Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • PU
  • 20 Mei 2026
blog-img-10

Posted by : ppid_cimancis

Normalisasi Saluran Sekunder Pancoran Mas Dukung Kelancaran Suplai Air Irigasi

Memasuki musim tanam 2025–2026 di wilayah Daerah Irigasi Rentang, khususnya di wilayah Kepengamatan Jatibarang, kelancaran distribusi air menjadi hal yang sangat penting bagi keberhasilan pertanian. Kondisi saluran irigasi yang mengalami pendangkalan atau penumpukan sedimen dapat menghambat aliran air sehingga suplai irigasi tidak dapat tersalurkan secara optimal ke lahan persawahan.

Sebagai langkah penanganan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung melaksanakan kegiatan normalisasi saluran sekunder Pancoran Mas. Kegiatan ini dilakukan melalui pengerukan sedimen yang menumpuk di dasar saluran guna mengembalikan kapasitas aliran air agar dapat mengalir dengan lancar.

Pengerukan dilakukan pada ruas saluran B.Pm 1 hingga B.Pm 4 dengan panjang sekitar 2.371,09 meter. Saluran ini berperan penting dalam mendistribusikan air irigasi untuk lahan pertanian seluas kurang lebih 700 hektare di wilayah sekitarnya.

Melalui kegiatan normalisasi ini, diharapkan aliran air irigasi dapat kembali berjalan optimal sehingga kebutuhan air untuk lahan pertanian dapat terpenuhi secara merata. Dengan suplai air yang lancar, para petani dapat menjalankan kegiatan tanam dengan lebih baik dan produktivitas pertanian dapat tetap terjaga.

Pelaksanaan normalisasi saluran tidak hanya menjadi bagian dari pemeliharaan infrastruktur irigasi, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian. Infrastruktur irigasi yang terawat dengan baik akan membantu mendukung ketahanan pangan serta kesejahteraan petani.

Upaya ini juga membutuhkan sinergi yang baik antara pemerintah, petugas operasi dan pemeliharaan, serta partisipasi aktif para petani dalam menjaga kondisi saluran irigasi. Dengan kerja sama yang baik, saluran irigasi dapat terus berfungsi optimal dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.