BBWS C3 Lakukan Penanganan Banjir di Sungai Cidurian untuk Pulihkan Aksesibilitas Masyarakat
TANGERANG - Menindaklanjuti arahan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo terkait penanganan banjir dan keselamatan masyarakat, Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) melakukan penanganan darurat bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, guna melindungi keselamatan masyarakat serta memulihkan aksesibilitas warga di wilayah terdampak.
Menteri PU mengatakan penanganan banjir dan perlindungan terhadap keselamatan masyarakat menjadi atensi utama dan prioritas yang harus segera ditangani. “Keselamatan masyarakat adalah yang utama dan penanganan banjir tidak boleh ditunda. Karena itu, Kementerian PU berkomitmen untuk terus memberikan dukungan infrastruktur pengendalian banjir baik melalui langkah darurat maupun penanganan jangka panjang, agar risiko bisa diminimalisir,” tegas Dody Hanggodo.
Penanganan darurat saat ini telah dilakukan di sejumlah wilayah terdampak banjir akibat meningkatnya debit air Sungai Cidurian setelah tingginya intensitas curah hujan yang terjadi pada 30-31 Januari lalu. Dua unit mobile pump berkapasitas 250 liter/detik telah dikerahkan untuk menangani banjir di Pondok Pesantren Sabulussalam, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali pulih.
Hingga Senin (02/02), mobile pump tersebut masih disiagakan di lokasi sebagai antisipasi karena debit Sungai Cidurian masih dalam kondisi tinggi, sehingga berpotensi kembali menimbulkan genangan. Sementara untuk penanganan longsor sepanjang ±200 m yang terjadi di Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, yang menyebabkan runtuhnya 8 bangunan rumah warga, BBWS Cidanau Ciujung Cidurian melakukan perkuatan pada bibir sungai untuk mencegah meluasnya potensi kerusakan pada permukiman warga.
Kepala BBWS C3 Dedi Yudha Lesmana mengatakan, alat dan bahan banjiran telah disiapkan untuk menangani longsor dan melindungi masyarakat dari ancaman longsor susulan. Hal ini disampaikan saat meninjau langsung lokasi longsoran bersama Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang pada Senin, 2 Februari 2026.
"Peralatan dan material kebencanaan milik BBWS C3 sudah siap digunakan. Namun, kami tetap melihat kondisi lapangan, terutama akses menuju lokasi, sebelum menentukan metode penanganan yang tepat,” terang Kepala Balai.
“Pada penanganan darurat ini, kami fokus memperkuat bibir sungai dan mengarahkan aliran limpasan agar tidak langsung menghantam tanggul tanah. Struktur tanggul eksisting tidak kami intervensi karena materialnya berupa pasir dan berisiko jika diganggu. Upaya yang akan lakukan adalah menahan dan mengendalikan arah limpasan agar dampaknya tidak membahayakan,” tambahnya.
Perkuatan tanggul akan dilaksanakan menggunakan metode pemasangan bronjong pada bibir sungai, yang berfungsi menahan arus sungai dan mencegah longsor. Konstruksi bronjong berupa anyaman kawat berlapis galvanis yang diisi dengan batu dapat membuat limpasan air tetap mengalir namun mengurangi tekanan tanah di bibir sungai.
"Jika tidak segera ditangani bibir sungai akan semakin tergerus dan mengancam keselamatan warga serta bangunan yang ada di dekat bibir sungai," ungkap Dedi.
Sementara itu, untuk penanganan jangka panjang, BBWS C3 telah menyiapkan desain tanggul permanen menggunakan metode perkuatan tanggul dengan pemasangan parapet dan pemasangan pintu air sebagai solusi pengendalian banjir di Sungai Cidurian, yang saat ini proses pengajuan anggarannya masih terus diupayakan.
Pemulihan terhadap konektivitas juga dilakukan pada ruas jalan Tol Tangerang - Merak KM 50 yang sempat tergenang dan menyebabkan kemacetan. BBWS C3 bersama PT Marga Mandalasakti melakukan pembuatan tanggul sementara di sisi jalan, menggunakan geobag dan Movable Concrete Barrier (MCB) dengan panjang penanganan ±300 m.
Kini ruas Tol Tangerang - Merak, yang merupakan akses krusial bagi mobilisasi barang dan penumpang dari Pulau Jawa ke Sumatera maupun sebaliknya, telah pulih dan dapat dilalui dengan aman oleh seluruh jenis golongan kendaraan.
BBWS Cidanau Ciujung Cidurian saat ini juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Tangerang untuk memastikan penanganan darurat dapat dilaksanakan secara efektif sehingga aktivitas masyarakat dapat segera pulih.
Dalam tinjauan langsung kali ini Kepala Bidang PJSA, Kepala Bidang OP SDA, Kepala Satuan Kerja PJSA, serta Kepala Satuan Kerja OP SDA BBWS C3 turut hadir untuk memastikan penanganan yang lebih komprehensif di Sungai Cidurian.
Instagram : @pu_sda_bbwsc3
X: @pu_sda_bbwsc3
Tiktok : @pu_sda_bbwsc3
Threads : @pu_sda_bbwsc3
Facebook page : pu.sda.bbwsc3
YouTube : PU_SDA_BBWSC3
#SigapMembangunNegeriUntukRakyat
#MengelolaAirUntukNegeri
#kemenpu #ditjensda