Kunjungan Kerja MAFF Jepang ke RIMP Dorong Inovasi Pengelolaan Air dan Infrastruktur
Rentang Irrigation Modernization Project (RIMP) menerima kunjungan kerja delegasi Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries Pemerintah Jepang sebagai bagian dari penguatan kerja sama di bidang sumber daya air dan pengembangan infrastruktur. Kegiatan ini lebih dari sekadar kunjungan; pertemuan menjadi ruang berbagi gagasan, pengalaman, dan inovasi untuk mendukung pengelolaan air yang lebih efisien.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi MAFF diperkenalkan pada metode Irigasi Padi Hemat Air (IPHA), yang diterapkan sebagai solusi pengelolaan air tanpa mengurangi hasil panen. Melalui dialog, pertukaran pengalaman, dan peninjauan lapangan, kedua pihak dapat merumuskan langkah-langkah praktis untuk menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus memenuhi kebutuhan pangan yang meningkat. Penerapan IPHA mencakup pengaturan tinggi genangan dan pemberian air berselang pada lahan padi, sehingga penggunaan air dapat lebih efisien.
Secara teknis, kunjungan lapangan meliputi pemantauan distribusi air pada saluran primer, sekunder, dan tersier, serta peninjauan demplot IPHA untuk menilai efektivitas sistem irigasi hemat air dalam kondisi. Evaluasi ini memungkinkan pembelajaran langsung mengenai optimasi distribusi air, pengurangan kehilangan air, dan pengelolaan debit secara presisi.
Landasan kegiatan ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, yang menekankan pemanfaatan air yang berkelanjutan serta pengelolaan infrastruktur irigasi yang mendukung ketahanan pangan. Kolaborasi internasional ini selaras dengan kebijakan nasional untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air di sektor pertanian melalui teknologi dan praktik terbaik.
Pertukaran pengetahuan antara RIMP dan MAFF Jepang diharapkan dapat melahirkan gagasan, praktik, dan inovasi baru yang berdampak bagi ketahanan air, ketahanan pangan, serta pembangunan yang lebih berdaya guna di Indonesia. Pendekatan ini juga membuka peluang adaptasi metode hemat air yang sesuai dengan kondisi lokal.
Melalui kolaborasi lintas negara ini, pemerintah menegaskan komitmen untuk mengelola sumber daya air secara profesional dan berkesinambungan. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan wilayah, meningkatkan produktivitas pertanian, dan mewujudkan Indonesia yang lebih maju.
















PU
