BBWS C3 Optimalkan Pengelolaan Bendungan untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional
SERANG – Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) terus mengoptimalkan pengelolaan bendungan dan jaringan irigasi sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional. Ketersediaan air yang berkelanjutan menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian, khususnya di Provinsi Banten yang merupakan salah satu daerah penyumbang pangan nasional.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air BBWS C3 Ridwan Fauzi Rakhman, dalam program siaran Radio RRI Pro 1 Banten pada segmen Beranda Asta Cita yang mengangkat tema “Peran Bendungan dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Banten”.
Ridwan menjelaskan bahwa bendungan memiliki fungsi strategis dalam menjamin ketersediaan air bagi sektor pertanian. Bendungan berperan menampung air pada musim hujan dan mendistribusikannya melalui jaringan irigasi pada saat kebutuhan air meningkat, terutama di musim kemarau.
"Peran bendungan sangat vital karena produktivitas pertanian sangat bergantung pada ketersediaan air. Dengan adanya bendungan dan jaringan irigasi, risiko gagal panen akibat kekeringan dapat diminimalkan sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga," ujar Ridwan.
Saat ini, di wilayah kerja BBWS C3 telah beroperasi dua bendungan utama, yaitu Bendungan Sindangheula di Kabupaten Serang dengan kapasitas tampungan sebesar 9,98 juta meter kubik dan Bendungan Karian di Kabupaten Lebak dengan kapasitas tampungan sebesar 314,7 juta meter kubik. Kedua bendungan tersebut menjadi infrastruktur sumber daya air yang berperan penting dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian.
Meski fungsi utamanya sebagai penyedia air baku, Bendungan Karian turut berperan dalam mendukung pasokan air irigasi ke Daerah Irigasi (D.I) Ciujung yang memiliki luas layanan mencapai 21.350 hektare.
Menurut Ridwan, kondisi tampungan air di Bendungan Karian saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan irigasi. Air yang tersimpan di waduk didistribusikan melalui pola operasi bendungan yang telah ditetapkan, dengan menyesuaikan kebutuhan di wilayah hilir dan fase musim tanam.
Dalam pelaksanaannya, BBWS C3 melakukan pengaturan distribusi air melalui sistem operasi bendungan yang terukur. Selain itu, Bendung Pamarayan yang berada di Sungai Ciujung turut berperan dalam mengatur dan mendistribusikan debit air ke saluran-saluran irigasi sehingga kebutuhan air pertanian dapat terpenuhi secara optimal.
Selain mendukung produktivitas pertanian, pengelolaan bendungan juga menjadi bagian dari upaya mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Oleh karena itu, BBWS C3 terus melaksanakan operasi dan pemeliharaan bendungan serta jaringan irigasi yang optimal agar layanan air bagi sektor pertanian tetap terjaga.
Pada kesempatan tersebut, Ridwan juga mengajak masyarakat turut berperan dalam menjaga keberlanjutan fungsi bendungan dan jaringan irigasi dengan tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran irigasi, menjaga fasilitas pengairan dari kerusakan, serta berpartisipasi dalam pengelolaan distribusi air melalui Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).
Dengan dukungan infrastruktur sumber daya air yang andal serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, BBWS C3 optimistis produktivitas pertanian di Provinsi Banten akan terus meningkat dan memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Instagram : @pu_sda_bbwsc3
X : @pu_sda_bbwsc3
Facebook page : Bbws Cidanau Ciujung Cidurian
Threads : @pu_sda_bbwsc3
TikTok : @pu_sda_bbwsc3
YouTube : PU_SDA_BBWSC3
Website : https://sda.pu.go.id/balai/bbwsc3/
#IrigasiUntukSwasembadaPangan #SigapmembangunNegeriUntukRakyat #MengelolaAirUntukNegeri #KementerianPU