Delegasi Jepang Kunjungi Bendung Rentang dan Demplot IPHA untuk Penguatan Kerja Sama Pengelolaan Air
Delegasi Pemerintah Jepang melakukan kunjungan lapangan ke Bendung Rentang pada 5 Februari 2026 di Kabupaten Majalengka. Kegiatan ini diterima oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung sebagai bagian dari upaya penguatan kerja sama dan pertukaran pengetahuan di bidang pengelolaan sumber daya air. Fokus utama kunjungan adalah penerapan metode Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) serta pemantauan kondisi infrastruktur jaringan irigasi.
Secara teknis, rombongan meninjau sejumlah saluran sekunder dan tersier pada Bendungan Saluran Distribusi 3 (B.SD.3) di Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Pemantauan ini bertujuan untuk melihat langsung operasional distribusi air irigasi, efisiensi aliran, serta kondisi fisik saluran dalam mendukung pemberian air secara tepat waktu kepada lahan pertanian. Evaluasi lapangan memungkinkan diskusi tentang manajemen air, pengaturan debit, serta mitigasi kehilangan air akibat kebocoran atau sedimentasi.
Selain itu, delegasi mengunjungi demplot IPHA di Desa Sumber Wetan, Kecamatan Jatitujuh, pada saluran CPL 1.4 KI. Di lokasi ini, metode IPHA diterapkan dengan pengaturan tinggi genangan secara berkala dan pemberian air berselang untuk tanaman padi. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan efisiensi penggunaan air irigasi per hektare tanpa menurunkan produktivitas, sekaligus mengurangi risiko pemborosan air di musim hujan maupun kemarau.
Kunjungan ini menjadi forum pertukaran pengetahuan antara pihak Indonesia dan Jepang mengenai praktik terbaik dalam manajemen irigasi hemat air. Jepang dikenal memiliki sistem pengelolaan irigasi modern yang terintegrasi dengan teknologi pemantauan debit dan kelembaban tanah. Diskusi teknis di lapangan memungkinkan penyesuaian metode IPHA dengan kondisi lokal sehingga implementasinya dapat lebih efektif dan berkelanjutan.
Landasan regulasi kegiatan ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, yang menekankan pemanfaatan air yang efisien dan berkelanjutan, serta pengelolaan infrastruktur irigasi yang mendukung ketahanan pangan. Selain itu, kegiatan lapangan ini selaras dengan kebijakan nasional percepatan penggunaan teknologi hemat air di sektor pertanian.
Melalui kunjungan dan pemantauan lapangan ini, diharapkan kerja sama Indonesia–Jepang semakin kuat dalam pengelolaan sumber daya air. Penerapan IPHA yang efektif, pemeliharaan jaringan irigasi, dan pertukaran pengetahuan teknis akan mendukung efisiensi penggunaan air untuk pertanian, sekaligus meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sumber daya air bagi masyarakat.
















PU
