Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

© 2026 Balai Besar Wilayah Sungai Pemali - Juana.

Berita Terkini & Pengumuman

Penanganan Darurat Bendung Danawarih dan Bendung Cipero di Kab. tegal

Penanganan Darurat Bendung Danawarih dan Bendung Cipero di Kab. tegal


Beranda >> Berita Terkini & Pengumuman

  17 April 2026



Penanganan Darurat Bendung Danawarih dan Bendung Cipero di Kab. tegal

Foto : Penanganan Darurat Bendung Danawarih dan Bendung Cipero di Kab. tegal


Tegal - (14/4/2026) Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana beserta jajaran dari bidang terkait meninjau infrastruktur sumber daya air di Kabupaten Tegal, yakni Bendung Danawarih, Kecamatan Balapulang dan Bendung Cipero, Kecamatan Warureja. Kegiatan ini merupakan dukungan terhadap Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 dalam percepatan pembangunan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi guna mendukung swasembada pangan dan kesiapan menghadapi musim kemarau.

Di Bendung Danawarih, kerusakan pada mercu bendung menyebabkan aliran air tidak bisa mengalir ke pintu intake utama sebagaimana seharusnya, sehingga berpotensi mengurangi efektivitas distribusi air irigasi. Untuk itu, dilakukan penanganan darurat berupa pembuatan saluran pengarah untuk mengarahkan aliran air agar dapat masuk ke intake Sunyoto secara optimal. Upaya ini menjaga layanan irigasi DI Gung seluas 6.632 hektare di enam kecamatan agar tetap mendukung masa tanam kedua.

Koordinator GP3A DI Gung, M. Angger Selamet, menyampaikan apresiasi atas penanganan yang dilakukan. Ia menjelaskan bahwa aliran air kini sudah dapat menjangkau wilayah hilir hingga Kemantren Dukuhwaru dengan cakupan sekitar 1.725 hektar.

Peninjauan juga dilanjutkan ke Bendung Cipero yang melayani DI Rambut seluas 7.634 hektare di Kecamatan Warureja dan Suradadi. Penanganan terus dilakukan oleh tim operasi dan pemeliharaan BBWS Pemali Juana guna memastikan layanan air irigasi tetap optimal.

BBWS Pemali Juana terus berkomitmen menjaga keandalan jaringan irigasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui upaya penanganan dan kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan distribusi air dapat semakin optimal sehingga musim tanam dapat berlangsung lebih baik dan produktivitas pertanian tetap terjaga.


Bagikan :

Cetak