan 3 lokasi longsor yang memerlukan penanganan di sepanjang Kali Gandong di Kabupaten Magetan yakni di Jalan Thamrin, Belakang Masjid Agung Magetan dan di Makam Ki Mageti. BBWS Bengawan Solo melakukan penanganan di tiga titik longsor Kali Gandong tersebut.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech meminta agar penanganan longsor Kali Gandong segera dilakukan untuk meminimalisir efek yang terjadi di musim hujan. “Dimohon agar pekerjaan ini segera dikejar sebelum musim hujan datang. Hal tersebut untuk meminimalisir efek yang terjadi di musim hujan karena tebing Kali Gandong rawan longsor,” paparnya.

Diketahui progres pekerjaan Penanganan Longsor Kali Gandong Kabupaten Magetan sudah mencapai 53,05% pada 9 Agustus 2021. Sedangkan rencana pekerjaan memiliki target sebesar 55,96% pada 9 Agustus 2021. (BBWSBS/Fira)

Monitoring Proyek Penanganan Banjir di Kabupaten Madiun

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kunjungan kerja (kunker) di kawasan Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (27/10/2020). Rombongan yang dipimpin oleh Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. dan didampingi oleh pejabat dan staf tersebut meninjau beberapa pekerjaan terkait persiapan dan penanganan banjir.

Kabupaten Madiun sempat dilanda banjir terbesar selama 33 tahun terakhir akibat meluapnya Kali Jeroan pada tahun 2019 lalu. Kali Jeroan merupakan anak Kali Madiun yang mengalir ke Sungai Bengawan Solo.

Luapan kali yang memiliki panjang 35 kilometer tersebut juga mengakibatkan longsornya tanggul di beberapa titik serta putusnya parapet. Banjir tersebut juga menggenangi wilayah seluas 253 ha di enam desa termasuk ruas tol Solo-Kertosono.

Pada kesempatan ini, rombongan meninjau ke area Proyek Penanganan Banjir Kali Jeroan (Lanjutan) di Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Konstruksi kontrak paket multi years tersebut dikerjakan oleh PT Bangun Makmur Utama – PT Selo Manunggal Sejati KSO dengan nilai kontrak sebesar Rp70,68 miliar.

Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., disela kegiatan monitoring menjelaskan bahwa pada tahun 2019 telah dimulai pekerjaan penanganan banjir Kali Jeroan dengan membangun tanggul/perapet beton sepanjang 370 meter. Dan pada tahun 2020 hingga 2021 mendatang BBWSBS menargetkan upaya penanganan banjir Kali Jeroan dengan pembangunan tanggul/parapet beton dan perkuatan tebing (revetment beton) sepanjang lebih dari 1,5 km.

“Kami berharap melalui proyek penanganan banjir Kali Jeroan ini dapat mengantisipasi luapan sungai akibat meningkatnya debit air saat curah hujan tinggi, sehingga masyarakat dapat merasa aman,” tuturnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan monitoring infrastruktur gorong-gorong di area tol Solo-Kertosono tepatnya KM +603 yang digunakan untuk mengalirkan genangan air apabila terjadi luapan Kali Jeroan di sebelah selatan ruas tol. Safari lapangan di Kabupaten Madiun pun diakhiri dengan peninjauan aset dan kesiapan staf di Stasiun Pompa Banjir di Desa Glonggong. (BBWSBS/Ferri)