JIAT Desa Bunuraya, Kementerian PU Dukung Ketersediaan Air Pertanian Saat Musim Kemarau

Jul 14, 2026 - 16:52
 0
JIAT Desa Bunuraya, Kementerian PU Dukung Ketersediaan Air Pertanian Saat Musim Kemarau

Musim kemarau kerap menjadi tantangan bagi para petani dalam memperoleh akses air untuk mengairi lahan pertanian. Kondisi tersebut juga dirasakan oleh masyarakat petani di Desa Bunuraya, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo.

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan membangun infrastruktur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). Melalui pembangunan JIAT, Kementerian PU menghadirkan alternatif sumber air berbasis air tanah untuk mendukung keberlanjutan sektor pertanian, terutama pada musim kemarau.

JIAT Desa Bunuraya dibangun dengan sumur berkedalaman 125 meter yang dilengkapi jaringan pipa untuk mendistribusikan air ke lahan pertanian. Secara teknis, JIAT Desa Bunuraya memiliki kapasitas layanan sekitar 10 hektare, dengan jaringan pipa sepanjang 1000 meter serta dilengkapi 5 unit box pembagi air yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh para petani untuk mengairi lahan pertaniannya.

Keberadaan infrastruktur ini memberikan kepastian ketersediaan air bagi para petani sehingga aktivitas pertanian dapat berlangsung sepanjang tahun tanpa perlu khawatir mengalami kesulitan memperoleh air pada saat musim kemarau.

Pembangunan JIAT menjadi salah satu inovasi Kementerian PU dalam menghadapi potensi kemarau dan kekeringan melalui penyediaan infrastruktur sumber daya air yang andal. Upaya ini sekaligus mendukung keberlanjutan produksi pangan dengan memastikan kebutuhan air tetap terpenuhi.

Keunikan JIAT Desa Bunuraya terletak pada pemanfaatannya yang tidak hanya mendukung budidaya tanaman pangan, tetapi juga dimanfaatkan oleh petani sayur dan buah. Dengan tersedianya akses air yang lebih terjamin, produktivitas lahan diharapkan dapat terus meningkat sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani di Kabupaten Karo.