Sinergitas BBWS Pompengan Jeneberang dan Pemda Luwu Utara Tangani Banjir

Sinergitas BBWS Pompengan Jeneberang dan Pemda Luwu Utara Tangani Banjir

Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Luwu Utara dalam waktu cukup lama menyebabkan peningkatan debit air di sejumlah sungai, di antaranya Sungai Rongkong, Masamba, Baliase, Kanjiro, dan Bungadidi. Luapan air yang membawa material kayu dan sedimen lumpur mengakibatkan banjir di 7 Kecamatan yaitu Kecamatan Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke Barat, Malangke, Kecamatan Mappedeceng, Bone-Bone dan Kecamatan Tanalili. Dengan 29 desa pada Rabu (13/05/2026) lalu.

 

Pemerintah Kabupaten Luwu Utara telah merespon bencana tersebut dengan menetapkan status tanggap darurat yang berlangsung mulai tanggal Kamis (18/5) hingga Selasa (16/6).

 

Menindaklanjuti kondisi tersebut, BBWS Pompengan Jeneberang bergerak cepat melakukan penanganan darurat di Desa Ujung Mattajang, Kecamatan Mappedeceng, akibat jebolnya beberapa titik tanggul swadaya di Sungai Baliase. Selain menutup titik tanggul yang jebol, BBWS Pompengan Jeneberang juga merencanakan peninggian tanggul eksisting sepanjang kurang lebih 2 kilometer guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang. Penanganan serupa dilakukan di Dusun Posilla, Desa Polewali, Kecamatan Baebunta Selatan, setelah tanggul swadaya masyarakat di Sungai Masamba jebol sepanjang sekitar 40 meter.

 

Selain penanganan darurat, BBWS Pompengan Jeneberang juga telah memprogramkan sejumlah penanganan permanen pada tahun 2026, meliputi penanganan jebolan Sungai Masamba di Desa Mario (Dusun Salutuara), dan jebolan di pertemuan Sungai Baliase dan Sungai Masamba. Sementara untuk penanganan di Sungai Rongkong di Desa Beringin Jaya Kecamatan Baebunta Selatan dilaksanakan oleh Pemda Luwu Utara melalui bantuan dana BNPB.

 

Sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan, BBWS Pompengan Jeneberang terus berkoordinasi dengan Forkopimda dan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara. Pada Kamis (05/06/2026), BBWS Pompengan Jeneberang bersama para pemangku kepentingan terkait melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah titik lokasi penanganan banjir untuk memantau pelaksanaan pekerjaan serta memastikan langkah-langkah penanganan darurat berjalan dengan lancar.