Upaya Pengendalian Daya Rusak Air Perlukan Kerjasama Pemerintah dan Masyarakat

Pengendalian daya rusak air merupakan tanggung jawab pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola Sumber Daya Air, serta masyarakat. Upaya pencegahan daya rusak air juga harus dilakukan melalui kegiatan fisik maupun non fisik. Hal inilah yang menjadi bahasan dalam Sidang Komisi I Pendayagunaan Kelembagaan TKPSDA (Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air) Wilayah Sungai (WS) Serayu Bogowonto (Serbog) pada Jumat (10/9) di Kantor BBWS Serayu Opak.

Dalam sambutannya, Ketua Sekretariat TKPSDA WS Serbog Pramono berharap melalui koordinasi dan integrasi tersebut dapat menjadi solusi atas permasalahan-permasalahan yang terjadi, baik keterkaitan antara hulu dan hilir, maupun keterkaitan dengan kegiatan lain yang sedang dilaksanakan.

Pengendalian Daya Rusak Air adalah upaya untuk mencegah, menanggulangi dan memulihkan kerusakan kualitas lingkungan yang disebabkan oleh daya rusak air. Hal utama pada upaya pencegahan yakni melalui perencanaan pengendalian daya rusak air yang disusun secara terpadu dan menyeluruh yang diselenggarakan dengan melibatkan masyarakat.

Contoh dari daya rusak air seperti banjir, erosi, kekeringan, kepunahan satwa dan tumbuhan, wabah penyakit, longsor, tsunami, terjadinya amblesan tanah.

Upaya pencegahan dilakukan baik melalui kegiatan fisik dan/atau non fisik maupun melalui penyeimbangan hulu dan hilir wilayah sungai. Kegiatan non fisik antara lain seperti membuat peta daerah bencana, menyusun rencana umum tata ruang berdasarkan kajian risiko bencana, juga menyusun perda mengenai syarat keamanan, bangunan pengendalian limbah dan lain sebagainya.

Kegiatan fisik yakni seperti pembangunan sarana dan prasarana serta upaya lain dalam rangka pencegahan kerusakan/bencana yang diakibatkan oleh daya rusak air.(iq)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one + 13 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.