BBWS C3 Perkuat Sinergi Persiapan Proyek Karian Dam – Serpong Water Conveyance System Stage II
LEBAK – Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) terus mengakselerasi persiapan penyediaan infrastruktur air baku strategis nasional. Langkah ini dipertegas melalui agenda diskusi teknis dan kunjungan lapangan dalam rangka persiapan proyek Karian Dam – Serpong Water Conveyance System (KSCS) Stage II yang dilaksanakan di Kantor Unit Pengelola Bendungan (UPB) Bendungan Karian pada Senin, 6 April 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan persepsi teknis dan administratif antar pemangku kepentingan demi menjamin kelancaran suplai air Baku dari Bendungan Karian menuju wilayah Banten, Kabupaten Bogor dan DKI Jakarta.
“Sekitar 80 persen area untuk KSCS Paket IV berada pada Ruang Milik Jalan (RUMIJA) tol, sehingga koordinasi intensif dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BUJT) menjadi prioritas utama agar desain sistem transmisi air baku tetap selaras dan tidak mengganggu operasional jalan tol yang ada.” Ujar PPK ATAB II Teguh Mulia Aribawa
Sejalan dengan hal tersebut, Kasubdit Perencanaan Teknis Direktorat Air Tanah dan Air Baku, Pulung Arya Pranantya, memberikan perhatian mendalam terhadap aspek keamanan infrastruktur secara jangka panjang. Ia meminta agar
“keamanan keberfungsian dan ketahanan bendungan terhadap kondisi khusus dipastikan sepenuhnya, serta mendorong agar seluruh data historis bendungan dapat diakses secara langsung melalui command center guna mewujudkan pemantauan yang lebih efektif dan responsif terhadap dinamika di lapangan.” ujarnya.
Di sisi lain, pihak Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) selaku mitra pendanaan proyek, menekankan pentingnya standar keamanan dan mitigasi dampak yang komprehensif. Perwakilan AIIB menyatakan bahwa pihaknya menyoroti aspek keamanan bendungan secara menyeluruh, mulai dari persyaratan teknis hingga operasional waduk. AIIB juga meminta penjelasan mendalam mengenai rencana procurement KSCS Paket IV, kesiapan dokumen Detailed Engineering Design (DED), serta laporan terkait Rencana Tindak Darurat (RTD) sebagai upaya mitigasi terhadap potensi kegagalan bendungan yang berisiko menimbulkan dampak signifikan bagi keselamatan masyarakat dan permukiman di wilayah terdampak.
Kunjungan lapangan ini menjadi bagian penting dari komitmen BBWS C3 dalam mengelola sumber daya air yang berkelanjutan. Dengan dukungan koordinasi yang solid dari seluruh pihak, proyek KSCS Stage II diharapkan dapat berjalan sesuai jadwal sebagai urat nadi distribusi manfaat Bendungan Karian bagi pembangunan wilayah Banten dan penyangga ibu kota. Melalui langkah proaktif ini, seluruh elemen optimistis bahwa ketersediaan air baku yang andal dan tepat sasaran dapat segera terwujud bagi masyarakat luas.
Instagram: @pu_sda_bbwsc3
X: @pu_sda_bbwsc3
Facebook page : pu.sda.bbwsc3
YouTube : PU_SDA_BBWSC3
TikTok : pu_sda_bbwsc3
Threads : @pu_sda_bbwsc3
Website : https://sda.pu.go.id/balai/bbwsc3/
#SetahunBerdampak #SigapmembangunNegeriUntukRakyat #MengelolaAirUntukNegeri #kemenpu