Kementerian PU Dorong Percepatan Pembangunan KSCS Project Guna Mendukung Penyediaan Air Baku bagi Masyarakat
BANTEN - Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terus mendorong percepatan pembangunan Karian Dam - Serpong Water Conveyance System (KSCS) Project sebagai infrastruktur strategis penyediaan air baku. Hal ini ditegaskan dalam kunjungan lapangan oleh Plh Direktur Jenderal SDA Adenan Rasyid, yang didampingi Direktur Air Tanah dan Air Baku (ATAB) M Firman, Kepala BBWS Cidanau Ciujung Cidurian Dedi Yudha Lesmana, serta para penyedia jasa pada Jumat, 10 April 2026.
Dalam arahannya, Plh Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum menekankan pentingnya pelaksanaan identifikasi secara komprehensif terhadap potensi risiko di lapangan, serta penyusunan skenario penanganan yang terukur guna mendukung percepatan pelaksanaan pembangunan.
“Lakukan walkthrough dan identifikasi secara menyeluruh. Setiap kondisi di lapangan harus diantisipasi dengan menyiapkan pelaksanaan pekerjaan secara terukur,” tegas Adenan Rasyid.
Dedi Yudha Lesmana, Kepala BBWS Cidanau Ciujung Cidurian, menyampaikan bahwa upaya percepatan yang tengah dilakukan saat ini ialah mendorong suplier untuk melakukan percepatan dalam memproduksi dan distribusi pipa, serta memastikan kelancaran akses mobilisasi material pipa di lapangan.
“Hingga saat ini, progres fisik pada tiga paket yang terkontrak pada Oktober 2025 masing-masing mencapai 12,55% untuk Paket 1, 16,15% untuk Paket 2, dan 6,53% untuk Paket 3,” terang Kepala BBWS C3.
Sementara itu, untuk KSCS Project Stage II Paket 4, saat ini tengah dilakukan koordinasi intensif dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), khususnya terkait penyesuaian trase guna mendukung kelancaran pelaksanaan pembangunan pipa transmisi air baku, tanpa mengganggu operasional jalan tol karena berada pada Ruang Milik Jalan (RUMIJA).
Pembangunan KSCS Project bukan hanya untuk menyediakan air baku bagi kebutuhan rumah, industri dan komersial, tetapi juga mendukung pemanfaatan air permukaan sebagai alternatif utama guna mengurangi ketergantungan terhadap air tanah. Upaya ini penting untuk menekan eksploitasi air tanah yang berlebihan, yang berpotensi menyebabkan penurunan muka tanah (land subsidence) serta dampak lingkungan lainnya.
Diskusi terkait progres pekerjaan dalam rangka percepatan pembangunan layanan air baku ini ditutup dengan peninjauan lapangan ke lokasi booster pump pada Paket 1 serta titik pekerjaan pada Paket 2, guna memastikan kesiapan pelaksanaan dan kesesuaian kondisi di lapangan dengan rencana yang telah ditetapkan.
Facebook page : pu.sda.bbwsc3
YouTube : PU_SDA_BBWSC3
TikTok : pu_sda_bbwsc3
Threads : @pu_sda_bbwsc3
Website : https://sda.pu.go.id/balai/bbwsc3/
#SigapmembangunNegeriUntukRakyat #kscsproject #MengelolaAirUntukNegeri #kementerianpu #DitjenSDA